Snorkeling Sepuasnya di Pantai Batu Putih Karimunjawa

Thursday, January 25, 2018
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Pagi sangat cerah saat saya dengan semangat menyiapkan peralatan snorkeling bersama Mas Sitam. Snorkel, life jacket, dan fin. Semua alat snorkeling ini bukan hasil menyewa, melainkan mengobrak abrik gudang rumah Mas Sitam. Kakaknya yang pernah bekerja di dinas pariwisata setempat masih menyimpannya dengan baik di gudang rumahnya.

Hari itu adalah hari kedua lawatan saya ke kampung halaman Mas Sitam di Karimunjawa. Bukan sepenuhnya untuk liburan memang, karena saya hanya ikut Mas Sitam yang kala itu mudik untuk menghadiri acara 100 hari almarhum bapaknya. Saya sendiri sudah sejak dua tahun lalu ingin mengunjungi kampung halamannya, namun baru kali ini bisa berkesempatan meski momentnya kurang tepat karena masih dalam masa berkabung. Tak apa, saya justru bisa sekalian ikut memanjatkan doa untuk almarhum.

Maka dari itu saya tak memintanya untuk mengajak berkeliling ke semua spot wisata agar tak merepotkan. Tapi sepertinya ia sudah paham apa selera saya. Selama tiga hari dua malam itu, saya diajaknya melihat sunrise, menunggu sunset, menikmati kelapa muda, snorkeling, dan semua itu dilakukan di pantai, tempat favorit saya yang tentu sangat mudah ditemukan di Karimunjawa.

Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Pantai Batu Putih salah satunya. Pantai ini berada tepat di belakang rumah Mas Sitam yang hanya dibatasi oleh kebun saja. Tempat yang sama di mana kami juga mengabadikan moment matahari terbit. Jika kamu sedang berada di Karimunjawa dan berencana ke pantai ini, caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu mengarahkan kendaraan ke Desa Kemujan atau ada pula yang menyebutnya dengan Pulau Kemujan (Konon dulu desa ini merupakan pulau yang sekarang menyatu dengan Pulau Karimunjawa besar karena adanya hutan mangrove). Setelah menemukan minimarket “Planet Mart” yang ada di kiri jalan, kamu tinggal maju sekitar 100-200 meter dan menemukan papan petunjuk “Pantai Batu Putih” di sebelah kanan jalan. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati kebun yang penuh dengan pohon & semak.

Kebun Menuju Pantai Batu Putih Karimunjawa
Kebun Menuju Pantai Batu Putih Karimunjawa
Pantai Batu Putih sendiri belum seramai pantai Karimunjawa lain yang sudah terkenal seperti Pantai Ujung Gelam. Jangankan warung makan atau fasilitas lainnya, saya bahkan tak menemukan pengunjung lain di sana. Rasanya seperti pantai pribadi yang masih sangat asri. Padahal jika kamu datang pagi hari, sunrise bisa terlihat sangat cantik dari pantai yang menghadap ke arah timur ini. Pantainya cukup panjang dan pasirnya berwarna kecoklatan. Dengan ombak yang relatif tenang, kita bisa dengan leluasa bermain air. Salah satunya, dengan snorkeling seperti yang kami lakukan.

Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Sebenarnya Pantai Batu Putih bukanlah spot snorkeling yang biasa banyak orang lakukan jika ke Karimunjawa. Rata-rata wisatawan akan menyeberang ke pulau-pulau kecil sekitar menggunakan perahu yang disewa atau disediakan oleh travel. Berhubung kami memang tidak ada rencana untuk hoping island, maka mencari spot terdekat seperti di pantai ini menjadi pilihan kami.

Mas Sitam meminta saya menunggu, sementara ia pergi ke tetangga mencari sampan milik almarhum bapaknya dulu. Sampan tersebut yang akan mengantar kami mencari spot snorkeling. Ada ragu ketika melihat ia kembali dengan mendayung sampan kecil. "Yakin sampan itu bisa saya naiki?" batin saya. Melihat keraguan saya, sambil tertawa Mas Sitam meyakinkan. Sedikit jemawa ia mengingatkan saya bahwa ia berdarah Bugis yang memang dikenal ulung untuk urusan melaut. Baiklah, untuk kali ini ia menang.

Naik Sampan di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Naik Sampan di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Saya duduk di depan dengan kaki masi gemeteran. Sementara di belakang, Mas Sitam dengan tenang mendayung sampan ke tengah laut. Sesekali saya melihat sekitar. Kanan, kiri, depan, belakang untuk memastikan ada orang lain selain kami. Setidaknya jika tiba-tiba sampan kami karam, saya tahu kemana harus melambaikan tangan. Sementara hanya seorang bapak paruh baya yang saya lihat sedang memancing ikan, semakin jauh dari pandangan. Sudahlah, saya pasrah. Semoga tuhan memberkati anak gendut di tengah laut.

Semakin ke tengah, laut terlihat semakin dalam. Mas Sitam masih tak mau berhenti mendayung, sementara saya memilih memperhatikan dasar laut, di mana terumbu karang dan beragam ikan mulai terlihat. Tiba di satu titik, Mas Sitam meminta saya menurunkan jangkar. Saya kembali memeriksa peralatan. Life jacket dan snorkel saya kenakan, sementara fin saya biarkan.

Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Sampai saya mulai asik bergerilya memburu ikan-ikan lucu, Mas Sitam masih enggan untuk bergabung. Katanya, ia menjaga sampan agar tak terbawa ombak. Saya yang sudah terlanjur asik, membiarkannya dan memilih melanjutkan kegiatan snorkeling. Tak banyak ikan yang bisa saya lihat. Terumbu karang pun banyak yang sudah rusak. Hanya sesekali terlihat ikan berwarna hitam, biru, kuning, dan lainnya melintas. Sekitar 30 menit berlalu akhirnya saya menyerah dan memilih kembali ke sampan.

Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Mas Sitam kembali mendayung. Katanya, agar saya bisa melihat lebih banyak ikan dan terumbu karang di tengah. Karena sudah kepalang basah, saya pun mengiyakan saja. Berbeda dengan spot sebelumnya, di sini saya bisa lebih banyak melihat bermacam-macam ikan dan terumbu karang. Sayangnya saya tetap tak bisa mengabadikannya karena selalu kabur saat saya dekati. Kami melupakan biskuit atau roti untuk memancingnya berkerumun.

Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa

Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa

Snorkeling di Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa

Sesekali saya mendongak ke arah sampan, memastikan saya tak terlalu jauh berenang. Tak disangka ternyata Mas Sitam mendayung mengikuti kemana saya pergi. Membuat saya tenang dan semakin betah berlama-lama. Bisa jadi, hari itu adalah snorkeling terlama yang pernah saya lakukan, meski sebenarnya tak banyak yang bisa saya lihat. Bisa dimaklumi, tempat ini memang bukan spot snorkeling.  Terlepas dari itu, ini pengalaman baru yang menyenangkan bagi saya, bisa snorkeling di pantai belakang rumah menggunakan sampan sepuasnya. Terima kasih Mas Sitam, ajak lagi di lain kesempatan ya! 

Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

25 comments

Write comments
Friday, 26 January, 2018 delete

Besok diulangi lagi, dekat pantai belakang rumah ada keramba ikan. Jadi bisa buat tiduran di atas laut ahhahahah

Reply
avatar
Friday, 26 January, 2018 delete

Ini trip bulan madu bareng Mas Sitam ya?
Kadar garam di Karimun Jawa kayaknya tinggi banget, ya. Sampe simbok bisa ngapung.

Reply
avatar
Friday, 26 January, 2018 delete

pernah hampir nangis disini aku....

Reply
avatar
Saturday, 27 January, 2018 delete

kalo mau snrokling ngirit emang gini sih, drpd ikut pake island hopping yang lumayan menguras kantong hahaha

Reply
avatar
Sunday, 28 January, 2018 delete

Aarrrgghh aku pengen nyebur liat air yg bening begitu. Gak peduli ada ikannya atau enggak tetep seger ituu.

Reply
avatar
Monday, 29 January, 2018 delete

Woh, ratjun iki. Tapi aku ketawa-ketawa bacanya, masa peralatannya modal ngobrak-abrik gudang kakaknya mas sitam, sampan juga tinggal nyari :o
Mass Ajiii, kamu bisa renang nggak?

Reply
avatar
Monday, 29 January, 2018 delete

Asyik kalau belum terlalu ramai, bisa lebih menikmati. Eh, itu ngga ada goncangan pas melaju dengan Sampan, kan? :D

Reply
avatar
Monday, 29 January, 2018 delete

Paling dalamnya berapa meter nih. Enak bisa snorkeling sepuasnya...
Salam buat mas sitam

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Berang2 makan coklat. Berangkattttt :D

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Wkwkwkkwwk siyaaaaal!!! *lempar sampan ke miss kendal*

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Yakin cuma "hampir"??? kok aku denger ceritanya ga gt... wkwkwk

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Dan tetep seru sih, itu yg penting liburan mah. hahaha

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Dih, dasar ikan bawal km maaah... wkwkwkw

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Wkwkwkwk cari hemat mba. hihihi bisa lah renang doang, ngeceee :p

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

Wkwkwkwk goncangan sih engga, mo karam mungkin. hahahah tp asik lho mba :D

Reply
avatar
Wednesday, 31 January, 2018 delete

plg dlm 3-5 meter kyknya. hehehe

Reply
avatar
Tuesday, 06 February, 2018 delete

Kangen piknik kesini, nikmati pantai sambil minum es kelapa muda 😂

Reply
avatar
Thursday, 08 February, 2018 delete

Ya ampun, kalian bikin ngiri, pikniknya enak banget sih, semacam mudik ke rumah Simbah tapi belakangnya pantai. Jadi pengen ke rumah mas Sitam nih.

Reply
avatar
Thursday, 01 March, 2018 delete

sangat indah sekalih gan<
artikel yang keren

Reply
avatar
Saturday, 10 March, 2018 delete

Itu warna terumbu karangnya cakep bener yaa .... warnanya ngejreng kontras 😁

Reply
avatar
Sunday, 11 March, 2018 delete

Jgn lupa gorengannya. Hahaha

Reply
avatar
Sunday, 11 March, 2018 delete

Wkwkwkwkwkw iya mba. Aku aja pengin ikut lg. Ngahahaha

Reply
avatar
Tuesday, 03 April, 2018 delete

Wah..ini bener-bener private beach dan private boat (meskipun kecil) ceritanya...pasti bisa puas banget tanpa diburu-buru waktu dan agen travel hehehe
btw salam kenal mas Aji. :)

Reply
avatar
Friday, 18 May, 2018 delete

Wah ini sangat menarik sekali !
Snorkeling sampai kulit gosong wkwkwk

Reply
avatar