"Budaaaal!!!" begitulah kata Mas Ade siang itu di bbm dalam Bahasa Jawa yang kurang lebih artinya "Berangkat!!!". Waktu...
"Budaaaal!!!" begitulah kata Mas Ade siang itu di bbm dalam Bahasa Jawa yang kurang lebih artinya "Berangkat!!!". Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, padahal kami membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam untuk sampai di tempat yang akan kami tuju. Ya, siang itu saya, Mas Ade, sama Mba Ika sudah berencana ke Dieng, Wonosobo. Bukan rencana dadakan sebenarnya, karena sudah ada obrolan sebelumnya. Namun siang itu kondisional mengingat saya ada keperluan pagi hari. Jadi sampai siang belum ada keputusan apakah kami akan jadi berangkat atau tidak. Sampai ahirnya jam 1 siang kami sepakat untuk segera packing dan berangkaaatttt!
 |
| Dieng Wonosobo |
Ini merupakan trip pertama saya di tahun 2016, sekaligus mewujudkan salah satu wishlist saya tahun lalu yang belum terealisasi. Jam 3 sore kami sudah berkumpul di halte Boyolali karena rute yang akan kami tempuh adalah via Selo Boyolali - Secang - Temanggung - Wonosobo - Dieng. Mba Ika datang lebih dulu dari Solo Baru dengan naik bus, Mas Ade menyusul dari Klaten, dan kemudian saya tak lama kemudian. Mas Ade berboncengan dengan Mba Ika, sedangkan saya bersama angin (baca : sendiri) nasib! :(
27 Desember 2015 saya diajak beberapa teman di Jogja untuk berkunjung ke Kampung Edukasi Watulumbung. Awalnya, saya mengira Watulumbung yan...
27 Desember 2015 saya diajak beberapa teman di Jogja untuk berkunjung ke Kampung Edukasi Watulumbung. Awalnya, saya mengira Watulumbung yang di maksud ialah pantai di Gunungkidul. Namun ternyata berbeda. Kampung Edukasi Watulumbung yang dimaksud berada di Bukit Parangtritis Kretek, Bantul, Jogjakarta.
 |
| Gardu Pandang Alas Kuliner Kampung Edukasi Watu Lumbung |
Untuk menuju Kampung Edukasi Watulumbung ini sangat mudah. Dari Jl. Parangtritis, setelah melewati jembatan kretek belok kiri. Sekitar 50 m, ada pertigaan belok kanan. Sebaiknya pelankan laju kendaraan, karena plang/petunjuk nya sangat kecil dan kurang terlihat. Kami sempat terlewat karena tidak melihatnya. Setelah belok kanan, tinggal ikuti jalan menanjak, dan sampailah kita di Kampung Edukasi Watulumbung.
Pantai greweng Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberap...
 |
| Pantai greweng |
Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberapa teman melakukan sesuatu yang saya nilai sendiri "kurang kerjaan" hahaha ya, kurang lebih demikian ungkapan saya saat malam minggu kami pergi ke
puncak yang saat itu sedang turun hujan rintik-rintik dari sore. Dan ahir tahun ini, saya kembali melakukan hal "kurang kerjaan". Saya bersama 6 teman lain yakni Mba Ayun, Mba Ika, Mba Desi, Mas Ade, Mas Karys, dan Mas Aris pergi nenda (baca:
camping) ke Pantai Greweng, Gunungkidul. Musim hujan camp di pantai? kurang kerjaan bukan? haha demi camp penutup ahir tahun, kami rela melakukannya meski harus basah-basahan. Beberapa kali ganti opsi tempat, akhirnya kami memutuskan ke Pantai Greweng.
Rute menuju Pantai Greweng :
Ikuti jalan menuju arah Pantai Wediombo. Dari Arah Solo via Cawas - Karangmojo - Semanu, perempatan lurus (jika dari arah Jogja - Wonosari - Semanu belok kanan) arah Tepus. Sampai di parkiran atas Wediombo (jalan turunan) ambil kiri (jalan kampung tidak beraspal) searah dengan Pantai Jungwok. Sampai di parkiran pantai Jungwok, jalan turun dikit belok kiri (jika lurus ke Pantai Jugwok) ikuti jalan melewati pematang ladang. Hanya sedikit plang/petunjuk jalan untuk menuju pantai greweng ini. Jadi, berusahalah untuk selalu mencari warga setempat untuk bertanya, dan biarkan hatimu yang memandu. :p
Pemain Sendratari Ramayana Jika anda sedang berkunjung ke Kota Solo, dan berniat mencari wisata pantai, air terjun, gunung, atau wi...
 |
| Pemain Sendratari Ramayana |
Jika anda sedang berkunjung ke Kota Solo, dan berniat mencari wisata pantai, air terjun, gunung, atau wisata alam lainnya, saya pastikan anda tidak akan pernah menemukannya. Paling mungkin adalah menemukan wisata tersebut di kota tetangga seperti Kota Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, atau kota lainnya. Namun, jika anda mencari kekayaan budaya & sejarah, Kota Solo sangat tepat untuk anda kunjungi. Sebutan sebagai "Kota Budaya" yang melekat pada Kota Solo bukan tanpa alasan. Faktanya, kota ini memang benar memiliki warisan budaya Jawa yang kental dan masih terjaga hingga sekarang. Hal tersebut didukung dengan pemerintah setempat serta dinas pariwisata yang gencar dan sering mempromosikan Kota Solo dengan beragam
event budaya baik bertaraf lokal, nasional, bahkan internasional.
Berada di kota Semarang dan mengunjungi Lawang Sewu seperti sudah otomatis mengunjungi pula Tugu Muda yang ada di seberang. Ya, berada pa...
Berada di kota Semarang dan mengunjungi
Lawang Sewu seperti sudah otomatis mengunjungi pula Tugu Muda yang ada di seberang. Ya, berada pada satu lokasi dengan lawang sewu, tugu muda hanya dipisahkan oleh jalan raya. Sayangnya, banyak pengunjung yang biasanya hanya numpang lewat saja. Beda dengan saya, yang merasa sayang melewatkannya. Sore itu, kembalinya dari Candi Gedong Songo, ditemani Mas Jo saya menghabiskan sore di Tugu Muda. Meskipun sebenarnya sehari sebelumnya, saya dan teman-teman juga sudah sempat mampir di sana.
 |
| Tugu Muda Siang Hari |
 |
| Tugu Muda Siang Hari |
Saya dan Mas Jo turun tepat di lampu merah sebelum Tugu Muda. Sedangkan Mba Dani melanjutkan perjalanannya menuju terminal Terboyo untuk berganti bus menuju kota asalnya, Kudus. Sore itu tampak beberapa muda mudi tengah asik duduk dan nongkrong di area Tugu Muda, pun dengan kami duduk diantara mereka untuk menunggu senja. Semburat warna orange kekuningan sudah tampak saat matahari mulai tenggelam di arah barat dan saya masih melakukan sesi wawancara dengan Mas Jo yang akan bersuara hanya saat saya lempari pertanyaan. Hufh! Entah harus saya apakan lagi kentongan mushola ini agar bisa bicara banyak.
Gerimis tipis menemani perjalanan kami dari vila di Bandungan menuju Candi Gedong Songo siang itu. Jalanan yang basah dan macet oleh anak s...
Gerimis tipis menemani perjalanan kami dari vila di Bandungan menuju Candi Gedong Songo siang itu. Jalanan yang basah dan macet oleh anak sekolah membuat Mas Joko mengendarai dengan penuh hati-hati. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di Candi Gedong Songo ini, hanya sekitar 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Sesampainya di area parkir, gerimis tipis masih menyambut langkah kaki kami menuju loket. Beberapa ibu-ibu ojek payung segera bergegas mendekati kami untuk menawarkan jasa sewa payungnya sesaat setelah melihat kedatangan kami.
 |
| Candi Tiga Gedong Songo |
Kami sempat diam di depan loket karena ragu untuk masuk mengingat siang itu gerimis masih turun. Ahirnya memutuskan masuk saat gerimis sedikit reda. Untuk masuk ke Candi Gedong Songo ini, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp6000.- saat weekday dan Rp7500,- saat weekend. Sedangkan untuk wisatawan asing sebesar Rp50.000,-
Siang itu waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, padahal sebelumnya kami masih ada rencana untuk mengunjungi Masjid Agung Semarang. Terlalu...
Siang itu waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, padahal sebelumnya kami masih ada rencana untuk mengunjungi Masjid Agung Semarang. Terlalu asik saat berada di Lawang Sewu dan Klenteng Sam Poo Kong, membuat kami lupa waktu. Jadilah rencana kami berubah, yang sebelumnya ingin mengunjungi Masjid Agung terlebih dahulu, hingga ahirnya memutuskan untuk langsung berangkat ke Umbul Sidomukti. Ini terpaksa kami lakukan karena jarak tempuh menuju Umbul Sidomukti cukup jauh, bisa 1-2 jam dari Semarang kota, tergantung kondisi jalan. Macet bisa saja terjadi mengingat saat itu bertepatan dengan ahir pekan. Umbul Sidomukti sendiri terletak di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.
 |
| Umbul Sidomukti |
Puas mengelilingi Lawang Sewu , kami bergerak ke Jl. Simongan Raya, tepatnya di Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi s...
Puas mengelilingi
Lawang Sewu, kami bergerak ke Jl. Simongan Raya, tepatnya di Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu landmark yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke kota Semarang. Tempat ini merupakan sebuah petilasan, yakni bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok yang tersohor bernama Laksamana Zheng He/Cheng Ho.
Lawang Sewu Semarang Semarang, merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah. Meski begitu, sebagai warga asli yang terlahir dan besar di Jaw...
 |
| Lawang Sewu Semarang |
Semarang, merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah. Meski begitu, sebagai warga asli yang terlahir dan besar di Jawa Tengah, saya sedikit malu saat ditanya apa saja yang ada di Kota Semarang. Biasanya, saya hanya menyebutkan landamark kota Semarang seperti lawang sewu, kuliner Semarang seperti lumpia, bandeng presto, tahu gimbal, dll tanpa bisa bercerita banyak. Bagaimana saya bisa bercerita, jika saya sendiri belum pernah punya pengalaman dengan kota lumpia ini. Ya, meski ibu kota provinsi, saya belum pernah mengeksplore kota Semarang sebelumnya. Biasanya, hanya numpang lewat atau sekedar transit saja.
Jika anda mendengar kebun buah, apa yang anda fikirkan? sebuah kebun yang rindang oleh berbagai macam pohon buah yang menggoda untuk dipeti...
Jika anda mendengar kebun buah, apa yang anda fikirkan? sebuah kebun yang rindang oleh berbagai macam pohon buah yang menggoda untuk dipetik. Emm bisa jadi. Nah, di jogja ada kebun buah mangunan yang mungkin sedikit berbeda. Kenapa? karena kebun buah mangunan tidak hanya memiliki koleksi berbagai pohon buah namun juga terdapat puncak bukit dengan pemandangan gunung seribu dan sungai oyo yang sangat elok dilihat dari ketinggian.
Menyusuri jalan malioboro, mengunjungi keraton, candi, atau bersantai di pantai adalah sebagian aktivitas yang anda lakukan jika berkunjung...
Menyusuri jalan malioboro,
mengunjungi keraton, candi, atau bersantai di pantai adalah sebagian aktivitas
yang anda lakukan jika berkunjung ke kota Jogjakarta bukan? Bagaimana kalau
kali ini saya mengajak anda duduk santai di bawah rindangnya pepohonan pinus
sambil bercengkrama bersama keluarga ataupun teman-teman? Hmm suasana ala-ala
film twilight akan bisa kita dapatkan disana. Ya, kali ini saya mengajak anda
ke hutan pinus Imogiri.
 |
| Hutan Pinus Imogiri |
Hutan Pinus Imogiri letaknya
tidak jauh dari kota Yogyakarta. Hanya butuh waktu sekitar 1 jam dari kota Jogja untuk
sampai kesana. Hutan pinus berada di Desa Muntuk Dlingo Bantul Yogyakarta,
tepatnya di jalan yang menghubungkan antara Imogiri dengan Dlingo Bantul. Jika
dari Jogja kota ambil jalan kearah ringroad selatan kemudian ambil jalan kearah
Imogiri Timur.
Saat mencoba KA Railbus Batara Kresna , saya memiliki waktu 4 jam di Wonogiri. Hal ini saya manfaatkan untuk mengunjungi Gunung Gandul yang...
Saat mencoba
KA Railbus Batara Kresna, saya memiliki waktu 4 jam di Wonogiri. Hal ini saya manfaatkan untuk mengunjungi Gunung Gandul yang tidak jauh dari St Wonogiri. Sebelumnya, saya sempatkan terlebih dahulu untuk sarapan soto yang berada di depan stasiun, karena saya akan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.
Gunung Gandul terletak di Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri, sekitar 4 km dari stasiun Wonogiri, atau 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Meski tidak ada plang khusus yang menunjukkan arah jalan Gunung Gandul, namun rutenya sangat mudah. Saya cukup 2X bertanya pada warga sekitar. Tidak ada angkutan umum menuju Gunung Gandul, kecuali ojek.
 |
| Pemandangan kota Wonogiri dari puncak gunung gandul |
Awal tahun lalu, ada kabar gembira dari PT KAI yang bekerjasama dengan pemerintah Surakarta tentang dioperasikannya kembali moda transporta...
Awal tahun lalu, ada kabar gembira dari PT KAI yang bekerjasama dengan pemerintah Surakarta tentang dioperasikannya kembali moda transportasi railbus batara kresna yang melayani rute Solo Purwosari - Wonogiri. Tentu, moda ransportasi unik dan terjangkau ini sangat di sambut baik oleh masyarakat, baik untuk transportasi sehari-hari maupun sebagai wisata. Saya dan teman-temanpun berencana untuk mencoba railbus tersebut, meski sampai tengah tahun belum juga terealisasi. Ahirnya, pada 20 Agustus 2015 saya berkesempatan mencoba moda transportasi ini. Saya bersama Budi, teman saya saat di bangku kuliah sepakat untuk bertemu di stasiun purwosari pukul 05.45 WIB, karena rail bus berangkat dari st purwosari pukul 06.00 WIB. Beruntung, saya datang tepat waktu, 2 menit sebelum kereta berangkat. Hahaha terlihat muka budi yang H2C harap-harap cemas menunggu kedatangan saya. Hihihi
 |
| KA Rail Bus Batara Kresna |
Umbul Ponggok Klaten Belakangan, umbul ponggok semakin menjadi primadona dan topik hangat oleh para fotografer & treveler karena ke...
 |
| Umbul Ponggok Klaten |
Belakangan, umbul ponggok semakin menjadi primadona dan topik hangat oleh para fotografer & treveler karena keindahannya. Sekedar untuk dinikmati dengan snorkeling, latihan diving, maupun seni fotografi underwater. Tak heran, jika semakin banyak orang berbondong-bondong datang ke umbul yang berada di desa ponggok, kecamatan polanharjo kabupaten Klaten ini. Saya sendiri, meski rumah hanya berjarak sekitar 15 menit dari umbul ponggok tidak pernah menyangka bahwa umbul ponggok akan sepopuler sekarang ini. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, umbul berarti sumber air, sedangkan ponggok merupakan nama desa dimana umbul ini berada. Umbul ponggok sendiri sudah ada sejak jaman belanda ratusan tahun silam yang difungsikan sebagai pengairan perkebunan. Luas umbul ponggok sekitar 50 x 25 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 sampai 2,5 meter.
Embung Nglanggeran Dari Gunung Api Purba Nglanggeran sayang sekali jika tidak sekalian mampir ke Embung Nglanggeran yang hanya berjara...
 |
| Embung Nglanggeran |
Dari
Gunung Api Purba Nglanggeran sayang sekali jika tidak sekalian mampir ke Embung Nglanggeran yang hanya berjarak sekitar 2 km dan dapat ditempuh kurang dari 10 menit. Embung Nglanggeran terletak di Dusun Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Belum ada kendaraan umum yang melalui rute ini, jadi hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi.
Rute menuju Embung Nglanggeran; Dari Jogja - Jl Wonosari - Bukit Bintang - Radio GCD Fm belok kiri - Desa Ngoro-oro - Pertigaan setelah UPT Puskesmas Patuk II ambil kanan – Pendopo Kalisong lurus – Pertigaan setelah SDN Nglanggeran belok kiri – ikuti papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran.
Siang itu, saya bersama Mba Ika dan teman-teman lain sedang berkumpul di rumah Mas Sen untuk mengadakan rapat paripurna yang penting, genti...
Siang itu, saya bersama Mba Ika dan teman-teman lain sedang berkumpul di rumah Mas Sen untuk mengadakan rapat paripurna yang penting, genting, tapi tidak sampai bunting. #iiisssh Perdebatan terjadi hingga sore hari dengan cukup alot, mengingat isu yang sedang kami bahas cukup sensitif. Ya, kami sedang merencanakan untuk camping, namun masih belum memutuskan tempatnya. Haelah! #penting banget! Sebelumnya kami berencana ingin ke puthuk setumbu Magelang, kemudian berubah ingin ke Dieng Wonosobo, juga sempat ingin jalan-jalan ke Madiun/Kediri, dan terahir saya berfikir untuk camp di pantai Gunungkidul. Setelah rapat selama berjam-jam ahirnya kami memutuskan untuk camp di Gunung Api Purba Nglanggeran! Hmm.. Mau ke Gunungkidul saja harus mikir dulu ke Magelang, Wonosobo, Madiun, dan Kediri. Fyuh!
Pukul 8 malam kami masih wedangan di pertigaan dekat rumah Mba Ika sambil menunggu Mas Mamat dan Bude Retno. Sedangkan teman lain dari jogja ada Mas Karys yang siap meluncur ke kost Mba Ayun. Kami sepakat untuk bertemu di mini market daerah Piyungan. Jam 9 malam kami berangkat. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Solo ke Nglanggeran. Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang berada pada deretan Pegunungan Sewu. Gunung ini adalah satu-satunya gunung api purba di Yogyakarta yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu. Gunung Nglanggeran tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Rute ke Gunung Api Purba Nganggeran : Ada beberapa rute untuk menuju Gunung Nglanggeran. Namun karena kami berangkat dari Solo pada malam hari, jadi kami memilih rute paling mudah dan aman, yakni melalui rute Prambanan - Piyungan - Bukit Bintang - Radio GCD FM. Kemudian belok kiri kira-kira menuju arah Desa Ngoro-oro dan menuju arah ke Nglanggeran.
 |
| Gunung Api Purba Nglanggeran |
Mt Andong 1726 Mdpl Pergilah keluar. Nikmati alam ini. dan... Gunung bisa jadi guru yang terbaik! Demikian quote yang pernah saya...
 |
| Mt Andong 1726 Mdpl |
Pergilah keluar. Nikmati alam ini. dan... Gunung bisa jadi guru yang terbaik!
Demikian quote yang pernah saya baca, meski entah dari siapa. Sebagai tukang jalan, belum lengkap rasanya jika saya tidak pernah menginjakkan kaki di ketinggian. Ya, selama ini saya lebih condong sebagai penikmat 0 Mdpl. Tapi sesungguhnya sudah sejak lama saya ingin menikmati alam dari ketinggian. Meski begitu, saya tidak mau serta merta menjadi pendaki dadakan tanpa tahu dan belajar medan. Tentu saja saya sadar diri, untuk hal ini merupakan hal yang baru untuk saya. Beruntung saya mendapat kesempatan untuk mencoba dan belajar untuk mendaki gunung. Adalah Mas Bayu, Mba ika, dan Mba Ayun yang memiliki rencana dan mengajak saya untuk mendaki Gunung Andong.
Dari Situs Megalitikum Gunung Padang , kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lampegan. Stasiun Lampegan adalah stasiun kereta api yang ter...
Dari
Situs Megalitikum Gunung Padang, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lampegan. Stasiun Lampegan adalah stasiun kereta api yang terletak di jalur KA Manggarai - Padalarang, terletak di Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Cianjur. Yang unik dari stasiun ini adalah adanya terowongan lampegan di dekatnya. Stasiun ini dibangun pada tahun 1882, dan pada tahun 2001 pernah ditutup karena tanah logsor, dan dibuka kembali pada tahun 2010.
 |
| Stasiun Lampegan Cianjur |
Stasiun ini pernah melayani perjalanan kereta api jalur Bandung-Sukabumi dengan Kereta api Ciroyom - Cianjur - Lampegan jurusan Stasiun Sukabumi dan Stasiun Ciroyom (sebelumnya dari Stasiun Bandung. Kini stasiun ini hanya melayani Kereta api Siliwangi yang melayani relasi Sukabumi - Cianjur.
Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Commun...
 |
| Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur |
Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Community) yakni Teh Siti, yang mengajak trip share cost menuju Situs Megalitikum Gunung Padang yang berada di Cianjur. Kebetulan trip tersebut bertepatan dengan hari jumat saat libur nasional May Day, saya pun bersemangat untuk bergabung. Kamis malam kami sepakat untuk bertemu di St. Bogor sebagai tempat meeting point. Dan trip ini diikuti oleh 29 orang, dari berbagai daerah dan komunitas di Jabodetabek. Dari 29 orang tersebut, saya hanya mengenal teh siti saja sebelumnya. Hahaha Bakalan dapat banyak teman baru, pikir saya.
Dari Danau , kami melanjutkan perjalanan ke curug sawer. Masih di area Taman Nasional Situ Gunung, kalau tadi kita ambil jalan belok kiri, ...
Dari
Danau, kami melanjutkan perjalanan ke curug sawer. Masih di area Taman Nasional Situ Gunung, kalau tadi kita ambil jalan belok kiri, kali ini kami jalan lurus. Berbekal beberapa camilan dan beberapa botol air mineral, kamipun bersiap trekking. Jalan menuju curug sawer ini menurut saya cukup mudah karena jalan yang tidak begitu menanjak dan lebih banyak jalan yang datar. Walaupun pada ahirnya melebihi ekspektasi saya. hahaha yupz, jalan menuju curug sawer ini cukup panjang, saya lupa berapa lama kami tempuh, tapi sepertinya ada sejam atau lebih. Atau mungkin ini karena kami yang sering berhenti sekedar istirahat sambil menunggu putri Bu Yayat yang ketinggalan karena saltum. hahaha mba dwi, dialah orangnya. Anak mall yang saya seret untuk menikmati alam, namun masih kekeuh dengan style nya. hihihi bengkak deh tu kaki trekking pakai sepatu mall :p
Ada hal yang unik saat diperjalanan menuju curug sawer ini. Seekor lebah terbang di sekitaran kami mengikuti jalan kami. Sedikit was-was takut di sengat, namun usaha kami untuk mengusirnya sia-sia saja, dan ahirnya kami anggap teman perjalanan. Benar saja, saat kami sudah sampai curug sawer, lebah tersebut dengan sendirinya menghilang. Hmm, lebah yang ramah ya? mau mengawal sampai tempat. hihihi
 |
| Curug Sawer Sukabumi |
Follow Us
Temukan saya di :