Sudah tahu kan Epice Restaurant dari Alila Hotel Solo punya paket buffet dinner setiap Jumat dan Sabtu. Ini pernah saya singgung di tulisa...
Sudah tahu kan Epice Restaurant dari Alila Hotel Solo punya paket
buffet dinner setiap Jumat dan Sabtu. Ini pernah saya singgung di tulisan saya
di sini. Paket
buffet dinner ini memanjakan para tamu dengan beragam sajian yang bisa dipilih mulai dari
appetizer, main course, hingga
dessert. Menariknya, sajian yang dihidangkan merupakan kuliner khas dari suatu negara, dan akan berganti konsep setiap 2 bulan sekali. Hal ini selain membuat para tamu tidak merasa bosan dengan sajian yang sama, juga dapat memperkaya referensi tentang kuliner dari satu negara ke negara lainnya. Misalnya, setelah awal tahun lalu Epice mengusung tema kuliner timur tengah, pada bulan Maret hingga April nanti Epice menghadirkan sajian kuliner dari tanah hindustan aka India.
 |
| Epice Restaurant Alila Hotel Solo |
Senang rasanya saat saya berkesempatan diundang untuk mencoba buffet dinner dengan konsep ala India ini. Bagaimana tidak, India memiliki segudang kuliner khas seperti di negara kita. Seperti halnya di Indonesia, setiap daerah memiliki kuliner khas masing-masing yang juga kaya rasa dengan bumbu rempah yang melimpah. Hal ini yang membuat saya semakin penasaran untuk mencicipi cita rasanya. Apalagi serial drama India yang banyak bersliweran di TV nasional sering menayangkan berbagai sajian kulinernya tersebut membuat kuliner India semakin populer terdengar di telinga. Sebut saja biryani, naan, papadum, tikka masala, dosa, pani puri, dll. Nah, di buffet dinner dari epice restaurant ini juga menyajikan puluhan kuliner India tersebut. Saking banyaknya, saya tidak mampu menghafalnya. Tapi, dari berbagai macam pilihan itu, ada beberapa menu yang menjadi andalan. Berikut diantaranya :
Berkunjung ke desa wisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menikmati liburan yang berkwalitas. Apalagi bagi seseorang yang rut...
Berkunjung ke desa wisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menikmati liburan yang berkwalitas. Apalagi bagi seseorang yang rutinitas kesehariannya berada di perkotaan. Suasana pedesaan yang masih asri, udara tanpa polusi, masyarakat yang ramah, budaya yang kental, hingga kearifan lokal merupakan sederetan alasan kenapa desa wisata menjadi tempat yang tepat menghabiskan masa liburan. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan ratusan desa wisata. Tercatat sekitar 135 desa wisata berada di provinsi yang istimewa ini, sementara Kabupaten Sleman menyumbang angka sekitar 38 desa wisata yang dapat dikunjungi. Setiap desa wisata memiliki dan menawarkan berbagai potensi dan aktivitas yang berbeda. Salah satu desa wisata di Sleman yang memiliki potensi menarik adalah Desa Wisata Malangan.
Desa wisata Malangan berada di Sumber Agung, Moyudan, Sleman. Desa wisata ini dikenal dengan beragam potensi kerajinan. Untuk menuju desa wisata ini sangatlah mudah karena terletak di tepi jalan raya utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dengan Kabupaten Kulon Progo. Dari Ibukota Kabupaten Sleman berjarak sekitar 15 km atau 30 menit perjalanan, dan kurang lebih 16 km dari pusat kota Yogyakarta. Jika ditempuh dengan angkutan umum bisa naik bus pemuda dan minibus jurusan Kulon Progo. Lalu apa saja yang bisa kita lihat dan kita lakukan di desa wisata ini? berikut beberapa diantaranya :
1. Bersepeda Keliling Desa
 |
| Bersepeda Keliling Desa Wisata Malangan |
Off Road Dewa Bejo Bejiharjo Kabut pagi masih nampak menutupi sebagian tambak dan persawahan di sekitar. Para penghuni homestay sudah m...
 |
| Off Road Dewa Bejo Bejiharjo |
Kabut pagi masih nampak menutupi sebagian tambak dan persawahan di sekitar. Para penghuni homestay sudah memulai aktifitas. Beberapa orang memilih berjalan menyusuri pematang sawah demi mendapatkan gambar, sebagian lainnya menikmati kopi sambil saling lempar obrolan, sisanya masih sibuk dengan bantal, make up, atau barangkali urusan hajatnya. Sedangkan saya? memilih untuk live IG dan menyapa khalayak ramai yang ada di dalamnya. Tak ada yang mengikuti? tak apa, toh koneksi kala itu hasil tumpangan. Yang penting live. Titik. *prinsip* Di sana, saya bercerita sedang berada di salah satu homestay Dewa Bejo di Desa Wisata Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul bersama 8 travel blogger lain untuk mencoba salah satu wisata baru di tempat ini. Tengah asik bercerita, tiba-tiba deru mesin jeep terdengar meraung dan semakin dekat. Mereka lah yang kami tunggu, Mas Arif dan kedua temannya. Mereka yang akan membawa kami bersembilan untuk menerabas jalanan berbatu dan berlumur dengan off road. Yeay!
Mobil L300 yang kami tumpangi melaju di jalan perkampungan yang semakin lama semakin sepi. Sesekali hanya terlihat pepohonan di samping kir...
Mobil L300 yang kami tumpangi melaju di jalan perkampungan yang semakin lama semakin sepi. Sesekali hanya terlihat pepohonan di samping kiri dan kanan tanpa ada penerangan. Malam itu kami memang harus berganti mobil tersebut setelah sebelumnya bus kami hanya mampu mengantar kami hingga kantor Kecamatan Bener Purworejo saja karena jalanan berikutnya yang sempit, berliku, dan naik turun. Saya belum bisa membayangkan seperti apa tempat yang kami tuju, yang saya tau saat itu mata semakin lengket menahan kantuk. Sesekali saya periksa suasana sekitar saat tiba-tiba mobil kami terdengar meraung pertanda sebuah tanjakan tengah kami lalui. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, dan kami pun sampai di desa yang kami tuju, Desa Wisata Benowo.
 |
| Gunung Kunir Benowo Purworejo |
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Bus yang kami tunggu belum juga terlihat, padahal jika sesuai itinerary bus seharusnya datang jam 1...
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Bus yang kami tunggu belum juga terlihat, padahal jika sesuai itinerary bus seharusnya datang jam 11 siang. Saya dan Mas Ardian sudah berada di suatu kedai di Kota Purworejo untuk menunggu rombongan teman-teman travel blogger peserta famtrip yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah. Rencananya, kami akan explore beberapa destinasi wisata di Purworejo - Kebumen selama 3 hari. Berhubung kami terlalu jauh jika datang ke meeting point di Semarang, jadilah kami berdua menunggu di Purworejo. Tak lama, bus yang kami tunggu-tunggu tiba. Kami saling menyapa & berkenalan. Total ada 18 travel blogger yang berasal dari berbagai daerah. Beberapa orang memang sudah saya kenal sebelumnya, sedangkan beberapa orang lainnya baru saya kenal di famtrip kali ini. Selesai beramah tamah, kamipun segera bersiap ke destinasi pertama, yakni rafting di Sungai Bogowonto.
 |
| Rafting Sungai Bogowonto Purworejo |
Saat sedang berwisata, apa sih yang lebih banyak kamu lakukan? bersantai menikmati suasana dan pemandangan, atau lebih banyak melakukan akt...
Saat sedang berwisata, apa sih yang lebih banyak kamu lakukan? bersantai menikmati suasana dan pemandangan, atau lebih banyak melakukan aktifitas fotografi? Nah, buat yang lebih suka berfoto, bagaimana jika kali ini saya mengajak kamu untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di Jogjakarta yang memang diperuntukkan bagi mereka yang suka berpose di depan kamera. Tak hanya pose biasa, karena kita akan menikmati sensasi berada di dunia terbalik. Yes, mari kunjungi Upside Down World Jogja.
 |
| Upside Down World Jogja |
Saya masih ingat beberapa bulan lalu saat seorang teman mengajak untuk mencoba sebuah wahana wisata baru di daerah Karanganyar, yakni river...
Saya masih ingat beberapa bulan lalu saat seorang teman mengajak untuk mencoba sebuah wahana wisata baru di daerah Karanganyar, yakni river tubing Sungai Senatah. Nah, river tubing ini bisa dikatakan rafting/arung jeram versi mini karena medan dan alat yang digunakan lebih sederhana. Jika rafting biasanya di sungai dengan arus yang cukup deras, nah tubing ini dilakukan di sungai yang lebih kecil. Selain itu, jika rafting memakai perahu karet, tubing hanya menggunakan ban karet. Belum kesampaian ajakan teman saya untuk mencoba tubing ini, saya justru dapat kesempatan saat Famtrip International Student, Blogger, & Media oleh Dinas Kebudayaan & Pariwisata (sekarang Dinas Pemuda, Olahraga & Pariwisata) Jawa Tengah akhir tahun kemarin. River Tubing ini kami lakukan bersama Senatah Adventure.
 |
| Tubing River Senatah Adventure Karanganyar |
Menghabiskan waktu akhir pekan atau saat lagi libur tidak harus jalan-jalan ke luar kota, atau pergi ke tempat wisata. Terkadang staycation...
Menghabiskan waktu akhir pekan atau saat lagi libur tidak harus jalan-jalan ke luar kota, atau pergi ke tempat wisata. Terkadang
staycation menjadi pilihan lain yang sangat tepat.
Leyeh-leyeh di sebuah hotel atau resort sambil menikmati berbagai macam fasilitas di dalamnya menjadi cara yang ampuh menghilangkan stres bagi sebagian orang. Tempatnya pun tak perlu jauh-jauh, bisa cari hotel/resort dalam kota. Kita bisa menikmati fasilitas hotel/resort yang tidak bisa kita dapatkan di rumah. Nah, saya pribadi lebih senang
staycation dengan memilih tipe
boutique hotel atau
resort. Alasannya, sudah pasti karena memiliki konsep yang berbeda dan khas dibandingkan standart hotel-hotel berbintang. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah The Westlake Resort Jogja.
 |
| The Westlake Resort Jogja |
Pagi itu saya sudah berada di sumber baru motor Kalasan Jogjakarta bersama sekitar 25 teman blogger & vlogger lainnya. Rencananya, kam...
Pagi itu saya sudah berada di sumber baru motor Kalasan Jogjakarta bersama sekitar 25 teman blogger & vlogger lainnya. Rencananya, kami akan diajak touring ke Pantai Sepanjang Gunungkidul sekaligus test drive beberapa tipe motor dari Yamaha. Acara yang bertajuk "Wisata Asik Yamaha" ini memang tak hanya mengajak blogger/vlogger dengan niche otomotif saja, namun juga travel blogger seperti saya. Jadi selain bisa mencoba beberapa tipe motor Yamaha untuk touring pendek ini, juga bertujuan untuk mengekspos wisata yang ada di Gunungkidul.
 |
| Wisata Asik Yamaha |
Makanan Jawa Timur mayoritas memang dikenal dengan rasa yang dominan asin, seperti Balap Lontong yang sudah saya posting sebelumnya. Namun...
Makanan Jawa Timur mayoritas memang dikenal dengan rasa yang dominan asin, seperti
Balap Lontong yang sudah saya posting sebelumnya. Namun nyatanya tidak semua demikian. Ada satu kuliner khas Kota Surabaya yang rasanya dominan manis, bahkan terlampau manis bagi saya yang berlidah Jawa Tengah. Kuliner khas tradisional ini konon sudah mulai langka dan sulit ditemukan. Mereka biasa menyebutnya dengan semanggi atau dikenal juga dengan pecel semanggi.
 |
| Pecel Semanggi Surabaya |
Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Surabaya. Meski belum dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di sana, namun saya sudah sempat...
Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Surabaya. Meski belum dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di sana, namun saya sudah sempat mencicipi beberapa kuliner khas nya. Salah satu yang cukup legendaris adalah Lontong Balap Pak Gendut yang ada di Jl. Kranggan No 60. Kedua teman saya Gabby & Alysa lah yang menemani & merekomendasikannya untuk saya cicipi saat berburu kuliner di Kota Pahlawan ini.
 |
| Lontong Balap Pak Gendut |
Setelah beberapa tahun tinggal di Kota Bogor, saya sedikit terkejut saat kembali ke Kota Solo tahun lalu. Di sepanjang jalan utama baik di ...
Setelah beberapa tahun tinggal di Kota Bogor, saya sedikit terkejut saat kembali ke Kota Solo tahun lalu. Di sepanjang jalan utama baik di sebelah kanan & kiri terlihat bangunan modern yang menjulang tinggi. Mall dan hotel bintang 3 hingga bintang 5 bagai disulap dalam sekejap dan mendadak berdiri tegak. Salah satu bangunan yang menyita perhatian saya adalah Alila Hotel yang berada di Jl. Slamet Riyadi No.562 tepatnya di pertigaan Faroka.
 |
| Alila Solo (sumber: http://www.alilahotels.com/solo) |
Follow Us
Temukan saya di :