Desa wisata; sebuah istilah yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi saya, meski pengertian desa wisata itu sendiri baru saya pahami sat...
Desa wisata; sebuah istilah yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi saya, meski pengertian desa wisata itu sendiri baru saya pahami satu tahun terakhir ini. Dulu, saya sering melihat papan petunjuk atau gapura yang menuliskan kata desa wisata. Dalam hati saya sering bertanya. Sebenarnya apa itu desa wisata? Apa bedanya dengan desa-desa lainnya? Kenapa sampai bisa menyandang embel-embel “wisata” di belakangnya.
 |
| Desa Wisata Kebonagung Bantul |
Suatu siang, saya bersama seorang kawan bertandang ke sebuah rumah di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Desa wi...
Suatu
siang, saya bersama seorang kawan bertandang ke sebuah rumah di Desa Bejiharjo,
Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Desa wisata yang dikenal dengan
wisata cave tubing Goa Pindul ini
memang tak henti-hentinya menarik wisatawan untuk datang. Berbeda dengan
atraksi wisata yang baru saja saya sebutkan, kali ini saya ingin mengulik
sebuah kearifan lokal yang mungkin tak akan saya temukan di tempat lain. Di
rumah tersebut, saya berkenalan dengan Marsono, sang dalang Wayang Sada.
 |
| Marsono sang Dalang Wayang Sada |
Mobil yang kami tumpangi akhirnya sampai tujuan. Lega, begitu kira-kira yang saya rasakan saat kembali menikmati udara segar setelah terjeb...
Mobil yang kami tumpangi akhirnya sampai tujuan. Lega, begitu kira-kira yang saya rasakan saat kembali menikmati udara segar setelah terjebak dalam kemacetan Kota Batu. Dari Desa Wisata Sanankerto, saat ini kami sudah berada di Pujon Kidul, desa wisata terakhir yang kami kunjungi selama #EksplorDeswitaMalang.
 |
| Kafe Sawah Pujon Kidul Malang |
Waktu belum menunjukkan pukul lima pagi saat saya mencoba menghangatkan badan yang mulai menggigil diterpa angin. Kedua tangan saya masuk...
Waktu belum menunjukkan pukul
lima pagi saat saya mencoba menghangatkan badan yang mulai menggigil diterpa
angin. Kedua tangan saya masukkan ke dalam saku sembari loncat-loncat kecil,
berharap sedikit mendapat keringat. Sementara di sekeliling saya, teman-teman tengah sibuk dengan kamera dan gawainya. Semua
memiliki tujuan yang sama, menantikan baskara beranjak dari peraduannya. Pagi
itu, saya sedang berada di Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah. Ini merupakan salah satu rangkaian acara
blogger camp yang diselengarakan oleh
D’Emmerick Hotel Salatiga.
 |
| Sunrise Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah |
Ajakan Mba Sha untuk menjajal offroad Gumuk Pasir Bantul kala itu langsung saya iyakan. Bagaimana bisa saya menolak untuk trip bareng bo...
Ajakan
Mba Sha untuk menjajal
offroad Gumuk Pasir Bantul kala itu
langsung saya iyakan. Bagaimana bisa saya menolak untuk trip bareng bocil lucu
nan menggemaskan
Semesta Renjana, anak lanangnya. Apalagi sudah beberapa bulan
saya tak berjumpa dengan bocah yang akrab disapa Bre itu. Kawasan Gumuk Pasir sendiri
bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota. Siang itu, kami
berangkat dengan menumpang mobil
Mas Hendra.
 |
| Offroad Jip Gumuk Pasir Bantul |
Pagi itu begitu syahdu. Udara sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam. Sebuah desa idaman masa depan y...
Pagi itu begitu syahdu. Udara
sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam.
Sebuah desa idaman masa depan yang sangat cocok untuk “membesarkan anak-anak”.
Adalah Desa Wisata Pancoh yang terletak di kelurahan Girikerto, Kecamatan Turi,
Kabupaten Sleman. Desa wisata yang akan membuat jatuh hati bagi mereka yang
mengidamkan suasana asri.
 |
| Desa Wisata Pancoh Sleman DIY |
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa Pagi sangat cerah saat saya dengan semangat menyiapkan peralatan snorkeling bersama Mas S...
 |
| Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa |
Pagi sangat cerah saat saya
dengan semangat menyiapkan peralatan
snorkeling bersama
Mas Sitam.
Snorkel,
life jacket, dan
fin. Semua alat
snorkeling ini bukan hasil menyewa, melainkan
mengobrak abrik gudang rumah Mas Sitam. Kakaknya yang pernah bekerja di dinas
pariwisata setempat masih menyimpannya dengan baik di gudang rumahnya.
Bagi saya, pantai merupakan salah satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan hilang dengan sendirinya saat...
Bagi saya, pantai merupakan salah
satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan
hilang dengan sendirinya saat melihat birunya laut, mendengarkan deburan ombak,
menginjak pasir pantai, dan merasakan hembusan angin sepoi. Ada kerinduan saat
beberapa waktu tak menjumpainya.
 |
| Pantai Torohudan Gunungkidul DIY |
Di Citumang, selain bisa staycation nyaman dan tenang di HAU Eco Lodges , di lokasi ini kita juga bisa menikmati satu atraksi wisata yang s...
Di Citumang, selain bisa
staycation nyaman dan tenang di HAU Eco Lodges, di lokasi ini kita juga bisa menikmati satu atraksi wisata yang sangat
menarik dan menguji adrenalin loh. Sungai Citumang memang masih menjadi daya tarik utama untuk wisatawan
yang berkunjung. Selain jernih, debet airnya pun cukup stabil sehingga aman
jika digunakan sebagai lokasi atraksi wisata air, seperti
body rafting.
 |
| Body Rafting Sungai Citumang |
Toboali merupakan nama kota sekaligus nama ibukota kecamatan, juga sebagai ibukota Kabupaten Bangka Selatan. Kota ini dapat ditempuh sekita...
Toboali merupakan nama
kota sekaligus nama ibukota kecamatan, juga sebagai ibukota Kabupaten Bangka
Selatan. Kota ini dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Pangkal Pinang. Memiliki
luas sekitar 1.460,36 km,
Toboali kaya akan sejarah dan panorama alam. Mulai dari bangunan tua hingga
pantai cantik bertebaran di setiap sudutnya. Tak heran jika Toboali kini menjadi
salah satu destinasi wajib wisatawan saat berkunjung ke Pulau Bangka.
Nah, jika kamu berkesempatan mengunjungi kota ini, berikut beberapa destinasi
wisata yang tak jauh dari pusat Kota Toboali yang bisa kamu kunjungi. Bahkan
beberapa diantaranya bisa ditempuh cukup dengan berjalan kaki.
1. Benteng Toboali
 |
| Benteng Toboali Bangka Selatan |
Saya masih asik mengamati suasana di luar jendela bus siang itu. Rumah-rumah yang berderet di perkampungan tepi jalan raya menarik perhatia...
Saya masih asik mengamati suasana
di luar jendela bus siang itu. Rumah-rumah yang berderet di perkampungan tepi
jalan raya menarik perhatian. Bentuk dan modelnya hampir serupa. Berdinding
tembok bagian bawah sementara di atasnya merupakan susunan papan kayu yang tertata
dengan rapi. Beberapa sudah terlihat usang dimakan usia, sementara sesekali bangunan
tembok modern tampak menonjol di antaranya.
Bus masih melaju menuju Toboali.
Sekitar satu jam perjalanan, tiba-tiba bus berbelok ke kanan, keluar dari jalur
beraspal dan berganti dengan jalan berkontur tanah padat. Spontan saya kembali
mengamati suasana sekitarnya. Galian-galian bekas tambang terlihat tak terurus,
sementara rumput dan tanaman liar tumbuh subur mengitarinya. Tak berselang
lama, bus berhenti, dan Mba Yana bersuara, “Yuk
kita turun. Kita sampai di Danau Air Biru”.
Kami turun dari bus satu per
satu. Gundukan-gundukan tanah berwarna putih terlihat mengelilingi sebuah danau
berwarna biru. Tak sabar, saya segera melangkah menaiki satu sisi gundukan
untuk mengamatinya lebih dekat. Mata berbinar, seakan melihat secuil surga.
Iya, saya jatuh cinta pada pandangan pertama. “Ini kah yang mereka sebut bekas galian? Seindah ini?” gumam saya saking takjupnya.
 |
| Danau Kaolin Air Bara Bangka |
Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka Saya sudah berada di terminal 2F Bandara Soeta pagi itu sekitar jam tujuh pagi, sementara jadw...
 |
| Bandara Depati Amir Pangkalpinang Bangka |
Saya sudah berada di terminal 2F
Bandara Soeta pagi itu sekitar jam tujuh pagi, sementara jadwal keberangkatan
pesawat yang akan saya tumpangi masih sekitar pukul 09.40 WIB. Sebuah pesan
saya kirimkan ke WAG (watsapp group) untuk menginformasikan posisi saya. Tak
disangka, seorang teman sudah lebih dulu berada di sana. Namanya willa, salah
satu peserta famtrip yang sama. Tak berselang lama, satu per satu teman lain menyusul, termasuk Om Don Hasman. So excited! Saya dan Bang Djuli bahkan menodong untuk berfoto bersama fotografer senior yang pernah berjalan kaki selama 35 hari melewati jalur Santiago de Compostela tersebut.
1. Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinas...
1. Gunung Api Purba Nglanggeran.
 |
| Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul |
Gunung
Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinasi utama di desa wisata ini. Gunung dengan ketinggian sekitar 700 Mdpl ini
terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang
lalu dan tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Butuh waktu satu hingga dua jam trekking untuk menuju puncaknya.
Jalur pendakian gunung api purba Nglanggeran merupakan jalan
setapak yang berupa anak tangga dan bebatuan. Bahkan kita juga harus melewati
sebuah celah tebing batu besar yang sempit dan hanya dapat dilewati oleh satu
orang saja. Di sini kita juga dapat menemukan sebuah batu yang berada di antara
celah tebing dan mengingatkan kita pada satu film 127 hours, sebuah film garapan Danny Boyle yang menceritakan
tentang seorang pendaki yang terjebak selama 127 jam dengan tangan yang
terhimpit oleh sebuah batu besar di antara dua tebing di Utah.
Kecintaan saya pada desa wisata terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi. Rasanya di setiap desa wis...
Kecintaan saya pada desa wisata
terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi.
Rasanya di setiap desa wisata, saya selalu menemukan berbagai potensi yang baru
dan berbeda. Saat saya dan teman-teman #EksplorDeswitaMalang berada di desa
wisata Sanankerto misalnya.
 |
| Desa Wisata Sanankerto |
Mobil yang kami tumpangi berhenti
di sebuah kantor desa. Kami pun segera beranjak turun dan mengambil tempat
untuk ngaso di pendapa kantor ini. Niat untuk rebahan di sebuah kursi panjang pun
saya urungkan saat melihat keunikan bangunan pendapa. Semua dekorasi mulai dari
atap hingga tiangnya terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian hingga
terlihat sangat epik. Saat sedang mengamati, teman lain menyadari hal yang sama & terlihat sibuk mengambil
gambar dari berbagai sisi. Maka tanpa perlu dijelaskan, saya meyakini potensi
andalan dari desa wisata ini pastilah kerajinan bambu.
Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejumlah destinasi wisata eksotis, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan ma...
Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki sejumlah destinasi wisata eksotis, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan manusia yang sering dijadikan tujuan wisata para backpacker. Untuk biaya penginapan sendiri, ada banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kocek para backpacker. Untuk memudahkan aktivitas selama berwisata di Lombok, backpacker disarankan menyewa sebuah kamar hotel murah di Mataram.
 |
| (sumber : tripadvisor.com) |
Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bol...
Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bola dan cat warna warni. Tak hanya itu, deretan tembok rumah yang berada di sepanjang tepi sungai pun tak luput dari warna yang mencolok tersebut. Mulai dari merah, hijau, kuning, biru, dan warna lain yang berpadu dengan cantik dan menawan.
 |
| Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa |
Siang itu, saya bersama beberapa teman dari Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah (Genpi Jateng) dan Ikatan Mas Mba Jawa Tengah (IMMJ) berada di Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa. Kali werno berasal dari kata kali yang berarti sungai, sementara werno berarti warna. Berada di Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, kampung ini tengah naik daun di media sosial berkat spot selfie yang instagramable tersebut. Hanya dalam hitungan minggu saja sejak kampung ini mempercantik diri, ratusan wisatawan datang membanjiri setiap hari.
Desa Wisata Kebonagung Bantul Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang...
 |
| Desa Wisata Kebonagung Bantul |
Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang sebagai pembatas setiap petaknya. Khas pedesaan. Sementara di dalam kendaraan, Mas Sitam tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya yang pernah mengunjungi desa wisata yang akan kami tuju ini. Benar, ini kali kedua baginya mengunjungi desa wisata Kebonagung Imogiri Bantul.
 |
| Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul |
Kami sampai di sekretariat desa wisata setempat. Sejumlah warga yang tengah menunggu kedatangan kami menyambut dengan ramah, pun dengan ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menyalami kami satu per satu. Pak Dalbya namanya. Siang itu ia bercerita banyak soal potensi wisata di desanya. Semangatnya membangun desa sangat terlihat jelas dari tuturnya yang begitu antusias. Desa ini sendiri mulai merintis sebagai desa wisata sejak tahun 1998, dan sempat porak poranda akibat gempa Jogja di tahun 2006. Untunglah semangat Pak Dalbiya dan masyarakatnya tak pernah surut untuk kembali membangunnya.
Poncokusumo merupakan nama satu desa sekaligus nama kecamatan di Kabupaten Malang. Sejak 27 Mei 2001 Poncokusumo yang memiliki luas sekitar...
Poncokusumo merupakan nama satu desa sekaligus nama kecamatan di Kabupaten Malang. Sejak 27 Mei 2001 Poncokusumo yang memiliki luas sekitar 686,23 hektar diresmikan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Semeru atau tepatnya di sebelah selatan perbatasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Wisata Poncokusumo memiliki banyak potensi yang patut untuk digali. Setidaknya, ada 5 potensi yang pernah saya gali bersama teman-teman #EksplorDeswitaMalang yang harus kamu ketahui.
1. Wisata Petik Apel
 |
| Wisata Petik Apel Poncokusumo Malang |
Coban Pelangi Desa Wisata Gubugklakah Malang "Loh sudah sampai yah?" kata salah satu orang yang berada dalam satu kendaraan D...
 |
| Coban Pelangi Desa Wisata Gubugklakah Malang |
"Loh sudah sampai yah?" kata salah satu orang yang berada dalam satu kendaraan Disporapar yang mengantarkan kami malam itu. Saya yang sempat tidur di sepanjang jalan mulai membuka mata dan melihat keadaan sekitar. Satu per satu turun dari kendaraan, saya yang berada di jok paling belakang segera menyusul. Udara dingin cukup menusuk kulit sesaat setelah kaki menapak di luar kendaraan. Sedikit lebih dingin jika dibandingkan dengan kota domisili saya.
Beberapa orang menyambut kami di luar kendaraan, diantaranya Pak Purnomo Anshori ketua Forkom Desa Wisata Kabupaten Malang sekaligus pengurus pokdarwis desa wisata Gubugklakah. Sadar jika diantara kami ada yang merasa kedinginan, beliau segera mengajak kami masuk ke lantai dua rumahnya yang juga merupakan homestay tempat kami bermalam di desa ini. Dan dari sinilah awal perjalanan kami untuk #EksplorDeswitaMalang, Desa Wisata Gubugklakah.
Desa Wisata Gubugklakah atau yang lebih dikenal dengan sebutan DWG berada di Kecamatan Pocokusumo Kabupaten Malang. Letaknya berada di kaki Gunung Bromo dan menjadi salah satu jalur pendakian. Tak heran jika desa ini memiliki panorama dan kesejukan khas pegunungan. Nama Gubugklakah berasal dari kata gubug yang berarti rumah/tempat tinggal sederhana dan klakah yang berarti bambu yang terbelah dua, sehingga Gubugklakah dapat diartikan sebagai rumah sederhana yang terbuat dari bambu yang dibelah, identik dengan rumah zaman dulu.
Desa Wisata Gubugklakah dikenal sebagai salah satu desa wisata yang kaya akan potensi wisata, tak heran jika tahun 2014 DWG pernah meraih penghargaan sebagai juara III Desa Wisata Nasional dan juara I lomba Pokdarwis di tahun yang sama. Beruntung, kami berkesempatan menggali potensi wisata apa saja yang berada di desa wisata ini dalam sehari.
Nusa Pelangi, Agrowisata Sapi Perah
 |
| Nusa Pelangi, Agrowisata Sapi Perah |
Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY Kami sudah berada di mobil jemputan menuju Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul setelah sebelumnya...
 |
| Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY |
Kami sudah berada di mobil jemputan menuju Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul setelah sebelumnya tiga desa wisata di Gunungkidul selesai kami eksplor. Pak Nur Ahmadi yang menemani perjalanan kami mengatakan waktu tempuhnya cukup untuk dipakai istirahat, namun kami lebih memilih menikmati perjalanan dengan mengobrol meski sebenarnya lumayan mengantuk setelah sebelumnya kami harus bangun pagi buta untuk mengejar sunrise di
Kampung Pitu. Kamipun memasuki daerah Imogiri. Beberapa obyek wisata
favorite seperti Puncak Becici, Hutan Pinus Mangunan, Kebun Buah Mangunan, dll kami lewati. Tak lama, sampailah kami di tujuan, Kampung Batik Giriloyo.
 |
| Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY |
Follow Us
Temukan saya di :