Saya masih asik mengamati suasana di luar jendela bus siang itu. Rumah-rumah yang berderet di perkampungan tepi jalan raya menarik perhatia...

Saya masih asik mengamati suasana di luar jendela bus siang itu. Rumah-rumah yang berderet di perkampungan tepi jalan raya menarik perhatian. Bentuk dan modelnya hampir serupa. Berdinding tembok bagian bawah sementara di atasnya merupakan susunan papan kayu yang tertata dengan rapi. Beberapa sudah terlihat usang dimakan usia, sementara sesekali bangunan tembok modern tampak menonjol di antaranya.

Bus masih melaju menuju Toboali. Sekitar satu jam perjalanan, tiba-tiba bus berbelok ke kanan, keluar dari jalur beraspal dan berganti dengan jalan berkontur tanah padat. Spontan saya kembali mengamati suasana sekitarnya. Galian-galian bekas tambang terlihat tak terurus, sementara rumput dan tanaman liar tumbuh subur mengitarinya. Tak berselang lama, bus berhenti, dan Mba Yana bersuara, “Yuk kita turun. Kita sampai di Danau Air Biru”.

Kami turun dari bus satu per satu. Gundukan-gundukan tanah berwarna putih terlihat mengelilingi sebuah danau berwarna biru. Tak sabar, saya segera melangkah menaiki satu sisi gundukan untuk mengamatinya lebih dekat. Mata berbinar, seakan melihat secuil surga. Iya, saya jatuh cinta pada pandangan pertama. “Ini kah yang mereka sebut bekas galian? Seindah ini?”  gumam saya saking takjupnya.

Danau Kaolin Air Bara Bangka
Danau Kaolin Air Bara Bangka

Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka Saya sudah berada di terminal 2F Bandara Soeta pagi itu sekitar jam tujuh pagi, sementara jadw...

Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka
Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka
Saya sudah berada di terminal 2F Bandara Soeta pagi itu sekitar jam tujuh pagi, sementara jadwal keberangkatan pesawat yang akan saya tumpangi masih sekitar pukul 09.40 WIB. Sebuah pesan saya kirimkan ke WAG (watsapp group) untuk menginformasikan posisi saya. Tak disangka, seorang teman sudah lebih dulu berada di sana. Namanya willa, salah satu peserta famtrip yang sama. Tak berselang lama, satu per satu teman lain menyusul, termasuk Om Don Hasman. So excited! Saya dan Bang Djuli bahkan menodong untuk berfoto bersama fotografer senior yang pernah berjalan kaki selama 35 hari melewati jalur Santiago de Compostela tersebut.

1.   Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinas...

1. Gunung Api Purba Nglanggeran.

Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul
Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul
Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinasi utama di desa wisata ini. Gunung dengan ketinggian sekitar 700 Mdpl ini terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu dan tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit. Butuh waktu satu hingga dua jam trekking untuk menuju puncaknya.

Jalur pendakian gunung api purba Nglanggeran merupakan jalan setapak yang berupa anak tangga dan bebatuan. Bahkan kita juga harus melewati sebuah celah tebing batu besar yang sempit dan hanya dapat dilewati oleh satu orang saja. Di sini kita juga dapat menemukan sebuah batu yang berada di antara celah tebing dan mengingatkan kita pada satu film 127 hours, sebuah film garapan Danny Boyle yang menceritakan tentang seorang pendaki yang terjebak selama 127 jam dengan tangan yang terhimpit oleh sebuah batu besar di antara dua tebing di Utah. 

Kecintaan saya pada desa wisata terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi. Rasanya di setiap desa wis...

Kecintaan saya pada desa wisata terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi. Rasanya di setiap desa wisata, saya selalu menemukan berbagai potensi yang baru dan berbeda. Saat saya dan teman-teman #EksplorDeswitaMalang berada di desa wisata Sanankerto misalnya.

Andeman Desa Wisata Sanankerto
Desa Wisata Sanankerto 
Mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah kantor desa. Kami pun segera beranjak turun dan mengambil tempat untuk ngaso di pendapa kantor ini. Niat untuk rebahan di sebuah kursi panjang pun saya urungkan saat melihat keunikan bangunan pendapa. Semua dekorasi mulai dari atap hingga tiangnya terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian hingga terlihat sangat epik. Saat sedang mengamati, teman lain menyadari hal yang sama & terlihat sibuk mengambil gambar dari berbagai sisi. Maka tanpa perlu dijelaskan, saya meyakini potensi andalan dari desa wisata ini pastilah kerajinan bambu.

Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada...

Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada siang hari dan diakhiri dengan buka bersama, sehingga selesai pada malam hari. Beruntung, saya tak perlu pulang malam itu juga. Sebuah hotel baru bintang empat di Semarang memberikan salah satu kamar terbaiknya untuk saya tempati. Hotel itu berada di Jl. MT Haryono No 312 - 316, Jagalan, Semarang, yakni Gets Hotel.

Gets Hotel Semarang
Gets Hotel Semarang

Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejumlah destinasi wisata eksotis, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan ma...

Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejumlah destinasi wisata eksotis, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan manusia yang sering dijadikan tujuan wisata para backpacker. Untuk biaya penginapan sendiri, ada banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kocek para backpacker. Untuk memudahkan aktivitas selama berwisata di Lombok, backpacker disarankan menyewa sebuah kamar hotel murah di Mataram.

(sumber : tripadvisor.com)

Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bol...

Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bola dan cat warna warni. Tak hanya itu, deretan tembok rumah yang berada di sepanjang tepi sungai pun tak luput dari warna yang mencolok tersebut. Mulai dari merah, hijau, kuning, biru, dan warna lain yang berpadu dengan cantik dan menawan. 

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Siang itu, saya bersama beberapa teman dari Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah (Genpi Jateng) dan Ikatan Mas Mba Jawa Tengah (IMMJ) berada di Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa. Kali werno berasal dari kata kali yang berarti sungai, sementara werno berarti warna. Berada di Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, kampung ini tengah naik daun di media sosial berkat spot selfie yang instagramable tersebut. Hanya dalam hitungan minggu saja sejak kampung ini mempercantik diri, ratusan wisatawan datang membanjiri setiap hari.

Desa Wisata Kebonagung Bantul Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang...

Desa Wisata Kebonagung Bantul
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang sebagai pembatas setiap petaknya. Khas pedesaan. Sementara di dalam kendaraan, Mas Sitam tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya yang pernah mengunjungi desa wisata yang akan kami tuju ini. Benar, ini kali kedua baginya mengunjungi desa wisata Kebonagung Imogiri Bantul.

Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kami sampai di sekretariat desa wisata setempat. Sejumlah warga yang tengah menunggu kedatangan kami menyambut dengan ramah, pun dengan ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menyalami kami satu per satu. Pak Dalbya namanya. Siang itu ia bercerita banyak soal potensi wisata di desanya. Semangatnya membangun desa sangat terlihat jelas dari tuturnya yang begitu antusias. Desa ini sendiri mulai merintis sebagai desa wisata sejak tahun 1998, dan sempat porak poranda akibat gempa Jogja di tahun 2006. Untunglah semangat Pak Dalbiya dan masyarakatnya tak pernah surut untuk kembali membangunnya.

Akhir pekan lalu, saya dan beberapa teman travel blogger mendapat undangan sebuah acara city tour yang diselenggarakan oleh Paguyuban Put...

Akhir pekan lalu, saya dan beberapa teman travel blogger mendapat undangan sebuah acara city tour yang diselenggarakan oleh Paguyuban Putra Putri Solo. Acara tersebut berlangsung seharian, mulai dari jam 10.30 pagi hingga jam 8 malam. Acaranya sendiri bertajuk sejarah batik, sehingga destinasi kami tentulah tempat-tempat yang lekat dengan sejarah perkembangan batik di kota bengawan ini. Dimulai dari Museum Radya Pustaka, Rumah Pribadi Go Tik Swan, Kampung Batik Laweyan, hingga Kampung Batik Kauman.

City tour seharian dengan berjalanan kaki berkeliling Kampung Batik Laweyan & Kauman, tentu membuat rasa lelah begitu menumpuk. Kaki seakan mau copot dengan badan yang tak karuan. Rasanya ingin segera mandi dan merebahkan badan di kasur kemudian tidur hingga pagi. Apalagi hari itu saya datang bersama Hannif yang kebetulan sedang kurang fit. Agar tidak semakin drop kesehatannya, akhirnya kami memutuskan untuk stay dan memilih The Sunan Hotel Solo sebagai tempat kami bermalam.

The Sunan Hotel Solo
The Sunan Hotel Solo

Poncokusumo merupakan nama satu desa sekaligus nama kecamatan di Kabupaten Malang. Sejak 27 Mei 2001 Poncokusumo yang memiliki luas sekitar...

Poncokusumo merupakan nama satu desa sekaligus nama kecamatan di Kabupaten Malang. Sejak 27 Mei 2001 Poncokusumo yang memiliki luas sekitar 686,23 hektar diresmikan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Semeru atau tepatnya di sebelah selatan perbatasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Wisata Poncokusumo memiliki banyak potensi yang patut untuk digali. Setidaknya, ada 5 potensi yang pernah saya gali bersama teman-teman #EksplorDeswitaMalang yang harus kamu ketahui.

1. Wisata Petik Apel

Wisata Petik Apel Poncokusumo Malang
Wisata Petik Apel Poncokusumo Malang

Bisnis kuliner berupa oleh-oleh suatu kota, agaknya semakin diminati oleh kalangan artis Indonesia. Satu per satu nama artis Indonesia yang...

Bisnis kuliner berupa oleh-oleh suatu kota, agaknya semakin diminati oleh kalangan artis Indonesia. Satu per satu nama artis Indonesia yang biasa menghiasi layar kaca, kini mencoba merambah ke dunia pergoyangan lidah. Sebut saja Teuku Wisnu dengan Malang Strudel, Dude Herlino dengan Jogja Scrummy, Irfan Hakim dengan Makassar Baklave, Zaskia Sungkar dengan Snow Cake Surabaya, dan Ricky Harun dengan Bosang Makassar.

MAMAHKÉ JOGJA
MAMAHKÉ JOGJA
Dan kali ini giliran salah satu sutradara terbaik Indonesia Hanung Bramantyo bersama sang istri Zaskia Adya Mecca yang mencoba peruntungan di dunia yang sama. Masih dengan menawarkan sajian oleh-oleh yang berupa "cake" pasangan ini memilih Kota Jogja sebagai pasarnya. Hal ini tidaklah mengherankan sebab Kota Jogja merupakan kampung halaman Hanung.

Dinas ke luar kota adalah satu kesenangan tersendiri bagi seorang eksekutif muda. Tentunya dengan catatan mendapatkan kesempatan untuk seka...

Dinas ke luar kota adalah satu kesenangan tersendiri bagi seorang eksekutif muda. Tentunya dengan catatan mendapatkan kesempatan untuk sekadar memanjakan diri sejenak setelah lelah mengurusi urusan bisnis. Apalagi jika kota tujuan dinas luar kotanya adalah kota wisata seperti Lembang.

Kota sejuk yang terletak di Kabupaten Bandung Barat ini memiliki banyak destinasi menarik yang bisa dijadikan lokasi pertemuan dan acara bisnis. Banyaknya fasilitas penginapan berkualitas juga adalah salah satu keunggulannya. Sebut saja Hotel Grand Paradise Lembang yang berada di Jalan Raya Tangkuban Perahu No. 50. Hotel yang satu ini pas sekali untuk dijadikan pilihan menginap para eksekutif muda.

Arsitektur ala Romawi dan Yunani yang Menawan

Grand Paradise Hotel Lembang
Grand Paradise Hotel Lembang