Kali Werno Bejalen Ambarawa, Kampung Warna yang Tak Biasa

Kamis, Juni 15, 2017
Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bola dan cat warna warni. Tak hanya itu, deretan tembok rumah yang berada di sepanjang tepi sungai pun tak luput dari warna yang mencolok tersebut. Mulai dari merah, hijau, kuning, biru, dan warna lain yang berpadu dengan cantik dan menawan. 

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Siang itu, saya bersama beberapa teman dari Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah (Genpi Jateng) dan Ikatan Mas Mba Jawa Tengah (IMMJ) berada di Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa. Kali werno berasal dari kata kali yang berarti sungai, sementara werno berarti warna. Berada di Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, kampung ini tengah naik daun di media sosial berkat spot selfie yang instagramable tersebut. Hanya dalam hitungan minggu saja sejak kampung ini mempercantik diri, ratusan wisatawan datang membanjiri setiap hari.

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kegiatan yang bertajuk #LiveInBejalen ini berlangsung selama tiga hari dua malam. Selain untuk mengenal potensi & kearifan lokal setempat, IMMJ sebagai duta wisata Jawa Tengah juga diminta untuk berkontribusi secara langsung dalam pengembangan desa wisata ini. Mulai dari observasi, pemetaan, hingga diskusi tentang pengembangan potensi wisata yang ada. Sekilas, Desa Wisata Bejalen serupa dengan kampung warna di beberapa daerah lainnya, namun desa ini masih memiliki potensi lain yang patut digali dan dinikmati oleh wisatawan.

Mural Warna-warni yang Instagramable

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, desa wisata ini memiliki kali werno dengan mural penuh warna yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tak heran jika hanya dalam hitungan minggu saja, desa wisata ini mendadak populer di media sosial. Setiap hari, ratusan muda mudi datang ke desa ini hanya untuk menyalurkan hasrat foto selfie nya. Dengan panjang tak kurang dari 150 meter, talut dan tembok rumah di tepian sungai dihias dengan mural dan ornamen penuh warna. Bahkan lukisan 3D juga dapat kita temukan di area ini. Nah, kalau sudah begini, tinggal menyiapkan pose terbaik kamu bukan?

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa

Balap Dayung Perahu

Video saya di NET tentang Kali Werno 

Wisata air juga menjadi potensi andalan bagi Desa Wisata Bejalen. Selain memiliki Sungai Panjang, desa ini juga merupakan desa paling bawah dan dekat dengan rawa pening yang melegenda. Untuk memanfaatkan potensi ini, pokdarwis setempat menawarkan wisata air yang memacu adrenalin, yakni balap perahu. Selain membutuhkan kekompakan tim untuk mendayung, balap perahu juga dibutuhkan keseimbangan agar perahu tidak terbalik. Seru!!! 

Susur Sungai Hingga Rawa Pening

Susur Sungai Kali Werno Bejalen
Susur Sungai Kali Werno Bejalen
Sementara untuk susur sungai, kita akan diajak menyusuri Sungai Panjang hingga berkeliling Rawa Pening. Perahu yang digunakan berbeda dengan perahu yang digunakan untuk balap perahu. Jika balap perahu menggunakan perahu dayung, untuk susur sungai kita akan dibawa menggunakan perahu mesin. Agar nuansa pedesaannya terasa, kita juga akan diberikan caping sebagai penutup kepala. Seru kan? itu belum seberapa, karena selama berkeliling, kita akan disajikan pemandangan yang indah. Hijaunya tanaman eceng gondok, birunya langit, dan pegunungan yang menawan akan tersaji di depan mata.

Video Saya  Tentang Susur Sungai di Trans7

Keliling Rawa Pening Ambarawa
Keliling Rawa Pening Ambarawa

Memberi Makan Ikan di Keramba Nelayan

Keramba Ikan Rawa Pening Ambarawa
Keramba Ikan Rawa Pening Ambarawa
Saat keliling rawa pening, kita juga bisa mampir ke keramba milik nelayan dan ikut melakukan aktifitas bersama mereka. Memberi makan ikan misalnya. Mayoritas masyarakat Desa Bejalen sendiri memiliki mata pencaharian sebagai nelayan ikan, maka tidak heran jika banyak keramba-keramba yang tersebar di rawa pening ini. Ikan yang dibudidayakan pun beragam, mulai dari nila, gurame, lele, dan masih banyak lagi. 

Keramba Ikan Rawa Pening Ambarawa
Keramba Ikan Rawa Pening Ambarawa

Menikmati Matahari Terbit

Sunrise Rawa Pening Ambarawa
Sunrise Rawa Pening Ambarawa
Yang tak boleh dilewatkan di desa ini adalah menikmati matahari terbit saat pagi hari. Desa Bejalen sendiri berada di sisi barat rawa pening, sehingga saat pagi menjelang, kita hanya perlu pergi ke rawa dan menatap langit pagi ke arah timur. Maka fajar terlihat begitu elok nan memesona. Apalagi ditambah dengan siluet perahu dan bayangan sinar kekuningan di permukaan rawa. Sempurna! 

Homestay untuk Menginap 

Masyarakat desa Bejalen sendiri tampaknya semakin sadar akan wisata. Terbukti beberapa warga bersedia rumahnya dijadikan sebagai homestay bagi wisatawan. Selama di desa ini, kami dibagi atas beberapa homestay. Saya dan teman-teman genpi mendapat homestay milik Ibu Rini. Salah satu rumah yang tampak sedikit berbeda dengan rumah lainnya. Teras rumah yang memanjang, ornamen kayu, dan segala pernak-perniknya mengingatkan saya pada sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Benar saja, Ibu Rini yang berdarah Betawi sengaja membuat nuansa Betawi pada rumahmya. 

Bersama Ibu Rini dan keluarga Foto bt : Ghozaliq.com
Sebenarnya, masih banyak potensi lain yang dimiliki oleh Desa Wisata Bejalen. Seperti kuliner atau kesenian. Ibu Rini sempat menyajikan salah satu makanan khas desa ini di homestay, tumis tutut. Semacam keong yang banyak dijumpai di rawa pening. Selain itu masyarakat desa setempat juga sedang mengembangkan kuliner lain seperti stik betutu, batagor betutu, jenang cikru, dan masih banyak lagi.

Melihat potensi Desa Wisata Bejalen yang kaya, rasanya masih belum cukup waktu tiga hari untuk menikmatinya. Nah, kalau saya saja ingin kembali ke sana, kamu tak ingin mencobanya? 


Desa Wisata Bejalen
Bejalen, Ambarawa, Semarang, 
Jawa Tengah
Anjar : 085 696 092 707


Baca Juga :

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

16 comments

Write comments
Jumat, 16 Juni, 2017 delete

Noted. Insyaallah pengen segera main kesini sama anak2

Reply
avatar
Jumat, 16 Juni, 2017 delete

Wah... keren banget tempatnya.
Bikin ceria ngeliatnya.

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

Desa wisata bejalen sepertinya sudah siap sekali sepertinya dikunjungi. Selain yang ditawarkan cukup lengkap, pengunjungnya bisa nginep di homestay trs nyunrise di pinggiran rawa pening huhu ajak ke sanaaa mass

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

ini kampung yang masuk berita internasional itu yah? keren banget, hampir sudut kampungnyasangat instagramable banget nih

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

Cuss mak, cucok banget lah bt wisata keluarga :)

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

Iya mba, sunrise nya syahdu bangettt... Hayuklah kalo mau dijadwalin ke sana bareng genk deswita. Hahaha

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

Iya mas, seru banget! Yukkk wisata ke sini :)

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

Betul mas, kelebihannya dia gak cm punya spot selfie kampung warna warni aja, tp banyak potensi lainnya :)

Reply
avatar
Minggu, 18 Juni, 2017 delete

Iki kayae bakal semakin terkenal, toh rawa pening direncanakan sbg salah satu venue asian games tahun depan

Reply
avatar
Selasa, 20 Juni, 2017 delete

salam kenal ya kak dari Pink, lagi musim ya kampung warna-warni ini, soalnya di sumsel di kota lubuk linggau juga dibuat kampung warna warni juga

Reply
avatar
Jumat, 23 Juni, 2017 delete

Iya, apalagi emang potensial banget desa wisata ini. Tinggal pengelolaannya aja sih. Kalau aku optimis di wisata airnya, kalau kampung warna kan pst ada masa expirednya, org mudah bosan.hehe

Reply
avatar
Jumat, 23 Juni, 2017 delete

Halo, slm knl jg kak pink. Iya, dmn2 lg menjamur kampung warna ya. Lg jd favorite bt selpi2 anak milenial :D

Reply
avatar
Kamis, 06 Juli, 2017 delete

Hampir mirip kayak kayak kampung warna yang di malang, tapi susananya aj yang beda. dan di sna juga menyediakan beberapa penginapan buat para treveller.

Reply
avatar
Jumat, 07 Juli, 2017 delete

Kampungnya keren banget iki. Sumpah! Bisa foto ala2 sama ebret di sini.
Balap perahu bisa jadi even yang potensial. Kenapa ga sekalian lomba tangkap bebek? kaya di Rowo Jombor. wkwk

Reply
avatar
Rabu, 12 Juli, 2017 delete

Sudah semakin banyak kampung warna ya. Untung punya suasana/potensi lain yang bisa ditonjolkan, jd punya sesuatu yg membedakan :)

Reply
avatar
Rabu, 12 Juli, 2017 delete

Wkwkwkkwwk heh, yg rowo jombor aja kamu gagal nonton kok. Gmn Bejalen :p

Reply
avatar