Kuliner Nikmat, Badan Sehat, Bebas Kolesterol Jahat??? Ini Rahasianya!

Rabu, Mei 18, 2016
Hunting kuliner merupakan salah satu agenda wajib saat traveling ke suatu tempat. Apalagi kuliner itu sudah menjadi  khas tempat/kota tersebut. Rasanya ada yang kurang saat tak mencicipinya, sangat sayang jika sudah jauh-jauh sampai kota orang hanya makan makanan fast food atau makanan lain yang sudah biasa ditemukan di kota-kota lainnya. Bayangkan saja jika ke Jogja tidak mencicipi gudeg, sate klatak, dll. Ke Semarang tidak makan lumpia, tahu gimbal, dll. Ke Solo tidak mencoba tengkleng, nasi liwet, selat, dll. Baru tiga kota saja yang saya sebutkan yang notabene-nya masih kota tetangga, sudah beda makanan khasnya. Apalagi jika saya membuat daftar kuliner dari kota yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, maka blog post ini nanti hanya akan penuh dengan nama makanan, dan saya pun ngelus perut & mengelap iler saat mengetiknya. :D


Dari sekian makanan khas yang tersebar di Indonesia, sadar gak sih jika mayoritas adalah makanan yang berkolesterol cukup tinggi? Seperti yang kita tahu bahwa masyarakat Indonesia suka mengkonsumsi berbagai olahan daging hingga jeroan. Di angkringan misalnya, sate ampela, sate ati, sate usus, sate kikil, dll menjadi hidangan wajib. Belum lagi berbagai kudapan yang diolah dengan cara digoreng. Bahkan gorengan sudah menjadi bagian dari hidup dan menjadi kudapan favorite mayoritas masyarakat Indonesia.

Selama ini, saya masih cuek dan masa bodoh soal apa yang saya konsumsi. Selagi enak, ya hajar saja. Rasanya repot jika saya harus menimbang-nimbang berapa jumlah kalori atau kadar kolesterolnya. Di Bandung, saya pernah "ngamuk" dengan jajan makanan khasnya seperti batagor, cireng, cimol, combro, dll dalam suatu waktu. Padahal makanan tersebut jelas digoreng semua. Di Lombok, dalam 2 hari saya makan ayam taliwang, sate bulayak, sate rembiga, sate tanjung, dan ayam balap puyung. Berapa kolesterol yang saya komsumsi saat itu? entah. Kurangnya pengetahuan soal kolesterol ini lah yang membuat saya dan mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia yang begitu cuek tentang pola makan yang sehat. Padahal, kolesterol ini jelas cukup berbahaya bagi kesehatan. Kolesterol yang dibiarkan menumpuk dan semakin tinggi, lama-kelamaan akan mengakibatkan stroke dan juga mengakibatkan serangan jantung.


Kumpul Blogger Bersama Kalbe

Sampai ahirnya saya berkesempatan untuk hadir pada acara kumpul blogger yang di gelar oleh Kalbe pada hari Jumat, 8 April 2016 lalu di sebuah tempat makan di daerah Sagan, Jogjakarta. Dari acara inilah pengetahuan tentang pentingnya kesehatan saya bertambah. Pada kesempatan itu, hadir dr. Emy Huriyati, M.Kes sebagai pemateri. Beliau ialah dosen bagian gizi kesehatan dari FK UGM. Banyak hal yang beliau sampaikan siang itu terutama pola hidup sehat. Yang paling saya ingat dari penyampaian dr. Emy ialah betapa pentingnya 4 pilar gizi seimbang. 4 pilar gizi seimbang ini kata beliau bahkan lebih penting dan lebih kompleks dibandingkan hanya memperhatikan 4 sehat 5 sempurna yang lebih kita kenal sebelumnya.

Adapun 4 pilar gizi seimbang tersebut ialah
  • Makan makanan beranekaragam. Yang dimaksudkan beranekaragam dalam prinsip ini selain keanekaragaman jenis pangan juga termasuk proporsi makanan yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur.
  • Praktik pola hidup bersih. Dengan membiasakan perilaku hidup bersih akan menghindarkan seseorang dari keterpaparan terhadap sumber infeksi. Misalnya : Cuci tangan dengan sabun, menutup makanan agar terhindar dari lalat, dll
  • Olahraga teratur. Olahraga merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanya sumber energi dalam tubuh
  • Perhatikan berat badan ideal. Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan bahwa telah terjadi keseimbangan zat gizi di dalam tubuh adalah tercapainya berat badan yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya

Pada kesempatan itu pula dr. Emy menyampaikan betapa berbahayanya kolesterol tinggi yang dapat memicu stroke dan serangan jantung. Mendengar banyak penjelasan dari beliau saya tiba-tiba merasa kawatir karena hobby saya yang suka makan sembarangan dan pola hidup yang kurang sehat. Apalagi seumur hidup saya belum pernah sekalipun mengecek kondisi tubuh saya khususnya kolesterol. Bukan apa-apa, melihat jarum suntik saja saya keringat dingin. :D

Untuk itu, dr. Emy memberikan tips agar terhindar dari kolesterol tinggi dan menjaga kesehatan jantung sebagai berikut :

1. Berhenti merokok.

Merupakan rahasia umum bahwa merokok tidak ada manfaatnya dan justru lebih banyak merugikan. Rugi bagi kesehatan, dan rugi bagi kantong. Untungnya, saya tak perlu berhenti merokok, karena saya tak pernah memulainya. Satu poin ini, anggap saja sudah saya kerjakan. Semoga Anda yang masih merokok segera menyusul.

2. Makan makanan yang :

- Rendah lemak, kolesterol, garam, dan gula. Hal ini mungkin yang sedikit sulit, apalagi bagi saya sebagai pecinta kuliner dan cukup mendewakan gorengan sebagai kudapan favorite. Tapi tidak ada salahnya jika kita mulai menguranginya. Pun dengan saya akan mencobanya.

- Tinggi serat, asam lemak omega. Hal ini cukup mudah seperti dengan memperbanyak makan sayur, buah, dan ikan.

3. Aktifitas Fisik.

Aktifitas fisik dapat dilakukan seperti jalan kaki, lari pagi, naik turun tangga, dll minimal 30 menit/hari atau 5kali/minggu.

4. Kurangi stress.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress. Misalnya, menyalurkan hobby disela kesibukan atau sering-seringlah untuk piknik. :D

5. Cek rutin ke dokter atau puskesmas

Hal ini mungkin yang jarang dilakukan mengingat kebanyakan masyarakat kita hanya akan ke dokter saat sudah merasakan suatu keluhan. Ada baiknya secara berkala kita cek kondisi kesehatan kita ke dokter.


H2 Health & Happiness Superba Krill Oil

Setelah dr. Emy memberikan penjelasan mengenai pengetahuan seputar kesehatan dan kolesterol, Kalbe kemudian memperkenalkan H2 Health and Happiness, yakni rangkain suplemen kesehatan dengan bahan-bahan terbaik dari alam. Salah satu suplemen tersebut adalah Superba Krill Oil. Superba Krill Oil dari H2 Health & Happiness adalah suplemen berbahan dasar Ekstrak Krill dari Lautan Antartika.

Krill Oil merupakan sumber Omega 3 Phospolipid yang kaya akan kandungan DHA, EPA, serta Astaxanthin yang tinggi antioksidan alami sehingga mampu membantu :

Sumber : http://h2healthandhappiness.com/

Tahukah Anda Fakta Superba Krill Oil?

Omega 3 kini tidak terbatas dalam bentuk minyak ikan saja. Superba Krill Oil hadir sebagai sumber Omega 3 Superior, dengan ukuran lebih kecil dan manfaat kesehatan yang lebih besar. Krill Oil hidup di kedalaman Laut Antartika sehingga menjadikan Krill Oil bebas dari merkuri karena belum terkena polusi.

Phospolipid dalam Superba Krill oil mampu meningkatkan penyerapan Omega 3, sehingga dapat bekerja lebih efektid dalam dosis yang lebih kecil. Mudah dicerna dalam lambung dan tidak menimbulkan rasa mual.

Superba Krill Oil juga mengandung Astaxanthin yang merupakan sumber antioksidan alami. Antioksidan di dalamnya terbukti 48x lebih banyak dari minyak ikan biasa.


Proses Panen dengan Eco-Harvesting© & Pengolahan Berstandar Internasional

Krill dipanen dengan sistem penangkapan yang ramah lingkungan dan langsung diolah di atas kapal, sehingga kelestarian dan kualitasnya sangat terjaga. Sebagai penghuni terbawah pada rantai makanan, Krill bebas dari kontaminasi organisme lain.

Lalu, apa bedanya dengan minyak ikan? Apa kelebihan Superba Krill Oil ini dibandingkan minyak ikan?

Sumber : http://h2healthandhappiness.com

Superba Krill Oil
Bagaimana cara kerja H2 Health & Happiness Superba Krill Oil? Bisa dilihat di video berikut ini :

Sumber : https://www.youtube.com/

Testimoni

Selesai acara bincang-bincang siang itu, saya juga berkesempatan untuk cek kolesterol saya oleh Kalbe. Awalnya saya ragu meski ahirnya saya lakukan juga. Hasil indicator alat saat itu menunjukkan angka 205, di atas batas aman mengingat untuk kadar kolesterol yang baik adalah di bawah 200. Mba Ria dari kalbe menyarankan saya untuk mengkonsumsi Superba Krill Oil untuk menurunkan kolesterol saya. Saya diminta mengkonsumsi 2 kapsul sebelum tidur selama 5 hari, meski sebenarnya aturan pakai cukup 1 kapsul. Hal itu agar hasilnya bisa cepat terlihat. Sayangnya, saya lupa untuk cek kembali kolesterol saya saat sudah 5 hari berjalan. Saya baru cek lagi saat memasuki hari ke 10, dan ternyata hasilnya LO. Setelah itu saya berhenti mengkonsumsi Superba Krill Oil untuk sementara dan cek kembali seminggu setelahnya. Hasilnya adalah HI. Sejak itu saya kembali mengkonsumsi Superba Krill Oil sesuai aturan pakai, yakni 1 tablet sebelum tidur. Setelah sekitar 10 hari saya cek kembali dan hasilnya adalah 138.

Hasil Test Kolesterol berskala

Catatan : Selama mengkonsumsi Superba Krill Oil saya masih makan & aktifitas seperti biasa. Hanya mengurangi makanan berminyak & jeroan. 

Saya cukup puas dengan hasil yang saya dapat. Dengan mengikuti aturan pakai, yakni 1 kapsul sebelum tidur, mengurangi makanan berlemak, dan menambah aktifitas fisik, saya mendapat angka bagus yakni 138 yang artinya kadar kolesterol saya normal.

Konsumsi 1 Kapsul sebelum tidur & pola makan yang sehat

Nah, semenjak ada Superba Krill Oil ini, saya jadi tidak kawatir lagi untuk menikmati beragam kuliner khas dimanapun saya traveling. Superba Krill Oil membantu saya untuk mengontrol kolesterol dalam tubuh saya. Jadi, selain memulai menerapkan 4 pilar gizi seimbang ada baiknya mengkonsumsi Superba Krill Oil untuk membantu mengontrol kadar kolesterol, agar kita tetap bisa jalan-jalan dan makan-makan. Pokoke Mak Nyusss! (eh ini mah tagline Pak Bondan) hihihi

Wisata Kuliner lagi yuk? :)


*Tulisan ini saya ikut sertakan Kompetisi Blog H2 Kalbe Farma


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
Senin, 30 Mei, 2016 delete

suka kuliner, kolestrol mengancam. Ini yang biasanya saya abaikan :(

Reply
avatar
Sabtu, 04 Juni, 2016 delete

Hihihi yuk mulai atur pola hidup sehat. :D

Reply
avatar
Sabtu, 04 Juni, 2016 delete

Perbanyak traveling biar makin sehat dan happy hehehhe

Reply
avatar