Mencicipi Kelezatan Mie Ongklok; Kuliner Khas Kota Wonosobo

Minggu, Januari 31, 2016
Berada di Kota Wonosobo, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kuliner khasnya. Kuliner yang cukup identik dengan kota ini ialah "Mie Ongklok". Mie Ongklok merupakan makanan khas kebanggaan masyarakat Kota Wonosobo, yang terdiri dari bakmi/mie kuning yang diracik dengan potongan kol/kubis, daun kucai, dan kuah kental. Nama Mie Ongklok sendiri menjelaskan tentang proses pemasakan mie yang di ongklok-ongklok atau bisa berarti direbus sambil digoyangkan naik turun dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman bambu. 

Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Semua bahan seperti mie kuning, kol/kubis, dan kucai dimasukkan dalam wadah anyaman bambu, kemudian dimasukkan dalam air mendidih sambil di ongklok-ongklok sebentar. Setelah dimasukkan dalam mangkok, selanjutnya disiram dengan kuah kaldu yang kental, bumbu kacang, dan ditaburi dengan bawang goreng. Penyajian Mie Ongklok ini semakin unik karena biasanya disajikan dengan sate sapi yang membuat rasanya semakin lezat. Mie Ongklok sendiri rasanya didominasi oleh rasa ebi, manis, dan pedas. Sangat cocok dimakan saat panas, apalagi kondisi geofrafis Kota Wonosobo yang terletak di dataran tinggi dan bertemperatur cukup dingin.

Sesaat setelah sampai di alun-alun Kota Wonosobo malam itu, saya bersama kedua teman saya segera bergegas mencari Mie Ongklok yang masih buka. Saya sudah tak sabar mencicipinya. Apalagi malam itu kami memang belum mengisi perut sejak berangkat dari Solo sore hari. Pertama kami melaju ke Jalan Pasukan Ronggolawe. Namun sayang malam itu Mie Ongklok Longkrang yang kami maksud sudah tutup. Belakangan kami tahu, Mie Ongklok Longkrang ini hanya buka sampai jam 5 sore. Dari sana kami memutar kembali ke arah alun-alun dan menuju Jalan Ahmad Yani. Jadilah kami malam itu mencicipi Mie Ongklok Pak Muhadi.


Mie Ongklok Pak Muhadi

Mie Ongklok Pak Muhadi berada di Jalan Ahmad Yani no. 1 Wonosobo dan cukup tersohor soal kelezatan Mie Ongklok yang disajikannya. Saat kami datang, kiosnya terlihat sepi kemungkinan karena sudah malam. Saat itu, jam telah menunjukkan sekitar pukul 8 malam, sedangkan Mie Ongklok Muhadi ini akan tutup pukul 9 malam. Tempat parkir di depan kios pun terlihat kosong dengan pencahayaan lampu yang kurang, deretan bangku juga tak kalah sepi saat kami masuk untuk memesan makanan. Kondisi yang sepi justru menguntungkan saya untuk bisa mengintip bagaimana proses peracikan sampai penyajian Mie Ongklok ini. Untunglah, sang juru masak dengan ramah memperbolehkan saya mengamatinya. Tidak menunggu lama, Mie Ongklok pun jadi, saya segera kembali ke meja saya untuk segera mencicipi Mie Ongklok Muhadi yang legendaris ini.


Mie Ongklok Pak Muhadi
Mie Ongklok disajikan di sebuah mangkok, sedangkan sate sapi disajikan secara terpisah pada sebuah piring. Saat saya mengaduknya, ternyata Mie Ongklok saya terdapat cabe rawit ijo yang diuleg di dasar mangkoknya. Ini karena saya memesan Mie Ongklok yang pedas. Pertama kali yang saya sendok dan saya cicipi adalah kuah kentalnya. Kuah yang terbuat dari kaldu & tepung kanji ini terasa manis & terasa ebi/udang keringnya. Saat menyendok mie yang bercampur dengan kubis dan daun kucai, sensasi hangat dan lezat membuat saya ingin menyendoknya lagi dan lagi. Apalagi saat dipadukan dengan gigitan sate sapi yang membuatnya semakin nikmat. Tak heran jika makanan ini sangat disukai, baik oleh masyarakat Wonosobo sendiri maupun oleh para pelancong yang datang.

Untuk menikmati Mie Ongklok Pak Muhadi ini kita hanya perlu membayar Rp6000,- saja untuk semangkok Mie Ongklok, dan Rp20.000,- untuk sepiring sate sapi yang berisi sekitar 10 tusuk. Agar semakin nikmat sempurna, kita dapat menyantapnya dengan tempe kemul, yakni tempe yang diiris tipis dan digoreng dengan lumuran tepung & irisan daun kucai. Harganyapun hanya Rp1000,- saja. Perfecto!

Dengan mencicipi Mie Ongklok Pak Muhadi untuk pertama kalinya ini, saya langsung menobatkan Mie Ongklok sebagai salah satu olahan mie favorite saya. Yeay! Sayangnya, saya punya pengalaman sedikit kurang enak di kios Mie Ongklok Pak Muhadi ini. Yakni saat hendak menutup kiosnya, salah satu pegawainya merapikan kursi plastik dengan cara sedikit "dibanting" sehingga terkesan mengusir secara halus. Padahal saat itu masih ada beberapa pelangan lain.


Mie Ongklok Longkrang

Gagal mencoba Mie Ongklok Longkrang malam itu, tak lantas membuat kami menyerah begitu saja. Mumpung masih di Kota Wonosobo, jadi saat kami turun dari Dieng Plateau sore hari, kami sempatkan mampir lagi ke Mie Ongklok Longkrang. Kali ini kami beruntung karena Mie Ongklok Longkrang masih buka.


Mie Ongklok Longkrang
Hujan deras mengantarkan kami dari kawasan Dieng hingga Mie Ongklok Longkrang yang berada di Jalan Pasukan Ronggolawe No. 14 Wonosobo. Dengan kondisi kedinginan, kami segera memesan teh panas, Mie Ongklok, lengkap dengan sate sapinya.

Mie Ongklok Longkrang ini tempatnya lebih kecil, namun bersih, rapi, dan terasa homey karena memang berada pada sebuah rumah. Di jendela depan tampak menempel berbagai stiker dari berbagai intansi atau komunitas dari pelanggan yang pernah mampir. Pun demikian stiker lagilibur.com juga saya tempelkan disana. Tetep! :D

Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Tak menunggu lama, pesanan kami datang. Aroma khas Mie Ongklok dan sate tercium seakan tak sabar untuk segera saya lahap. Berbeda dengan Mie Ongklok Pak Muhadi, di Mie Ongklok Longkrang ini, cabe rawit hijau uleg disajikan terpisah. Jadi kita sendiri yang menakar seberapa level pedasnya. Untuk cara penyajian, bentuk, dan porsi, hampir sama saja dengan Mie Ongklok Pak Muhadi. Hanya untuk rasa, Mie Ongklok Longkrang ini lebih terasa ebi/udang keringnya. Selebihnya hanya beda kadar manisnya saja. Sedangkan untuk rasa saus kacang pada sate sapi, saya lebih suka Mie Ongklok Longkrang ini.


Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Untuk harga di Mie Ongklok Longkrang ini saya sedikit lupa, namun tidak jauh beda dengan Mie Ongklok Pak Muhadi. Saat kami bertanya pada Pak Waluyo selaku pemilik, Mie Ongklok Longkrang ini hanya buka sampai sekitar jam 5 saja. Pantaslah kami sempat kecele malam itu.


Nah, 2 tempat yang menyajikan Mie Ongklok Khas Wonosobo dengan rasa juara versi www.lagilibur.com sudah saya ulas di Edisi Kuliner Versus kali ini. Kira-kira mau coba yang mana? Atau ada rekomendasi tempat Mie Ongklok yang lebih juara? Silahkan tulis di kolom komentar ya! :)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
Selasa, 29 Maret, 2016 delete

Review soal purwaceng dong mas~~~

Reply
avatar
Selasa, 05 April, 2016 delete

hahahaa, tentang rasa atau kasiatnya nih? kalo kasiatnya.... emmm anu, emmm... coba sendiri deh :D

Reply
avatar
Rabu, 25 Mei, 2016 delete

lwbih suka satenya ketimbang mienya..rasa kuah kentalnya agak gimanagitu xixixi

Reply
avatar
Jumat, 27 Mei, 2016 delete

Hahahaha Kliter2 yo mas. hihihi

Reply
avatar