Menikmati Teh Poci di Tengah Hutan Jati Kampung Edukasi Watulumbung

Sunday, December 27, 2015 5 Comments
27 Desember 2015 saya diajak beberapa teman di Jogja untuk berkunjung ke Kampung Edukasi Watulumbung. Awalnya, saya mengira Watulumbung yang di maksud ialah pantai di Gunungkidul. Namun ternyata berbeda. Kampung Edukasi Watulumbung yang dimaksud berada di Bukit Parangtritis Kretek, Bantul, Jogjakarta. 

Gardu Pandang Alas Kuliner Kampung Edukasi Watu Lumbung
Untuk menuju Kampung Edukasi Watulumbung ini sangat mudah. Dari Jl. Parangtritis, setelah melewati jembatan kretek belok kiri. Sekitar 50 m, ada pertigaan belok kanan. Sebaiknya pelankan laju kendaraan, karena plang/petunjuk nya sangat kecil dan kurang terlihat. Kami sempat terlewat karena tidak melihatnya. Setelah belok kanan, tinggal ikuti jalan menanjak, dan sampailah kita di Kampung Edukasi Watulumbung. 

Pantai Greweng; Mengusir Sepi Bersama Moldi

Thursday, December 24, 2015 3 Comments
camping pantai greweng gunungkidul
Pantai greweng
Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberapa teman melakukan sesuatu yang saya nilai sendiri "kurang kerjaan" hahaha ya, kurang lebih demikian ungkapan saya saat malam minggu kami pergi ke puncak yang saat itu sedang turun hujan rintik-rintik dari sore. Dan ahir tahun ini, saya kembali melakukan hal "kurang kerjaan". Saya bersama 6 teman lain yakni Mba Ayun, Mba Ika, Mba Desi, Mas Ade, Mas Karys, dan Mas Aris pergi nenda (baca: camping) ke Pantai Greweng, Gunungkidul. Musim hujan camp di pantai? kurang kerjaan bukan? haha demi camp penutup ahir tahun, kami rela melakukannya meski harus basah-basahan. Beberapa kali ganti opsi tempat, akhirnya kami memutuskan ke Pantai Greweng.

Rute menuju Pantai Greweng :
Ikuti jalan menuju arah Pantai Wediombo. Dari Arah Solo via Cawas - Karangmojo - Semanu, perempatan lurus (jika dari arah Jogja - Wonosari - Semanu belok kanan) arah Tepus. Sampai di parkiran atas Wediombo (jalan turunan) ambil kiri (jalan kampung tidak beraspal) searah dengan Pantai Jungwok. Sampai di parkiran pantai Jungwok, jalan turun dikit belok kiri (jika lurus ke Pantai Jugwok) ikuti jalan melewati pematang ladang. Hanya sedikit plang/petunjuk jalan untuk menuju pantai greweng ini. Jadi, berusahalah untuk selalu mencari warga setempat untuk bertanya, dan biarkan hatimu yang memandu. :p

Giveaway Travel Book & Novel dari Lagilibur.com ! #GAlagilibur

Thursday, December 17, 2015 20 Comments


Menyambut tahun baru 2016 blog saya yang sebelumnya beralamat di www.ajiijoaja.com bermigrasi ke alamat baru yakni www.lagilibur.com. Dengan bergantinya domain baru ini, diharapkan teman-teman pembaca dapat lebih mudah mengingat dan sering mampir berkunjung. Layaknya seorang gebetan. Sering inget, sering kangen, sering ngapel deh. Haelah! :p

Kenapa lagilibur.com ? karena saya berharap setiap postingan saya tentang catatan perjalanan dapat menjadi rujukan/masukan/referensi bagi teman-teman pembaca saat sedang libur. Dan di rumah baru ini saya juga menggunakan tagline "Jangan Panik! Ayo Piknik!" bertujuan untuk mengingatkan pembaca untuk tidak panik jika tidak ada kegiatan saat libur, dan mengajak untuk memanfaatkan masa libur dengan melakukan perjalanan atau sekedar piknik. 

Untuk merayakan alamat blog baru yang juga bertepatan dengan hari kelahiran saya yang ke....sekian. Uhuk! lagilibur.com mengadakan Giveaway berbagi beberapa buku. Akan ada 2 travel book & 2 novel yang akan saya berikan untuk 2 orang yang beruntung. Masing-masing mendapat 1 travel book & 1 novel. Nah, buku apa saja?

1. Kedai 1001 Mimpi. Di buku ini, kita akan menemukan berbagai cerita menarik yang dialami Valiant Budi (penulis) selama menjadi TKI dan bekerja di salah satu kedai kopi internasional di Saudi Arabia. Selain membawa kita merasakan bagaimana kehidupan di timur tengah, akan ada banyak cerita seru yang mungkin akan membuat pembaca sering terkekeh, terkejut, dan menggelinjang... :D



2. TRAVE(LOVE)ING2. Ingin tahu kisah cinta para traveler? Dududu~ Empat traveler seperti Roy Saputra, Tirta Prayudha, Eliysha Saputra, dan Diar Trihastuti akan berbagi kisah cinta dan petualangan mereka di buku ini. Hmm Hati-hati baper ya saat baca. Hahaha



3. Diamond Village. Adalah buku novel remaja yang menceritakan tentang sebuah kisah cinta seorang putri dengan seorang pangeran di sebuah kerajaan langit. Pangeran tersebut terpaksa turun ke bumi dengan sebuah misi karena pernikahannya digagalkan oleh pangeran dari kerajaan lain yang juga mengincar putri cantik tersebut untuk dijadikan istrinya. Hmm bagaimana kisahnya?



Nah, ingin mendapatkan buku-buku tersebut? Yuk, ikutan giveaway lagilibur.com! Caranya mudah.

  • Jawab pertanyaan berikut : Sebutkan salah satu tempat/kota yang ingin kamu kunjungi di tahun 2016, dengan siapa, dan apa saja yang ingin kamu lakukan disana. Kamu juga dapat memberikan tanggapan, saran, dan juga kritik yang membangun untuk blog ini.
  • Tulis di kolom komentar, dengan menyebutkan Nama, Kota Domisili, dan akun twitter/akun lain. 
  • Contoh : Tahun 2016 saya ingin mengunjungi Pulau Dewata Bali bersama pacar. Uhuk! Menikmati makan malam romantis di Pantai Jimbaran, bergandengan tangan di Tanah Lot, dan berakhir dengan melamarnya saat sunset di Pantai Kuta. *Errrrr! Semoga blog lagilibur.com sering update perjalanan seru lainnya. Bejo, Surakarta, @bejosukabaper.
  • Share di media sosial  (Twitter dan/atau IG/Facebook) dengan hastag #GAlagilibur jika kamu telah mengikuti giveaway ini, dan jangan lupa mention @ajiijoaja dan teman kamu min 1 orang (Twitter/IG) dan/atau tag Aji Sukma (Facebook). Semakin banyak share, maka peluang menang akan semakin besar.
  • Giveaway ini berlangsung selama 1 bulan mulai dari 17 Desember 2015 hingga 17 Januari 2016 pukul 23.59 WIB.
  • Keputusan pemenang sepenuhnya menjadi hak saya dan tidak dapat diganggu gugat. 
  • Pemenang akan diumumkan di blog dan media sosial @ajiijoaja
  • Good Luck ya!



Selat Solo; Kuliner Khas Kota Bengawan

Tuesday, December 01, 2015 4 Comments
Enak, nikmat, dan sehat. Begitulah kira-kira gambaran makanan yang menjadi salah satu kuliner khas Solo ini. Namanya adalah Selat Solo. Makanan yang juga dikenal dengan nama bistik Jawa ini  dimodifikasi agar khas dengan lidah orang Solo yang diadaptasi oleh warga Kraton Solo. Selat Solo berisikan wortel, buncis, ketimun, kentang goreng, selada telur kecap, dan daging, yang disiram dengan kuah semur plus ditambahkan mayones homemade yang rasanya kecut segar. Kata Selat mengingatkan pada salad dan steak atau biefstuk. Selat, konon asal katanya dari salad yang kemudian diucap selat. Demikian juga biefstuk yang dilafalkan menjadi bistik. 


Selat Solo
Selat Mba Lies

Jika sedang berkunjung ke Kota Solo, adalah menjadi agenda wajib untuk mencicipi kuliner satu ini. Ada beberapa tempat makan yang sudah dikenal menyediakan Selat Solo yang lezat. Salah satunya adalah Warung Selat Mba Lies. 

Menyaksikan Sendratari Ramayana Saat Bulan Purnama di Taman Balekambang Surakarta

Saturday, November 28, 2015 10 Comments
Pemain Sendratari Ramayana
Jika anda sedang berkunjung ke Kota Solo, dan berniat mencari wisata pantai, air terjun, gunung, atau wisata alam lainnya, saya pastikan anda tidak akan pernah menemukannya. Paling mungkin adalah menemukan wisata tersebut di kota tetangga seperti Kota Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, atau kota lainnya. Namun, jika anda mencari kekayaan budaya & sejarah, Kota Solo sangat tepat untuk anda kunjungi. Sebutan sebagai "Kota Budaya" yang melekat pada Kota Solo bukan tanpa alasan. Faktanya, kota ini memang benar memiliki warisan budaya Jawa yang kental dan masih terjaga hingga sekarang. Hal tersebut didukung dengan pemerintah setempat serta dinas pariwisata yang gencar dan sering mempromosikan Kota Solo dengan beragam event budaya baik bertaraf lokal, nasional, bahkan internasional. 

Samier, Bubur Unik dari Pasar Bandungan Semarang

Saturday, November 14, 2015 10 Comments
Seperti cerita saya sebelumnya, saat berada di Bandungan kami menemukan kuliner unik di pasar Bandungan, yakni bubur samier. Nah sebenarnya seberapa unik sih kudapan satu ini? baiklah, coba kita kupas di postingan ini ya.

Bubur, merupakan makanan yang sudah lazim dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Biasanya, bubur dikonsumsi saat sarapan atau dikonsumsi saat seseorang sedang sakit. Tekstur yang lembut membuat bubur menjadi menu favorite saat sedang sakit dibandingkan mengkonsumsi nasi, karena dirasa lebih mudah untuk ditelan. Dari segi gizipun, tidak jauh berbeda dengan nasi karena bahan dasarnya juga beras. Ada berbagai macam bubur di negara kita seperti Bubur Ase Betawi, Bubur Ayam Cianjur, Bubur Tinutuan Manado, Bubur Lemu Solo, dan masih banyak lagi. Terkadang dari satu daerah ke daerah lain hampir sama saja jenis buburnya, hanya berbeda topping atau cara penyajiannya. Nah di Bandungan, kami menemukan bubur yang hampir sama dengan bubur lemu, namun unik cara penyajiannya.

bubur samier bandungan semarang
Bubur Samier
Bubur samier disajikan dalam selembar opak, semacam kerupuk yang terbuat dari singkong sebagai pengganti piring. Jadi, bubur samier ini bisa kita nikmati sampai habis tak tersisa termasuk "piring"nya. Bagaimana dengan toppingnya? Nah, bubur samier disajikan dengan beragam pilihan lauk, atau sayur. Ada opor telur, mie goreng, pecel, capjay, dll. Saya memilih pecel & capjay. Pecelnya adalah beberapa jenis sayur rebus yang disiram sambel kacang, sedangkan capjay adalah potongan terigu goreng dicampur dengan beberapa sayuran seperti wortel dan kol yang dimasak dengan bumbu & kecap.

bubur samier bandungan semarang

Bagaimana dengan rasanya? Hmm... perpaduan gurih dari bubur dipadukan dengan rasa manis dan sedikit pedas dari pecel dan capjay, dan ditambah dengan renyahnya opak membuat citarasa bubur samier ini semakin menggugah selera. Nah, selain penyajian bubur yang unik, tempat untuk menyantapnyapun tidak kalah istimewa. Di trotoar tepi jalan. Hahaha Iya, bubur ini dijual oleh seorang ibu yang berada di tepian jalan pasar Bandungan hanya dengan memanfaatkan sebuah meja saja tanpa tenda atau semacamnya, Biasanya, pembeli adalah pedagang disekitar pasar atau pembeli lain yang biasanya dibawa pulang.

bubur samier bandungan semarang

bubur samier bandungan semarang

Tidak hanya sampai disitu, satu lagi keistimewaan bubur samier ini. Saat saya membayar, saya sedikit terkejut dan mengira si Ibu salah hitung. Satu porsi bubur samier ini dihargai dengan Rp3000,- saja. Iya, anda tidak salah baca, hanya Tiga Ribu Rupiah saja. Sangat murah bukan? Selain unik dan enak ternyata juga murah. Nah, jika anda berkesempatan mengunjungi pasar Bandungan Semarang, jangan lupa mampir mencicipi bubur samier yang unik ini ya!


Baca juga :
1. Mencicipi Pecel Semanggi; Kuliner Khas Surabaya yang Mulai Langka
2. Lontong Balap Pak Gendut; Kuliner Khas Surabaya yang Legendaris
3. Nikmatnya Menyesap Secangkir Teh di Rumah Teh Ndoro Donker Karanganyar

Wisata Malam Semarang! Tebak Warna Tugu Muda Hingga Menyusuri Kota Lama

Tuesday, November 10, 2015 2 Comments
Berada di kota Semarang dan mengunjungi Lawang Sewu seperti sudah otomatis mengunjungi pula Tugu Muda yang ada di seberang. Ya, berada pada satu lokasi dengan lawang sewu, tugu muda hanya dipisahkan oleh jalan raya. Sayangnya, banyak pengunjung yang biasanya hanya numpang lewat saja. Beda dengan saya, yang merasa sayang melewatkannya. Sore itu, kembalinya dari Candi Gedong Songo, ditemani Mas Jo saya menghabiskan sore di Tugu Muda. Meskipun sebenarnya sehari sebelumnya, saya dan teman-teman juga sudah sempat mampir di sana. 

Tugu Muda Siang Hari
Tugu Muda Siang Hari
Saya dan Mas Jo turun tepat di lampu merah sebelum Tugu Muda. Sedangkan Mba Dani melanjutkan perjalanannya menuju terminal Terboyo untuk berganti bus menuju kota asalnya, Kudus. Sore itu tampak beberapa muda mudi tengah asik duduk dan nongkrong di area Tugu Muda, pun dengan kami duduk diantara mereka untuk menunggu senja. Semburat warna orange kekuningan sudah tampak saat matahari mulai tenggelam di arah barat dan saya masih melakukan sesi wawancara dengan Mas Jo yang akan bersuara hanya saat saya lempari pertanyaan. Hufh! Entah harus saya apakan lagi kentongan mushola ini agar bisa bicara banyak.

Gerimis Tipis di Candi Gedong Songo

Thursday, November 05, 2015 2 Comments
Gerimis tipis menemani perjalanan kami dari vila di Bandungan menuju Candi Gedong Songo siang itu. Jalanan yang basah dan macet oleh anak sekolah membuat Mas Joko mengendarai dengan penuh hati-hati. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di Candi Gedong Songo ini, hanya sekitar 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Sesampainya di area parkir, gerimis tipis masih menyambut langkah kaki kami menuju loket. Beberapa ibu-ibu ojek payung segera bergegas mendekati kami untuk menawarkan jasa sewa payungnya sesaat setelah melihat kedatangan kami.

Candi Tiga Gedong Songo
Kami sempat diam di depan loket karena ragu untuk masuk mengingat siang itu gerimis masih turun. Ahirnya memutuskan masuk saat gerimis sedikit reda. Untuk masuk ke Candi Gedong Songo ini, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp6000.- saat weekday dan Rp7500,- saat weekend. Sedangkan untuk wisatawan asing sebesar Rp50.000,-

Umbul Sidomukti Bandungan dan Setumpuk Cerita Bersama Teman Jalan

Wednesday, October 28, 2015 9 Comments
Siang itu waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, padahal sebelumnya kami masih ada rencana untuk mengunjungi Masjid Agung Semarang. Terlalu asik saat berada di Lawang Sewu dan Klenteng Sam Poo Kong, membuat kami lupa waktu. Jadilah rencana kami berubah, yang sebelumnya ingin mengunjungi Masjid Agung terlebih dahulu, hingga ahirnya memutuskan untuk langsung berangkat ke Umbul Sidomukti. Ini terpaksa kami lakukan karena jarak tempuh menuju Umbul Sidomukti cukup jauh, bisa 1-2 jam dari Semarang kota, tergantung kondisi jalan. Macet bisa saja terjadi mengingat saat itu bertepatan dengan ahir pekan. Umbul Sidomukti sendiri terletak di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.

Umbul Sidomukti

Klenteng Sam Poo Kong, Mengenang Kisah Laksamana Cheng Ho

Saturday, October 24, 2015 7 Comments
Puas mengelilingi Lawang Sewu, kami bergerak ke Jl. Simongan Raya, tepatnya di Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu landmark yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke kota Semarang. Tempat ini merupakan sebuah petilasan, yakni bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok yang tersohor bernama Laksamana Zheng He/Cheng Ho. 


Lawang Sewu, Bangunan Seribu Pintu yang Artistik nan Mistis

Monday, October 05, 2015 9 Comments
Lawang Sewu Semarang
Semarang, merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah. Meski begitu, sebagai warga asli yang terlahir dan besar di Jawa Tengah, saya sedikit malu saat ditanya apa saja yang ada di Kota Semarang. Biasanya, saya hanya menyebutkan landamark kota Semarang seperti lawang sewu, kuliner Semarang seperti lumpia, bandeng presto, tahu gimbal, dll tanpa bisa bercerita banyak. Bagaimana saya bisa bercerita, jika saya sendiri belum pernah punya pengalaman dengan kota lumpia ini. Ya, meski ibu kota provinsi, saya belum pernah mengeksplore kota Semarang sebelumnya. Biasanya, hanya numpang lewat atau sekedar transit saja.  

Sensasi Mengantri Hingga Makan Berdiri di Tengkleng Bu Edi

Thursday, October 01, 2015 5 Comments
Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Tengkleng. Tengkleng merupakan makanan khas Solo yang berupa potongan tulang kambing yang masih menempel dagingnya dan dimasak dengan bumbu dan berbagai macam rempah sehingga menciptakan sebuah sajian yang memiliki cita rasa nikmat. Di sebuah gapura di Pasar Klewer saat jam makan siang kita akan menemukan sebuah kedai makan sederhana yang ramai & dikerumuni oleh para pengunjung. Ya, kedai yang menyajikan menu Tengkleng tersebut merupakan Warung Tengkleng Bu Edi yang cukup populer di dunia kuliner Nusantara.

tengkleng bu edi klewer solo
Gapura Pasar Klewer
tengkleng bu edi klewer solo
Lokasi Warung Tengkleng Bu Edi
tengkleng bu edi klewer solo
Warung Tengkleng Bu Edi

Warung tengkleng Bu Edi ini baru dibuka mulai pukul 12.30 WIB dan segera habis dalam hitungan jam saja. Saking populernya, banyak pengunjung yang sudah mengantri dan menunggu meski warung belum buka. Selain harus mengantri, pengunjung juga harus rela berbagi tempat dan berdesakan dengan pengunjung lain jika ingin menyantapnya di tempat, karena warung ini memang cukup sempit dengan bangunan semi permanen berukuran sekitar 4x4 meter saja. Tidak sedikit pengunjung yang rela makan sambil berdiri karena tidak mendapat tempat duduk. 

Eloknya Pegunungan Seribu dan Sungai Oyo Dari Puncak Kebun Buah Mangunan

Tuesday, September 22, 2015 5 Comments
Jika anda mendengar kebun buah, apa yang anda fikirkan? sebuah kebun yang rindang oleh berbagai macam pohon buah yang menggoda untuk dipetik. Emm bisa jadi. Nah, di jogja ada kebun buah mangunan yang mungkin sedikit berbeda. Kenapa? karena kebun buah mangunan tidak hanya memiliki koleksi berbagai pohon buah namun juga terdapat puncak bukit dengan pemandangan gunung seribu dan sungai oyo yang sangat elok dilihat dari ketinggian. 


Melepas Penat di Bawah Rindangnya Hutan Pinus Imogiri, Jogjakarta!

Friday, September 04, 2015 5 Comments
Menyusuri jalan malioboro, mengunjungi keraton, candi, atau bersantai di pantai adalah sebagian aktivitas yang anda lakukan jika berkunjung ke kota Jogjakarta bukan? Bagaimana kalau kali ini saya mengajak anda duduk santai di bawah rindangnya pepohonan pinus sambil bercengkrama bersama keluarga ataupun teman-teman? Hmm suasana ala-ala film twilight akan bisa kita dapatkan disana. Ya, kali ini saya mengajak anda ke hutan pinus Imogiri.

Hutan Pinus Imogiri
Hutan Pinus Imogiri letaknya tidak jauh dari kota Yogyakarta. Hanya butuh waktu sekitar 1 jam dari kota Jogja untuk sampai kesana. Hutan pinus berada di Desa Muntuk Dlingo Bantul Yogyakarta, tepatnya di jalan yang menghubungkan antara Imogiri dengan Dlingo Bantul. Jika dari Jogja kota ambil jalan kearah ringroad selatan kemudian ambil jalan kearah Imogiri Timur.

Menelanjangi Kota Wonogiri dari Puncak Gunung Gandul

Thursday, August 20, 2015 16 Comments
Saat mencoba KA Railbus Batara Kresna, saya memiliki waktu 4 jam di Wonogiri. Hal ini saya manfaatkan untuk mengunjungi Gunung Gandul yang tidak jauh dari St Wonogiri. Sebelumnya, saya sempatkan terlebih dahulu untuk sarapan soto yang berada di depan stasiun, karena saya akan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

Gunung Gandul terletak di Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri, sekitar 4 km dari stasiun Wonogiri, atau 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Meski tidak ada plang khusus yang menunjukkan arah jalan Gunung Gandul, namun rutenya sangat mudah. Saya cukup 2X bertanya pada warga sekitar. Tidak ada angkutan umum menuju Gunung Gandul, kecuali ojek.

Gunung Gandul Wonogiri
Pemandangan kota Wonogiri dari puncak gunung gandul

Mencoba KA Railbus Batara Kresna, Moda Transportasi Unik Solo - Wonogiri

Thursday, August 20, 2015 Add Comment
Awal tahun lalu, ada kabar gembira dari PT KAI yang bekerjasama dengan pemerintah Surakarta tentang dioperasikannya kembali moda transportasi railbus batara kresna yang melayani rute Solo Purwosari - Wonogiri. Tentu, moda ransportasi unik dan terjangkau ini sangat di sambut baik oleh masyarakat, baik untuk transportasi sehari-hari maupun sebagai wisata. Saya dan teman-temanpun berencana untuk mencoba railbus tersebut, meski sampai tengah tahun belum juga terealisasi. Ahirnya, pada 20 Agustus 2015 saya berkesempatan mencoba moda transportasi ini. Saya bersama Budi, teman saya saat di bangku kuliah sepakat untuk bertemu di stasiun purwosari pukul 05.45 WIB, karena rail bus berangkat dari st purwosari pukul 06.00 WIB. Beruntung, saya datang tepat waktu, 2 menit sebelum kereta berangkat. Hahaha terlihat muka budi yang H2C harap-harap cemas menunggu kedatangan saya. Hihihi

KA Rail Bus Batara Kresna

Sensasi Snorkeling di Air Tawar Ala Umbul Ponggok Klaten

Monday, August 10, 2015 4 Comments
Umbul Ponggok Klaten
Belakangan, umbul ponggok semakin menjadi primadona dan topik hangat oleh para fotografer & treveler karena keindahannya. Sekedar untuk dinikmati dengan snorkeling, latihan diving, maupun seni fotografi underwater. Tak heran, jika semakin banyak orang berbondong-bondong datang ke umbul yang berada di desa ponggok, kecamatan polanharjo kabupaten Klaten ini. Saya sendiri, meski rumah hanya berjarak sekitar 15 menit dari umbul ponggok tidak pernah menyangka bahwa umbul ponggok akan sepopuler sekarang ini. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, umbul berarti sumber air, sedangkan ponggok merupakan nama desa dimana umbul ini berada. Umbul ponggok sendiri sudah ada sejak jaman belanda ratusan tahun silam yang difungsikan sebagai pengairan perkebunan. Luas umbul ponggok sekitar 50 x 25 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 sampai 2,5 meter.

Eloknya Pemandangan di Embung Nglanggeran

Sunday, June 14, 2015 4 Comments
Embung Nglanggeran
Dari Gunung Api Purba Nglanggeran sayang sekali jika tidak sekalian mampir ke Embung Nglanggeran yang hanya berjarak sekitar 2 km dan dapat ditempuh kurang dari 10 menit. Embung Nglanggeran terletak di Dusun Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Belum ada kendaraan umum yang melalui rute ini, jadi hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi.
Rute menuju Embung Nglanggeran; Dari Jogja - Jl Wonosari - Bukit Bintang - Radio GCD Fm belok kiri - Desa Ngoro-oro - Pertigaan setelah UPT Puskesmas Patuk II ambil kanan – Pendopo Kalisong  lurus – Pertigaan setelah SDN Nglanggeran belok kiri – ikuti papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran.

Gunung Api Purba Nglanggeran, Trekking di Tebing Batu ala Film 127 Hours

Sunday, June 14, 2015 1 Comment
Siang itu, saya bersama Mba Ika dan teman-teman lain sedang berkumpul di rumah Mas Sen untuk mengadakan rapat paripurna yang penting, genting, tapi tidak sampai bunting. #iiisssh Perdebatan terjadi hingga sore hari dengan cukup alot, mengingat isu yang sedang kami bahas cukup sensitif. Ya, kami sedang merencanakan untuk camping, namun masih belum memutuskan tempatnya. Haelah! #penting banget!  Sebelumnya kami berencana ingin ke puthuk setumbu Magelang, kemudian berubah ingin ke Dieng Wonosobo, juga sempat ingin jalan-jalan ke Madiun/Kediri, dan terahir saya berfikir untuk camp di pantai Gunungkidul. Setelah rapat selama berjam-jam ahirnya kami memutuskan untuk camp di Gunung Api Purba Nglanggeran! Hmm.. Mau ke Gunungkidul saja harus mikir dulu ke Magelang, Wonosobo, Madiun, dan Kediri. Fyuh!  

Pukul 8 malam kami masih wedangan di pertigaan dekat rumah Mba Ika sambil menunggu Mas Mamat dan Bude Retno. Sedangkan teman lain dari jogja ada Mas Karys yang siap meluncur ke kost Mba Ayun. Kami sepakat untuk bertemu di mini market daerah Piyungan. Jam 9 malam kami berangkat. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Solo ke Nglanggeran. Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang berada pada deretan Pegunungan Sewu. Gunung ini adalah satu-satunya gunung api purba di Yogyakarta yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu. Gunung Nglanggeran tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Rute ke Gunung Api Purba Nganggeran : Ada beberapa rute untuk menuju Gunung Nglanggeran. Namun karena kami berangkat dari Solo pada malam hari, jadi kami memilih rute paling mudah dan aman, yakni melalui rute Prambanan - Piyungan - Bukit Bintang - Radio GCD FM. Kemudian belok kiri kira-kira menuju arah Desa Ngoro-oro dan menuju arah ke Nglanggeran. 

Gunung Api Purba Nglanggeran

Belajar Mendaki 1726 Mdpl. Gunung Andong Magelang, Cocok Bagi Pendaki Pemula!

Wednesday, June 03, 2015 8 Comments
Mt Andong 1726 Mdpl
Mt Andong 1726 Mdpl
Pergilah keluar. Nikmati alam ini. dan... Gunung bisa jadi guru yang terbaik!
Demikian quote yang pernah saya baca, meski entah dari siapa. Sebagai tukang jalan, belum lengkap rasanya jika saya tidak pernah menginjakkan kaki di ketinggian. Ya, selama ini saya lebih condong sebagai penikmat 0 Mdpl. Tapi sesungguhnya sudah sejak lama saya ingin menikmati alam dari ketinggian. Meski begitu, saya tidak mau serta merta menjadi pendaki dadakan tanpa tahu dan belajar medan. Tentu saja saya sadar diri, untuk hal ini merupakan hal yang baru untuk saya. Beruntung saya mendapat kesempatan untuk mencoba dan belajar untuk mendaki gunung. Adalah Mas Bayu, Mba ika, dan Mba Ayun yang memiliki rencana dan mengajak saya untuk mendaki Gunung Andong. 


Drama Perjalanan Dari Stasiun Lampegan Hingga Curug Cikondang Cianjur

Saturday, May 02, 2015 4 Comments
Dari Situs Megalitikum Gunung Padang, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lampegan. Stasiun Lampegan adalah stasiun kereta api yang terletak di jalur KA Manggarai - Padalarang, terletak di Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Cianjur. Yang unik dari stasiun ini adalah adanya terowongan lampegan di dekatnya. Stasiun ini dibangun pada tahun 1882, dan pada tahun 2001 pernah ditutup karena tanah logsor, dan dibuka kembali pada tahun 2010. 

Stasiun Lampegan Cianjur
Stasiun ini pernah melayani perjalanan kereta api jalur Bandung-Sukabumi dengan Kereta api Ciroyom - Cianjur - Lampegan jurusan Stasiun Sukabumi dan Stasiun Ciroyom (sebelumnya dari Stasiun Bandung. Kini stasiun ini hanya melayani Kereta api Siliwangi yang melayani relasi Sukabumi - Cianjur. 

Cianjur Punya Situs Yang Konon Lebih Tua Dari Piramida Mesir! Situs Megalith Gunung Padang!

Friday, May 01, 2015 3 Comments
Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur
Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Community) yakni Teh Siti, yang mengajak trip share cost menuju Situs Megalitikum Gunung Padang yang berada di Cianjur. Kebetulan trip tersebut bertepatan dengan hari jumat saat libur nasional May Day, saya pun bersemangat untuk bergabung. Kamis malam kami sepakat untuk bertemu di St. Bogor sebagai tempat meeting point. Dan trip ini diikuti oleh 29 orang, dari berbagai daerah dan komunitas di Jabodetabek. Dari 29 orang tersebut, saya hanya mengenal teh siti saja sebelumnya. Hahaha Bakalan dapat banyak teman baru, pikir saya.

Cerita Sandal di Curug Sawer! (Trip Sukabumi Bareng "Berkah Trans")

Monday, April 27, 2015 2 Comments
Dari Danau, kami melanjutkan perjalanan ke curug sawer. Masih di area Taman Nasional Situ Gunung, kalau tadi kita ambil jalan belok kiri, kali ini kami jalan lurus. Berbekal beberapa camilan dan beberapa botol air mineral, kamipun bersiap trekking. Jalan menuju curug sawer ini menurut saya cukup mudah karena jalan yang tidak begitu menanjak dan lebih banyak jalan yang datar. Walaupun pada ahirnya melebihi ekspektasi saya. hahaha yupz, jalan menuju curug sawer ini cukup panjang, saya lupa berapa lama kami tempuh, tapi sepertinya ada sejam atau lebih. Atau mungkin ini karena kami yang sering berhenti sekedar istirahat sambil menunggu putri Bu Yayat yang ketinggalan karena saltum. hahaha mba dwi, dialah orangnya. Anak mall yang saya seret untuk menikmati alam, namun masih kekeuh dengan style nya. hihihi bengkak deh tu kaki trekking pakai sepatu mall :p

Ada hal yang unik saat diperjalanan menuju curug sawer ini. Seekor lebah terbang di sekitaran kami mengikuti jalan kami. Sedikit was-was takut di sengat, namun usaha kami untuk mengusirnya sia-sia saja, dan ahirnya kami anggap teman perjalanan. Benar saja, saat kami sudah sampai curug sawer, lebah tersebut dengan sendirinya menghilang. Hmm, lebah yang ramah ya? mau mengawal sampai tempat. hihihi
Curug Sawer Sukabumi

Langit Biru di Sebuah Situ (Trip Sukabumi Bareng "Berkah Trans")

Monday, April 27, 2015 4 Comments
Situ Gunung Sukabumi
Trip gratis? siapa yang nolak? hihihi trip gratis saya kali ini berawal dari rencana saya dengan beberapa teman kerja untuk berlibur sekaligus silaturahmi ke rumah salah satu teman kami yakni lisma di Sukabumi. Rencana itupun terdengar oleh atasan saya. Alih-alih sebagai bonus saya karena bulan sebelumnya mencapai target, saya di berikan fasilitas mobil gratis + supir dari rental mobil "Berkah Trans". Yeay!!! Berkah Trans merupakan jasa rental mobil di Bogor milik atasan saya yang belum lama launching. Selain mobil yang disediakan masih baru semuanya, tentu fasilitas dan harganyapun cukup bersaing. Berkah Trans, menyediakan banyak paket degan atau tanpa supir mulai dari sewa 12 jam, 24 jam, antar jemput sekolah, kantor, bandara, atau sewa mingguan dan bulanan untuk privat maupun instansi. Yang paling penting lagi, supir berkah trans sangat berpengalaman, dan tidak perlu kawatir nyasar. hihihi kuq saya jadi iklan gini? ya memang ini salah satu syarat trip gratis saya. hahaha Yes, sudah jadi rahasia umum lagi untuk atasan dan teman sekantor saya jika saya adalah tukang cuti untuk sekedar kelayapan. hehe hal tersebut jugalah yang mungkin mendasari atasan untuk memberikan fasilitas mobil rental sekaligus sebagai ajang uji coba rental mobilnya. hihihi Oh iya, saya juga diminta atasan saya untuk update perjalanan ke sosial media, mendokumentasikannya, dan tentunya menuliskannya  di blog saya. Emm itung-itung sebagai ucapan terimakasih, apa susahnya? (padahal biar disponsorin lagi lain waktu) :D

Mengejar Senja di Sebrang Jakarta (Trip Pulau Pari Bareng BP Joglosemar)

Saturday, March 14, 2015 4 Comments
BP Joglosemar
Salah satu hal yang menyenangkan di dunia ini adalah saat bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran, sehobby, sejalan, dan se se se lainnya. hehe iyap! kalau kita bisa bertemu dengan orang yang hampir "sama" seperti kita, pasti akan lebih mudah dan cepat untuk menangkap semacam "key mystery". Seperti itu juga yang saya rasakan saat bergabung dan bisa berjumpa dengan orang-orang yang tergabung di komunitas backpacker joglosemar. Setelah awal tahun kemarin sempat bertemu beberapa anggotanya, kali ini saya punya kesempatan mengenal lebih banyak, sekaligus bisa trip bersama. Kurang tahu bagaimana awalnya trip ini direncanakan, yang jelas teman-teman dari solo mengajak untuk trip bareng ke pulau pari yang berada di kepulauan seribu. Awalnya, kami berencana untuk pergi kesana tanpa agen, namun dengan itinerary sendiri, dan share cost. Namun dengan banyak pertimbangan soal managemen waktu, ahirnya kami memutuskan untuk ambil paket trip. Saya yang mempunyai beberapa kenalan agen tour & travel pun ikut membantu mencari paket yang paling hemat, dan setelah membandingkan dari satu agen ke agen yang lain, kami memilih paket trip dari "Teman Jalan" dengan biaya per orang @ 340k.

Pantai Pok Tunggal, Satu Dari Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yang Wajib Dikunjungi!

Saturday, January 03, 2015 3 Comments
Pantai Pok Tunggal Gunungkidul DIY
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Samudra Hindia di selatan, sehingga terdapat banyak pantai cantik di kabupaten ini. Tidak salah jika saya memberikan sebutan kota seribu pantai untuk Gunungkidul. Kali ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu pantai cantiknya yang masih relatif sepi, yakni Pantai Pok Tunggal. Saya berangkat dari solo bersama ke 5 orang teman saya, dan kami tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Rute kali ini, kami pilih dari Solo - Sukoharjo - Klaten - Gunungkidul (wonosari - tepus - pok tunggal). Sejujurnya, trip kali ini saya masi mengandalkan GPS dan bertanya pada orang yang kami temui di jalan. Perjalanan kali ini cukup lancar, hanya terkendala macet saat berada di daerah tepus karena kondisi jalan yang agak sempit dan berkelok.

Candi Sukuh, Chichen Itza Suku Maya Versi Indonesia

Friday, January 02, 2015 5 Comments
Hai Traveler, Happy New Year 2015! Wih, tidak terasa ya tahun 2014 sudah lewat dan tahun 2015 menyambut di depan mata. Sudah siap untuk mewujudkan list resolusi tahun ini? Mudah-mudahan dapat segera terwujud ya. Btw, tahun baru ini kebetulan ada long weekend! Yeay! Dan long weekend kali ini saya manfaatkan untuk pulang kampung. Selain berkumpul bersama keluarga, saya juga berkesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman dan melakukan perjalanan. So, ikuti salah satu perjalanan saya kali ini ke Candi Sukuh Karanganyar, Jawa Tengah.

Meskipun cukup kelelahan setelah menghabiskan waktu malam tahun baru di alun-alun kota dan bangun kesiangan hihihi saya tetap bersemangat saat dua orang teman dari komunitas Backpacker Joglosemar yaitu Mas Yosh & Mas Sen berencana ke Ndoro Donker, yaitu rumah teh yang berada di kawasan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Saya pun ikut bergabung bersama mereka dan berangkat siang hari setelah jam makan siang. Ini adalah kali pertama saya berjumpa langsung dengan mereka karena sebelumnya saya mengenal mereka hanya melalui sosmed group BP Joglosemar. Frendly, hangat, dan ramah adalah kesan pertama saya saat berjumpa. Apalagi saat mereka dengan senang hati mengantar saya yang belum pernah ke Candi Sukuh, yang pada ahirnya kami justru keasikan hingga sore hari dan kami pun terpaksa batal menikmati teh poci di Ndoro Donker karena waktu last order sudah lewat. Hehe maaf Mas Yosh & Mas Sen. :)

Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah