Bagi yang pernah melewati Jalan Adi Sucipto Solo, pasti sudah tak asing dengan sebuah bangunan bercat putih bergaya Eropa yang berdiri cantik di sisi utara jalan raya itu. Barangkali dulu banyak orang dibuat penasaran dengan fungsinya. Sebab selama bertahun-tahun bangunan yang merupakan kompleks ruko & perumahan itu terlihat "sepi-sepi" saja.
Namun satu tahun belakangan, sebuah neon box dan tulisan besar menunjukkan identitas barunya. Bangunan itu kini disulap menjadi hotel bintang 4 yang merupakan bagian dari Wyndham bernama Ramada Suites.
Ramada Suites by Wyndham
Pasar Gede Hardjonagoro Solo Pasar Gede Hardjonagoro Solo merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan tak jau...
Pasar Gede Hardjonagoro Solo merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan tak jauh dari balai kota Solo. Seperti pasar tradisional pada umumnya, pasar ini menawarkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga serta aneka ragam bahan makanan baik yang masih mentah hingga makanan siap santap. Atmosfer kegiatan berniaga pun sangat terasa di sini.
Tiga minggu dari Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019 , saya kembali diundang untuk menyaksikan parade atau carnival serupa...
Tiga minggu dari Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019, saya kembali diundang untuk menyaksikan parade atau carnival serupa. Kali ini oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo yang memang juga memiliki agenda tahunan bertajuk Solo Batik Carnival (SBC).
Solo Batik Carnival 2019
SBC tahun ini merupakan agenda ke 12 sejak pertama digelar pada tahun 2008 lalu. Saya masih ingat tahun-tahun awal agenda ini digelar, saya tak pernah rela melewatkannya. Tahun demi tahun, mulai dari tema kostum, rute dan waktu pelaksanaannya selalu berubah demi menampilkan sebuah sajian parade yang apik. Saya sendiri terakhir menyaksikan SBC secara langsung sekitar 2011 hingga baru tahun ini berkesempatan kembali.
Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Selain memiliki buday...
Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa
Tengah yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Selain memiliki
budaya yang masih sangat lekat, kota ini memang cukup kaya dengan sejarah dan
aneka ragam kuliner khas. Belum lagi ditambah dengan kabupaten sekitar seperti
Karanganyar, Klaten, dan Boyolali, yang memiliki wisata alam cantik sehingga
menjadikan wisata Solo Raya semakin lengkap.
Namun, untuk menikmati wisata di Solo Raya tersebut kamu
harus memiliki waktu ekstra, karena jarak antara obyek wisata dari satu kota ke
kota lainnya cukup menguras waktu. Sehingga, jika hanya memiliki waktu yang
terbatas, saya sarankan untuk mengunjungi wisata yang berada di dalam kota saja.
Dengan obyek wisata yang jaraknya tak terlalu jauh akan membuatmu menghemat
waktu.
Nah berikut ini daftar obyek wisata di tengah Kota
Solo yang menarik untuk city tour
versi Lagilibur.com :
1. Keraton Kasunanan
Keraton Kasunanan Surakarta
Obyek wisata pertama yang wajib dikunjungi karena
sudah menjadi “icon” serta identitas Kota Solo adalah Keraton Kasunanan. Keraton
ini berdiri sejak tahun 1744 sebagai ganti Keraton Kartasura yang porak poranda
akibat geger pecinan yang terjadi pada 1743. Saat ini Keraton Kasunanan masih
menjadi tempat tinggal keluarga Sri Sunan dan menjadi salah satu obyek wisata
andalan di Kota Solo. Sayangnya, karena adanya konflik yang terjadi di dalam
keraton, saat ini wisatawan hanya bisa masuk kawasan museum saja.
Belakangan, demam Korea semakin menjangkiti masyarakat kita, khususnya kaum perempuan. Mulai dari yang masih ABG sampai dewasa sekali pun h...
Belakangan, demam Korea semakin
menjangkiti masyarakat kita, khususnya kaum perempuan. Mulai dari yang masih ABG
sampai dewasa sekali pun hafal judul drama korea di luar kepala. Belum lagi
dengan group K-pop yang bahkan nama-nama personilnya saja dengan sangat mudah
mereka ingat. Maka tak heran jika budaya dan kebiasaan dari negeri gingseng ini
dengan sangat mudah terbawa ke kehidupan masyarakat kita. Gaya busana, gaya
rambut, sampai gaya makan pun, satu per satu diimpor ke tanah air. Resto yang
menyajikan kuliner ala Korea pun semakin menjamur dimana-mana. Seperti di Solo,
kamu bisa menemukan Kimchi Korean Restaurant.
Kimchi Korean Restaurant berada
di Jalan Veteran No. 190 Surakarta. Beragam jenis makanan khas Korea bisa kamu
nikmati di resto ini. Mulai dari yang porsi personal hingga porsi untuk
rame-rame. Kamu yang muslim juga tak perlu khawatir karena semua menu yang
ada di resto ini dipastikan halal. Dari beragam menu yang dihadirkan, berikut
ini beberapa di antaranya yang patut kamu coba:
1. Budae
Jeongol
Budae Jeongol - Kimchi Korean Restaurant Solo
Barelo Swiss Belinn tak pernah berhenti untuk berenovasi menghadirkan menu-menu terbaik untuk para pecinta kuliner di Kota Solo. Baru-baru...
Barelo Swiss Belinn tak pernah
berhenti untuk berenovasi menghadirkan menu-menu terbaik untuk para pecinta
kuliner di Kota Solo. Baru-baru ini, menu makan siang istimewa kembali dihadirkan.
Tak hanya itu, paket afternoon tea juga siap memanjakan lidah kamu yang ingin
menghabiskan sore bersama teman ataupun keluarga. Seperti apa kedua paket
tersebut? berikut ini, saya punya sedikit ulasannya.
Makan Siang dengan Nasi Campur
Saripetojo
Nasi Campur Saripetojo
Cari tempat makan bareng teman-teman itu susah-susah gampang. Iya kalau semua teman omnivora macam saya, yang bisa makan apa saja. Tapi yan...
Cari tempat makan bareng
teman-teman itu susah-susah gampang. Iya kalau semua teman omnivora macam saya,
yang bisa makan apa saja. Tapi yang namanya beda orang beda selera. Ada yang tak suka ini lah, tak suka itu lah,
harus begini harus begitu. Jadi susah bukan? Maunya sih, bisa makan sambil
nongkrong di satu tempat, tapi bisa makan sesuai selera masing-masing. Eh tapi,
kalau di Solo saya punya rekomendasinya lho. Tidak hanya nyaman untuk nongkrong
seharian, di sini kita akan disodorkan beragam menu yang cocok bagi semua selera.
Tepatnya ada di La Taverna, Jalan Siwalan No 66, Kerten, Laweyan, Surakarta.
Saya sudah beberapa kali makan bareng teman di tempat ini. Selain menunya beragam, tempatnya
cozy banget. Menu andalan saya sih biasanya aneka steak. Tapi baru-baru ini La
Taverna sedang rajin mengenalkan menu serba jamur. Jamur tersebut diolah menjadi
aneka masakan pengganti daging. Mulai dari sate jamur, tongseng jamur, pepes
jamur, rendang jamur, dan masih banyak lagi. Rasanya? Saya jamin jika tidak dikasih
tahu sebelumnya, kamu tidak akan sadar kalau yang sedang kamu kunyah bukanlah
daging melainkan jamur. Lalu, ada apa saja dan bagaimana rasanya? Berikut ini
beberapa menu jamur yang sudah sempat saya cicipi.
1. Sate Jamur
Sate Jamur La Taverna
Akhir pekan lalu, saya dan beberapa teman travel blogger mendapat undangan sebuah acara city tour yang diselenggarakan oleh Paguyuban Put...
Akhir pekan lalu, saya dan beberapa teman travel blogger mendapat undangan sebuah acara city tour yang diselenggarakan oleh Paguyuban Putra Putri Solo. Acara tersebut berlangsung seharian, mulai dari jam 10.30 pagi hingga jam 8 malam. Acaranya sendiri bertajuk sejarah batik, sehingga destinasi kami tentulah tempat-tempat yang lekat dengan sejarah perkembangan batik di kota bengawan ini. Dimulai dari Museum Radya Pustaka, Rumah Pribadi Go Tik Swan, Kampung Batik Laweyan, hingga Kampung Batik Kauman.
City tour seharian dengan berjalanan kaki berkeliling Kampung Batik Laweyan & Kauman, tentu membuat rasa lelah begitu menumpuk. Kaki seakan mau copot dengan badan yang tak karuan. Rasanya ingin segera mandi dan merebahkan badan di kasur kemudian tidur hingga pagi. Apalagi hari itu saya datang bersama Hannif yang kebetulan sedang kurang fit. Agar tidak semakin drop kesehatannya, akhirnya kami memutuskan untuk stay dan memilih The Sunan Hotel Solo sebagai tempat kami bermalam.
The Sunan Hotel Solo
Liberica Solo Kota Solo merupakan salah satu kota yang ramah bagi "tukang nongkrong" menurut saya. Bagaimana tidak, pecinta t...
Kota Solo merupakan salah satu kota yang ramah bagi "tukang nongkrong" menurut saya. Bagaimana tidak, pecinta tongkrongan pasti akan betah di kota ini karena sangat mudah untuk menemukan habitatnya. Itupun dengan beragam kelas, mulai dari yang merakyat dengan bersila di tikar wedangan pinggir jalan hingga duduk di sofa nyaman kafe. Tinggal pilih sesuai budget kantong.
Baru-baru ini saya diundang untuk food testing ke salah satu tempat berkelas yang terletak di depan loby Alila Hotel; Liberica. Bagi sebagian orang, nama Liberica sudah tak asing lagi. Di Indonesia, outletnya sudah tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, hingga Solo. Bahkan di Solo sendiri tidak hanya ada di Alila Hotel, namun juga dapat ditemui di The Park Mall Solo Baru.
Sudah tahu kan Epice Restaurant dari Alila Hotel Solo punya paket buffet dinner setiap Jumat dan Sabtu. Ini pernah saya singgung di tulisa...
Sudah tahu kan Epice Restaurant dari Alila Hotel Solo punya paket buffet dinner setiap Jumat dan Sabtu. Ini pernah saya singgung di tulisan saya di sini. Paket buffet dinner ini memanjakan para tamu dengan beragam sajian yang bisa dipilih mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Menariknya, sajian yang dihidangkan merupakan kuliner khas dari suatu negara, dan akan berganti konsep setiap 2 bulan sekali. Hal ini selain membuat para tamu tidak merasa bosan dengan sajian yang sama, juga dapat memperkaya referensi tentang kuliner dari satu negara ke negara lainnya. Misalnya, setelah awal tahun lalu Epice mengusung tema kuliner timur tengah, pada bulan Maret hingga April nanti Epice menghadirkan sajian kuliner dari tanah hindustan aka India.
Epice Restaurant Alila Hotel Solo
Senang rasanya saat saya berkesempatan diundang untuk mencoba buffet dinner dengan konsep ala India ini. Bagaimana tidak, India memiliki segudang kuliner khas seperti di negara kita. Seperti halnya di Indonesia, setiap daerah memiliki kuliner khas masing-masing yang juga kaya rasa dengan bumbu rempah yang melimpah. Hal ini yang membuat saya semakin penasaran untuk mencicipi cita rasanya. Apalagi serial drama India yang banyak bersliweran di TV nasional sering menayangkan berbagai sajian kulinernya tersebut membuat kuliner India semakin populer terdengar di telinga. Sebut saja biryani, naan, papadum, tikka masala, dosa, pani puri, dll. Nah, di buffet dinner dari epice restaurant ini juga menyajikan puluhan kuliner India tersebut. Saking banyaknya, saya tidak mampu menghafalnya. Tapi, dari berbagai macam pilihan itu, ada beberapa menu yang menjadi andalan. Berikut diantaranya :
Setelah beberapa tahun tinggal di Kota Bogor, saya sedikit terkejut saat kembali ke Kota Solo tahun lalu. Di sepanjang jalan utama baik di ...
Setelah beberapa tahun tinggal di Kota Bogor, saya sedikit terkejut saat kembali ke Kota Solo tahun lalu. Di sepanjang jalan utama baik di sebelah kanan & kiri terlihat bangunan modern yang menjulang tinggi. Mall dan hotel bintang 3 hingga bintang 5 bagai disulap dalam sekejap dan mendadak berdiri tegak. Salah satu bangunan yang menyita perhatian saya adalah Alila Hotel yang berada di Jl. Slamet Riyadi No.562 tepatnya di pertigaan Faroka.
Alila Solo (sumber: http://www.alilahotels.com/solo)
Libur sekolah adalah saat-saat yang ditunggu oleh anak-anak. Berwisata bersama keluarga, bermain sepuasnya, menonton tv sepanjang hari adal...
Libur sekolah adalah saat-saat yang ditunggu oleh anak-anak. Berwisata bersama keluarga, bermain sepuasnya, menonton tv sepanjang hari adalah beberapa contoh hal yang biasa dilakukan anak-anak saat masa liburan. Hal ini menjadi tugas para orang tua untuk mengatur kegiatan anak selama liburan di rumah. Jika tidak direncanakan dengan baik, maka masa liburan anak sekolah menjadi kurang bermanfaat. Hal inilah yang menginspirasi Roti Ganep mengajak anak sekolah usia SD - SMP untuk mengisi masa liburan dengan wisata sekaligus belajar tentang berbagai hal, khususnya mengenai Kota Solo lebih dekat . Lewat sebuah acara "Mlampah-mlampah Solo" yang mengangkat tema wisata edukasi & budaya, roti ganep mengajak anak-anak sekolah tersebut mengisi liburan dengan berkeliling Kota Solo (City Tour) mengendarai bus tingkat werkudara, mengunjungi beberapa museum dan melakukan kegiatan kreatif lainnya.
Mlampah-Mlampah Solo di Pasar Gede
Swiss Belinn Saripetojo merupakan salah satu hotel baru bintang tiga yang ada di Kota Solo. Pada tanggal 15 Desember kemarin Swiss Belinn ...
Swiss Belinn Saripetojo merupakan salah satu hotel baru bintang tiga yang ada di Kota Solo. Pada tanggal 15 Desember kemarin Swiss Belinn baru saja merayakan ulang tahun pertamanya. Hotel ini terletak di tengah kota dengan akses yang sangat mudah. Tepatnya di Jl. Slamet Riyadi No. 437, Sondakan, Laweyan. Letaknya yang persis di depan Stasiun purwosari & belakang Robinson Mall membuatnya sangat mudah ditemukan. Sedangkan Barelo yang merupakan kependekan dari Bar, Resto, dan Lounge terletak di lantai 5 dari hotel ini. Tak hanya memiliki konsep tempat yang nyaman, namun juga memiliki menu andalan yang istimewa.
Tempat Luas & Terintegrasi
Barelo Swiss Belinn Saripetojo Solo
Menikmati malam minggu dengan barbeque dinner di hotel berbintang siapa tak ingin? Apalagi jika bersama pasangan. Ya kan? Belakangan, semak...
Menikmati malam minggu dengan barbeque dinner di hotel berbintang siapa tak ingin? Apalagi jika bersama pasangan. Ya kan? Belakangan, semakin banyak hotel yang menawarkan semacam paket barbeque saat malam minggu. Salah satunya adalah Best Western Premier Solo Baru. Mengusung tema "Undersky Barbeque" Best Western Premier Solo Baru menghadirkan barbeque party bagi masyarakat, khususnya pecinta kuliner yang ingin menikmati malam di akhir pekan.
Chef Ananda di Baqbeque Corner
Terkadang kita harus merelakan suatu hal untuk mendapat hal yang lainnya. Mungkin itu juga yang baru saya lakukan akhir pekan lalu. Seharus...
Terkadang kita harus merelakan suatu hal untuk mendapat hal yang lainnya. Mungkin itu juga yang baru saya lakukan akhir pekan lalu. Seharusnya, saya berada di Kota Tegal untuk mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi Tegal 2. Tiket kereta sudah saya pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun saya terpaksa membatalkan kepergian saya untuk sebuah tawaran. Yap, malam itu saya mendapat telephone dari Mas Danang. Ia menawarkan saya untuk ikut dalam acara Famtrip dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah yang diikuti oleh International Student, Travel Journalist, dan Travel Blogger. Saya tak langsung mengiyakan. Bagaimanapun saya sudah berencana untuk berpartisipasi dalam KI Tegal 2 yang tinggal 2 hari lagi akan berlangsung. Saya pun mendiskusikannya pada tim SD saya, dan akhirnya mereka tak keberatan jika saya mengundurkan diri. Beberapa jam kemudian, Mas Fauzan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah menelephone saya untuk mengkonfirmasi tempat meeting point.
Suka sop buntut? Jika kamu salah satu penggemarnya, cobalah simak ulasan saya kali ini. Yapz, saya akan membahas salah satu hotel di Solo B...
Suka sop buntut? Jika kamu salah satu penggemarnya, cobalah simak ulasan saya kali ini. Yapz, saya akan membahas salah satu hotel di Solo Baru yang menyediakan berbagai varian sop buntut lengkap dengan menu lain yang tak kalah menggiurkan untuk dicicipi.
Empat Varian Oxtail Soup
Minggu lalu, saya dan teman-teman dari Komunitas Kuliner Solo mengadakan sebuah acara kecil bertajuk "Maraton Kuliner". Acara ini...
Minggu lalu, saya dan teman-teman dari Komunitas Kuliner Solo mengadakan sebuah acara kecil bertajuk "Maraton Kuliner". Acara ini sebenarnya hanya semacam kopdar (kopi darat) bersama teman-teman dari group Kuliner Solo yang kami gagas secara sederhana pada awalnya. Kebetulan Kak Maya Nirmala Sari selaku founder group tersebut mengajak beberapa teman lain untuk menjadi relawan kepanitiaan, termasuk saya. Mengingat saat ini ada sekitar 5.000 anggota di group tersebut, maka kami batasi untuk 50 peserta saja. Tak disangka, rencana yang awalnya hanya akan menjadi acara kopdar biasa, menjadi acara yang cukup meriah. Peserta yang awalnya kami batasi hanya 50 orang nyatanya menjadi 60 peserta yang terdaftar, itupun cukup banyak peserta yang terpaksa kami tolak karena keterbatasan tempat. Yang paling tak disangka, tak hanya penikmat kuliner saja yang berpartisipasi, namun banyak pebisnis kuliner dan media yang memberikan support pada acara perdana kami ini. Acaranya pun semakin meriah dengan banyak doorprise dari sponsor. Salah satunya adalah Double Decker Casual Dining yang kemudian menjadi tempat berlangsungnya acara kami.
Double Decker Casual Dining
Double Decker Casual Dining sendiri berada di Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru. Saya semakin excited, karena selain bisa kopdar dengan anggota komunitas, kami juga bisa mencicipi 5 menu reguler dari DD sekaligus. Konsep acara ini sendiri memang "Maraton Kuliner" meski tidak maraton yang sesungguhnya, namun harus berpindah dari meja satu ke meja lain untuk mencicipi berbagai macam makanannya. Lalu, apa saja menu yang kami cicipi saat itu? Ini dia. 1. Chicken Quesadillas
Chicken Quesadillas
Menu ini menjadi menu appetizer pertama yang kami cicipi. Quesadillas adalah sajian asal Meksiko yang terbuat dari tortila yang diisi dengan daging ayam, lettuce, keju mozarella serta disajikan dengan tomato salsa dan krim asam. Rasanya cukup bersahabat dengan lidah lokal, di bagian luar sedikit crunchy, dan semakin nikmat saat di colek dengan tomato salsa. Menu ini di bandrol dengan harga IDR 32.8k untuk non member dan untuk member IDR 26.8k. 2. Nacho's Mexicano
Nacho's Mexicano
Selanjutnya, di appetizer ke dua kami punya Nacho's Mexicano. Makanan ini juga berasal dari Mexico. Terbuat dari kripik tortilla dan disiram dengan keju cair. Makanan ini membuat beberapa orang kelabakan mencari air minum. Iyapz, Nacho's Mexicano terasa spicy dan membuat siapa saja memakannya akan kepedesan. Benar saja, karena di nacho's ini juga terdapat cabai mexico yang dikenal sebagai salah satu cabai terpedas di dunia. Hmm berani mencoba? 3. Chicken Finger
Chicken Finger
Menu ketiga, kami mencicipi Chicken Finger. Jangan tanya jari ayam yang mana yang di hidangkan. Karena nama chicken finger dipakai bukan karena terbuat dari jari-jari ayam melainkan daging fillet ayam yang biasanya diambil dari bagian dada, di potong dan di masak dengan seukuran jari. Rasanya hampir sama saja dengan fried chicken meski tak se crunchy tepung di fried chicken. Untuk penyajiannya, Double Decker menambah sedikit salad & mayonaise. Harganya? IDR 26.8k non member dan IDR 21.8k untuk member.
4. Pasta Rendang
Pasta Rendang
Bagi yang ingin menikmati makanan western namun dengan cita rasa lokal, ini salah satu pilihannya. Menu ini sesuai sekali dengan tagline Komunitas Kuliner Solo, yakni "Harmonisasi Kuliner Modern dengan Tradisional". Kita akan menikmati sajian kolaborasi antara pasta dengan rendang. Rasanya? Rendang banget, meski saat suapan pertama yang saya rasakan sangat familiar. Iyaps, rasanya mirip mie instan yang rasa rendang itu, meski tekstur sama taste nya beda. Pasta yang kenyal, dipadupadankan dengan bumbu rendang yang kaya rempah, dan daging sapi pilihan yang dimasak dengan pas. Jadi pasta rendang ini tak hanya rasa-rasa.
5. Burger Double Decker
Menu terakhir, kami mencicipi menu andalan double decker. Namun, burger yang kami pesan bukan burger combo melainkan burger dengan ukuran super. Secara fisik, burger DD ini tak jauh beda dengan burger pada umumnya. Namun yang membedakan adalah soal taste. Patty nya pun berbeda karena di olah dengan resep sendiri. Saat Cooking Demo, salah seorang chef dari DD menunjukkan cara pembuatan patty ini. Kematangan patty nya saya rasa pas, meski terlihat lebih tebal. Teksturenya pun tak begitu keras atau empuk. Makan 1 potong saja rasanya sudah sangat kenyang. Saya saja sedikit menyisakannya, tak sampai habis. (Eh, yang nyisa itu potongan kedua saya ding. Hihihi)
Burger DD
Selain menu diatas, masih banyak lagi menu lain yang patut di coba jika ingin menikmati kuliner dengan nuansa western di Kota Solo. Acara "Maraton Kuliner" ini sendiri sebenarnya tak hanya soal icip-icip saja. Namun juga ada sesi cooking demo, fashion show, dll. Untuk melihat keseruan acaranya silahkan lihat video berikut ini.
Oke, sampai jumpa di event Kuliner Solo selanjutnya!
Double Decker Casual Dining
Alamat: Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, Kec. Sukoharjo, Jawa Tengah
Telepon: (0271) 6727923
Jam buka: Setiap hari, pukul 11.00–01.00 WIB
Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Ten...
Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Tengkleng. Tengkleng merupakan makanan khas Solo yang berupa potongan tulang
kambing yang masih menempel dagingnya dan dimasak dengan bumbu dan berbagai
macam rempah sehingga menciptakan sebuah sajian yang memiliki cita rasa nikmat. Di sebuah gapura di Pasar Klewer saat jam makan siang kita akan menemukan sebuah kedai makan sederhana yang ramai & dikerumuni oleh para pengunjung. Ya, kedai yang menyajikan menu Tengkleng tersebut merupakan Warung Tengkleng Bu Edi yang cukup populer di dunia kuliner Nusantara.
Gapura Pasar Klewer
Lokasi Warung Tengkleng Bu Edi
Warung Tengkleng Bu Edi
Warung tengkleng Bu Edi ini baru dibuka mulai
pukul 12.30 WIB dan segera habis dalam hitungan jam saja. Saking populernya, banyak pengunjung yang sudah mengantri dan menunggu meski warung belum buka. Selain harus mengantri, pengunjung juga harus rela berbagi tempat dan berdesakan dengan pengunjung lain jika ingin menyantapnya di tempat, karena warung ini memang cukup sempit dengan bangunan semi permanen berukuran sekitar 4x4 meter saja. Tidak sedikit pengunjung yang rela makan sambil berdiri karena tidak mendapat tempat duduk.
Follow Us
Temukan saya di :