Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa Pagi sangat cerah saat saya dengan semangat menyiapkan peralatan snorkeling bersama Mas S...
 |
| Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa |
Pagi sangat cerah saat saya
dengan semangat menyiapkan peralatan
snorkeling bersama
Mas Sitam.
Snorkel,
life jacket, dan
fin. Semua alat
snorkeling ini bukan hasil menyewa, melainkan
mengobrak abrik gudang rumah Mas Sitam. Kakaknya yang pernah bekerja di dinas
pariwisata setempat masih menyimpannya dengan baik di gudang rumahnya.
Bagi saya, pantai merupakan salah satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan hilang dengan sendirinya saat...
Bagi saya, pantai merupakan salah
satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan
hilang dengan sendirinya saat melihat birunya laut, mendengarkan deburan ombak,
menginjak pasir pantai, dan merasakan hembusan angin sepoi. Ada kerinduan saat
beberapa waktu tak menjumpainya.
 |
| Pantai Torohudan Gunungkidul DIY |
Setelah puas explore keindahan Desa Wisata Benowo di Purworejo , siang itu kami melanjutkan perjalanan ke Kota Kebumen. Tujuan pertama kami...
Setelah puas
explore keindahan
Desa Wisata Benowo di Purworejo, siang itu kami melanjutkan perjalanan ke Kota Kebumen. Tujuan pertama kami adalah Pantai Menganti. Pantai ini berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai Menganti dikenal sebagai salah satu pantai yang indah di Jawa Tengah dan semakin
populer di media sosial karena keindahannya. Tak hanya memiliki pantai dengan pasir putih yang indah, Pantai Menganti juga memiliki pemandangan perbukitan hijau dan tebing karst yang memesona. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, bus yang kami tumpangi akhirnya sampai di Pantai Ayah. Tak sempat menikmati suasana pantai ini, karena bukan Pantai Ayah tujuan kami. Dua mobil bak terbuka yang dimodifikasi dengan tempat duduk sudah menunggu untuk mengangkut kami ke Pantai Menganti. Melewati jalan yang lebih sempit dengan akses yang naik turun kami melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit. Dan sore itu kami sampai di Pantai Menganti.
 |
| Lembah Menguneng Pantai Menganti Kebumen |
Pagi itu saya sudah berada di sumber baru motor Kalasan Jogjakarta bersama sekitar 25 teman blogger & vlogger lainnya. Rencananya, kam...
Pagi itu saya sudah berada di sumber baru motor Kalasan Jogjakarta bersama sekitar 25 teman blogger & vlogger lainnya. Rencananya, kami akan diajak touring ke Pantai Sepanjang Gunungkidul sekaligus test drive beberapa tipe motor dari Yamaha. Acara yang bertajuk "Wisata Asik Yamaha" ini memang tak hanya mengajak blogger/vlogger dengan niche otomotif saja, namun juga travel blogger seperti saya. Jadi selain bisa mencoba beberapa tipe motor Yamaha untuk touring pendek ini, juga bertujuan untuk mengekspos wisata yang ada di Gunungkidul.
 |
| Wisata Asik Yamaha |
Dalam rangka menyambut kepulangan @ayunqee dari Tanah Hindustan, sekaligus mengobati rindu bermalam di tepi pantai, akhir bulan lalu saya ...
Dalam rangka menyambut kepulangan
@ayunqee dari Tanah Hindustan, sekaligus mengobati rindu bermalam di tepi pantai, akhir bulan lalu saya dan beberapa teman camping di Pantai Sanglen Gunungkidul, Jogjakarta.
 |
| Pantai Sanglen |
Cuaca yang belakangan kurang menentu dan sering berubah, membuat kami sepakat untuk berangkat pagi untuk menghindari hujan yang biasa turun saat siang/sore hari. Meski akhirnya tak sesuai rencana, siang itu kami sudah berkumpul di alun-alun Wonosari Gunungkidul. Karena sudah jam makan siang, kamipun menepi di tempat makan di Jl. Baron untuk mengisi perut. Siang yang awalnya sangat terik menyengat, tiba-tiba turun hujan deras saat kami tengah menikmati menu makan siang kami. Jadilah kami menunggu hujan reda sambil bermain kartu poker. Berjam-jam kami terjebak hujan di tempat makan tersebut. Saat hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, hujan pun mulai reda, meski masih menyisakan rintik gerimis. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sekitar 30 menit perjalanan, kamipun sampai di Pantai Sanglen. Pantai Sanglen ini masih masuk satu kawasan dan satu TPR dengan Pantai Baron, Krakal, Kukup. Untuk memasukinya, kita harus membayar uang retribusi sebesar Rp10.000,-/orang.
Berawal dari obrolan saya dengan Mas Bayu untuk mengisi liburan, (di tulisan blog Mas Bayu yang beralamat di sini dikatakan "berawa...
Berawal dari obrolan saya dengan Mas Bayu untuk mengisi liburan, (di tulisan blog Mas Bayu yang beralamat di
sini dikatakan
"berawal dari hati saya yang suwung/kosong")
abaikan tulisan tersebut. Saya beserta ke lima teman lain sepakat untuk menghabiskan waktu liburan dengan camping di Pantai Srau, Pacitan, Jawa Timur. Meski molor dari jam yang di sepakati, namun sabtu siang kami para pejalan jomblo kesepian (masih kata Mas Bayu) akhirnya berangkat dari Solo ke Pacitan.
Butuh waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan dengan rute Solo - Sukoharjo - Wonogiri - Pracimantoro - Pacitan. Perjalanan tersebut kami tempuh dengan kecepatan sedang dan sekali beristirahat saat mengisi bahan bakar di Wonogiri. Kondisi jalan saat itu cukup ramai di jalur sebaliknya (menuju Solo) karena sudah memasuki arus balik sehingga di beberapa titik terjadi kemacetan. Pantai Srau sendiri berada di Dusun Srau, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
 |
| Pantai Srau |
 |
| Pantai Srau Pacitan, Jawa Timur. |
Pantai Nguyahan Sore itu, sesaat setelah berpisah dengan Kak Tyas di hutan pinus Imogiri, Saya dan Mas Bani segera melanjutkan perjal...
 |
| Pantai Nguyahan |
Sore itu, sesaat
setelah berpisah dengan Kak Tyas di hutan pinus Imogiri, Saya dan
Mas Bani segera melanjutkan perjalanan kami menuju pantai di pesisir selatan
Gunungkidul, Jogjakarta. Kami bertiga memang berencana menghabiskan waktu
bersama ke beberapa tempat seperti Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Imogiri,
dan berakhir dengan menikmati malam bersama dengan camping di salah satu pantai
yang berada di Gunungkidul. Sayangnya dengan beberapa pertimbangan, Kak Tyas
mengurungkan niat untuk bergabung camping di pantai dan terpaksa berpisah di
hutan pinus Imogiri.
Entah bagaimana awal mula kami merencakan untuk camp bareng, tapi siang itu kami sudah sepakat untuk bertemu di Semanu, Gunungkidul untuk a...
Entah bagaimana awal mula kami merencakan untuk camp bareng, tapi siang itu kami sudah sepakat untuk bertemu di Semanu, Gunungkidul untuk ahirnya pergi bersama menghabiskan waktu ahir pekan di salah satu pantai Gunungkidul, yakni Pantai Watulawang. Pantai Watulawang terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Indrayanti, dan sebelah barat Pantai Pok Tunggal. Di apit oleh kedua pantai yang lebih populer, membuat pantai ini sebenarnya cukup mudah di temukan, namun masih jarang yang mengetahuinya. Hal itu membuat suasana pantai ini berbanding terbalik dengan suasana kedua pantai pengapitnya yang selalu ramai dan dibanjiri oleh pengunjung. Di Pantai Watulawang suasana relatif lebih sepi.
 |
| Pantai Watulawang |
Untuk menuju Pantai Watulawang sangatlah mudah. Cukup mengikuti jalan menuju Pantai Indrayanti. Kami sendiri melalui jalur/jalan dari Semanu. Sesampainya di Pantai Indrayanti, di sebelah timur ada plang petunjuk jalan menuju Pantai Watulawang. Plang ini berada tepat di depan jalan sebelah timur Pantai Indrayanti. Dari sana, tinggal ikuti saja jalan tersebut. Kondisi jalan masih berupa tanah bebatuan dan butuh ke hati-hatian untuk mengendarai kendaraan. Bagi pengguna kendaraan roda 4 dapat melewatinya meski butuh kesabaran extra karena akses jalan yang sempit, hanya dapat dilalui 1 mobil saja dan bergantian jika ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Jika ragu untuk melewati jalan ini, kendaraan dapat di parkir di Pantai Indrayanti kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
 |
| Petunjuk ke Pantai Watulawang |
Kami sampai di Pantai Watulawang tepat saat matahari mulai tenggelam. Sayangnya sore itu langit diselimuti sedikit awan mendung sehingga senja nampak kurang berwarna. Tak seperti bayangan saya memang, awalnya saya kira pantai ini belum ada pembangunan. Ternyata fasilitas di pantai ini sudah cukup lengkap. Area parkir sudah tersedia cukup luas, beberapa warung juga sudah berdiri lengkap dengan kamar mandi/toilet. Bahkan sudah dibangun juga saung-saung/gazebo dan aula yang dapat di sewa oleh pengunjung. Untuk listrik, saat itu baru tersedia di warung sebelah barat saja, sedangkan sebelah timur belum tersedia. Kami memilih untuk membangun tenda di sebelah timur, sedangkan ada beberapa rombongan lain juga yang mendirikan tenda di sebelah tengah.
 |
| Posisi tenda kami |
 |
| Pantai Watulawang |
Seorang bapak paruh baya menghampiri kami yang tengah membangun tenda. Beliau mengingatkan kami untuk tidak membangun tenda terlalu dekat dengan bibir pantai mengingat gelombang pantai bisa saja tiba-tiba naik saat pasang. Kami juga diingatkan dengan peraturan lainnya seperti membayar uang kebersihan sebesar Rp10.000,-. Kami pun tak keberatan, mengingat pantai ini memang perlu orang-orang seperti bapak tersebut untuk menjaga kebersihan pantai yang terkadang kurang dijaga oleh pengunjung. Dari bapak tersebut juga saya dapat banyak informasi tentang pantai ini. Beliau juga mempersilahkan kami menggunakan gazebo yang ia kelola dengan gratis. Padahal menggunakan gazebo tersebut tentu seharusnya membayar. Beliau juga mempersilahkan kami untuk mampir ke warungnya jika butuh sesuatu, menawarkan kayu untuk api unggun, dll. Untuk jasa penggunaan kamar mandi/toilet, kami dikenakan biaya Rp2.000,- saja sedangkan untuk mengambil wudhu, beliau mempersilahkan tanpa dipungut biaya.
Malam itu kami larut dengan suasana pantai dengan obrolan hangat
ngalor-ngidul. Bintang malam, debur ombak, angin laut, dan teman perjalanan. Begitu syahdu, hingga kami larut dalam obrolan hingga tengah malam. Sesi curhat pun tak dapat dihindarkan. *haelah*
Pagi hari, selesai sholat subuh saya dan Mba Ayun hunting spot foto sambil menyusuri jalan setapak yang dibangun oleh warga di sisi tebing yang terhubung ke Pantai Pok Tunggal. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja berjalan kaki dari Pantai Watulawang ke Pantai Pok Tunggal. Di tepian tebing juga telah dibangun beberapa saung/gazebo oleh warga yang dapat disewa pengunjung. Kami kembali ke tenda untuk masak memasak. Menu andalan kami adalah capcai sayur. Selasai makan dan sudah kenyang, kami mulai menyusuri Pantai Watulawang.
 |
| Jalan menuju Pantai Pok Tunggal |
 |
| Makaaan |
Pantai Watulawang terbagi atas 2 sisi, sisi barat dan sisi timur. Nama watulawang sendiri konon diambil dari nama watu yang berarti batu dan lawang yang berarti pintu. Di pantai ini terdapat semacam goa dengan batu besar yang berbentuk seperti pintu. Goa ini biasanya dipakai untuk upacara adat sadranan/nyadran.
 |
| Batu Watulawang |
Pantai di sisi barat tidak terlalu luas, sedangkan pantai di sisi timur lebih luas. Di pantai sisi timur inilah tempat tenda kami berada. Kami juga bermain pasir, seakan kembali ke masa kecil kami. Membangun istana pasir, mengubur diri, sampai perang pasir (saling lempar pasir pantai) pagi itu kami lakukan dengan sangat riang. Seakan semua beban dan persoalan rasanya hilang bersamaan dengan teriakan & keseruan kami.
 |
| Main pasir di pantai sebelah timur |
 |
| Pantai Watulawang |
Semakin siang, celana saya semakin dipenuhi dengan pasir, dan kami pun segera bergantian untuk mandi. Selesai mandi, membereskan tenda dan barang, kami pun segera kembali pulang. So, Pantai Watulawang ini sangat recomended jika ingin camping dengan suasana yang tak terlalu ramai, namun full fasilitas seperti toilet, warung, dll. Selamat camping & menjelajah! :)
Baca juga :
1. Camping & Hammocking di Pantai Sanglen Gunungkidul
2. Pantai Greweng; Mengusir Sepi Bersama Moldi
3. Pantai Srau; Tiga Pesona Dalam Satu Nama
Hari pertama di Pulau Bali, saya diajak ke sebuah pantai yang berada di Desa Kutuh, Kabupaten Badung yakni Pantai Pandawa. Pantai ini diken...
Hari pertama di Pulau Bali, saya diajak ke sebuah pantai yang berada di Desa Kutuh, Kabupaten Badung yakni Pantai Pandawa. Pantai ini dikenal dengan sebutan
Secret Beach oleh wisatawan asing, sedangkan masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan Pantai Kutuh. Pantai Pandawa dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Sedangkan kami pagi itu berangkat dari villa kami di daerah Kuta. Pantai Pandawa disebut
Secret Beach karena terletak di balik tebing kapur yang cukup tinggi sehingga cukup tersembunyi, meski sekarang ini sudah tak menjadi rahasia lagi karena sudah diketahui oleh masyarakat umum tentang keberadaan dan keindahannya. Bahkan karena keindahan Pantai Pandawa dengan tebing kapurnya, tak jarang tempat ini dijadikan sebagai setting cerita FTV.
 |
| Pantai Pandawa Bali |
Saat sampai di Pantai Pandawa, komentar pertama saya adalah, panas. Udara di Pantai Pandawa sangat panas dan terik, mungkin inilah salah satu alasan kenapa Pantai Pandawa cukup digemari oleh wisatawan asing. Awalnya mobil kami parkir di atas, tepatnya di depan tebing bertuliskan Pantai Pandawa. Di tebing ini pula terpahat lima patung Pandawa dan Kunti. Kami sempatkan berfoto di depan tulisan tersebut. Hanya beberapa jepretan saja, dan sesaat kemudian kami berlarian kembali ke mobil karena kepanasan. :D
 |
| Patung Bima salah satu Patung Pandawa Lima di tebing |
Mungkin pantai ini salah satu pantai terpanas yang pernah saya kunjungi. Apalagi saat itu memang sedang puncak musim kemarau. Meleleh rasanya. AC mobil pun sampai tak mampu lagi mendinginkan badan. Kami kemudian meluncur turun ke area parkir, dan mampir di sebuah warung untuk sarapan. Tapi percaya atau tidak, makanan Bali itu emang semua enak, sampe nasi bungkus saja rasanya pengin nambah
(antara laper sama rakus sih.hihihi).
Setelah selesai ritual sarapan, pagi itu kami menyusuri pantai. Emm bukan menyusuri juga sih, hanya ke tepian pantai sebentar tengok kanan kiri, jeprat jepret, selebihnya ngadem di bawah pohon. :)) Tak hanya kami, wisatawan lainpun terlihat sedang enggan untuk berjemur mengingat siang itu matahari sangat terik. Hanya beberapa umat Hindu terlihat sedang melakukan ritual di tepi pantai, dan membuat beberapa wisatawan tertarik untuk menyaksikan & mengabadikannya.
 |
| Umat Hindu sedang melakukan ritual sembahyang |
Pantai Pandawa memiliki bibir pantai yang cukup luas, dengan pasir putih dan ombak yang tak terlalu besar. Di sepanjang pantai banyak di temukan jasa sewa kano, ataupun sun deck beserta payungnya.
Untuk masuk ke Pantai Pandawa wisatawan domestik Rp4.000,- dan wisatawan mancanegara Rp10.000,- sedangkan tarif kendaraan seperti motor Rp1.000,- mobil Rp5.000,- dan bus Rp10.000,-. Nah, di Pantai Pandawa ini kita juga bisa main kano. Untuk biaya sewa kano single Rp25.000,-/jam dan yang double Rp50.000,-. Sedangkan untuk pelampung/life jacket harga sewanya Rp20.000,-/jam. Kalau ingin leyeh-leyeh di sun deck + payung kita bisa menyewanya dengan Rp50.000,-
Berhubung kami sudah cukup dehidrasi akibat meleleh selama di Pantai Pandawa, kamipun segera kabur menuju destinasi selanjutnya. Saya pribadi sebenarnya masih ingin eksplore pantai ini, belum lagi eksplore sisi tebing yang biasa dipakai untuk setting ftv itu. Maksud hati mau bergaya ala-ala hahaha. Tapi berhubung sikon tidak memungkinkan, jadi kami memilih melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya,
Garuda Wisnu Kencana.
Pantai greweng Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberap...
 |
| Pantai greweng |
Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberapa teman melakukan sesuatu yang saya nilai sendiri "kurang kerjaan" hahaha ya, kurang lebih demikian ungkapan saya saat malam minggu kami pergi ke
puncak yang saat itu sedang turun hujan rintik-rintik dari sore. Dan ahir tahun ini, saya kembali melakukan hal "kurang kerjaan". Saya bersama 6 teman lain yakni Mba Ayun, Mba Ika, Mba Desi, Mas Ade, Mas Karys, dan Mas Aris pergi nenda (baca:
camping) ke Pantai Greweng, Gunungkidul. Musim hujan camp di pantai? kurang kerjaan bukan? haha demi camp penutup ahir tahun, kami rela melakukannya meski harus basah-basahan. Beberapa kali ganti opsi tempat, akhirnya kami memutuskan ke Pantai Greweng.
Rute menuju Pantai Greweng :
Ikuti jalan menuju arah Pantai Wediombo. Dari Arah Solo via Cawas - Karangmojo - Semanu, perempatan lurus (jika dari arah Jogja - Wonosari - Semanu belok kanan) arah Tepus. Sampai di parkiran atas Wediombo (jalan turunan) ambil kiri (jalan kampung tidak beraspal) searah dengan Pantai Jungwok. Sampai di parkiran pantai Jungwok, jalan turun dikit belok kiri (jika lurus ke Pantai Jugwok) ikuti jalan melewati pematang ladang. Hanya sedikit plang/petunjuk jalan untuk menuju pantai greweng ini. Jadi, berusahalah untuk selalu mencari warga setempat untuk bertanya, dan biarkan hatimu yang memandu. :p
BP Joglosemar Salah satu hal yang menyenangkan di dunia ini adalah saat bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran, sehobby, sejalan, ...
 |
| BP Joglosemar |
Salah satu hal yang menyenangkan di dunia ini adalah saat bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran, sehobby, sejalan, dan se se se lainnya. hehe iyap! kalau kita bisa bertemu dengan orang yang hampir "sama" seperti kita, pasti akan lebih mudah dan cepat untuk menangkap semacam "key mystery". Seperti itu juga yang saya rasakan saat bergabung dan bisa berjumpa dengan orang-orang yang tergabung di komunitas backpacker joglosemar. Setelah awal tahun kemarin sempat bertemu beberapa anggotanya, kali ini saya punya kesempatan mengenal lebih banyak, sekaligus bisa trip bersama. Kurang tahu bagaimana awalnya trip ini direncanakan, yang jelas teman-teman dari solo mengajak untuk trip bareng ke pulau pari yang berada di kepulauan seribu. Awalnya, kami berencana untuk pergi kesana tanpa agen, namun dengan itinerary sendiri, dan share cost. Namun dengan banyak pertimbangan soal managemen waktu, ahirnya kami memutuskan untuk ambil paket trip. Saya yang mempunyai beberapa kenalan agen tour & travel pun ikut membantu mencari paket yang paling hemat, dan setelah membandingkan dari satu agen ke agen yang lain, kami memilih paket trip dari "Teman Jalan" dengan biaya per orang @ 340k.
Pantai Pok Tunggal Gunungkidul DIY Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini b...
 |
| Pantai Pok Tunggal Gunungkidul DIY |
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Samudra Hindia di selatan, sehingga terdapat banyak pantai cantik di kabupaten ini. Tidak salah jika saya memberikan sebutan kota seribu pantai untuk Gunungkidul. Kali ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu pantai cantiknya yang masih relatif sepi, yakni Pantai Pok Tunggal. Saya berangkat dari solo bersama ke 5 orang teman saya, dan kami tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Rute kali ini, kami pilih dari Solo - Sukoharjo - Klaten - Gunungkidul (wonosari - tepus - pok tunggal). Sejujurnya, trip kali ini saya masi mengandalkan GPS dan bertanya pada orang yang kami temui di jalan. Perjalanan kali ini cukup lancar, hanya terkendala macet saat berada di daerah tepus karena kondisi jalan yang agak sempit dan berkelok.
Dari Pantai Banyu Tibo , kami lanjut ke Pantai Klayar! Sayangnya untuk kesana, perlu kesabaran extra karena jalanan yang cukup sempit tida...
Dari
Pantai Banyu Tibo, kami lanjut ke Pantai Klayar! Sayangnya untuk kesana, perlu
kesabaran extra karena jalanan yang cukup sempit tidak sebanding dengan
volume kendaraan. Apalagi saat libur lebaran seperti ini, kamipun
terjebak macet. Kondisi jalan yang turunan
dan tanjakan membuat beberapa mesin kendaraan beberapa pengunjung hangus
dan berasap. Tidak
sabar menunggu macet yang tidak ada ujungnya, ahirnya kami nekat menepi
dan meninggalkan motor kami di kebun pinggir jalan dan melanjutkan
perjalanan dengan berjalan kaki. Setelah menempuh beberapa kilo, ahirnya
sampailah kami di Pantai Klayar!
 |
| Ramenyaaaaa -_- Pantai Klayar (dari atas bukit) |
Kami segera menjelajahi pantai yang mempesona ini. Oh ya, setiap pengunjung diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp3.000,- untuk
dewasa dan Rp2.000,- untuk anak-anak. Selain itu pengunjung juga
dikenakan biaya parkir sebesar Rp1.000,- untuk yang datang dengan
menggunakan kendaraan roda dua dan Rp2.000,- untuk kendaraan roda empat. Berhubung kami parkir eksklusif di kebun pinggir jalan ya, gratis tisss. hihihi
Ada beberapa bagian
dengan view berbeda di sepanjang pantai. Kalian bisa menikmati view
landscape pantai dengan naik ke gardu pandang diatas bukit, bermain air
di bebatuan dan karang-karang, pantai berpasir, atau berfoto dengan view
spinx yang luar biasa keren. Sayangnya saat kami datang ombak cukup
besar, kamipun tidak dapat naik ke area spinx. Padahal disana ada semburan
air, yang biasa disebut seruling samudra yang mengeluarkan suara bak
seruling. Cukup kecewa tapi keselamatan
tetap yang utama. Betul?
 |
| View dari gardu pandang |
 |
Pantai Klayar
|
 |
| Pantai Klayar dengan BG Spinx :D |
 |
| Batu-batu karang di pantai klayar |
Saat kami sedang asik menikmati keindahan Pantai Klayar, ada sedikit musibah. Saat itu beberapa orang sedang asik main air di tepi pantai terseret ombak besar yang tiba-tiba datang. Suara minta tolong tim SAR pecah saat itu, dan semua orang panik. Beberapa orang selamat, namun seorang wanita yang bersusah payah menepi ahirnya lemas tak berdaya melawan ombak. Tim SAR dan pengunjung lain belum dapat menolong karena ombak saat itu benar-benar berbahaya. Saat sudah dapat menepi wanita itu sudah tidak sadarkan diri.
 |
| Kepanikan pengunjung saat ombak menyeret beberapa pengunjung lain |
Sedikit takut dengan apa yang baru kami saksikan, kami pun memutuskan untuk segera kembali pulang ke Kota Solo. Apalagi hari
sudah mulai sore dan motor masih berada di kebun pinggir jalan dan
tidak ada yang mengawasi. Setelah berjalan kaki dan kembali ketempat
kami memarkirkan motor, rasanya lega karena motor masih berada
ditempatnya. Syukurlah! Pulang tidak jalan kaki deh... :D
 |
| Motor yang kami parkir di kebun pinggir jalan masih aman. hihihi |
Permasalahannya
sekarang kami terjebak macet lagi. Hmm
Dengan bersusah payah selip sana selip sini kita bisa melewati jalanan
macet meski hanya semeter demi semeter. Sesekali mesin motor saya
matikan agar mesin tidak terbakar seperti beberapa kendaraan lain.
Permasalahan tidak berhenti disitu,
karena kami tidak sengaja terpisah. Motor ardani yang tadinya didepan
sudah tidak terlihat ditengah kemacetan dan ahirnya saya dan tanti
mencari jalan sendiri. Saat keluar dari kemacetan, saya tidak dapat
menghubungi ardani karena tidak ada sinyal ditengah perbukitan.
Ahirnya,
karena
hari sudah mulai gelap saya dan tanti memutuskan untuk
melanjutkan perjalanan sambil mencari daerah yang terjangkau sinyal.
Melewati hutan dan perbukitan yang sepi tanpa ada kendaraan lain bikin
dag dig dug. Begitu dapat sinyal sayapun segera
menghubungi ardani. Ternyata jalan yang kami lalui tadi berbeda, ardani
menunggu di jalan yang lain. Ahirnya kami sepakat untuk
bertemu di perbatasan Pacitan - Wonogiri, setelah bertemu dan makan mie
ayam pinggir jalan, kami segera melanjutkan perjalanan ke Solo. Pukul 10
malam kita sampai di Solo dengan selamat sentosa. Trip lebaran yang
mengesankan dan cukup
menegangkan bersama sahabat di kota sejuta pesona pantaninya.
Pacitan, tunggu kami kembali! ;)
Tips Ke Pantai Klayar :
- Pantai Klayar sudah cukup dikenal keindahannya, hal ini membuat banyak pengunjung berbondong-bondong kesana saat hari libur. Ada baiknya hindari hari-hari tersebut, karena kondisi jalan akan sangat macet, seperti saat saya berkunjung kesana.
- Jalan menuju Pantai Klayar cukup mudah karena adanya papan penunjuk dan orang sekitar yang dengan senang hati memberikan petunjuk jika ditanya. Namun, jalanan masih sempit, banyak tanjakan, turunan, dan bergelombang. Cek kondisi kendaraan sebelum kesana.
- Saya lebih menyarankan menggunakan kendaraan roda dua dibandingkan roda empat.
- Seperti pantai selatan lainnya yang memiliki ombak cukup besar, selalu waspada dan berhati-hati. Jangan sampai terjadi hal yang serupa yang saya lihat saat itu. Keselamatan adalah yang utama.
- Cari waktu yang tepat saat ombak tak begitu besar, sehingga aman menjelajahinya hingga ke area seruling samudra.
- Siapkan kacamata hitam, sunblock, dan batre kamera yang cukup! hihihi selamat menjelajah! :)
Lebaran??? Ini dia moment yang ditunggu-tunggu sejuta umat! Apalagi untuk seorang perantau seperti saya. Mudik, berkumpul bersama keluarga...
Lebaran??? Ini dia moment yang ditunggu-tunggu sejuta umat! Apalagi untuk seorang perantau seperti saya. Mudik, berkumpul bersama keluarga, reuni teman sekolah/kulian adalah beberapa kegiatan yang pasti wajib dilakukan. Termasuk juga melakukan perjalanan
wisata/liburan. Nah, tahun ini saya sudah membuat rencana bersama Ardani, Fitriana & Tanti untuk melakukan
perjalanan trip ke Pacitan Jawa Timur! Kemana saja? Yuk simak! :D
Trip kali ini sengaja kami
rencanakan dengan tidak banyak melibatkan orang. Tujuannya, agar tidak
terlalu ribet menyesuaikan jadwal. Dengan hanya mengandalkan informasi
terbatas dari internet, kamipun nekat berangkat naik
motor pada H+2 lebaran, padahal rencana sebelumnya pada H+5. Berangkat
dari Solo pukul 6 pagi, sebuah perjalanan yang cukup mengesankan,
hanya bermodal petunjuk GPS & bertanya sama warga, kami lewati Kota Sukoharjo & Kota Wonogiri dengan kondisi jalan naik turun &
berliku, & kadang berlubang. Kami juga melewati perbukitan, dan
hutan. Saat sampai di pacitan & masuk desa kalak, rasanya sedikit lega. Karna artinya kita sudah hampir sampai. Setelah menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam dari Solo, ahirnya hawa pantaipun mulai terasa. Angin
laut, derau ombak, langit biru! Yeay!!! Dan sampailah kita di tujuan pertama kita, Pantai Banyu Tibo!
 |
| Pantai banyu tibo! Sayang, ombak gede, air pasang. Gak bisa turun deh :( |
Traveler, ini adalah trip terahir saya sebelum masuk bulan ramadhan minggu depan. :D Nah, untuk kalian yang sudah jenuh dan cukup dibikin s...
Traveler, ini adalah trip terahir saya sebelum masuk bulan ramadhan minggu depan. :D Nah, untuk kalian yang sudah jenuh dan cukup dibikin stres oleh rutinitas kalian yang membosankan ahir-ahir ini, terus ingin liburan tapi cuma punya hari minggu saja, berarti kalian wajib baca postingan saya kali ini! Hmm Liburan hanya sehari di hari minggu??? artinya kita harus pintar-pintar cari tempat liburan yang asik dan cukup mengesankan meski hanya sehari. Dan trip saya kali ini bisa kalian coba! Keliling menjelajahi 3 pulau di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust & Pulau Cipir!
 |
| Pulau Kelor Kep. Seribu |
Ketiga pulau ini, yakni Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir, merupakan pulau-pulau mungil yang berada pada gugusan kepulauan seribu. Ketiga pulau tersebut juga terdapat bangunan bersejarah yang bisa kita lihat meski hanya tinggal reruntuhannya saja. Jadi, selain jalan-jalan kita bisa belajar sejarah di 3 pulau ini. Untuk berkeliling ketiga pulau ini, sebenarnya kita bisa menyewa kapal motor/kapal nelayan dari muara kamal, atau dari marina ancol. Tentunya kalian harus sedikit merogoh kocek lebih banyak & sedikit repot menyusun itinerary, dll. Kalau kalian ingin lebih simple, lebih seru, dan lebih hemat, kalian bisa ikut open trip yang banyak dibuka oleh travel tour/ trip organizer tiap weekend dengan biaya yang relatif lebih murah dan beragam. Tentunya, kalian tak perlu repot-repot mikirin budget, itinerary, dll. Tinggal bayar, datang, ketemu banyak teman baru, duduk manis, ikutin jalan deh :D
Mencari harapan baru di pulau harapan...! Dari judulnya, saya terkesan sedang kehabisan harapan ya...? *krik -_- Hahaaa Haiii apa kabar tra...
Mencari harapan baru di pulau harapan...! Dari judulnya, saya terkesan sedang kehabisan harapan ya...? *krik -_- Hahaaa Haiii apa kabar traveler? Abis trip dari mana weekend ini? sharing yukkk... ;)
Weekend ini saya mengikuti trip dadakan tanpa saya rencanakan. Singkat cerita, saya melakukan trip bareng indosat bogor (iklan dikit) ke pulau harapan kepulauan seribu. Sebelumnya, saya punya rencana ke puncak bareng teman-teman kantor weekend ini. Tapi berhubung trip ini tidak tiap hari minggu ada, dan mumpung bersponsor pula, terpaksa rencana untuk ke puncak bareng teman-teman kantor diundur! :p maaf ya manteman. huehe
Daaaaan, this is it!!! Pulau Harapan kepulauan seribu...
 |
| Sunrise Pulau Harapan Minggu 13 April 2014 |
Follow Us
Temukan saya di :