Situ Gunung Sukabumi Trip gratis? siapa yang nolak? hihihi trip gratis saya kali ini berawal dari rencana saya dengan beberapa teman ...

Situ Gunung Sukabumi
Trip gratis? siapa yang nolak? hihihi trip gratis saya kali ini berawal dari rencana saya dengan beberapa teman kerja untuk berlibur sekaligus silaturahmi ke rumah salah satu teman kami yakni lisma di Sukabumi. Rencana itupun terdengar oleh atasan saya. Alih-alih sebagai bonus saya karena bulan sebelumnya mencapai target, saya di berikan fasilitas mobil gratis + supir dari rental mobil "Berkah Trans". Yeay!!! Berkah Trans merupakan jasa rental mobil di Bogor milik atasan saya yang belum lama launching. Selain mobil yang disediakan masih baru semuanya, tentu fasilitas dan harganyapun cukup bersaing. Berkah Trans, menyediakan banyak paket degan atau tanpa supir mulai dari sewa 12 jam, 24 jam, antar jemput sekolah, kantor, bandara, atau sewa mingguan dan bulanan untuk privat maupun instansi. Yang paling penting lagi, supir berkah trans sangat berpengalaman, dan tidak perlu kawatir nyasar. hihihi kuq saya jadi iklan gini? ya memang ini salah satu syarat trip gratis saya. hahaha Yes, sudah jadi rahasia umum lagi untuk atasan dan teman sekantor saya jika saya adalah tukang cuti untuk sekedar kelayapan. hehe hal tersebut jugalah yang mungkin mendasari atasan untuk memberikan fasilitas mobil rental sekaligus sebagai ajang uji coba rental mobilnya. hihihi Oh iya, saya juga diminta atasan saya untuk update perjalanan ke sosial media, mendokumentasikannya, dan tentunya menuliskannya  di blog saya. Emm itung-itung sebagai ucapan terimakasih, apa susahnya? (padahal biar disponsorin lagi lain waktu) :D

BP Joglosemar Salah satu hal yang menyenangkan di dunia ini adalah saat bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran, sehobby, sejalan, ...

BP Joglosemar
Salah satu hal yang menyenangkan di dunia ini adalah saat bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran, sehobby, sejalan, dan se se se lainnya. hehe iyap! kalau kita bisa bertemu dengan orang yang hampir "sama" seperti kita, pasti akan lebih mudah dan cepat untuk menangkap semacam "key mystery". Seperti itu juga yang saya rasakan saat bergabung dan bisa berjumpa dengan orang-orang yang tergabung di komunitas backpacker joglosemar. Setelah awal tahun kemarin sempat bertemu beberapa anggotanya, kali ini saya punya kesempatan mengenal lebih banyak, sekaligus bisa trip bersama. Kurang tahu bagaimana awalnya trip ini direncanakan, yang jelas teman-teman dari solo mengajak untuk trip bareng ke pulau pari yang berada di kepulauan seribu. Awalnya, kami berencana untuk pergi kesana tanpa agen, namun dengan itinerary sendiri, dan share cost. Namun dengan banyak pertimbangan soal managemen waktu, ahirnya kami memutuskan untuk ambil paket trip. Saya yang mempunyai beberapa kenalan agen tour & travel pun ikut membantu mencari paket yang paling hemat, dan setelah membandingkan dari satu agen ke agen yang lain, kami memilih paket trip dari "Teman Jalan" dengan biaya per orang @ 340k.

Pantai Pok Tunggal Gunungkidul DIY Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini b...

Pantai Pok Tunggal Gunungkidul DIY
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Samudra Hindia di selatan, sehingga terdapat banyak pantai cantik di kabupaten ini. Tidak salah jika saya memberikan sebutan kota seribu pantai untuk Gunungkidul. Kali ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu pantai cantiknya yang masih relatif sepi, yakni Pantai Pok Tunggal. Saya berangkat dari solo bersama ke 5 orang teman saya, dan kami tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Rute kali ini, kami pilih dari Solo - Sukoharjo - Klaten - Gunungkidul (wonosari - tepus - pok tunggal). Sejujurnya, trip kali ini saya masi mengandalkan GPS dan bertanya pada orang yang kami temui di jalan. Perjalanan kali ini cukup lancar, hanya terkendala macet saat berada di daerah tepus karena kondisi jalan yang agak sempit dan berkelok.

Hai Traveler, Happy New Year 2015! Wih, tidak terasa ya tahun 2014 sudah lewat dan tahun 2015 menyambut di depan mata. Sudah siap untuk mew...

Hai Traveler, Happy New Year 2015! Wih, tidak terasa ya tahun 2014 sudah lewat dan tahun 2015 menyambut di depan mata. Sudah siap untuk mewujudkan list resolusi tahun ini? Mudah-mudahan dapat segera terwujud ya. Btw, tahun baru ini kebetulan ada long weekend! Yeay! Dan long weekend kali ini saya manfaatkan untuk pulang kampung. Selain berkumpul bersama keluarga, saya juga berkesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman dan melakukan perjalanan. So, ikuti salah satu perjalanan saya kali ini ke Candi Sukuh Karanganyar, Jawa Tengah.

Meskipun cukup kelelahan setelah menghabiskan waktu malam tahun baru di alun-alun kota dan bangun kesiangan hihihi saya tetap bersemangat saat dua orang teman dari komunitas Backpacker Joglosemar yaitu Mas Yosh & Mas Sen berencana ke Ndoro Donker, yaitu rumah teh yang berada di kawasan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Saya pun ikut bergabung bersama mereka dan berangkat siang hari setelah jam makan siang. Ini adalah kali pertama saya berjumpa langsung dengan mereka karena sebelumnya saya mengenal mereka hanya melalui sosmed group BP Joglosemar. Frendly, hangat, dan ramah adalah kesan pertama saya saat berjumpa. Apalagi saat mereka dengan senang hati mengantar saya yang belum pernah ke Candi Sukuh, yang pada ahirnya kami justru keasikan hingga sore hari dan kami pun terpaksa batal menikmati teh poci di Ndoro Donker karena waktu last order sudah lewat. Hehe maaf Mas Yosh & Mas Sen. :)

Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah

Dari Telaga Warna , kami melanjutkan perjalanan melipir ke kota sebelah, Cianjur! tujuan kami, adalah Curug Cibeureum, terletak di Taman Na...

Dari Telaga Warna, kami melanjutkan perjalanan melipir ke kota sebelah, Cianjur! tujuan kami, adalah Curug Cibeureum, terletak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Rute nya sama seperti saat ke Kebun Raya Cibodas yang memang masih satu area. Bedanya, setelah masuk gerbang kawasan dan membayar biaya retribusi, untuk ke Curug Cibeureum, dari parkir kebun raya Cibodas kita ambil jalan lurus, sehingga parkir berada di atas, dan dilanjutkan berjalan kaki menuju pintu masuk, dimana pintu masuk ini juga merupakan jalan masuk menuju pendakian ke Gunung Gede-Pangrango. 

Pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Dari pintu masuk, kita harus trekking sekitar 2,6 km atau sekitar 1 jam perjalanan. Yah, itung-itung latihan trekking, lumayankan ikutan gaya ala-ala pendaki yang menuju Gunung Gede. Hehe 

Pernah melakukan suatu hal yang kalau dipikir-pikir lagi, kalian merasa kurang kerjaan melakukan hal tersebut traveler? hahaha mungkin itu ...

Pernah melakukan suatu hal yang kalau dipikir-pikir lagi, kalian merasa kurang kerjaan melakukan hal tersebut traveler? hahaha mungkin itu juga yang saya fikirkan saat menghabiskan ahir pekan ini bersama teman-teman saya di puncak. Walaupun sedikit merasa kurang kerjaan, tapi saya sangat menikmati keseruan ahir pekan saya bersama teman-teman saya. Ceritanya, saya bersama Juhdi, Yunus, Reza & Mas Joko menghabiskan waktu ahir pekan dengan menginap di villa puncak, dan paginya berencana jalan ke beberapa tempat. Tapi cuaca Bogor saat malam minggu ternyata kurang bersahabat. Banyangkan, kami berlima berangkat ke Masjid Atta'awun hujan-hujanan. Malem minggu, ke puncak, hujan-hujanan pula! Beku deh si dedek! *eh :p

Tujuan pertama kami sebelum ke villa adalah Masjid Atta'awun. Saya yang berboncengan dengan Juhdi menggigil di belakang. Bahkan Juhdi sampai memberikan sarung tangannya agar saya tidak semakin kedinginan. Sedikit aneh juga rasanya, saya yang berbadan lebih gendut besar dari Juhdi justru kewalahan menahan dingin malam itu, sedangkan Juhdi yang mengendarai motor di depan tetap tenang saja, bahkan saat sampai di Masjid Atta'awun dia lepas jaket yang basah kuyup dan hanya pakai kaos tanpa lengan. Ow em jih! Sampai disana ternyata cukup sepi, padahal saat itu malam minggu. Owh, oke saya sadar jika saat itu memang sedang turun hujan dan hanya kami yang kurang kerjaan hujan-hujan nongkrong di puncak. -_-

Tapi percayalah, saat seperti inilah yang paling nikmat untuk menikmati semangkuk sekoteng & ind*mie rebus di puncak! ciyus! bikin menggelinjang :D

Nikmatnya semangkuk sekoteng dikala basah kuyup hujan-hujan di puncak :D

Dari ( tangkuban perahu ) , karena saya masih sangat penasaran dengan objek wisata baru di Bandung yang lagi hits di media sosial beberapa...

Dari ( tangkuban perahu ) , karena saya masih sangat penasaran dengan objek wisata baru di Bandung yang lagi hits di media sosial beberapa bulan belakangan ini, saya masih ditemani Suger menuju Tebing Keraton kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Untuk menuju tebing keraton ini, sebelumnya saya browsing sana-sini dan ahirnya menemukan panduan rute jalan kesana walaupun sempat sesekali berhenti untuk bertanya arah pada warga setempat (untuk memastikan kalau tidak salah ambil jalan). Untuk menuju Tebing Keraton ini ternyata butuh sedikit perjuangan, karena jalanan yang lumayan sangat hancur! hehehe Jalanan rusak, bebatuan, dan menanjak, akan kalian temui saat menuju Tebing Keraton. Dan saya sesekali terpaksa harus turun dari motor karena motor matic suger tidak kuat membawa beban saat ditanjakan. Sebegitu gendut beratkah saya? :(

Jika saya ditanya kota mana saja di Indonesia yang ingin saya singgahi, entah untuk sekedar berlibur, atau memang untuk tinggal dalam jangk...

Jika saya ditanya kota mana saja di Indonesia yang ingin saya singgahi, entah untuk sekedar berlibur, atau memang untuk tinggal dalam jangka waktu tertentu, saya akan jawab salah satunya adalah kota kembang, Bandung! Yup, ibu kota jawa barat ini masuk daftar kota yang ingin saya tinggali dari dulu selain Denpasar, Jogja, Solo, Malang, Makassar, dan Balikpapan. Dan uniknya, hampir semua kota yang ingin saya tinggali masuk daftar 7 kota ternyaman ditinggali versi Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) tahun 2014. Hanya 1 kota saja yang tidak masuk, yakni Denpasar yang menurut IAP lebih nyaman kota Palembang. FYI, kota ternyaman untuk ditinggali versi IAP tersebut adalah Balikpapan, Solo, Malang, Jogja, Makassar, Palembang, dan Bandung. Khusus untuk kota Solo dan Jogja, sudah pasti saya sangat setuju jika masuk daftar tersebut. Tak percaya? cobalah singgah beberapa hari di kota tercinta saya ini, saya yakin kalian ingin tinggal lebih lama atau setidaknya ingin kembali lagi kemudian hari. :)

Saya sudah beberapa kali mengunjungi Kota Bandung, sayangnya untuk urusan pekerjaan dan belum sempat menikmati atmosfer wisatanya. Mumpung ada libur 2 hari, saya bela-belain cancel tiket kereta mudik saya (walaupun ahirnya gagal di refund) untuk mengunjungi kota periangan ini. Saya pun harus menyusun rencana dadakan, walaupun ahirnya tidak sesuai dengan harapan karena pagi itu saya awali pergi ke Jakarta dulu untuk cancel tiket kereta yang pada ahirnya hanya membuang waktu, dan membuat saya tiba di Bandung pada sore harinya. Well, saya telah membuang waktu 1 dari 2 hari saya untuk menjelajahi Bandung. :(

Saya naik bus MGI dari Terminal Depok 2, sampai di Terminal Leuwipanjang pukul 5 sore dan disambut hujan. Tujuan pertama saya adalah area Dago. Dari Leuwipanjang saya naik bus damri jurusan Dago dan turun di perempatan lampu merah Dago. Perjalanan saya lanjutkan berjalan kaki menuju taman jomblo pasupati. Suasana sore Kota Bandung dengan jalan yang masih basah karena hujan! Oh, saya semakin jatuh cinta pada kota ini. Saya duduk di salah satu bangku "single" di taman jomblo sambil mengamati mojang Bandung. hihihi menunggu jemputan teman saya, Suger. Eh iya, saya lupa bilang kalau saya sudah janjian dengan teman lama saya yang akan menemani saya jalan selama di Bandung. Suger adalah teman saya saat di bangku SMA yang sudah berdomisili di Bandung selepas lulus SMA. Tak lama menunggu, ahirnya dia datang dengan motor matic. Saya pun segera diajak berkeliling kota bandung, BIP, IP, cihampelas, dan berahir dengan nongkrong menikmati malam minggu di gasibu & gedung sate. Kalau kata orang, belum ke Bandung kalau belum mampir ke landmark kota bandung ini. hehe 

Landmark kota bandung! Gedung sate

Traveler, masi ingat kapan terahir ke kebun binatang? :D Yak, saya bisa tebak pasti waktu masih TK, SD, atau waktu anterin keponakan yang p...

Traveler, masi ingat kapan terahir ke kebun binatang? :D Yak, saya bisa tebak pasti waktu masih TK, SD, atau waktu anterin keponakan yang penasaran lihat gajah? haha Percaya atau tidak weekend ini saya baru saja mengunjungi kebun binatang Ragunan yang entah sudah berapa tahun saya tidak melakukan hal tersebut. :)
 

Sebetulnya saya pergi ke Ragunan dalam rangka bertemu dengan salah seorang teman saya waktu SMA, namanya Gigi. Kebetulan dia tinggal tak jauh dari ragunan. Karna weekend ini kita tidak ada rencana pergi kemana-mana, jadilah kita janjian untuk bertemu, reunian sambil mengisi waktu, dan tentunya ngomongin teman SMA lain yang sekarang ini itu... hihihi rumpi :p

Traveler, banyak yang tidak tahu kalau kebun raya Bogor itu punya cabang (kayak minimarket saja ya!) :D Kalau di Bogor ada Kebun Raya Bogor...

Traveler, banyak yang tidak tahu kalau kebun raya Bogor itu punya cabang (kayak minimarket saja ya!) :D Kalau di Bogor ada Kebun Raya Bogor, nah kalau kita jalan ke kota Cianjur, disana ada kebun raya Cibodas! Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede.

Landscape di salah satu sudut kebun raya
Weekend ini saya berkesempatan mengunjungi Kebun Raya Cibodas ini bersama kedua teman saya Juhdi & Mas Joko. Awalnya rencana kami hanya ingin malam mingguan nongkrong di puncak  sambil menikmati jagung bakar, bajigur hangat, dan ngeliatin ABG mojok! ((((ngeliatiiiiiin)))) -_-

Sabtu sore kita berangkat, dan seperti biasa, macetnya luar biasa! huff! Sesampainya di puncak kita segera parkir di Mesjid Atta'awun. Oiya, yang tidak disangka temen SMA saya, Agus, mengirim pesan bbm sedang berada disana juga bersama indah dan satu teman lainnya. Jadi reuni dadakan deh! hehe Saat asik nongkrong, kabut mulai terlihat, dan gerimis tipispun mulai turun. Kita yang tadinya masih ingin menikmati jagung bakar jadi terpaksa turun untuk cari penginapan. Rencana awal kita berniat cari hotel sekamar untuk bertiga. Tapi ahirnya kita dapat vila kamar dengan harga 125k dengan fasilitas kamar mandi dalam, kamar luas & tempat tidur yang lumayan besar. Sudah sangat cukup untuk ditiduri kita bertiga. Oya, untuk harga itu sebenarnya bagaimana pintar-pintarnya kita menawar saja. Seharusnya kita bisa dapat harga yang lebih murah lagi, tapi karena kita lagi malas tawar-menawar & sudah ingin buru-buru tiduran, baru bertanya di satu tempat sewa vila kamar langsung deal di harga itu. Harga awal yang ditawarkan sebelumnya adalah 150k, dengan alasan harga saat weekend. Nah, buat kalian yang berencana menginap di vila kamar, banyak tukang vila yang sudah menunggu di sepanjang jalan puncak. Tips nya, jangan malas untuk bertanya untuk membandingkan harga, jangan lupa menawar, dan pastikan vila kamar yang ditawarkan tak jauh dari jalan raya tempat dia menawarkan vila kamar (menghindari penipuan/tindak kriminal).

Dari Pantai Banyu Tibo , kami lanjut ke Pantai Klayar! Sayangnya untuk kesana, perlu kesabaran extra karena jalanan yang cukup sempit tida...

Dari Pantai Banyu Tibo, kami lanjut ke Pantai Klayar! Sayangnya untuk kesana, perlu kesabaran extra karena jalanan yang cukup sempit tidak sebanding dengan volume kendaraan. Apalagi saat libur lebaran seperti ini, kamipun terjebak macet. Kondisi jalan yang turunan dan tanjakan membuat beberapa mesin kendaraan beberapa pengunjung hangus dan berasap. Tidak sabar menunggu macet yang tidak ada ujungnya, ahirnya kami nekat menepi dan meninggalkan motor kami di kebun pinggir jalan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Setelah menempuh beberapa kilo, ahirnya sampailah kami di Pantai Klayar!

Ramenyaaaaa -_- Pantai Klayar (dari atas bukit)
Kami segera menjelajahi pantai yang mempesona ini. Oh ya, setiap pengunjung diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp3.000,- untuk dewasa dan Rp2.000,- untuk anak-anak. Selain itu pengunjung juga dikenakan biaya parkir sebesar Rp1.000,- untuk yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan Rp2.000,- untuk kendaraan roda empat. Berhubung kami parkir eksklusif di kebun pinggir jalan ya, gratis tisss. hihihi

Ada beberapa bagian dengan view berbeda di sepanjang pantai. Kalian bisa menikmati view landscape pantai dengan naik ke gardu pandang diatas bukit, bermain air di bebatuan dan karang-karang, pantai berpasir, atau berfoto dengan view spinx yang luar biasa keren. Sayangnya saat kami datang ombak cukup besar, kamipun tidak dapat naik ke area spinx. Padahal disana ada semburan air, yang biasa disebut seruling samudra yang mengeluarkan suara bak seruling. Cukup kecewa tapi keselamatan tetap yang utama. Betul?

View dari gardu pandang

Pantai Klayar

Pantai Klayar dengan BG Spinx :D
Batu-batu karang di pantai klayar

Saat kami sedang asik menikmati keindahan Pantai Klayar, ada sedikit musibah. Saat itu beberapa orang sedang asik main air di tepi pantai terseret ombak besar yang tiba-tiba datang. Suara minta tolong tim SAR pecah saat itu, dan semua orang panik. Beberapa orang selamat, namun seorang wanita yang bersusah payah menepi ahirnya lemas tak berdaya melawan ombak. Tim SAR dan pengunjung lain belum dapat menolong karena ombak saat itu benar-benar berbahaya. Saat sudah dapat menepi wanita itu sudah tidak sadarkan diri.

Kepanikan pengunjung saat ombak menyeret beberapa pengunjung lain
Sedikit takut dengan apa yang baru kami saksikan, kami pun memutuskan untuk segera kembali pulang ke Kota Solo. Apalagi hari sudah mulai sore dan motor masih berada di kebun pinggir jalan dan tidak ada yang mengawasi. Setelah berjalan kaki dan kembali ketempat kami memarkirkan motor, rasanya lega karena motor masih berada ditempatnya. Syukurlah! Pulang tidak jalan kaki deh... :D
Motor yang kami parkir di kebun pinggir jalan masih aman. hihihi

Permasalahannya sekarang kami terjebak macet lagi. Hmm Dengan bersusah payah selip sana selip sini kita bisa melewati jalanan macet meski hanya semeter demi semeter. Sesekali mesin motor saya matikan agar mesin tidak terbakar seperti beberapa kendaraan lain. Permasalahan tidak berhenti disitu, karena kami tidak sengaja terpisah. Motor ardani yang tadinya didepan sudah tidak terlihat ditengah kemacetan dan ahirnya saya dan tanti mencari jalan sendiri. Saat keluar dari kemacetan, saya tidak dapat menghubungi ardani karena tidak ada sinyal ditengah perbukitan.

Ahirnya, karena hari sudah mulai gelap saya dan tanti memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sambil mencari daerah yang terjangkau sinyal. Melewati hutan dan perbukitan yang sepi tanpa ada kendaraan lain bikin dag dig dug. Begitu dapat sinyal sayapun segera menghubungi ardani. Ternyata jalan yang kami lalui tadi berbeda, ardani menunggu di jalan yang lain. Ahirnya kami sepakat untuk bertemu di perbatasan Pacitan - Wonogiri, setelah bertemu dan makan mie ayam pinggir jalan, kami segera melanjutkan perjalanan ke Solo. Pukul 10 malam kita sampai di Solo dengan selamat sentosa. Trip lebaran yang mengesankan dan cukup menegangkan bersama sahabat di kota sejuta pesona pantaninya. Pacitan, tunggu kami kembali! ;)

Tips Ke Pantai Klayar :      
  1. Pantai Klayar sudah cukup dikenal keindahannya, hal ini membuat banyak pengunjung berbondong-bondong kesana saat hari libur. Ada baiknya hindari hari-hari tersebut, karena kondisi jalan akan sangat macet, seperti saat saya berkunjung kesana.
  2. Jalan menuju Pantai Klayar cukup mudah karena adanya papan penunjuk dan orang sekitar yang dengan senang hati memberikan petunjuk jika ditanya. Namun, jalanan masih sempit, banyak tanjakan, turunan, dan bergelombang. Cek kondisi kendaraan sebelum kesana.
  3. Saya lebih menyarankan menggunakan kendaraan roda dua dibandingkan roda empat.
  4. Seperti pantai selatan lainnya yang memiliki ombak cukup besar, selalu waspada dan berhati-hati. Jangan sampai terjadi hal yang serupa yang saya lihat saat itu. Keselamatan adalah yang utama.
  5. Cari waktu yang tepat saat ombak tak begitu besar, sehingga aman menjelajahinya hingga ke area seruling samudra.
  6.  Siapkan kacamata hitam, sunblock, dan batre kamera yang cukup! hihihi selamat menjelajah! :)

    Lebaran??? Ini dia moment yang ditunggu-tunggu sejuta umat! Apalagi untuk seorang perantau seperti saya. Mudik, berkumpul bersama keluarga...

    Lebaran??? Ini dia moment yang ditunggu-tunggu sejuta umat! Apalagi untuk seorang perantau seperti saya. Mudik, berkumpul bersama keluarga, reuni teman sekolah/kulian adalah beberapa kegiatan yang pasti wajib dilakukan. Termasuk juga melakukan perjalanan wisata/liburan. Nah, tahun ini saya sudah membuat rencana bersama Ardani, Fitriana & Tanti untuk melakukan perjalanan trip ke Pacitan Jawa Timur! Kemana saja? Yuk simak! :D

    Trip kali ini sengaja kami rencanakan dengan tidak banyak melibatkan orang. Tujuannya, agar tidak terlalu ribet menyesuaikan jadwal. Dengan hanya mengandalkan informasi terbatas dari internet, kamipun nekat berangkat naik motor pada H+2 lebaran, padahal rencana sebelumnya pada H+5. Berangkat dari Solo pukul 6 pagi, sebuah perjalanan yang cukup mengesankan, hanya bermodal petunjuk GPS & bertanya sama warga, kami lewati Kota Sukoharjo & Kota Wonogiri dengan kondisi jalan naik turun & berliku, & kadang berlubang. Kami juga melewati perbukitan, dan hutan. Saat sampai di pacitan & masuk desa kalak, rasanya sedikit lega. Karna artinya kita sudah hampir sampai. Setelah menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam dari Solo, ahirnya hawa pantaipun mulai terasa. Angin laut, derau ombak, langit biru! Yeay!!! Dan sampailah kita di tujuan pertama kita, Pantai Banyu Tibo!

    Pantai banyu tibo! Sayang, ombak gede, air pasang. Gak bisa turun deh :(