Museum Kereta Api Ambarawa Seperti yang kita ketahui, sejak awal tahun, dunia tengah dilanda pandemi. Covid-19 kini membuat orang harus rela...

Museum Kereta Api Ambarawa

Seperti yang kita ketahui, sejak awal tahun, dunia tengah dilanda pandemi. Covid-19 kini membuat orang harus rela untuk lebih banyak di rumah saja. Jangankan jalan-jalan ke luar kota, ke minimarket dekat rumah, terkadang ada rasa was-was yang menyertai kita. Meski demikian, diam di rumah selama berbulan-bulan bukan tidak mungkin menyebabkan masalah baru. Orang yang terbiasa ke luar kota karena tuntutan pekerjaan atau sekadar untuk jalan-jalan, lama-lama juga merasa tidak nyaman. Rasanya gatal, bosan, dan parahnya mengalami stres.


Faktanya, selama beberapa bulan terakhir saya pribadi juga mengalami tanda-tanda stres, seperti tidur kurang berkualitas, aktivitas kurang bersemangat, dan muka yang dipenuhi jerawat. Bagi sebagian orang mungkin hal itu biasa saja. Akan tetapi, bagi saya ketika stres melanda berarti hidup saya sedang tidak bahagia.


Di lain sisi, para pelaku pariwisata juga stres dengan keadaan yang sama. Satu-satunya mata pencaharian mereka menjadi mandek begitu saja. Padahal, mereka juga tetap harus menghidupi keluarga setiap hari, sedangkan pandemi tak diketahui kapan akan pergi.


Adaptasi kebiasaan baru jadi salah satu solusi


Pemerintah terus berusaha untuk menemukan solusi. Bagaimanapun juga, pemerintah harus bijak dalam mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi. Keduanya harus dapat bertahan secara bersamaan tanpa mengesampingkan satu sama lain. Oleh karena itu, munculah sebuah teori adaptasi kebiasaan baru, dimana kita bisa kembali melakukan aktivitas terbatas dengan protokol kesehatan. Salah satunya, pada kegiatan pariwisata.


Adaptasi kebiasaan baru di Museum Kereta Api Ambarawa. Sumber : Twitter @ungaran_wisata


Bagi sebagian orang, termasuk saya, kegiatan wisata sudah menjadi salah satu kebutuhan penting. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kurangnya aktivitas wisata membuat saya dan mungkin sebagian orang lainnya mengalami stres. Padahal, stres sendiri dapat mengakibatkan banyak gangguan kesehatan. Jika kkondisi badan tidak sehat dan daya imunitas menurun, bukankah akan lebih rentan terpapar covid-19? Bagai buah simakalama, bukan?


Penerapan Protokol Kesehatan di Museum Kereta Api Ambarawa. Sumber : Twitter @ungaran_wisata


Nah, dengan adanya kebijakan adaptasi kebiasaan baru, kini kita bisa kembali melakukan aktivitas wisata dengan lebih aman. Nyaris semua objek wisata kini memberlakukan protokol kesehatan, seperti mengecek suhu badan, wajib cuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak antara satu orang dengan yang lain.


Berwisata dengan aman ke Museum Kereta Api di Masa Pandemi


Museum Kereta Api Ambarawa


Jadi, agar tidak merasa stres, cobalah untuk berwisata ke objek wisata yang dekat dari rumah. Tak perlu ke tempat yang jauh, asal aman dan bahagia. Misalnya untuk kamu yang berada di Semarang dan sekitarnya, bisa mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa.


Museum yang terletak di Jalan Panjang Kidul No 1, Panjang, Kecamatan Ambarawa ini juga sudah memberlakukan aturan protokol kesehatan sejak Juli 2020 lalu. Seperti objek wisata lainnya, kamu akan melewati pengecekan suhu tubuh dan wajib menggunakan masker. Selain itu, kamu juga harus mencuci tangan dan menjaga jarak dengan pengunjung lain.


Ada apa di Museum Kereta Api Ambarawa?


Museum Kereta Api Ambarawa


Museum Kereta Api Ambarawa adalah stasiun kereta yang kini dialihfungsikan sebagai museum dan menjadi museum perkeretaapian pertama di Indonesia. Seperti stasiun kereta api di Indonesia pada umumnya, bangunan di museum ini memiliki arsitektur bergaya kolonial. Jika diperhatikan, arsitekturnya menyerupai bangunan pada Stasiun Kedungjati dan Stasiun Purwosari.


Di dalam museum terdapat banyak koleksi lokomotif uap berusia tua. Lokomotif C1218 atau yang sekarang dipakai sebagai kereta wisata Jaladara di Solo, dulunya adalah salah satu koleksi dari museum ini.



Koleksi kereta uap Museum Kereta Api Ambarawa
Koleksi Museum Kereta Api Ambarawa

Apakah kamu pernah kepikiran, bagaimana kereta api berputar arah? Nah, jika kamu penasaran bagaimana hal itu dilakukan, berarti kamu wajib datang dan masuk ke museum ini. Di dalam area museum ini juga terdapat sebuah alat yang digunakan untuk memutar balik rangkaian gerbong kereta. 


Alat putar balik kereta

Di museum ini kamu juga bisa menikmati wisata kereta seperti kereta wisata Jaladara. Bahkan di sini kamu memiliki dua pilihan kereta dan rute perjalanan. Untuk kereta, kamu bisa pilih kereta uap atau kereta diesel. Sementara itu, untuk rute ada pilihan Ambarawa-Tuntang atau Ambarawa-Bedono. Untuk rute Ambarawa-Tuntang, kamu akan disajikan pemandangan gunung dan melintasi Rawa Pening. Sedangkan untuk rute Ambarawa-Bedono, pemandangan indah berupa perbukitan dan pegunungan akan tersaji indah di depan mata. 


Nah, bagaimana? Berminat untuk berwisata ke Museum Kereta Api Ambarawa selama pandemi? Diam di rumah sebagai usaha antisipasi penularan covid-19 adalah sebuah tindakan terbaik. Namun, sesekali membahagiakan diri dengan berwisata juga bukan hal buruk untuk menjaga kesehatan jiwa. Asalkan, dilakukan secara aman dengan mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan, ya!


*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog "Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru"


Baca juga :

1. Bandungan dan Sepucuk Rindu Jalan-jalan di Tengah Adaptasi Kebiasaan Baru

2. Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019

3. Kali Werno Bejalen Ambarawa, Kampung Warna yang Tak Biasa

Candi Gedong Songo Kab. Semarang Bandungan merupakan salah satu nama kecamatan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namanya tersohor sebagai ...

Candi Gedong Songo Kab. Semarang

Bandungan merupakan salah satu nama kecamatan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namanya tersohor sebagai daerah wisata dengan udara sejuk dan landscape yang hijau nan asri. Di lereng Gunung Ungaran ini, tersimpan begitu banyak potensi wisata yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Alam, sejarah, budaya, dan kulinernya siap memikat wisatawan.


Perjalanan saya mengenal Bandungan dimulai saat beberapa tahun lalu melawat ke daerah ini untuk sebuah acara komunitas. Sejujurnya saat itu saya tak memiliki banyak ekspektasi terhadap wisata di Bandungan sebab saya sendiri tinggal di Kota Bogor. Kota yang juga memiliki puncak, sebuah wisata alam pegunungan yang lebih dulu populer.


Udara Bandungan pagi itu bukan lagi terasa sejuk, melainkan dingin menusuk. Hujan gerimis yang turun sejak malam sebelumnya, masih betah menunjukkan eksistensinya saat menyambut kedatangan saya. Hingga sampailah saya di sebuah vila besar dengan halaman luas yang menjadi tempat singgah saya selama beberapa hari. 


Selama di vila, kami yang berjumlah belasan orang dan berasal dari berbagai kota menikmati waktu bersama dengan serangkaian acara. Tak terasa kami pun sudah dua hari di sana. Namun, rasanya belum cukup mengobati rindu. Pun terlalu sayang jika kami langsung kembali ke kota asal. Oleh karena itu, hari terakhir kami sempatkan mampir ke beberapa objek wisata di sekitarnya.


Gunung Kelud, Jawa Timur “Kamu tak akan pernah bisa membahagiakan semua orang, dan jika kamu memaksakan diri, kamu hanya akan menda...


Gunung Kelud, Jawa Timur
Gunung Kelud, Jawa Timur

“Kamu tak akan pernah bisa membahagiakan semua orang, dan jika kamu memaksakan diri, kamu hanya akan mendapati dirimu yang tak bahagia”

Sebuah kutipan anonim yang pernah saya baca dan saya ingat hingga saat ini. Kutipan yang selalu berhasil membuat saya merenung. Sadar atau tidak, seringkali kita berusaha untuk membahagiakan semua orang, terutama pada orang-orang yang kita cintai. Orangtua, saudara, teman, rekan kerja, dan bahkan mungkin orang yang tak kita kenal sekalipun. 

Joko Sulistyo; Penerima SATU Indonesia   Kering dan gersang, barangkali kata itu yang akan Anda pikirkan saat mendengar nama Kota Won...

Joko Sulistyo
Joko Sulistyo; Penerima SATU Indonesia
 
Kering dan gersang, barangkali kata itu yang akan Anda pikirkan saat mendengar nama Kota Wonogiri. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah ini memang dikenal sebagai salah satu daerah yang mengalami kekurangan air. Kondisi alam yang berupa perbukitan kapur menjadi salah satu faktor penyebab mengapa sumber air bersih sulit ditemukan di kota ini.

Hampir setiap tahun, terutama saat terjadi kemarau panjang, Wonogiri selalu memberikan kabar perihal kekeringan. Bahkan tak jarang pula pemerintah setempat menetapkan kondisi ini sebagai darurat bencana kekeringan.

"Yak, kita sudah hampir sampai tujuan. Museum Batik ada di depan sana bersebelahan dengan Masjid Agung" kata tour guide yang men...

"Yak, kita sudah hampir sampai tujuan. Museum Batik ada di depan sana bersebelahan dengan Masjid Agung" kata tour guide yang menemani kami melalui pengeras suara.

Saya yang berada di deretan kursi belakang kemudian menengok ke arah luar jendela. Di sisi kanan, tampak sebuah taman dengan tulisan besar yang terbaca "Kota Batik". Ya, setelah menempuh perjalanan sejauh puluhan km dari Kota Semarang, akhirnya kami sampai juga di Kota Pekalongan.

Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke kota ini. Biasanya sekadar numpang lewat saja, melaju di tengah keramaian jalur pantura. Kota Pekalongan memiliki sebutan atau julukan sebagai Kota Batik karena memiliki sejarah panjang sekaligus dikenal sebagai salah satu kota penghasil batik sejak abad ke 14. Bahkan pada Desember 2014 lalu Pekalongan resmi mendapat julukan sebagai World City of Batik oleh UNESCO dalam kategori craft & folk.

Lalu sebagai kota yang termasyhur dengan batiknya, hal menarik apa saja yang bisa dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Pekalongan? Setidaknya jika kamu memiliki satu hari berada di kota ini, 3 tempat yang baru saja kami kunjungi berikut ini bisa menjadi referensi.


Belajar Membatik di Museum Batik


Membatik di Museum Batik Pekalongan
Membatik di Museum Batik Pekalongan

Bagi yang pernah melewati Jalan Adi Sucipto Solo, pasti sudah tak asing dengan sebuah bangunan bercat putih bergaya Eropa yang berdiri cant...

Bagi yang pernah melewati Jalan Adi Sucipto Solo, pasti sudah tak asing dengan sebuah bangunan bercat putih bergaya Eropa yang berdiri cantik di sisi utara jalan raya itu. Barangkali dulu banyak orang dibuat penasaran dengan fungsinya. Sebab selama bertahun-tahun bangunan yang merupakan kompleks ruko & perumahan itu terlihat "sepi-sepi" saja.

Namun satu tahun belakangan, sebuah neon box dan tulisan besar menunjukkan identitas barunya. Bangunan itu kini disulap menjadi hotel bintang 4 yang merupakan bagian dari Wyndham bernama Ramada Suites.

Ramada Suites by Wyndham
Ramada Suites by Wyndham

Pasar Gede Hardjonagoro Solo Pasar Gede Hardjonagoro Solo merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan tak jau...

Pasar Gede Hardjonagoro Solo
Pasar Gede Hardjonagoro Solo
Pasar Gede Hardjonagoro Solo merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan tak jauh dari balai kota Solo. Seperti pasar tradisional pada umumnya, pasar ini menawarkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga serta aneka ragam bahan makanan baik yang masih mentah hingga makanan siap santap. Atmosfer kegiatan berniaga pun sangat terasa di sini.

Tiga minggu dari  Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019 , saya kembali diundang untuk menyaksikan parade atau carnival serupa...

Tiga minggu dari Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019, saya kembali diundang untuk menyaksikan parade atau carnival serupa. Kali ini oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo yang memang juga memiliki agenda tahunan bertajuk Solo Batik Carnival (SBC).

Solo Batik Carnival 2019
Solo Batik Carnival 2019
SBC tahun ini merupakan agenda ke 12 sejak pertama digelar pada tahun 2008 lalu.  Saya masih ingat tahun-tahun awal agenda ini digelar, saya tak pernah rela melewatkannya. Tahun demi tahun, mulai dari tema kostum, rute dan waktu pelaksanaannya selalu berubah demi menampilkan sebuah sajian parade yang apik. Saya sendiri terakhir menyaksikan SBC secara langsung sekitar 2011 hingga baru tahun ini berkesempatan kembali. 

Hembus angin sepoi meniup badan. Rumput dan pepohonan tampak ikut bergoyang. Di tepi tembok pembatas jalan, saya memandang ke depan seakan ...

Hembus angin sepoi meniup badan. Rumput dan pepohonan tampak ikut bergoyang. Di tepi tembok pembatas jalan, saya memandang ke depan seakan terhipnotis oleh hamparan panorama yang disajikan. Lembah hijau yang diapit oleh dua bukit tinggi dengan ujung sebuah danau berwarna biru. Danau Toba, begitu kami menyebutnya.

Bakara, Humbang Hasundutan
Bakara

Jogja semakin hari semakin banyak tempat makan dan kongko asik semacam cafe atau coffee shop. Bahkan saking banyaknya, rasanya hampir set...

Jogja semakin hari semakin banyak tempat makan dan kongko asik semacam cafe atau coffee shop. Bahkan saking banyaknya, rasanya hampir setiap 5 meter jalan, kita akan selalu menemukan tempat-tempat baru. Saya dan beberapa teman di Jogja bahkan memiliki kebiasaan memposting tagar #NgopiTiapPekan di media sosial setiap kali mampir di sebuah coffee shop. Meskipun sudah sesering mungkin untuk singgah di coffee shop baru, hingga saat ini rasa-rasanya masih jauh dari kata khatam.

Oldtown White Coffee Cafe Simanjuntak
Oldtown White Coffee Cafe Simanjuntak

Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Selain memiliki buday...

Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Selain memiliki budaya yang masih sangat lekat, kota ini memang cukup kaya dengan sejarah dan aneka ragam kuliner khas. Belum lagi ditambah dengan kabupaten sekitar seperti Karanganyar, Klaten, dan Boyolali, yang memiliki wisata alam cantik sehingga menjadikan wisata Solo Raya semakin lengkap.


Namun, untuk menikmati wisata di Solo Raya tersebut kamu harus memiliki waktu ekstra, karena jarak antara obyek wisata dari satu kota ke kota lainnya cukup menguras waktu. Sehingga, jika hanya memiliki waktu yang terbatas, saya sarankan untuk mengunjungi wisata yang berada di dalam kota saja. Dengan obyek wisata yang jaraknya tak terlalu jauh akan membuatmu menghemat waktu. 


Nah berikut ini daftar obyek wisata di tengah Kota Solo yang menarik untuk city tour versi Lagilibur.com :


1. Keraton Kasunanan


Keraton Kasunanan Surakarta
Keraton Kasunanan Surakarta
Obyek wisata pertama yang wajib dikunjungi karena sudah menjadi “icon” serta identitas Kota Solo adalah Keraton Kasunanan. Keraton ini berdiri sejak tahun 1744 sebagai ganti Keraton Kartasura yang porak poranda akibat geger pecinan yang terjadi pada 1743. Saat ini Keraton Kasunanan masih menjadi tempat tinggal keluarga Sri Sunan dan menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kota Solo. Sayangnya, karena adanya konflik yang terjadi di dalam keraton, saat ini wisatawan hanya bisa masuk kawasan museum saja.

Saya termasuk penikmat sebuah gelaran parade atau carnival. Melihat berbagai seni dan kreatifitas yang dipertunjukkan, rasanya begitu menye...

Saya termasuk penikmat sebuah gelaran parade atau carnival. Melihat berbagai seni dan kreatifitas yang dipertunjukkan, rasanya begitu menyenangkan. Termasuk saat beberapa waktu lalu saya diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk menyaksikan Semarang Night Carnival yang tentu saja langsung saya iyakan. 

Semarang Night Carnival 2019
Semarang Night Carnival 2019

Sejak beberapa dekade terakhir, negara kita memang semakin ramai dengan parade atau carnival serupa di berbagai kota dan daerah. Sebut saja Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, Singkawang Carnival, Semarang Night Carnival, dan carnival lain yang tak kalah semarak.