Makan Siang Bareng? MAKSIBAR Hotel Neo Malioboro Yuk!

Sunday, July 31, 2016 11 Comments
Salah satu destinasi wisata favorite wisatawan di Jogjakarta adalah city tour di sekitaran Jl. Malioboro. Sebut saja Pasar Beringharjo, Keraton, Taman Sari, Museum Benteng Vredeburg, dll yang merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut dan dapat di tempuh hanya dengan berjalan kaki. Berkeliling bersama teman-teman atau keluarga adalah salah satu cara untuk menikmati city tour tersebut. 

Lelah berkeliling, tak ada salahnya jika istirahat sejenak untuk mencari makan saat jam makan siang. Lalu, makan siang apa yang cocok di kawasan Malioboro? untuk urusan perut, jangan sampai salah pilih. Apalagi sampai makan siang di tempat sembarangan yang terkadang tak sesuai dengan ekspektasi. Tak jarang bukan, kita salah pilih tempat makan. Rasanya enak, tapi harga terlalu mahal. Atau harganya murah, tapi rasanya tak enak. Lebih sial lagi, jika rasanya tak enak, harganya mahal pula. Duh!

Nah, saya punya satu referensi tempat makan yang enak dan cocok untuk makan siang bersama teman atau keluarga. Tepatnya di Noodles Now Restaurant lantai 2 Hotel Neo Malioboro. Hotel yang berada hanya selemparan batu dari Stasiun Tugu Jogja ini memiliki promo Food & Beverages yakni "MAKSIBAR" atau Makan Siang Bareng. Dengan promo ini, kita hanya perlu membayar IDR 55k saja/pax dan kita dapat menikmati semua makanan yang ada di dalamnya. All you can eat!

Serunya Rafting di Sungai Elo Magelang

Sunday, July 31, 2016 17 Comments
“Life is like the river, sometimes it sweeps you gently along and sometimes the rapids come out of nowhere.” 
― Emma Smith 



Rafting atau Arung Jeram merupakan sebuah aktifitas mengarungi sebuah aliran air sungai yang jeram/curam dengan alat tertentu dan biasanya dilakukan bersama tim. Untuk melakukan aktifitas ini, kita butuh alat-alat seperti perahu karet, dayung, dll. Selain itu juga butuh alat pengaman seperti helm, life jacket, dll. Nah untuk melakukannya pun juga membutuhkan teknik dan kekompakan tim.


Pengalaman pertama saya melakukan rafting adalah tahun lalu bersama beberapa teman. Sebelumnya saya memang sudah lama ingin melakukannya. Saat masih di Bogor, saya beberapa kali mengajak beberapa teman. Sayang usaha saya gagal, karena alasan keamanan. Apalagi saat itu sering terdengar kabar orang hilang atau meninggal terseret arus sungai saat tengah melakukan rafting. Terakhir, berita yang saya ingat waktu itu ada seorang mahasiswa yang ditemukan dalam kondisi kaku setelah tenggelam saat melakukan rafting bersama teman-temannya. Padahal mahasiswa tersebut termasuk yang sudah cukup expert dan terbiasa melakukannya. Semakin ciut nyali saya untuk melakukannya.

Siang itu, beberapa hari pasca lebaran salah satu teman saya mengajak untuk melakukan rafting di Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah. Saya pun tak langsung mengiyakan. Masih dengan alasan keamanan, saya mencari tahu tentang kondisi aliran Sungai Elo yang akan kami lalui nanti. Atas masukan dan pengalaman teman yang pernah melakukan rafting di Sungai Elo, saya pun mengiyakan ajakan tersebut karena dirasa cukup aman. 


Saya bersama 5 orang teman berangkat dari Solo ke Magelang sekitar pukul 10 pagi. Sebelumnya, kami sudah reservasi terlebih dahulu ke sebuah penyedia jasa rafting yakni Kampung Ulu Resort untuk rafting sekitar pukul 1 siang. Untuk melakukan rafting ini memang perlu mengambil paket penyedia jasa yang cukup banyak di sana. Reservasi dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan alat, pemandu, dll. Apalagi saat peak season seperti saat itu.

Harga paket rafting di Kampung Ulu Resort adalah Rp600.000,-/perahu berisi 6 orang.
Jadwal Pengarungan:
- Pagi   : 08:00, 09:00 dan 10:00
- Siang : 13:00, 14:00 dan 15:00
Fasilitas:
- Transport pp resort dari dan ke resort - sungai
- River Guide
- Perlengkapan & alat rafting lengkap
- Snack & kelapa muda
- Makan siang/sore
- Sertifikat
Exclude : Dokumentasi (Rp150.000,-)

Sampai di resort, kami segera check in dan bersiap-siap seperti berganti baju, dll. Setelah itu, kamipun di antar ke titik start rafting. Disana, sudah mengunggu river guide kami, dan 2 orang yang mengambil dokumentasi. Terlihat beberapa rombongan lain juga tengah bersiap melakukan hal yang sama.


Life jacket, helm, dan dayung sudah kami kenakan. Guide kami kemudian memberikan sedikit briefing. Ini dilakukan untuk memberikan sedikit pengetuhuan tentang rafting, khususnya soal keamanan. Bagaimana mengendalikan dan mendayung perhau karet dengan benar, dan apa yang harus dilakukan saat hal-hal yang tak terduga terjadi, misalnya jika perahu terbalik. Selesai briefing & doa bersama, kamipun siap untuk mengarungi Sungai Elo!




Teriakan heboh kami mengawali pengarungan. Padahal arus yang kami lewati belum terlalu deras dan tak begitu terjal. Duh! Over excited sepertinya. Awalnya saya duduk di barisan depan sebelah kanan meski kemudian pindah di bagian belakang. Sensasinya cukup membuat adrenalin terpacu. Apalagi saat perahu kami akan menabrak batu atau pusaran air. Dari beberapa rombongan, rombongan kami yang paling heboh. Mungkin rombongan lain diam-diam mengatakan kami kamseupay. Hihihi

Semakin lama, semakin banyak batu-batu besar yang menghadang perahu kami. Ditambah dengan arus yang deras, dan semacam turunan yang membuat kami harus semakin kompak untuk mendayung & mengendalikan perahu karet. Sesekali perahu kami tersangkut di batu. Saat seperti ini, kami harus berusaha keras untuk menggerakkan perahu agar kembali terbawa arus. Terkadang, river guide kami harus turun dari perahu untuk mendorong atau menarik perahu. Saking seringnya perahu kami tersangkut, beberapa rombongan yang sebelumnya berada di belakang kami sukses menyusul kami. Yah maklum saja jika perahu kami lebih sering tersangkut dan sulit dipindahkan. Muatan perahu kami sedikit lebih berbobot dari perahu lainnya. Hihihi


Saat perahu tengah sampai di arus air yang tenang, alih-alih menggunakannya untuk santai dan melemaskan otot. Tak disangka, rombongan lain tiba-tiba memercikkan air ke rombongan kami menggunakan dayung-dayungnya. Hal itu pun kami balas, dan sesaat kemudian jadilah perang air! Wuhuuu seruuuuuu!!!


Rute yang kami lalui kurang lebih sepanjang 12 km. Jarak yang sudah cukup membuat lengan kami lemas untuk mendayung terus menerus. Sesekali kami melihat warga setempat yang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi, dll. Beberapa kali pula kami melihat warga yang tengah asik memancing. Tak lama, kami pun sampai di spot istirahat.


Di tempat ini kami dapat beristirahat sambil menikmati air kelapa dan snack yang telah di sediakan. Rombongan lain juga terlihat tengah bersantai. Saat dirasa sudah cukup, kamipun kembali melanjutkan pengarungan ke titik finish. Sampai di titik finish, kami segera diantar kembali ke resort, mandi, berganti pakaian, dan makan. Fasilitas tersebut sudah masuk dalam paket. Nah, berani mencoba rafting di Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah? Selamat menjelajah! :)


KAMPUNG ULU RESORT
Alamat: Jalan Mayor Kusen, Mungkid, Jawa Tengah
Telepon: 0812-8619-2929
Buka : Setiap hari pukul 06.00 – 20.00 WIB



Sajian Lezat & Sehat di Vegan Fest Greenhost Boutique Hotel

Sunday, July 24, 2016 6 Comments
Bagi yang sudah menonton AADC 2, pasti sudah tak asing lagi dengan salah satu hotel di daerah Prawirotaman, Jogjakarta ini. Belakangan, hotel ini memang tengah menjadi pembicaraan hangat dan makin hits setelah dijadikan setting dari film sekuel Ada Apa Dengan Cinta. Dari film itulah kemudian membuat sebagian para traveler dari berbagai daerah melakukan trip yang disebutnya "trip AADC" yakni mengunjungi beberapa tempat yang menjadi setting dari film yang dibintangi Dian Sastro tersebut, termasuk Greenhost Boutique Hotel.

Greenhost Boutique Hotel

Bermalam di Pantai Nguyahan Bersama Seorang Kawan

Friday, July 01, 2016 8 Comments
pantai nguyahan gunungkidul
Pantai Nguyahan
Sore itu, sesaat setelah berpisah dengan Kak Tyas di hutan pinus Imogiri, Saya dan Mas Bani segera melanjutkan perjalanan kami menuju pantai di pesisir selatan Gunungkidul, Jogjakarta. Kami bertiga memang berencana menghabiskan waktu bersama ke beberapa tempat seperti Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Imogiri, dan berakhir dengan menikmati malam bersama dengan camping di salah satu pantai yang berada di Gunungkidul. Sayangnya dengan beberapa pertimbangan, Kak Tyas mengurungkan niat untuk bergabung camping di pantai dan terpaksa berpisah di hutan pinus Imogiri.