Wisata Gua Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Kamis, Maret 30, 2017
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Saya masih ingat pagi itu sebagian dari kami masih mengenakan pakaian yang penuh dengan bercak lumpur hasil off road di Bejiharjo. Entah memang malas atau jorok, yang jelas mereka dengan sadar dan sengaja tidak membersihkan diri dulu karena tujuan kami selanjutnya adalah Desa Wisata Bleberan, dimana salah satu objek wisatanya adalah Air Terjun Sri Gethuk. Mungkin bayangan mereka saat itu adalah bisa segera berada di bawah air terjun dengan pakaian kotor sambil teriak "Tuhaaan, aku kotorrrr! aku ternodaaaaa!". -_-

Desa Wisata Bleberan Gunungkidul
Desa Wisata Bleberan Gunungkidul

Keinginan itu agaknya harus tertunda. Mobil yang membawa kami tak langsung menuju air terjun, melainkan satu objek wisata lain yang masih di desa wisata ini. Seorang guide bernama Pak Saifuddin menyambut kami dengan ramah dan beliau inilah yang akan memandu kami selama berada di Desa Wisata Bleberan ini, termasuk di Gua Rancang Kencono.

Gua Rancang Kencono

Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DIY. Dalam bahasa jawa, Rancang Kencono memiliki arti rancang = rencana dan kencono = emas. Ada banyak versi cerita sejarah dari Gua Rancang Kencono ini, mulai dari tempat pelarian laskar Mataram dari kejaran Belanda, pelarian Pangeran Diponegoro, hingga persinggahan Sunan Kalijaga saat melakukan syiar Islam di kawasan Gunungkidul. Di gua ini pula pernah ditemukan fosil manusia dan artefak batu zaman Megalitikum yang menjelaskan gua ini sudah ada sejak ribuan tahun silam. 

Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua ini sangat unik, mulut gua sangat lebar dengan pohon klumpit tumbuh di tengahnya menjulang tinggi dengan gagahnya. Konon pohon besar ini sudah berusia lebih dari 2 abad. Terdapat anak tangga yang digunakan pengunjung untuk masuk ke dalam gua. Berada dalam di Gua Rancang Kencono serasa sedang berada di dalam ballroom suatu pertunjukan. Bagaimana tidak, gua ini memiliki luas 20m x 20m dengan tinggi sekitar 12m. Beberapa stalagtit juga menghisasi langit-langit gua. Kata Pak Saifudin, dulu gua ini biasa dijadikan tempat bermain oleh anak-anak sekitar. Kemudian saat Air Terjun Sri Gethuk mulai populer, warga setempat bersama pokdarwis memiliki inisiatif untuk memperkenalkan Gua Rancang Kencono ini sebagai salah satu obyek wisata di kawasan ini. 

Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Gua Rancang Kencono Bleberan Gunungkidul
Di bagian dalam gua masih ada ruangan lagi namun berukuran kecil. Hanya sekitar 3x3 meter. Untuk masuk ke ruangan ini kita harus melewati lubang yang sangat sempit sehingga perlu menunduk dan memiringkan badan untuk memasukinya. Konon ruangan ini dulu sering digunakan untuk bertapa. Menurut cerita Pak Saifudin di Gua Rancang Kencono ini dulunya banyak ditemukan arca. Namun karena banyaknya orang yang datang dan kurangnya perhatian, arca-arca tersebut satu-persatu hilang. Kini hanya tertinggal arca yang berbentuk seperti sapi, namun tidak utuh. Masih kata Pak Saifudin menurut cerita di gua ini dulunya juga ada semacam jalan yang jika di telusuri akan berujung di Air Terjun Sri Gethuk, namun jalan tersebut sudah tertutup karena telah runtuh.

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Dari Gua Rancang Kencono, kami melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Sri Gethuk. Mobil bak terbuka mengantarkan kami ke air terjun yang berjarak sekitar 1km dari gua ini. Air terjun sendiri berasal dari mata air yang berada di satu sisi tebing dan jatuh ke Sungai Oya. Untuk menuju air terjun ini ada 2 jalan dengan cara trekking, atau naik perahu rakit yang dibuat dari drum bekas dan papan. Kami berencana untuk mandi di sungai sehingga guide kami meminta kami memakai life jacket agar tetap aman. Setelah menunggu, akhirnya perahu kami datang dan mengantarkan kami ke air terjun berada. 

Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Hanya butuh waktu sekitar 5 menit saja untuk sampai ke Air Terjun dengan view tebing yang di sebelah kanan dan kiri sungai. Gemericik air sudah terlihat dari kejauhan. Cukup tinggi, air jatuh dan mengalir di sela-sela bebatuan tebing dan tanaman hijau. Kami pun segera melepas life jacket dan mengeluarkan kamera. Jeprat sana jepret sini, rasanya tak sabar segera membenamkan diri di aliran air tersebut. Dan saat itupun datang. Layaknya bocah, kami asik bermain air di air terjun yang saat itu memang sedang tak banyak pengunjung. Keinginan untuk berenang di sungai oya pun sirna, mengingat saat itu air sungai sedang keruh. 

Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Menurut Pak Saifudin, nama Sri Gethuk bukan dari gethuk yang berupa penganan itu namun dari kata kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Dan masyarakat sekitar mempercayai air terjun ini merupakan tempat penyimpanan kethuk tersebut. Konon alunan musik gamelan ini sering terdengar oleh masyarakat sekitar dan berasal dari Air Terjun Sri Gethuk.

Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Puas bermain air di Air Terjun Sri Gethuk, kami menaiki perahu untuk kembali. Di sana, sudah menunggu Pak Saifudin yang sudah menyiapkan berbagai camilan untuk kami. Sangat istimewa, mulai dari gorengan, belalang goreng, keripik singkong (yang kemudian kami sebut dengan keripik micin). Ini karena keripik ini sangat gurih dan bertabur penyedap rasa, bikin mulut tak ingin berhenti mengunyahnya. Lalu, yang paling istimewa dan nikmat lagi adalah kelapa muda bakar. Daging kelapanya sangat pas, tidak terlalu muda atau tua, sangat kenyal dan begitu masuk tenggorokan rasanya "mak legenderrr". Duh, kelapa muda terenak yang pernah saya makan. Asli, haucek! 

Belalang Goreng Gunungkidul
Belalang Goreng Gunungkidul
Belalang Goreng Gunungkidul
Belalang Goreng Gunungkidul
Kelapa Muda Bakar Air Terjun Sri Gethuk
Kelapa Muda Bakar Air Terjun Sri Gethuk
Dengan keunikan Gua Rancang Kencono dan keindahan Air Terjun Sri Gethuk, Desa Wisata Bleberan di Gunungkidul ini sangat recomended masuk list destinasi kalian saat berlibur ke Gunungkidul, DIY. Untuk fasilitas, kedua tempat ini sudah memiliki fasilitas cukup lengkap seperti toilet, mushola & warung makan. HTM nya pun sangat terjangkau sebesar Rp10.000,- saja untuk Gua Rancang Kencono, atau Rp45.000,- untuk tiket terusan ke Air Terjun Sri Gethuk. Tertarik berlibur ke Desa Wisata Bleberan? Jangan lupa coba kelapa muda bakar yang mak legender itu ya!


Desa Wisata Bleberan
Bleberan, Playen, Gunungkidul
CP : Tri Harjono 085290448333/087839033383
Email : trihjon@gmail.com
HTM : Rp45.000,- (Tiket terusan ke Air Terjun Sri Gethuk)
Buka : 07.00 - 16.00 WIB (Air Terjun Sri Gethuk sampai jam 17.00 WIB)

*Tulisan ini merupakan catatan perjalanan yang didapat saat kegiatan #EksplorDeswitaJogja (Eksplor Desa Wisata Jogjakarta) yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi DIY 23-26 Februari 2017.


Baca Juga :
1. Off Road Desa Wisata Bejiharjo; Wisata Seru di Gunungkidul
2. 5 Hal Menarik yang Bisa Kamu Lakukan di Desa Wisata Malangan Sleman DIY
3. Suatu Pagi di Kampung Pitu Nglanggeran Gunungkidul

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

20 comments

Write comments
Kamis, 30 Maret, 2017 delete

Mak legender...
Kamu nggak cerita gimana rasanya tersiksa kalau badan gemuk masuk ke ruangan ketiga di gua ini? Hahahahha.
Oya, noda kaos sampai sekarang masih tetap ada. Sepertinya bakalan abadi hahahaha

Reply
avatar
Kamis, 30 Maret, 2017 delete

MAK KOWE JAHAT, HANYA PUNGGUNGKU DOANG YANG MOK FOTO HUVT. UNTUNG GAK MOK BOLONGI PISAN GEGERKU T__T

Reply
avatar
Evi
Kamis, 30 Maret, 2017 delete

Kalau dipikir-pikir lagi gua ini seperti tubuh ular ya. Lebar di mulutnya lalu mengecil pada buntutnya. Unik banget

Reply
avatar
Jumat, 31 Maret, 2017 delete

BUSET, saiki 45 ewu... ketoke mbiyem muk 5 ewu

Reply
avatar
Jumat, 31 Maret, 2017 delete

Air terjun Sri Gethuk keren mas. Belum fenomenal tapi semoga makin lestari dan kunjungan wisatawan kesana meningkat.

http://theboochconsultant.blogspot.co.id/2017/03/ask-author-and-review-ember-in-ashes.html

Reply
avatar
Sabtu, 01 April, 2017 delete

Nah pas ini mas aji ngabisin belalang goreng :p
Aku ke Sri Gethuknya sekalian dalam misi mencuci kaos cipratan lumpur offroad, meskipun tak juga hilang :(

Reply
avatar
Sabtu, 01 April, 2017 delete

kok kaline buthek ya mbiyen kayane ijo tosca loh

Reply
avatar
Minggu, 02 April, 2017 delete

Ada rencana mau kesini cuma belum tau kapanya :D Hehehe
Sip banget gan air terjunya...

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Hahaha aku ga tau rasanya. Aku kan ga gemuk. wkwkkwwk salam mak legenderrr :D

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Huahahahaha yg penting kan ke foto makkkk.... ngahahaaa

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Ada yg bilang mirip naga sih mba :D Tp aku ga tau disebelah mananya yg mirip. hahaa

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Sakdurunge malah gratis. Mbiyen banget. wkwkwkwk

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Uda ramai kok, uda cukup populer kok. Setauku sih. Hehehe

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Belalang goreng gak abis, masih ada. Di bungkus sm mas papanrainbow :D
Hahaha ga papa, motif lumpur jd kenang2an. :D

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Namanya jg sungai lg musim ujan jummmm

Reply
avatar
Senin, 03 April, 2017 delete

Ayo segera agendakan, keren loh. Hehehe

Reply
avatar
Selasa, 04 April, 2017 delete

Mak legender adalah trademark lagilibur.com :D

Aku ngikik baca paragraf pembukanya, 'aku kotooor' hahahaha.

Meskipun sungainya coklat, tapi yang penting air terjunnya jernih, seger banget dan puas basah2an hahaha.

Reply
avatar
Jumat, 07 April, 2017 delete

Hahahaha salam mak legenderrrr... xixixi

betul mas, air terjunnya bener2 jernih & seger banget. Air terjun tersegar di GK yg pernah aku kunjungi. hehehe

Reply
avatar
Senin, 05 Juni, 2017 delete

kok sepi, padahal aku pas kesana rame banget di sri gethuk

Reply
avatar
Selasa, 06 Juni, 2017 delete

Wkwkwkwk anda kurang beruntung mas. Balik gih :D

Reply
avatar