Mencicipi Pecel Semanggi; Kuliner Khas Surabaya yang Mulai Langka

Rabu, Januari 11, 2017
Makanan Jawa Timur mayoritas memang dikenal dengan rasa yang dominan asin, seperti Balap Lontong yang sudah saya posting sebelumnya. Namun nyatanya tidak semua demikian. Ada satu kuliner khas Kota Surabaya yang rasanya dominan manis, bahkan terlampau manis bagi saya yang berlidah Jawa Tengah. Kuliner khas tradisional ini konon sudah mulai langka dan sulit ditemukan. Mereka biasa menyebutnya dengan semanggi atau dikenal juga dengan pecel semanggi.

Pecel Semanggi Surabaya
Pecel Semanggi Surabaya
Masih ditemani kedua teman saya dari Surabaya, saya diajak ke Taman Bungkul. Di taman inilah salah satu tempat dimana kita masih bisa menemukan pecel semanggi. Setelah berjalan memutari taman, akhirnya saya menemukannya di bagian belakang taman yang banyak dijumpai penjual makanan. Seorang ibu mengenakan kain jarit tampak duduk menunggu pelanggan dengan tenggok (wadah anyaman bambu) di depannya. Kamipun menghampirinya, dan saya segera memesan 1 porsi untuk saya cicipi. Tak butuh waktu yang lama untuk meraciknya, 1 pincuk semanggi pun sudah berpindah ke tangan saya hanya dengan membayar Rp8.000,-


Penjual Pecel Semanggi
Penjual Pecel Semanggi
Pecel Semanggi Surabaya
Pecel Semanggi Surabaya
Seperti namanya, semanggi merupakan olahan yang berbahan dasar daun semanggi. Daun semanggi ini dimasak dengan direndam air panas (bisa juga dikukus) dan disajikan dalam sepincuk daun pisang bersama tauge dan kangkung rebus. Ketiga bahan tersebut kemudian disiram dengan saus dan ditambah dengan kerupuk puli. Alih-alih disiram saus kacang seperti yang sering kita jumpai pada pecel pada umumnya, semanggi ini menggunakan saus yang berbahan dasar ubi/ketela rambat, kacang tanah, dan gula merah. Dengan saus yang berbahan dasar ubi yang memiliki rasa manis, tentu semanggi ini memiliki rasa yang dominan dengan rasa manis pula. Apalagi saus tersebut masih ditambah dengan gula merah. Sementara tekstur daun semanggi sendiri sangat empuk dan sausnya sangat lembut. Uniknya, kita dapat menyantap semanggi ini menggunakan kerupuk puli sebagai pengganti sendok. 

Pecel Semanggi Surabaya
Pecel Semanggi Surabaya
Ternyata semanggi ini tidak hanya dapat kita jumpai di Surabaya saja, tapi juga di kota lain di Jawa Timur seperti Banyuwangi. Namun semanggi tersebut memiliki sedikit perbedaan khususnya pada saus atau bumbunya. Nah, karena sudah semakin sulit menemukan penjual semanggi di Surabaya tidak ada salahnya jika saat berkunjung ke kota ini sempatkan untuk berburu kuliner yang satu ini. :)



Baca juga :

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

26 comments

Write comments
Kamis, 12 Januari, 2017 delete

Hmm,, sedap sekali itu.. pecel semanggi ini memang sangat terkenal. bumbu pecelnya sangat kental dan khas yang bikin nikmat.

Reply
avatar
Kamis, 12 Januari, 2017 delete

saya baru mampir ke sini kak
salam kenal

saya gagal fokus sama tulisannya, soalnya fokus ke nama webnya "lagi libur" >.<

Reply
avatar
Kamis, 12 Januari, 2017 delete

kapan lagi kalo runaway ke surabaya kudu nyoba ini nih, sehari cukup kan buat makan pecel terus balik lagi ke jogja ahahahahha

Reply
avatar
Kamis, 12 Januari, 2017 delete

aku kira sausnya dari ketan item hehe
cukup penasaran juga pengen nyoba

Reply
avatar
Jumat, 13 Januari, 2017 delete

Uti lom pernah nyoba pecel yg satu ini
Ngebayanging sambel pecel yg dicampur dengan ubi rasanya gmn ya? Dominsn ke ubi atau rasa bumbunya?

Reply
avatar
Minggu, 15 Januari, 2017 delete

Ampun langsung ngeces bacanya....kuliner jawa (tengah maupun timur) bagi gie yang orang priangan terbilang manis semua. Tapi kuliner Indonesia emang enak enak banget 😋😋😋

Reply
avatar
Minggu, 15 Januari, 2017 delete

Kerupuk puli rasanya gimana mas? baru dengar menu ini, jadi penasaran... Nyobainnya musti ke Surabaya yah :(

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

klo di Jakarta Semanggi itu nama tempat kakak ��
baru tau ada kuliner namanya semanggi
hehehe

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Betul mba, beda bgt sm pecel yg biasanya :)

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Hahaha salam kenal juga kak, terimakasih sdh mampir :)

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Wahahahaa Selo banget kak :D

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Jgn lupa mencoba kalau ke Sby kak :)

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Dominan manis dr ubi uti :)

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Hahaha emang harus sedikit adaptasi kalau icip-icip makanan luar daerah ya kak :D

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Kerupuk puli sm dg krupuk uli atau apa yah namanya, hahaha ya gitu sih... Biasa dijumpai di daerah lain jg kok mas

Reply
avatar
Senin, 16 Januari, 2017 delete

Di Solo juga nama daerah kak. hahha

Reply
avatar
Selasa, 17 Januari, 2017 delete

Yaaa Allah ini enaknya ngak ketulungan lho, dulu zaman aku masih kecil, orang jualan semanggi ini keliling kampung

Reply
avatar
Selasa, 17 Januari, 2017 delete

Kalau sekarang masi ada yg jual keliling gak mascum? daun semangginya yg makin susah kyknya ya

Reply
avatar
Rabu, 25 Januari, 2017 delete

pecal semanggi ... ehm lezatnya

Reply
avatar
Minggu, 17 September, 2017 delete

Pernah nemu pecel Semanggi di Sukoharjo kalau di Jogja kayaknya nggak ada ya.

Reply
avatar
Rabu, 27 September, 2017 delete

Blm pernah nemu mba. Coba aja kalo maen ke pasar nanya2. hehe

Reply
avatar
Rabu, 27 September, 2017 delete

Pagi sampe sore kyknya. Waktu itu sih nemu sore2, tp uda mo abis gt, jd kyknya bisa coba agak siang.

Reply
avatar
Minggu, 12 November, 2017 delete

Di selatan masjid agung al akbar surabaya dan lapangan albatros juanda kalau hari minggu pagi sekitar pukul 8 juga ada.

Reply
avatar