Pantai Srau; Tiga Pesona Dalam Satu Nama

Sabtu, September 17, 2016
Berawal dari obrolan saya dengan Mas Bayu untuk mengisi liburan, (di tulisan blog Mas Bayu yang beralamat di sini dikatakan "berawal dari hati saya yang suwung/kosong") abaikan tulisan tersebut. Saya beserta ke lima teman lain sepakat untuk menghabiskan waktu liburan dengan camping di Pantai Srau, Pacitan, Jawa Timur. Meski molor dari jam yang di sepakati, namun sabtu siang kami para pejalan jomblo kesepian (masih kata Mas Bayu)  akhirnya berangkat dari Solo ke Pacitan.

Butuh waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan dengan rute Solo - Sukoharjo - Wonogiri - Pracimantoro - Pacitan. Perjalanan tersebut kami tempuh dengan kecepatan sedang dan sekali beristirahat saat mengisi bahan bakar di Wonogiri. Kondisi jalan saat itu cukup ramai di jalur sebaliknya (menuju Solo) karena sudah memasuki arus balik sehingga di beberapa titik terjadi kemacetan. Pantai Srau sendiri berada di Dusun Srau, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

pantai srau pacitan jawa timur
Pantai Srau
pantai srau pacitan jawa timur
Pantai Srau Pacitan, Jawa Timur.
Rasanya lega saat kami telah tiba di pos loket. Ini menandakan bahwa pantai sudah berada di depan mata. Untuk tiket masuk sendiri, kami harus membayar Rp5.000,/orang & Rp2.000,-/motor. Tak lama berselang, kami melewati sebuah kampung dan pantaipun mulai terlihat. Yaps, tibalah kami di Pantai Srau. Saya berada di barisan tengah saat motor kami melaju di jalan yang bertepikan pepohonan kelapa. Terlihat beberapa kendaraan dan pengunjung yang tengah menikmati Pantai Srau di bagian timur. Laju kami berbelok ke arah pantai sebelah selatan, disini pengunjung semakin ramai, dan tepat di pantai bagian barat motor kami berhenti. Ini merupakan pantai bagian terakhir di Pantai Srau ini. Jadi, Pantai Srau terdiri dari 3 bagian pantai. Pantai di sebelah timur menghadap ke arah timur. Pantai ini sangat cocok dinikmati saat pagi hari sehingga dapat menyaksikan matahari terbit. Pantai di bagian tengah/selatan menghadap ke arah selatan. Di pantai ini terdapat gundukan karang-karang yang terlihat seperti pulau, dan terdapat pula karang bolong yang terlihat seperti jembatan. Di sebelah barat terdapat pantai yang menghadap ke arah barat dan cocok dinikmati saat sore hari sambil menyaksikan matahari terbenam.

pantai srau pacitan jawa timur

pantai srau pacitan jawa timur
Kiri ke Kanan (Mba Titin, Mas Bayu, Mas Jaztin, Mas Yuli, Maknok)
Kami memarkirkan motor di pantai sebelah barat sambil istirahat di bawah pohon menunggu waktunya sunset. Beberapa camilan dan bekal kami keluarkan. Mas Yuli membawa banyak kue & penganan lebaran sore itu yang dengan cepat kami lahap. Angin sepoi & suara deburan ombak seakan kolaborasi yang tepat untuk menidurkan kami yang tengah lelah. Mas Jaztin bahkan sempat terlihat menejamkan mata saat rebahan di rerumputan. Ah, dasar pelor! *Nempel molor. -_-

pantai srau pacitan jawa timur
Pantai di sebelah barat
Sebelum kami semakin mager (malas gerak), kami pun segera menyusuri pantai dan bukit di sisinya. Melalui jalan setapak, kami menyusuri bukit yang ternyata cukup luas. Ada beberapa gundukan bukit yang tersambung oleh jalan setapak tersebut. Kejutannya, ternyata terdapat pantai di balik bukit tersebut. Pantainya terlihat bersih meski tak cukup panjang. Ada beberapa orang terlihat tengah sibuk mencari sesuatu di karang-karang sekitar pantai. Entah mencari apa, kami hanya menyaksikannya dari atas bukit. Di ujung bukit ini terdapat semacam gundukan batu karang yang berongga-rongga. Terlihat seperti rumah semut. Sayang, matahari sore itu kurang percaya diri dan bersembunyi di belakang awan mendung sehingga kami memperoleh pemandangan sunset yang kurang menawan.

pantai srau pacitan jawa timur
Pantai di balik bukit
pantai srau pacitan jawa timur
Karang karang berongga seperti rumah semut
Saat matahari mulai tenggelam, kami kembali turun, dan bergegas menuju pantai di bagian timur. Rencananya, kami akan mendirikan tenda di sana agar saat pagi menjelang kami dapat menyaksikan langsung sunrise dari depan tenda. Kami memilih tempat yang terdapat pepohonan yang bisa digunakan untuk memasang hammock. Tenda telah berdiri, hammock telah terpasang, komporpun kami nyalakan untuk memasak makan malam. Malam itu pun kami habiskan dengan banyak cerita & baper bersama. Uhuk! Yang satu itu seperti sudah jadi agenda wajib. Mas Yuli paling sibuk mondar mandir sana sini untuk mengabadikan jalan susu (milky way.red) Fotografer satu ini memang jago memainkan lensanya. Saya dan yang lainnya memilih tidur di luar tenda. Beberapa orang tidur di pasir beralaskan matras, sedangkan saya dan beberapa teman lainnya memilih untuk tiduran di atas hammock. Sambil mendengarkan yang lain bercerita tentang banyak hal saya mendengarkan lagu dari pemutar musik handphone saya. Tak tahu siapa yang memulai, kamipun terlelap di tempat masing-masing.

Tengah malam kami terpaksa terbangun oleh gerimis yang membuat kami kalang kabut, dan memindahkan ke tempat yang lebih aman. Hammock pun sudah terlanjur kami lepas, dan hujan tak jadi turun. Saya tidur di depan salah satu tenda bersama Mas Bayu dan Mba Titin meski akhirnya saat terbangun, Mas Bayu yang awalnya di samping saya menghilang dan pindah ke dalam tenda. Belakangan, saya tau alasannya pindah karena.... Emm... Eng ing eeeeng...! di Pantai Srau ini memang terdapat cerita mistis yang beredar, khususnya di pantai sebelah barat. Konon terdapat sebuah villa yang sudah kosong di tinggal oleh pemiliknya karena mendapat gangguan gaib dari sumber mata air yang di kenal angker. Untungnya, saya mengetahui hal-hal tersebut sepulang dari sana. Amaaaaan. :D

pantai srau pacitan jawa timur
Sunrise di pantai srau sebelah timur
pantai srau pacitan jawa timur

Pagi hari, kami memasang hammock kembali dan menikmati sunrise di tepi pantai. Setelah puas menikmati sunrise, beberapa teman memilih untuk segera kembali ke Solo karena ada acara lainnya. Sedangkan saya, Mas Bayu, Mas Jaztin, dan Mba Titin masih memilih tinggal untuk menikmati Pantai Srau di bagian selatan.

pantai srau pacitan jawa timur
Pantai di bagian selatan
pantai srau pacitan jawa timur
Karang Bolong
Pantai Srau memiliki pesona yang indah, dengan pasir putih dan perbukitan hijau. Selain itu juga memiliki ombak yang cukup besar. Tak hanya menjadi tempat favorite para wisatawan untuk menikmati pemandangan. Tak sedikit yang menikmatinya dengan surfing & bahkan memancing. Pantai Srau sendiri sudah memiliki banyak fasilitas dan cukup komplit. Mulai dari warung penjual makanan, kamar mandi, masjid, dll. Jadi tak perlu kawatir saat berkunjung ke Pantai Srau ini. Cukup ramah untuk wisata keluarga. Berminat untuk berkunjung?


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
Minggu, 18 September, 2016 delete

Aku pengen hammockkan ahhahahhaha. Belum pernah foto pakai hammock hahhahaa

Reply
avatar
Senin, 19 September, 2016 delete

Wuaaaa serius mas? Ayo agendakan camping & hammockan bareng mas 😁😁😁

Reply
avatar
Senin, 19 September, 2016 delete

Wuaaaa serius mas? Ayo agendakan camping & hammockan bareng mas 😁😁😁

Reply
avatar