Kuliner

Hotel

Pantai

Recent Posts

Gets Hotel; Hotel Nyaman Empat Bintang di Kota Semarang

Kamis, Juni 22, 2017 1 Comment
Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada siang hari dan diakhiri dengan buka bersama, sehingga selesai pada malam hari. Beruntung, saya tak perlu pulang malam itu juga. Sebuah hotel baru bintang empat di Semarang memberikan salah satu kamar terbaiknya untuk saya tempati. Hotel itu berada di Jl. MT Haryono No 312 - 316, Jagalan, Semarang, yakni Gets Hotel.

Gets Hotel Semarang
Gets Hotel Semarang

Wisata Eksotis dan Hotel Murah di Mataram untuk Backpacker

Minggu, Juni 18, 2017 4 Comments
Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejumlah destinasi wisata eksotis, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan manusia yang sering dijadikan tujuan wisata para backpacker. Untuk biaya penginapan sendiri, ada banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kocek para backpacker. Untuk memudahkan aktivitas selama berwisata di Lombok, backpacker disarankan menyewa sebuah kamar hotel murah di Mataram.

(sumber : tripadvisor.com)

Kali Werno Bejalen Ambarawa, Kampung Warna yang Tak Biasa

Kamis, Juni 15, 2017 12 Comments
Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bola dan cat warna warni. Tak hanya itu, deretan tembok rumah yang berada di sepanjang tepi sungai pun tak luput dari warna yang mencolok tersebut. Mulai dari merah, hijau, kuning, biru, dan warna lain yang berpadu dengan cantik dan menawan. 

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Siang itu, saya bersama beberapa teman dari Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah (Genpi Jateng) dan Ikatan Mas Mba Jawa Tengah (IMMJ) berada di Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa. Kali werno berasal dari kata kali yang berarti sungai, sementara werno berarti warna. Berada di Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, kampung ini tengah naik daun di media sosial berkat spot selfie yang instagramable tersebut. Hanya dalam hitungan minggu saja sejak kampung ini mempercantik diri, ratusan wisatawan datang membanjiri setiap hari.

Wisata Edukasi Bertani di Desa Wisata Kebonagung Imogiri

Kamis, Juni 08, 2017 23 Comments
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang sebagai pembatas setiap petaknya. Khas pedesaan. Sementara di dalam kendaraan, Mas Sitam tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya yang pernah mengunjungi desa wisata yang akan kami tuju ini. Benar, ini kali kedua baginya mengunjungi desa wisata Kebonagung Imogiri Bantul.

Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kami sampai di sekretariat desa wisata setempat. Sejumlah warga yang tengah menunggu kedatangan kami menyambut dengan ramah, pun dengan ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menyalami kami satu per satu. Pak Dalbya namanya. Siang itu ia bercerita banyak soal potensi wisata di desanya. Semangatnya membangun desa sangat terlihat jelas dari tuturnya yang begitu antusias. Desa ini sendiri mulai merintis sebagai desa wisata sejak tahun 1998, dan sempat porak poranda akibat gempa Jogja di tahun 2006. Untunglah semangat Pak Dalbiya dan masyarakatnya tak pernah surut untuk kembali membangunnya.

Bermalam dengan Nyaman di The Sunan Hotel Solo

Selasa, Mei 30, 2017 19 Comments
Akhir pekan lalu, saya dan beberapa teman travel blogger mendapat undangan sebuah acara city tour yang diselenggarakan oleh Paguyuban Putra Putri Solo. Acara tersebut berlangsung seharian, mulai dari jam 10.30 pagi hingga jam 8 malam. Acaranya sendiri bertajuk sejarah batik, sehingga destinasi kami tentulah tempat-tempat yang lekat dengan sejarah perkembangan batik di kota bengawan ini. Dimulai dari Museum Radya Pustaka, Rumah Pribadi Go Tik Swan, Kampung Batik Laweyan, hingga Kampung Batik Kauman.

City tour seharian dengan berjalanan kaki berkeliling Kampung Batik Laweyan & Kauman, tentu membuat rasa lelah begitu menumpuk. Kaki seakan mau copot dengan badan yang tak karuan. Rasanya ingin segera mandi dan merebahkan badan di kasur kemudian tidur hingga pagi. Apalagi hari itu saya datang bersama Hannif yang kebetulan sedang kurang fit. Agar tidak semakin drop kesehatannya, akhirnya kami memutuskan untuk stay dan memilih The Sunan Hotel Solo sebagai tempat kami bermalam.

The Sunan Hotel Solo
The Sunan Hotel Solo