Damainya Telaga Warna yang Tenang di Puncak Bogor!

Minggu, November 30, 2014
Pernah melakukan suatu hal yang kalau dipikir-pikir lagi, kalian merasa kurang kerjaan melakukan hal tersebut traveler? hahaha mungkin itu juga yang saya fikirkan saat menghabiskan ahir pekan ini bersama teman-teman saya di puncak. Walaupun sedikit merasa kurang kerjaan, tapi saya sangat menikmati keseruan ahir pekan saya bersama teman-teman saya. Ceritanya, saya bersama Juhdi, Yunus, Reza & Mas Joko menghabiskan waktu ahir pekan dengan menginap di villa puncak, dan paginya berencana jalan ke beberapa tempat. Tapi cuaca Bogor saat malam minggu ternyata kurang bersahabat. Banyangkan, kami berlima berangkat ke Masjid Atta'awun hujan-hujanan. Malem minggu, ke puncak, hujan-hujanan pula! Beku deh si dedek! *eh :p

Tujuan pertama kami sebelum ke villa adalah Masjid Atta'awun. Saya yang berboncengan dengan Juhdi menggigil di belakang. Bahkan Juhdi sampai memberikan sarung tangannya agar saya tidak semakin kedinginan. Sedikit aneh juga rasanya, saya yang berbadan lebih gendut besar dari Juhdi justru kewalahan menahan dingin malam itu, sedangkan Juhdi yang mengendarai motor di depan tetap tenang saja, bahkan saat sampai di Masjid Atta'awun dia lepas jaket yang basah kuyup dan hanya pakai kaos tanpa lengan. Ow em jih! Sampai disana ternyata cukup sepi, padahal saat itu malam minggu. Owh, oke saya sadar jika saat itu memang sedang turun hujan dan hanya kami yang kurang kerjaan hujan-hujan nongkrong di puncak. -_-

Tapi percayalah, saat seperti inilah yang paling nikmat untuk menikmati semangkuk sekoteng & ind*mie rebus di puncak! ciyus! bikin menggelinjang :D

Nikmatnya semangkuk sekoteng dikala basah kuyup hujan-hujan di puncak :D

Dari Masjid Atta'awun kami langsung menuju villa yang biasa kami inapi sebelumnya. Dengan 150k kami ahirnya dapat kamar yang cukup luas untuk di tempati berlima. Kasur lebar, 1 set kursi meja di dalam dan di luar, dan kamar mandi dalam. Paginya jam 9, setelah cukup bermalas-malasan di kamar, kami segera beberes, mandi dan bersiap jalan. Tujuan pertama kami adalah cari sarapan dan ke Telaga Warna.

Villa Kamar Langganan kami rate 100k - 200k per malam
Untuk ke telaga warna ini, aksesnya sangat mudah. Dari Masjid Atta'awun terus saja tidak jauh dari resto rindu alam sebelah kiri ada jejeran toko dan gang jalan masuk dengan plang "Telaga Warna". Masuknya pun dari jalan raya tidak terlalu jauh, hanya beberapa ratus meter saja. Jadi, kalau kalian menggunakan angkutan umum, tidak terlalu repot menuju telaga warna ini. Untuk masuk ke telaga warna, kita diwajibkan membayar tiket Rp7500,- /orang sedangkan parkir motor Rp5000,- / motor.

Telaga Warna Puncak yang super aduhai damainya :)
Yang saya rasakan saat di telaga warna ini adalah hening, tenang, & damai. Nyaman banget lah pokoknya. :) Sesekali saja terdengar obrolan tukang jualan, ketawa kecil sejoli yang asik mojok, atau suara sekumpulan monyet sedang main poker (yakalik). Damai banget! tapi lain halnya jika kalian datang saat ada sekumpulan orang rese yang berisik. :D




Di telaga warna kami sempat mencoba flyingfox yang terbentang di atas telaga, dari satu sisi ke sisi yang lain. Woow, rasanya lumayanlah, ngilu-ngilu sedap. :D

Flying Fox Telaga Warna Puncak
Untuk mencoba flyingfox, per orang dikenakan biaya Rp15000,- saja.

Dan serunya, di sini banyak mongki. Kami memberi mereka kacang. Meski sudah cukup akrab dengan manusia, tapi tetap waspada, Reza sempat mendapat cakaran di tangannya saat mencoba mengelus si imut berekor ini.






So, Telaga Warna ini cukup recomended untuk sekedar jadi tempat tujuan ahir pekan. Puas menikmati panoramanya, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini, kita ke Curug Cibeureum !

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Jumat, 10 Juni, 2016 delete

rekomend banget ya buat istirahat, terlihat sangat nyaman jika menginap disana..

Reply
avatar