Belakangan, demam Korea semakin menjangkiti masyarakat kita, khususnya kaum perempuan. Mulai dari yang masih ABG sampai dewasa sekali pun h...
Belakangan, demam Korea semakin
menjangkiti masyarakat kita, khususnya kaum perempuan. Mulai dari yang masih ABG
sampai dewasa sekali pun hafal judul drama korea di luar kepala. Belum lagi
dengan group K-pop yang bahkan nama-nama personilnya saja dengan sangat mudah
mereka ingat. Maka tak heran jika budaya dan kebiasaan dari negeri gingseng ini
dengan sangat mudah terbawa ke kehidupan masyarakat kita. Gaya busana, gaya
rambut, sampai gaya makan pun, satu per satu diimpor ke tanah air. Resto yang
menyajikan kuliner ala Korea pun semakin menjamur dimana-mana. Seperti di Solo,
kamu bisa menemukan Kimchi Korean Restaurant.
Kimchi Korean Restaurant berada
di Jalan Veteran No. 190 Surakarta. Beragam jenis makanan khas Korea bisa kamu
nikmati di resto ini. Mulai dari yang porsi personal hingga porsi untuk
rame-rame. Kamu yang muslim juga tak perlu khawatir karena semua menu yang
ada di resto ini dipastikan halal. Dari beragam menu yang dihadirkan, berikut
ini beberapa di antaranya yang patut kamu coba:
1. Budae
Jeongol
 |
| Budae Jeongol - Kimchi Korean Restaurant Solo |
Jika kalian berkunjung ke Kota Jogja, kuliner apa yang langsung ada di pikiran kalian? Gudeg? Pasti. Tapi pernah juga gak sih, saat berada ...
Jika kalian berkunjung ke Kota Jogja,
kuliner apa yang langsung ada di pikiran kalian? Gudeg? Pasti. Tapi pernah juga
gak sih, saat berada di kota ini ingin mencicipi kuliner khas desa yang sekarang
ini sudah jarang kita temukan? Makanan desa yang saya maksud, adalah sajian makanan
yang biasa kita jumpai di kampung atau desa. Jika kita susun daftarnya mungkin
satu buku tak cukup lho saking banyaknya. Barangkali kita masih bisa menemukan
beberapa di antaranya setiap hari sekalipun tinggal di kota. Namun apa semua
itu akan tersaji secara bersamaan dan dengan cita rasa yang benar-benar ndeso?
 |
| Pak Kades Jambuluwuk Malioboro Hotel Jogja |
Seperti jalan kampung pada umumnya, tak terlalu lebar dan mulus, memaksa pengendara bermotor mau tak mau melambatkan lajunya. Pun dengan sa...
Seperti jalan kampung pada
umumnya, tak terlalu lebar dan mulus, memaksa pengendara bermotor mau tak mau
melambatkan lajunya. Pun dengan saya. Tak apa, toh saya juga sedang tidak
diburu oleh waktu. Kampung ini cukup padat, terlihat dari deretan rumah yang
cukup rapat. Bahkan gang yang saya lalui semakin menyempit. Sementara, sejauh mata memandang, payung warna-warni terlihat memenuhi pelataran beberapa rumah
hingga ke bahu jalan. Saya sedang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring,
Kabupaten Klaten. Desa sentra payung lukis yang tersohor sejak dulu kala.
 |
| Payung Lukis Ngudi Rahayu Juwiring Klaten |
Terhitung, saya sudah dua kali mengunjungi Kota Banyuwangi. Kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini memang memiliki banyak potensi w...
Terhitung, saya sudah dua kali mengunjungi
Kota Banyuwangi. Kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini memang memiliki
banyak potensi wisata yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Pun dengan wisata
kulinernya. Pertama kali mengunjunginya, saya tak sempat mencicipi satu pun
kuliner khasnya. Maka kunjungan kedua menjadi agenda wajib bagi saya.
 |
| Rujak Soto Bu Sum Banyuwangi |
Saat trip #EmejingJombang beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger lain diajak sang tuan rumah @alidabdul untuk mencicipi beberap...
Saat trip #EmejingJombang beberapa
waktu lalu, saya dan teman-teman blogger lain diajak sang tuan rumah
@alidabdul
untuk mencicipi beberapa kuliner khasnya yang termasyhur. Ini salah satu permintaan saya sejak awal,
mengingat Jombang tidak memiliki banyak destinasi wisata, sehingga kuliner
menjadi daftar yang wajib ada di itinerary.
 |
| Nasi Kikil Bu Tandur Jombang |
Bagi saya, pantai merupakan salah satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan hilang dengan sendirinya saat...
Bagi saya, pantai merupakan salah
satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan
hilang dengan sendirinya saat melihat birunya laut, mendengarkan deburan ombak,
menginjak pasir pantai, dan merasakan hembusan angin sepoi. Ada kerinduan saat
beberapa waktu tak menjumpainya.
 |
| Pantai Torohudan Gunungkidul DIY |
Malam minggu di Jogja itu bagi saya candu. Walaupun sudah jadi rahasia umum lagi, bagaimana kemacetan Jogja saat weekend , tapi nyatanya ta...
Malam minggu di Jogja itu bagi
saya candu. Walaupun sudah jadi rahasia umum lagi, bagaimana kemacetan Jogja
saat weekend, tapi nyatanya tak ada
yang kapok untuk kembali. Termasuk juga saya. Tempat tongkrongan yang asik dan
variatif menjadi salah satu alasannya. Coba saja kunjungi satu per satu tempat
makan atau tongkrongan di Jogja. Saya berani taruhan setahun belum juga khatam.
Bakalan ada lagi, nambah lagi, muncul lagi. Gitu aja terus.
 |
| Barbeque Bar Rooftop Kitchen & Lounge Satoria Hotel |
Semarang merupakan ibukota provinsi dimana saya berdomisili. Tapi nyatanya saya jarang mengunjunginya dan lebih sering berada di provinsi t...
Semarang merupakan ibukota
provinsi dimana saya berdomisili. Tapi nyatanya saya jarang mengunjunginya dan
lebih sering berada di provinsi tetangga, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Maklum
saja jika saya lebih hafal tempat tongkrongan yang asik di Jogja, dibandingkan
yang ada di Semarang. Tapi, beberapa waktu lalu saya baru saja menemukan salah
satu tempat yang asik di kota lumpia ini, yakni Verve Bistro & Coffee Bar.
 |
| Verve Bistro Coffee Bar Semarang |
Barelo Swiss Belinn tak pernah berhenti untuk berenovasi menghadirkan menu-menu terbaik untuk para pecinta kuliner di Kota Solo. Baru-baru...
Barelo Swiss Belinn tak pernah
berhenti untuk berenovasi menghadirkan menu-menu terbaik untuk para pecinta
kuliner di Kota Solo. Baru-baru ini, menu makan siang istimewa kembali dihadirkan.
Tak hanya itu, paket afternoon tea juga siap memanjakan lidah kamu yang ingin
menghabiskan sore bersama teman ataupun keluarga. Seperti apa kedua paket
tersebut? berikut ini, saya punya sedikit ulasannya.
Makan Siang dengan Nasi Campur
Saripetojo
 |
| Nasi Campur Saripetojo |
Salah satu alasan saya suka Jogja adalah kulinernya yang beragam. Mau makan apa, kayaknya mudah saja di kota ini. Mulai dari yang kaki lima...
Salah satu alasan saya suka Jogja
adalah kulinernya yang beragam. Mau makan apa, kayaknya mudah saja di kota ini.
Mulai dari yang kaki lima hingga bintang lima, ada. Mulai dari yang tradisional
hingga western, ada juga. Beberapa
kedai atau tempat makan bahkan dikenal karena identik pada satu menu makanan tertentu.
Salah satunya adalah Bale Ayu yang sangat lekat dengan menu gurame.
Lokasi Bale Ayu
Bale Ayu awal berdiri pada tahun
2009 berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 6, kemudian buka di Jalan Magelang Km
6,3 A4, Jombor sejak 11 November 2016 lalu. Hal ini tentu menjadi kabar gembira
bagi masyarakat Jogja khususnya yang berada di bagian utara. Lokasinya yang
berada tepat di selatan ring road dan
fly over Jombor, membuat Bale Ayu makin
mudah dijangkau.
Menu di Bale Ayu
Meski identik dengan ikan gurame,
namun sebenarnya Bale Ayu memiliki beragam menu lain. Minggu lalu saya
berkesempatan mencicipi beberapa menu andalan dari Bale Ayu ini, baik menu
gurame atau menu lain yang juga tak boleh dilewatkan.
1. Gurame
Terbang Bale Ayu
 |
| Gurame Terbang Bale Ayu |
Di Citumang, selain bisa staycation nyaman dan tenang di HAU Eco Lodges , di lokasi ini kita juga bisa menikmati satu atraksi wisata yang s...
Di Citumang, selain bisa
staycation nyaman dan tenang di HAU Eco Lodges, di lokasi ini kita juga bisa menikmati satu atraksi wisata yang sangat
menarik dan menguji adrenalin loh. Sungai Citumang memang masih menjadi daya tarik utama untuk wisatawan
yang berkunjung. Selain jernih, debet airnya pun cukup stabil sehingga aman
jika digunakan sebagai lokasi atraksi wisata air, seperti
body rafting.
 |
| Body Rafting Sungai Citumang |
Pepohonan hijau dan aliran air sungai nan jernih tersaji di depan mata begitu pintu saya buka. Sementara, gemericik air dan kicauan burun...
Pepohonan hijau dan aliran air
sungai nan jernih tersaji di depan mata begitu pintu saya buka. Sementara, gemericik
air dan kicauan burung juga terdengar begitu syahdu menyapa kedua telinga. Suasana
inilah yang begitu diidamkan setiap orang yang jengah akan hiruk pikuk suatu
kota. Pagi itu, saya berada di sebuah penginapan berkonsep kontainer/peti kemas di tepi
Sungai Citumang, HAU Eco Lodges.
 |
| HAU Eco Lodges Citumang |
Mengunjungi sebuah daerah kurang lengkap bukan jika tidak berburu dan mencicipi makanan khas daerah tersebut? Nah jika berkunjung ke Bangka...
Mengunjungi sebuah daerah kurang
lengkap bukan jika tidak berburu dan mencicipi makanan khas daerah tersebut?
Nah jika berkunjung ke Bangka Selatan, beberapa makanan berikut ini wajib masuk
daftar kuliner yang harus kamu cicipi.
1. Lempah
Kuning
 |
| Lempah Kuning Bangka |
Cari tempat makan bareng teman-teman itu susah-susah gampang. Iya kalau semua teman omnivora macam saya, yang bisa makan apa saja. Tapi yan...
Cari tempat makan bareng
teman-teman itu susah-susah gampang. Iya kalau semua teman omnivora macam saya,
yang bisa makan apa saja. Tapi yang namanya beda orang beda selera. Ada yang tak suka ini lah, tak suka itu lah,
harus begini harus begitu. Jadi susah bukan? Maunya sih, bisa makan sambil
nongkrong di satu tempat, tapi bisa makan sesuai selera masing-masing. Eh tapi,
kalau di Solo saya punya rekomendasinya lho. Tidak hanya nyaman untuk nongkrong
seharian, di sini kita akan disodorkan beragam menu yang cocok bagi semua selera.
Tepatnya ada di La Taverna, Jalan Siwalan No 66, Kerten, Laweyan, Surakarta.
Saya sudah beberapa kali makan bareng teman di tempat ini. Selain menunya beragam, tempatnya
cozy banget. Menu andalan saya sih biasanya aneka steak. Tapi baru-baru ini La
Taverna sedang rajin mengenalkan menu serba jamur. Jamur tersebut diolah menjadi
aneka masakan pengganti daging. Mulai dari sate jamur, tongseng jamur, pepes
jamur, rendang jamur, dan masih banyak lagi. Rasanya? Saya jamin jika tidak dikasih
tahu sebelumnya, kamu tidak akan sadar kalau yang sedang kamu kunyah bukanlah
daging melainkan jamur. Lalu, ada apa saja dan bagaimana rasanya? Berikut ini
beberapa menu jamur yang sudah sempat saya cicipi.
1. Sate Jamur
 |
| Sate Jamur La Taverna |
Toboali merupakan nama kota sekaligus nama ibukota kecamatan, juga sebagai ibukota Kabupaten Bangka Selatan. Kota ini dapat ditempuh sekita...
Toboali merupakan nama
kota sekaligus nama ibukota kecamatan, juga sebagai ibukota Kabupaten Bangka
Selatan. Kota ini dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Pangkal Pinang. Memiliki
luas sekitar 1.460,36 km,
Toboali kaya akan sejarah dan panorama alam. Mulai dari bangunan tua hingga
pantai cantik bertebaran di setiap sudutnya. Tak heran jika Toboali kini menjadi
salah satu destinasi wajib wisatawan saat berkunjung ke Pulau Bangka.
Nah, jika kamu berkesempatan mengunjungi kota ini, berikut beberapa destinasi
wisata yang tak jauh dari pusat Kota Toboali yang bisa kamu kunjungi. Bahkan
beberapa diantaranya bisa ditempuh cukup dengan berjalan kaki.
1. Benteng Toboali
 |
| Benteng Toboali Bangka Selatan |
Saya masih asik mengamati suasana di luar jendela bus siang itu. Rumah-rumah yang berderet di perkampungan tepi jalan raya menarik perhatia...
Saya masih asik mengamati suasana
di luar jendela bus siang itu. Rumah-rumah yang berderet di perkampungan tepi
jalan raya menarik perhatian. Bentuk dan modelnya hampir serupa. Berdinding
tembok bagian bawah sementara di atasnya merupakan susunan papan kayu yang tertata
dengan rapi. Beberapa sudah terlihat usang dimakan usia, sementara sesekali bangunan
tembok modern tampak menonjol di antaranya.
Bus masih melaju menuju Toboali.
Sekitar satu jam perjalanan, tiba-tiba bus berbelok ke kanan, keluar dari jalur
beraspal dan berganti dengan jalan berkontur tanah padat. Spontan saya kembali
mengamati suasana sekitarnya. Galian-galian bekas tambang terlihat tak terurus,
sementara rumput dan tanaman liar tumbuh subur mengitarinya. Tak berselang
lama, bus berhenti, dan Mba Yana bersuara, “Yuk
kita turun. Kita sampai di Danau Air Biru”.
Kami turun dari bus satu per
satu. Gundukan-gundukan tanah berwarna putih terlihat mengelilingi sebuah danau
berwarna biru. Tak sabar, saya segera melangkah menaiki satu sisi gundukan
untuk mengamatinya lebih dekat. Mata berbinar, seakan melihat secuil surga.
Iya, saya jatuh cinta pada pandangan pertama. “Ini kah yang mereka sebut bekas galian? Seindah ini?” gumam saya saking takjupnya.
 |
| Danau Kaolin Air Bara Bangka |
Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka Saya sudah berada di terminal 2F Bandara Soeta pagi itu sekitar jam tujuh pagi, sementara jadw...
 |
| Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka |
Saya sudah berada di terminal 2F
Bandara Soeta pagi itu sekitar jam tujuh pagi, sementara jadwal keberangkatan
pesawat yang akan saya tumpangi masih sekitar pukul 09.40 WIB. Sebuah pesan
saya kirimkan ke WAG (watsapp group) untuk menginformasikan posisi saya. Tak
disangka, seorang teman sudah lebih dulu berada di sana. Namanya willa, salah
satu peserta famtrip yang sama. Tak berselang lama, satu per satu teman lain menyusul, termasuk Om Don Hasman. So excited! Saya dan Bang Djuli bahkan menodong untuk berfoto bersama fotografer senior yang pernah berjalan kaki selama 35 hari melewati jalur Santiago de Compostela tersebut.
1. Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinas...
1. Gunung Api Purba Nglanggeran.
 |
| Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul |
Gunung
Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinasi utama di desa wisata ini. Gunung dengan ketinggian sekitar 700 Mdpl ini
terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang
lalu dan tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Butuh waktu satu hingga dua jam trekking untuk menuju puncaknya.
Jalur pendakian gunung api purba Nglanggeran merupakan jalan
setapak yang berupa anak tangga dan bebatuan. Bahkan kita juga harus melewati
sebuah celah tebing batu besar yang sempit dan hanya dapat dilewati oleh satu
orang saja. Di sini kita juga dapat menemukan sebuah batu yang berada di antara
celah tebing dan mengingatkan kita pada satu film 127 hours, sebuah film garapan Danny Boyle yang menceritakan
tentang seorang pendaki yang terjebak selama 127 jam dengan tangan yang
terhimpit oleh sebuah batu besar di antara dua tebing di Utah.
Kecintaan saya pada desa wisata terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi. Rasanya di setiap desa wis...
Kecintaan saya pada desa wisata
terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi.
Rasanya di setiap desa wisata, saya selalu menemukan berbagai potensi yang baru
dan berbeda. Saat saya dan teman-teman #EksplorDeswitaMalang berada di desa
wisata Sanankerto misalnya.
 |
| Desa Wisata Sanankerto |
Mobil yang kami tumpangi berhenti
di sebuah kantor desa. Kami pun segera beranjak turun dan mengambil tempat
untuk ngaso di pendapa kantor ini. Niat untuk rebahan di sebuah kursi panjang pun
saya urungkan saat melihat keunikan bangunan pendapa. Semua dekorasi mulai dari
atap hingga tiangnya terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian hingga
terlihat sangat epik. Saat sedang mengamati, teman lain menyadari hal yang sama & terlihat sibuk mengambil
gambar dari berbagai sisi. Maka tanpa perlu dijelaskan, saya meyakini potensi
andalan dari desa wisata ini pastilah kerajinan bambu.
Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada...
Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada siang hari dan diakhiri dengan buka bersama, sehingga selesai pada malam hari. Beruntung, saya tak perlu pulang malam itu juga. Sebuah hotel baru bintang empat di Semarang memberikan salah satu kamar terbaiknya untuk saya tempati. Hotel itu berada di Jl. MT Haryono No 312 - 316, Jagalan, Semarang, yakni
Gets Hotel.
 |
| Gets Hotel Semarang |
Follow Us
Temukan saya di :