![]() |
| Museum Gunung Merapi |
Sleman merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lumbung wisata di Provinsi DIY. Puluhan destinasi wisata di kabupaten ini meliputi wisat...
Mengenal Sang Mahaguru Merapi Lewat Museum Gunung Merapi (MGM)
Terkadang kita harus merelakan suatu hal untuk mendapat hal yang lainnya. Mungkin itu juga yang baru saya lakukan akhir pekan lalu. Seharus...
Serunya #FamTripJateng 3D2N Bersama International Student
Kota Boyolali selain dikenal sebagai Kota Susu juga dikenal sebagai kota yang memiliki panorama alam yang sangat indah. Hal tersebut tidakl...
Bukit Gancik; Menikmati Panorama Gunung Merapi Lebih Dekat
![]() |
| Gancik Hill Top Selo Boyolali |
Suka sop buntut? Jika kamu salah satu penggemarnya, cobalah simak ulasan saya kali ini. Yapz, saya akan membahas salah satu hotel di Solo B...
Dalam rangka menyambut kepulangan @ayunqee dari Tanah Hindustan, sekaligus mengobati rindu bermalam di tepi pantai, akhir bulan lalu saya ...
Camping & Hammocking di Pantai Sanglen Gunungkidul
Sumber Image : http://www.jawaban.com/ Banyak hal yang harus di persiapkan saat seseorang akan melakukan liburan. Bukan hanya soal itin...
Tips Perencanaan Keuangan untuk Liburan
| Sumber Image : http://www.jawaban.com/ |
Sering lupa bawa dompet, uang cash, kartu ATM, dll? Atau lupa isi saldo pulsa dan jauh dari konter HP, ATM, minimarket, atau penyedia pul...
SAKUKU; Bikin Hangout Makin All Out!
Menikmati panorama kebun teh di pegunungan, sambil menikmati seduhan berbagai macam varian teh bersama keluarga atau teman-teman pasti sang...
Nikmatnya Menyesap Secangkir Teh di Rumah Teh Ndoro Donker Karanganyar
![]() |
| A cup of tea would restore my normality." ― Douglas Adams |
Berawal dari obrolan saya dengan Mas Bayu untuk mengisi liburan, (di tulisan blog Mas Bayu yang beralamat di sini dikatakan "berawa...
Pantai Srau; Tiga Pesona Dalam Satu Nama
![]() |
| Pantai Srau |
![]() |
| Pantai Srau Pacitan, Jawa Timur. |
Sumber : google.com Ada 2 type orang dalam melakukan sebuah perjalanan. Sebagian orang lebih suka berencana dan mempersiapkan segala se...
Trip Mendadak Saat Duit Cekak? Ini Tipsnya!
| Sumber : google.com |
Tapi dengan beberapa trik, ahirnya saya bisa menonton konser di Sentul Bogor dan menginap di hotel tak jauh dari lokasi. Selain itu saya masih bisa mampir ke Curug Leuwi Hejo. Tentunya dengan biaya yang amat sangat hemat. Lalu apa saja tips nya? Berikut tips ngetrip mendadak saat duit cekak versi www.lagilibur.com :
1. Pilih angkutan paling murah
Kemanapun tujuannya, pilihlah angkutan paling murah. Misalnya, untuk menuju Kota Bogor saya punya 3 pilihan; pesawat, bus, dan kereta api. Kereta api kelas ekonomi adalah pilihan paling murah, dan efisien. Permasalahannya adalah karena ini trip dadakan, sehingga kursi kereta ekonomi sudah pasti full boked. Nah, disini tipsnya adalah harus sabar untuk terus cek pergerakan kursi. Refresh setiap beberapa menit untuk mendapat kursi kosong. Biasanya, akan ada kursi kosong yang kemungkinan adalah kursi yang dibatalkan. Seperti saat itu saya mendapat tiket kereta bengawan yang hanya IDR 74k saja dari St Purwosari Solo ke St Pasar Senen. Sedikit sabar, dapat angkutan murah juga kan? ;)
*Pemilihan angkutan tentunya di sesuaikan dengan tujuan. Jika tujuan hanya bisa dituju dengan pesawat, maka tipsnya adalah pesan tiket via apps seperti Traveloka yang sering ada promo dan memberikan disc.
2. Cari penginapan murah / gratis
Ini dia salah satu manfaatnya banyak teman dimana-mana. Saat ngetrip di suatu tempat kita bisa mencari tumpangan untuk menginap. Atau di beberapa kota destinasi sekarang memiliki rumah singgah yang juga dapat di manfaatkan untuk menginap gratis. Jika tidak ada keduanya untuk menginap, solusi terakhir adalah cari penginapan. Tipsnya adalah cari penginapan yang dekat, mudah dijangkau dan harga yang murah tentunya. Untuk yang satu ini biasanya saya memanfaatkan apps Traveloka karena biasanya saya akan mendapat harga yang lebih murah dari harga aslinya. Seperti saat itu saya mendapat kamar di Green Sentul Indah Hotel & Resort hanya dengan harga sekitar IDR 200k saja, padahal harga asli kamar saya sekitar IDR 300k.
3. Kunjungi tempat wisata yang dekat & murah
Mengunjungi tempat wisata yang letaknya tak jauh dari penginapan adalah salah satu cara menghemat biaya transport. Apalagi jika tempat wisata tersebut tak begitu mahal untuk tiket masuknya. Saya sendiri misalnya, saat di Sentul tujuan utama saya adalah menonton konser di Sentul International Convention Center yang bisa di tempuh hanya sekitar 15 menit dari penginapan. Mumpung di Sentul, saya sempatkan juga untuk mengunjungi salah satu tempat wisata disini, yakni Curug Leuwi Hejo. Selain dekat juga cukup murah, cukup membayar IDR 5k saja untuk masuknya.
4. Share Cost
Share Cost sendiri salah satu cara yang sering dilakukan untuk menghemat biaya seperti biaya transport, penginapan, dll. Misalnya, sampai di kota tujuan kita dapat menyewa kendaraan dengan cara share cost bersama teman. Selain lebih murah, juga lebih efisien untuk berpindah tempat dibandingkan harus mencari angkutan umum. Sedangkan untuk penginapan, seperti yang saya lakukan saat di Green Sentul Indah Hotel, berhubung kamar saya double bad, maka saya share cost dengan teman sehingga saya cukup membayar setengahnya saja. Makin murah kan? ;)
5. Kurangi pengeluaran yang tak perlu selama trip
Yang sering terjadi saat trip adalah terkadang lapar mata untuk berbelanja. Yang harus dilakukan adalah mengendalikan keinginan tersebut untuk berhemat. Tipsnya; beli barang yang diperlukan, cari makan di tempat yang murah, dan beli oleh-oleh seperlunya. Saya sendiri biasanya jarang belanja barang, mencari makan hanya yang khas daerah tersebut, dan jarang membeli oleh-oleh.
Nah, demikian beberapa tips yang bisa dilakukan saat harus trip mendadak saat duit cekak versi www.lagilibur.com. Punya tips lainnya? Silahkan tulis di komentar. :)
Minggu lalu, saya dan teman-teman dari Komunitas Kuliner Solo mengadakan sebuah acara kecil bertajuk "Maraton Kuliner". Acara ini...
Maraton Kuliner Bareng Komunitas Kuliner Solo di Double Decker Casual Dining
1. Chicken Quesadillas
![]() |
| Chicken Quesadillas |
2. Nacho's Mexicano
![]() |
| Nacho's Mexicano |
3. Chicken Finger
![]() |
| Chicken Finger |
4. Pasta Rendang
![]() |
| Pasta Rendang |
5. Burger Double Decker
![]() |
| Burger DD |
Oke, sampai jumpa di event Kuliner Solo selanjutnya!
Double Decker Casual Dining
Alamat: Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, Kec. Sukoharjo, Jawa Tengah
Telepon: (0271) 6727923
Jam buka: Setiap hari, pukul 11.00–01.00 WIB
Moment hari kemerdekaan Indonesia yakni pada tanggal 17 Agustus biasanya dijadikan para pendaki untuk melakukan pendakian dan mengikuti upa...
Dirgahayu Indonesia Dari Gunung Merbabu
Sore itu kami sudah berada di bascamp pendakian Selo. Meski sebenarnya molor cukup lama dari rencana. Yang awalnya kami jadwalkan untuk memulai pendakian sekitar jam 1 siang, menjadi jam 5 sore. Ini karena beberapa teman yang terlambat datang dengan berbagai alasan. Sebelum memulai pendakian, kami mengecek kembali barang bawaan kami sambil kembali repacking carrier agar lebih nyaman dibawa. Tak lupa sedikit briefing & doa bersama agar pendakian berjalan dengan lancar. Dan pendakian sore itu pun kami mulai.
![]() |
| Pintu masuk jalur Selo |
![]() |
| Briefing & Doa bersama sebelum pendakian |
Di post 1 kami sempat istirahat sejenak, sambil saling sapa dengan rombongan pendaki lainnya. Hal yang menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan teman baru. Oh iya, sejak awal pendakian, rombongan kami bertambah 2 orang, mereka adalah mahasiswa asal kota Jogjakarta dan ikut bergabung dengan rombongan kami. Udara semakin terasa dingin. Kami pun kembali melanjutkan pendakian. Kata beberapa teman pendaki, salah satu cara untuk mengatasi dingin di atas gunung saat pendakian adalah terus berjalan. Karena semakin lama kita berhenti maka dingin semakin terasa.
Perjalanan menuju pos 2 jalur yang kami lewati semakin menantang. Terdapat banyak tanjakan yang cukup curam dengan kemiringan yang lumayan. Tantangan lainnya adalah tekstur tanah yang berpasir dan berdebu. Saya harus sangat berhati-hati saat mencari pijakan. Jika salah, bisa saja terperosok. Belum lagi kami harus sabar antre satu per satu untuk berjalan dan menghindari debu yang terbawa oleh pendaki di depan kami. Untungnya, saya sudah mengenakan masker dan kacamata. Pun demikian dengan pendaki lain yang sudah mempersiapkannya. Jalan yang licin membuat pendaki saling mambatu untuk menanjak. Meski tak saling kenal sebelumnya, pendaki tak sungkan mengulurkan tangannya pada pendaki lainnya.
Sampai di post 2, kami langsung menurunkan carrier dan duduk untuk beristirahat. Ada rasa ingin menyerah dan mengakhiri pendakian yang sebenarnya belum seberapa ini. Apalagi saat melihat ke arah puncak yang masih cukup jauh. Hanya terlihat kerlap kerlip headlamp pendaki lain di jalur pendakian. Beberapa teman memberikan semangat pada saya dan beberapa teman pendaki pemula lainnya, dan mengatakan puncak tinggal 2 tanjakan saja. Ah, lagi-lagi dusta pendaki saya dengar lagi. Hufh!
Setelah melewati track yang cukup sulit, saat hampir tengah malam sampailah kami di pos 3. Di pos ini terlihat banyak tenda warna-warni telah berdiri. Badai angin terlihat kencang menerpa tenda-tenda tersebut. Mba Desi, salah seorang dari rombongan kami tengah menggigil kedinginan. Karena kawatir jika ia hipotermi, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 3 ini, dan melanjutkan pendakian esok pagi. Apalagi track yang harus kami lalui terlihat semakin curam. Tiga tenda kami dirikan. Kami pun segera masuk dan memasak air untuk membuat kopi. Di luar tenda, badai semakin kencang, doa selalu saya lafalkan meski masih ada sedikit kekawatiran. Sayapun berusaha memejamkan mata meski sleepingbag tak dapat menahan dinginnya malam. Pagi menjelang, kami pun naik ke atas bukit untuk menikmati sunrise.
![]() |
| Siluet pagi |
![]() |
| Sunrise |
![]() |
| Jalur dari Pos 3 ke Sabana 1 |
![]() |
![]() |
| Bersama teman-teman Backpacker Joglosemar |



























Follow Us
Temukan saya di :