Pasar Papringan; Etalase Kearifan Lokal & Trendsetter Pasar Digital

Wednesday, October 31, 2018 3 Comments

Bus yang kami tumpangi akhirnya sampai di Jl. Kedu – Jumo Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari Kota Wonosobo. Turun dari bus, kami kemudian berganti mobil pribadi yang ukurannya lebih kecil karena bus besar tak bisa mencapai destinasi akhir kami. Lalu lalang kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tampak ramai di jalanan kampung yang tak begitu lebar tersebut. Bahkan sesekali kendaraan kami harus berhenti menepi sejenak untuk memberikan jalan kepada kendaraan lain dari arah berlawanan. Kami mulai was-was saat hari semakin siang. Maklum saja, destinasi yang kami datangi ini hanya ada saat pagi hingga siang hari, yakni jam 6 hingga jam 12 saja. 

Pasar Papringan Ngadiprono


Begitu sampai di tempat parkir, kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. “Gila!” batin saya saat melihat banyaknya kendaraan yang terparkir. Ternyata, tidak hanya saya dan teman-teman saja yang antusias datang ke destinasi wisata ini. Banyak wisatawan lain yang juga tak kalah antusias. Bahkan melihat plat nomornya, banyak dari mereka yang berasal dari luar kota. Mulai dari Magelang, Jogja, Semarang, Solo, dan kota-kota lainnya. Setelah berjalan melewati gang perkampungan, sebuah keramaian di bawah rindangnya pepohonan hutan bambu pun mulai terlihat. Ya, kami telah sampai di destinasi kami, Pasar Papringan Ngadiprono, Temanggung.


Pasar Papringan Temanggung Jawa Tengah
Pasar Papringan Temanggung Jawa Tengah

Lima Objek Wisata Menarik di Humbang Hasundutan Sumatera Utara

Sunday, September 30, 2018 9 Comments

Humbang Hasundutan adalah sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara dan beribukotakan Dolok Sanggul.  Banyak orang yang menyebutnya dengan Humbang saja atau dengan Humbahas untuk mempermudah pengucapan. Kabupaten ini merupakan satu dari tujuh kabupaten di Sumatera Utara yang secara geografis letaknya mengelilingi Danau Toba. Tak heran jika Danau Toba juga menjadi wisata andalan di kabupaten ini. Nah berikut ini beberapa wisata menarik di Humbang Hasundutan yang wajib untuk dikunjungi :

1. Bakara 

Bakara Humbahas

Bakara merupakan sebuah wilayah yang terletak di pinggiran baratdaya Danau Toba dan masuk wilayah Kecamatan Bakti Raja. Bakara sendiri memiliki arti tempat kediaman yang teduh (damai). Tempat ini bisa dicapai hanya sekitar 30 menit dari Dolok Sanggul. Di Bakara kita bisa menikmati panorama Danau Toba dari kejauhan sekaligus ketinggian. Kita akan disuguhi hamparan sawah pedesaan yang dikelilingi perbukitan hijau di samping kanan dan kirinya, sementara Danau Toba tampak berada di ujungnya. Cantik!

Garang Asem RM Sari Rasa Kudus Ini Konon Favorite Pak SBY Lho!

Wednesday, August 01, 2018 5 Comments


Kota Kudus merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menawarkan wisata kuliner yang tak boleh dilewatkan bagi tukang makan seperti saya. Kota yang memiliki sebutan kota kretek ini memang menyimpan beragam kuliner unik yang siap menggoyang lidah. Sebut saja lentog tanjung, soto kudus, sate kerbau, dan yang tak boleh ketinggalan, garang asem.

Garang Asem RM Sari Rasa Kudus
Garang Asem RM Sari Rasa Kudus
Jika kamu ingin menikmati garang asem yang paling nikmat di kota ini, cobalah mampir ke RM Sari Rasa yang berada di Jl. Raya Agil Kusumadya No 20 Jati Kulon. Dijamin, saking lezatnya kamu bisa jatuh cinta di suapan pertama. Bahkan garang asem punya rumah makan ini menjadi favorite Pak SBY, mantan presiden RI ke enam lho!

Menepi Sejenak di Taman Sungai Mudal Kulon Progo

Sunday, July 15, 2018 16 Comments
Cuaca cerah pagi itu mengantarkan saya bersama kedua kawan untuk sejenak menepi dari Kota Jogja. Kali ini kami menuju kabupaten di sebelah barat, Kulon Progo. Meski cukup ramai, namun jalanan pagi itu terbilang lancar. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan untuk sampai pada destinasi tujuan kami, Taman Sungai Mudal.

Taman Sungai Mudal Kulon Progo
Taman Sungai Mudal Kulon Progo

Rute Sungai Mudal

Taman Sungai Mudal terletak di Pedukuhan Banyunganti, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Rute menuju Taman Sungai Mudal bisa dibilang sangat mudah. Dari Tugu Jogja, saya hanya perlu mengarahkan kendaraan ke arah barat, melewati Godean, jembatan Kulon Progo, Goa Kiskenda masih lurus, pertigaan hutan pinus belok kiri ke arah Kokap, ikuti petunjuk jalan hingga menemukan pintu masuk Taman Sungai Mudal di sebelah kanan jalan. 

Sejuta Inspirasi di Balik #EksplorDeswitaJogja

Saturday, June 30, 2018 18 Comments
Desa wisata; sebuah istilah yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi saya, meski pengertian desa wisata itu sendiri baru saya pahami satu tahun terakhir ini. Dulu, saya sering melihat papan petunjuk atau gapura yang menuliskan kata desa wisata. Dalam hati saya sering bertanya. Sebenarnya apa itu desa wisata? Apa bedanya dengan desa-desa lainnya? Kenapa sampai bisa menyandang embel-embel “wisata” di belakangnya.
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Desa Wisata Kebonagung Bantul

Berkenalan dengan Marsono, sang Dalang Wayang Sada

Thursday, May 24, 2018 10 Comments

Suatu siang, saya bersama seorang kawan bertandang ke sebuah rumah di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Desa wisata yang dikenal dengan wisata cave tubing Goa Pindul ini memang tak henti-hentinya menarik wisatawan untuk datang. Berbeda dengan atraksi wisata yang baru saja saya sebutkan, kali ini saya ingin mengulik sebuah kearifan lokal yang mungkin tak akan saya temukan di tempat lain. Di rumah tersebut, saya berkenalan dengan Marsono, sang dalang Wayang Sada.

Marsono sang Dalang Wayang Sada
Marsono sang Dalang Wayang Sada

Mengenal Pujon Kidul; Desa Wisata yang Tersohor Kafe Sawahnya

Monday, April 16, 2018 15 Comments
Mobil yang kami tumpangi akhirnya sampai tujuan. Lega, begitu kira-kira yang saya rasakan saat kembali menikmati udara segar setelah terjebak dalam kemacetan Kota Batu. Dari Desa Wisata Sanankerto, saat ini kami sudah berada di Pujon Kidul, desa wisata terakhir yang kami kunjungi selama #EksplorDeswitaMalang.

Kafe Sawah Pujon Kidul Malang
Kafe Sawah Pujon Kidul Malang

Kamping & Outbound Seru ala D'Emmerick Hotel Salatiga

Sunday, March 25, 2018 19 Comments
Waktu belum menunjukkan pukul lima pagi saat saya mencoba menghangatkan badan yang mulai menggigil diterpa angin. Kedua tangan saya masukkan ke dalam saku sembari loncat-loncat kecil, berharap sedikit mendapat keringat. Sementara di sekeliling saya, teman-teman  tengah sibuk dengan kamera dan gawainya. Semua memiliki tujuan yang sama, menantikan baskara beranjak dari peraduannya. Pagi itu, saya sedang berada di Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah.  Ini merupakan salah satu rangkaian acara blogger camp yang diselengarakan oleh D’Emmerick Hotel Salatiga.

Sunrise Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah
Sunrise Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah

Wisata Jip Parangtritis Bantul, Sensasi Offroad di Medan Gumuk Pasir

Sunday, March 18, 2018 15 Comments

Ajakan Mba Sha untuk menjajal offroad Gumuk Pasir Bantul kala itu langsung saya iyakan. Bagaimana bisa saya menolak untuk trip bareng bocil lucu nan menggemaskan Semesta Renjana, anak lanangnya. Apalagi sudah beberapa bulan saya tak berjumpa dengan bocah yang akrab disapa Bre itu. Kawasan Gumuk Pasir sendiri bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota. Siang itu, kami berangkat dengan menumpang mobil Mas Hendra.

Offroad Jip Gumuk Pasir Bantul
Offroad Jip Gumuk Pasir Bantul

Menyantap Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok yang Mantap!

Wednesday, February 28, 2018 22 Comments
Kota Semarang selain memiliki destinasi wisata yang menarik, juga menyimpan banyak kuliner yang patut untuk dicoba lho. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang juga dikenal dengan sebutan kota lunpia ini nyatanya tak hanya memiliki lunpia sebagai ikon kulinernya. Salah satu kuliner yang wajib kamu coba saat mengunjungi Kota Semarang adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang

Lokasi Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Lokasi Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok ini sangat strategis sehingga sangat mudah untuk menemukannya, yakni berada di Jl Pemuda kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di samping jembatan Mberok. Bahkan kamu bisa mencapainya dari Stasiun Tawang hanya dengan berjalan kaki sambil menikmati uniknya bangunan tua di sekitaran Kota Lama.

Dikenal Legendaris

Sedikit cerita mengenai sejarah nasi goreng babat ini, konon Pak Karmin sudah memulai usahanya sejak tahun 1971, sehingga cukup dikenal legendaris oleh para penikmat kuliner nusantara. Apalagi jika dirunut lagi, Pak Karmin mewarisi usaha tersebut dari sang ayah yang sebelumnya sudah berdiri sejak tahun 1958. 

Sederhana & Tak Pernah Sepi

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Tak ada yang istimewa jika dilihat dari tempatnya. Sebuah warung tenda yang bahkan terkesan sangat sederhana. Selain lokasinya yang berada di tepian sungai, beberapa meja juga terlihat berada di luar tenda tanpa atap yang melindungi dari panas atau hujan. Itu pun, belum tentu  semua pengunjung bisa mendapatkan bangku kosong saat jam makan, saking ramenya. Yaps, selain dikenal legendaris, warung sederhana ini memang tak pernah sepi oleh pengunjung.

Cita Rasa yang Masih Terjaga

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Rahasia kenikmatan nasi goreng babat ini tentu berasal dari resep bumbu yang tak pernah dirubah sejak dulu. Meski sekarang Pak Karmin lebih banyak berada di meja kasir dan sudah tak secara langsung menjadi juru masaknya, namun proses memasak masih dipegang langsung oleh keluarga. Sementara pegawainya hanya membantu untuk proses mengaduknya saja. Jadi, cita rasanya masih terjaga hingga kini.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang


Pilihan Isian

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Selain itu, meski warungnya dengan jelas menuliskan “Nasi Goreng Babat” namun warung ini tak hanya menyajikan babat sebagai campuran nasi goreng lho. Buat kamu yang tidak suka babat, bisa menggantinya dengan daging ayam, ampela ati, telur, atau lainnya. Saya sendiri pernah memesan nasi goreng dengan daging ayam. Rasanya tak kalah nikmat dengan nasi goreng babat yang menjadi andalannya. Bahkan, jika kamu kurang menyukai nasi goreng, kamu bisa memesan nasi putih dengan lauk babat gongso. Yang ini juga tak kalah lezat. Atau bisa juga memesan nasi goreng babat dengan ekstra babat gongso. Pokoknya, pesan suka-suka sesuai selera!


Tekstur Babat yang Empuk & Tidak Amis

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Cita rasa nasi goreng babat ini terasa mantap. Asin, gurih, pedas, dan manisnya sangat pas. Kalau kata teman saya, juru masaknya tak pelit bumbu. Nah, satu porsi nasi goreng babat ini disajikan bersama telur dadar yang membuat lidahmu semakin goyang saking mantapnya. Istimewanya lagi, tekstur babat yang menjadi bahan campuran sangat empuk, jauh dari kesan alot dan amis. Hal ini karena Pak Karmin telah merebusnya terlebih dahulu hingga 8 jam lamanya.


Salah Satu Wisata Kuliner yang Patut Dicoba di Semarang

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nah, jika kamu penasaran dengan rasa Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok ini, kamu bisa langsung datang mulai dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Satu porsi nasi goreng babat, kamu hanya perlu menyiapkan uang 20 ribu rupiah saja. Murah kan? Jadi, jika berkunjung ke Kota Semarang jangan hanya mencicipi lunpia sama tahu gimbal saja ya. Kamu bisa menambahkan Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok ini ke dalam daftar wisata kulinermu di sana.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok
Jl. Pemuda, Kauman, 
Semarang Tengah
Buka : 08.00 – 22.00 WIB



Baca Juga :

Desa Wisata Pancoh, Ekowisata nan Asri di Lereng Merapi

Wednesday, February 07, 2018 21 Comments
Pagi itu begitu syahdu. Udara sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam. Sebuah desa idaman masa depan yang sangat cocok untuk “membesarkan anak-anak”. Adalah Desa Wisata Pancoh yang terletak di kelurahan Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Desa wisata yang akan membuat jatuh hati bagi mereka yang mengidamkan suasana asri.

Desa Wisata Pancoh Sleman DIY
Desa Wisata Pancoh Sleman DIY

Snorkeling Sepuasnya di Pantai Batu Putih Karimunjawa

Thursday, January 25, 2018 25 Comments
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Pagi sangat cerah saat saya dengan semangat menyiapkan peralatan snorkeling bersama Mas Sitam. Snorkel, life jacket, dan fin. Semua alat snorkeling ini bukan hasil menyewa, melainkan mengobrak abrik gudang rumah Mas Sitam. Kakaknya yang pernah bekerja di dinas pariwisata setempat masih menyimpannya dengan baik di gudang rumahnya.

Goyang Lidah ala Korea di Kimchi Korean Restaurant Solo

Friday, January 19, 2018 15 Comments
Belakangan, demam Korea semakin menjangkiti masyarakat kita, khususnya kaum perempuan. Mulai dari yang masih ABG sampai dewasa sekali pun hafal judul drama korea di luar kepala. Belum lagi dengan group K-pop yang bahkan nama-nama personilnya saja dengan sangat mudah mereka ingat. Maka tak heran jika budaya dan kebiasaan dari negeri gingseng ini dengan sangat mudah terbawa ke kehidupan masyarakat kita. Gaya busana, gaya rambut, sampai gaya makan pun, satu per satu diimpor ke tanah air. Resto yang menyajikan kuliner ala Korea pun semakin menjamur dimana-mana. Seperti di Solo, kamu bisa menemukan Kimchi Korean Restaurant.

Kimchi Korean Restaurant berada di Jalan Veteran No. 190 Surakarta. Beragam jenis makanan khas Korea bisa kamu nikmati di resto ini. Mulai dari yang porsi personal hingga porsi untuk rame-rame. Kamu yang muslim juga tak perlu khawatir karena semua menu yang ada di resto ini dipastikan halal. Dari beragam menu yang dihadirkan, berikut ini beberapa di antaranya yang patut kamu coba:

1. Budae Jeongol

Budae Jeongol Kimchi Korean Restaurant Solo
Budae Jeongol - Kimchi Korean Restaurant Solo

Makan Siang Bareng Pak Kades Jambuluwuk Malioboro Hotel Jogja

Friday, January 12, 2018 7 Comments
Jika kalian berkunjung ke Kota Jogja, kuliner apa yang langsung ada di pikiran kalian? Gudeg? Pasti. Tapi pernah juga gak sih, saat berada di kota ini ingin mencicipi kuliner khas desa yang sekarang ini sudah jarang kita temukan? Makanan desa yang saya maksud, adalah sajian makanan yang biasa kita jumpai di kampung atau desa. Jika kita susun daftarnya mungkin satu buku tak cukup lho saking banyaknya. Barangkali kita masih bisa menemukan beberapa di antaranya setiap hari sekalipun tinggal di kota. Namun apa semua itu akan tersaji secara bersamaan dan dengan cita rasa yang benar-benar ndeso?

Pak Kades Jambuluwuk Malioboro Hotel Jogja
Pak Kades Jambuluwuk Malioboro Hotel Jogja