Showing posts with label kuliner. Show all posts

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Surabaya. Meski belum dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di sana, namun saya sudah sempat...

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Surabaya. Meski belum dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di sana, namun saya sudah sempat mencicipi beberapa kuliner khas nya. Salah satu yang cukup legendaris adalah Lontong Balap Pak Gendut yang ada di Jl. Kranggan No 60. Kedua teman saya Gabby & Alysa lah yang menemani & merekomendasikannya untuk saya cicipi saat berburu kuliner di Kota Pahlawan ini.

Lontong Balap Pak Gendut Surabaya
Lontong Balap Pak Gendut

Nglathak Bagi pecinta kuliner Nusantara, khususnya di Kota Jogja pasti sudah tidak asing dengan Sate Klathak. Sate ini memang sedikit b...

warung nglathak, sate klatahk mozarella
Nglathak
Bagi pecinta kuliner Nusantara, khususnya di Kota Jogja pasti sudah tidak asing dengan Sate Klathak. Sate ini memang sedikit berbeda dengan sate pada umumnya. Karena proses pembakarannya yang menggunakan jeruji besi sepeda sebagai media tusukannya. Ada beberapa warung klathak yang sangat populer di Kota Jogjakarta. Sebut saja sate Pak Pong atau warung sate Pak Bari yang semakin populer karena film AADC 2. Keduanya memiliki penggemar yang luar biasa banyak baik dari dalam maupun luar kota. Sayangnya kedua warung ini cukup jauh jika di tempuh dari tengah kota. Kabar bagusnya, untuk pecinta sate klathak yang berada di tengah kota, kini tak perlu jauh-jauh lagi untuk menikmati sate klathak, karena di daerah utara Fak. Peternakan UGM sudah ada Warung Nglathak. Tak hanya menyajikan sate klathak yang biasa, namun warung ini memberikan inovasi sehingga tercipta sate klathak kekinian.

Swiss Belinn Saripetojo merupakan salah satu hotel baru bintang tiga yang ada di Kota Solo. Pada tanggal 15 Desember kemarin Swiss Belinn ...

Swiss Belinn Saripetojo merupakan salah satu hotel baru bintang tiga yang ada di Kota Solo. Pada tanggal 15 Desember kemarin Swiss Belinn baru saja merayakan ulang tahun pertamanya. Hotel ini terletak di tengah kota dengan akses yang sangat mudah. Tepatnya di Jl. Slamet Riyadi No. 437, Sondakan, Laweyan. Letaknya yang persis di depan Stasiun purwosari & belakang Robinson Mall membuatnya sangat mudah ditemukan. Sedangkan Barelo yang merupakan kependekan dari Bar, Resto, dan Lounge terletak di lantai 5 dari hotel ini. Tak hanya memiliki konsep tempat yang  nyaman, namun juga memiliki menu andalan yang istimewa. 

Tempat Luas & Terintegrasi


Barelo Swiss Belinn Saripetojo Solo

Menikmati malam minggu dengan barbeque dinner di hotel berbintang siapa tak ingin? Apalagi jika bersama pasangan. Ya kan? Belakangan, semak...

Menikmati malam minggu dengan barbeque dinner di hotel berbintang siapa tak ingin? Apalagi jika bersama pasangan. Ya kan? Belakangan, semakin banyak hotel yang menawarkan semacam paket barbeque saat malam minggu. Salah satunya adalah Best Western Premier Solo Baru. Mengusung tema "Undersky Barbeque" Best Western Premier Solo Baru menghadirkan barbeque party bagi masyarakat, khususnya pecinta kuliner yang ingin menikmati malam di akhir pekan.

Chef Ananda di Baqbeque Corner

Suka sop buntut? Jika kamu salah satu penggemarnya, cobalah simak ulasan saya kali ini. Yapz, saya akan membahas salah satu hotel di Solo B...

Suka sop buntut? Jika kamu salah satu penggemarnya, cobalah simak ulasan saya kali ini. Yapz, saya akan membahas salah satu hotel di Solo Baru yang menyediakan berbagai varian sop buntut lengkap dengan menu lain yang tak kalah menggiurkan untuk dicicipi.

Empat Varian Oxtail Soup

Menikmati panorama kebun teh di pegunungan, sambil menikmati seduhan berbagai macam varian teh bersama keluarga atau teman-teman pasti sang...

Menikmati panorama kebun teh di pegunungan, sambil menikmati seduhan berbagai macam varian teh bersama keluarga atau teman-teman pasti sangat menyenangkan bukan? Nah, hal ini bisa kita nikmati salah satunya di kebun teh Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah tepatnya di Rumah Teh Ndoro Donker. Ada beragam jenis teh yang disajikan dan bisa kita nikmati di tempat ini. Tentunya masih dengan suasana sejuk khas pegunungan dan pemandangan hijau kebun teh di sekelilingnya.

A cup of tea would restore my normality." ― Douglas Adams

Minggu lalu, saya dan teman-teman dari Komunitas Kuliner Solo mengadakan sebuah acara kecil bertajuk "Maraton Kuliner". Acara ini...

Minggu lalu, saya dan teman-teman dari Komunitas Kuliner Solo mengadakan sebuah acara kecil bertajuk "Maraton Kuliner". Acara ini sebenarnya hanya semacam kopdar (kopi darat) bersama teman-teman dari group Kuliner Solo yang kami gagas secara sederhana pada awalnya. Kebetulan Kak Maya Nirmala Sari selaku founder group tersebut mengajak beberapa teman lain untuk menjadi relawan kepanitiaan, termasuk saya. Mengingat saat ini ada sekitar 5.000 anggota di group tersebut, maka kami batasi untuk 50 peserta saja. Tak disangka, rencana yang awalnya hanya akan menjadi acara kopdar biasa, menjadi acara yang cukup meriah. Peserta yang awalnya kami batasi hanya 50 orang nyatanya menjadi 60 peserta yang terdaftar, itupun cukup banyak peserta yang terpaksa kami tolak karena keterbatasan tempat. Yang paling tak disangka, tak hanya penikmat kuliner saja yang berpartisipasi, namun banyak pebisnis kuliner dan media yang memberikan support pada acara perdana kami ini. Acaranya pun semakin meriah dengan banyak doorprise dari sponsor. Salah satunya adalah Double Decker Casual Dining yang kemudian menjadi tempat berlangsungnya acara kami.

Double Decker Casual Dining
Double Decker Casual Dining sendiri berada di Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru. Saya semakin excited, karena selain bisa kopdar dengan anggota komunitas, kami juga bisa mencicipi 5 menu reguler dari DD sekaligus. Konsep acara ini sendiri memang "Maraton Kuliner" meski tidak maraton yang sesungguhnya, namun harus berpindah dari meja satu ke meja lain untuk mencicipi berbagai macam makanannya. Lalu, apa saja menu yang kami cicipi saat itu? Ini dia.

1. Chicken Quesadillas

 Chicken Quesadillas
Menu ini menjadi menu appetizer pertama yang kami cicipi. Quesadillas adalah sajian asal Meksiko yang terbuat dari tortila yang diisi dengan daging ayam, lettuce, keju mozarella serta disajikan dengan tomato salsa dan krim asam. Rasanya cukup bersahabat dengan lidah lokal, di bagian luar sedikit crunchy, dan semakin nikmat saat di colek dengan tomato salsa. Menu ini di bandrol dengan harga IDR 32.8k untuk non member dan untuk member IDR 26.8k.

2. Nacho's Mexicano


Nacho's Mexicano
Selanjutnya, di appetizer ke dua kami punya Nacho's Mexicano. Makanan ini juga berasal dari Mexico. Terbuat dari kripik tortilla dan disiram dengan keju cair. Makanan ini membuat beberapa orang kelabakan mencari air minum. Iyapz, Nacho's Mexicano terasa spicy dan membuat siapa saja memakannya akan kepedesan. Benar saja, karena di nacho's ini juga terdapat cabai mexico yang dikenal sebagai salah satu cabai terpedas di dunia. Hmm berani mencoba?

3. Chicken Finger


Chicken Finger
Menu ketiga, kami mencicipi Chicken Finger. Jangan tanya jari ayam yang mana yang di hidangkan. Karena nama chicken finger dipakai bukan karena terbuat dari jari-jari ayam melainkan daging fillet ayam yang biasanya diambil dari bagian dada, di potong dan di masak dengan seukuran jari. Rasanya hampir sama saja dengan fried chicken meski tak se crunchy tepung di fried chicken. Untuk penyajiannya, Double Decker menambah sedikit salad & mayonaise. Harganya? IDR 26.8k non member dan IDR 21.8k untuk member.

4. Pasta Rendang

Pasta Rendang
Bagi yang ingin menikmati makanan western namun dengan cita rasa lokal, ini salah satu pilihannya. Menu ini sesuai sekali dengan tagline Komunitas Kuliner Solo, yakni "Harmonisasi Kuliner Modern dengan Tradisional". Kita akan menikmati sajian kolaborasi antara pasta dengan rendang. Rasanya? Rendang banget, meski saat suapan pertama yang saya rasakan sangat familiar. Iyaps, rasanya mirip mie instan yang rasa rendang itu, meski tekstur sama taste nya beda. Pasta yang kenyal, dipadupadankan dengan bumbu rendang yang kaya rempah, dan daging sapi pilihan yang dimasak dengan pas. Jadi pasta rendang ini tak hanya rasa-rasa.

5. Burger Double Decker




Menu terakhir, kami mencicipi menu andalan double decker. Namun, burger yang kami pesan bukan burger combo melainkan burger dengan ukuran super. Secara fisik, burger DD ini tak jauh beda dengan burger pada umumnya. Namun yang membedakan adalah soal taste. Patty nya pun berbeda karena di olah dengan resep sendiri. Saat Cooking Demo, salah seorang chef dari DD menunjukkan cara pembuatan patty ini. Kematangan patty nya saya rasa pas, meski terlihat lebih tebal. Teksturenya pun tak begitu keras atau empuk. Makan 1 potong saja rasanya sudah sangat kenyang. Saya saja sedikit menyisakannya, tak sampai habis. (Eh, yang nyisa itu potongan kedua saya ding. Hihihi)


Burger DD
Selain menu diatas, masih banyak lagi menu lain yang patut di coba jika ingin menikmati kuliner dengan nuansa western di Kota Solo. Acara "Maraton Kuliner" ini sendiri sebenarnya tak hanya soal icip-icip saja. Namun juga ada sesi cooking demo, fashion show, dll. Untuk melihat keseruan acaranya silahkan lihat video berikut ini.



Oke, sampai jumpa di event Kuliner Solo selanjutnya!


Double Decker Casual Dining
Alamat: Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, Kec. Sukoharjo, Jawa Tengah
Telepon: (0271) 6727923
Jam buka: Setiap hari, pukul 11.00–01.00 WIB


Salah satu destinasi wisata favorite wisatawan di Jogjakarta adalah city tour di sekitaran Jl. Malioboro. Sebut saja Pasar Beringharjo, Ker...

Salah satu destinasi wisata favorite wisatawan di Jogjakarta adalah city tour di sekitaran Jl. Malioboro. Sebut saja Pasar Beringharjo, Keraton, Taman Sari, Museum Benteng Vredeburg, dll yang merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut dan dapat di tempuh hanya dengan berjalan kaki. Berkeliling bersama teman-teman atau keluarga adalah salah satu cara untuk menikmati city tour tersebut. 

Lelah berkeliling, tak ada salahnya jika istirahat sejenak untuk mencari makan saat jam makan siang. Lalu, makan siang apa yang cocok di kawasan Malioboro? untuk urusan perut, jangan sampai salah pilih. Apalagi sampai makan siang di tempat sembarangan yang terkadang tak sesuai dengan ekspektasi. Tak jarang bukan, kita salah pilih tempat makan. Rasanya enak, tapi harga terlalu mahal. Atau harganya murah, tapi rasanya tak enak. Lebih sial lagi, jika rasanya tak enak, harganya mahal pula. Duh!

Nah, saya punya satu referensi tempat makan yang enak dan cocok untuk makan siang bersama teman atau keluarga. Tepatnya di Noodles Now Restaurant lantai 2 Hotel Neo Malioboro. Hotel yang berada hanya selemparan batu dari Stasiun Tugu Jogja ini memiliki promo Food & Beverages yakni "MAKSIBAR" atau Makan Siang Bareng. Dengan promo ini, kita hanya perlu membayar IDR 55k saja/pax dan kita dapat menikmati semua makanan yang ada di dalamnya. All you can eat!

Bagi yang sudah menonton AADC 2, pasti sudah tak asing lagi dengan salah satu hotel di daerah Prawirotaman, Jogjakarta ini. Belakangan, hot...

Bagi yang sudah menonton AADC 2, pasti sudah tak asing lagi dengan salah satu hotel di daerah Prawirotaman, Jogjakarta ini. Belakangan, hotel ini memang tengah menjadi pembicaraan hangat dan makin hits setelah dijadikan setting dari film sekuel Ada Apa Dengan Cinta. Dari film itulah kemudian membuat sebagian para traveler dari berbagai daerah melakukan trip yang disebutnya "trip AADC" yakni mengunjungi beberapa tempat yang menjadi setting dari film yang dibintangi Dian Sastro tersebut, termasuk Greenhost Boutique Hotel.

Greenhost Boutique Hotel

Siapa yang tak kenal dengan Pulau Lombok. Mendengar namanya, sudah tak ada lagi yang meragukan keindahan pulau yang memiliki sebutan pulau ...

Siapa yang tak kenal dengan Pulau Lombok. Mendengar namanya, sudah tak ada lagi yang meragukan keindahan pulau yang memiliki sebutan pulau seribu masjid ini. Seperti halnya Pulau Bali, pulau ini menjadi salah satu destinasi favorite bagi para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Tak hanya wisata alam & budaya, Pulau Lombok juga memiliki warisan kekayaan wisata kuliner khas yang wajib dicoba bagi siapapun yang berkunjung, khususnya bagi para pecinta kuliner. Lalu, apa saja kuliner khas Lombok tersebut? Berikut diantaranya :

1. Ayam Taliwang
Kuliner yang satu ini sudah pasti tak asing bagi pecinta kuliner Nusantara. Makanan khas yang identik dengan Pulau Lombok ini merupakan sajian ayam kampung lokal yang dibakar atau digoreng. Ayam yang disajikan pun merupakan ayam muda pilihan sehingga ukurannya tak terlalu besar dengan tekstur daging yang lebih empuk. Selain dari cara membakar/menggorengnya yang berbeda dengan ayam pada umumnya, ayam taliwang juga istimewa di bumbu yang digunakan. 

Sumber Foto : https://www.goodindonesianfood.com
Biasanya ayam taliwang disajikan bersama lalapan yang terdiri dari terung, mentimun, bawang merah yang di rajang dan dicampur dengan bumbu sambal tomat. Semakin nikmat lagi jika disajikan bersama plecing kangkung. Kita bisa menemukannya di beberapa tempat makan, namun yang cukup populer adalah Rumah Makan Ayam Bakar Taliwang Irama yang berada di kawasan Cakranegara

Berada di Kota Wonosobo, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kuliner khasnya. Kuliner yang cukup identik dengan kota ini ...

Berada di Kota Wonosobo, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kuliner khasnya. Kuliner yang cukup identik dengan kota ini ialah "Mie Ongklok". Mie Ongklok merupakan makanan khas kebanggaan masyarakat Kota Wonosobo, yang terdiri dari bakmi/mie kuning yang diracik dengan potongan kol/kubis, daun kucai, dan kuah kental. Nama Mie Ongklok sendiri menjelaskan tentang proses pemasakan mie yang di ongklok-ongklok atau bisa berarti direbus sambil digoyangkan naik turun dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman bambu. 

Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Semua bahan seperti mie kuning, kol/kubis, dan kucai dimasukkan dalam wadah anyaman bambu, kemudian dimasukkan dalam air mendidih sambil di ongklok-ongklok sebentar. Setelah dimasukkan dalam mangkok, selanjutnya disiram dengan kuah kaldu yang kental, bumbu kacang, dan ditaburi dengan bawang goreng. Penyajian Mie Ongklok ini semakin unik karena biasanya disajikan dengan sate sapi yang membuat rasanya semakin lezat. Mie Ongklok sendiri rasanya didominasi oleh rasa ebi, manis, dan pedas. Sangat cocok dimakan saat panas, apalagi kondisi geofrafis Kota Wonosobo yang terletak di dataran tinggi dan bertemperatur cukup dingin.

Sesaat setelah sampai di alun-alun Kota Wonosobo malam itu, saya bersama kedua teman saya segera bergegas mencari Mie Ongklok yang masih buka. Saya sudah tak sabar mencicipinya. Apalagi malam itu kami memang belum mengisi perut sejak berangkat dari Solo sore hari. Pertama kami melaju ke Jalan Pasukan Ronggolawe. Namun sayang malam itu Mie Ongklok Longkrang yang kami maksud sudah tutup. Belakangan kami tahu, Mie Ongklok Longkrang ini hanya buka sampai jam 5 sore. Dari sana kami memutar kembali ke arah alun-alun dan menuju Jalan Ahmad Yani. Jadilah kami malam itu mencicipi Mie Ongklok Pak Muhadi.


Enak, nikmat, dan sehat. Begitulah kira-kira gambaran makanan yang menjadi salah satu kuliner khas Solo ini.  Namanya adalah Selat Solo. ...

Enak, nikmat, dan sehat. Begitulah kira-kira gambaran makanan yang menjadi salah satu kuliner khas Solo ini. Namanya adalah Selat Solo. Makanan yang juga dikenal dengan nama bistik Jawa ini  dimodifikasi agar khas dengan lidah orang Solo yang diadaptasi oleh warga Kraton Solo. Selat Solo berisikan wortel, buncis, ketimun, kentang goreng, selada telur kecap, dan daging, yang disiram dengan kuah semur plus ditambahkan mayones homemade yang rasanya kecut segar. Kata Selat mengingatkan pada salad dan steak atau biefstuk. Selat, konon asal katanya dari salad yang kemudian diucap selat. Demikian juga biefstuk yang dilafalkan menjadi bistik. 


Selat Solo
Selat Mba Lies

Jika sedang berkunjung ke Kota Solo, adalah menjadi agenda wajib untuk mencicipi kuliner satu ini. Ada beberapa tempat makan yang sudah dikenal menyediakan Selat Solo yang lezat. Salah satunya adalah Warung Selat Mba Lies. 

Seperti cerita saya sebelumnya, saat berada di Bandungan  kami menemukan kuliner unik di pasar Bandungan, yakni bubur samier. Nah sebenarny...

Seperti cerita saya sebelumnya, saat berada di Bandungan kami menemukan kuliner unik di pasar Bandungan, yakni bubur samier. Nah sebenarnya seberapa unik sih kudapan satu ini? baiklah, coba kita kupas di postingan ini ya.

Bubur, merupakan makanan yang sudah lazim dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Biasanya, bubur dikonsumsi saat sarapan atau dikonsumsi saat seseorang sedang sakit. Tekstur yang lembut membuat bubur menjadi menu favorite saat sedang sakit dibandingkan mengkonsumsi nasi, karena dirasa lebih mudah untuk ditelan. Dari segi gizipun, tidak jauh berbeda dengan nasi karena bahan dasarnya juga beras. Ada berbagai macam bubur di negara kita seperti Bubur Ase Betawi, Bubur Ayam Cianjur, Bubur Tinutuan Manado, Bubur Lemu Solo, dan masih banyak lagi. Terkadang dari satu daerah ke daerah lain hampir sama saja jenis buburnya, hanya berbeda topping atau cara penyajiannya. Nah di Bandungan, kami menemukan bubur yang hampir sama dengan bubur lemu, namun unik cara penyajiannya.

bubur samier bandungan semarang
Bubur Samier
Bubur samier disajikan dalam selembar opak, semacam kerupuk yang terbuat dari singkong sebagai pengganti piring. Jadi, bubur samier ini bisa kita nikmati sampai habis tak tersisa termasuk "piring"nya. Bagaimana dengan toppingnya? Nah, bubur samier disajikan dengan beragam pilihan lauk, atau sayur. Ada opor telur, mie goreng, pecel, capjay, dll. Saya memilih pecel & capjay. Pecelnya adalah beberapa jenis sayur rebus yang disiram sambel kacang, sedangkan capjay adalah potongan terigu goreng dicampur dengan beberapa sayuran seperti wortel dan kol yang dimasak dengan bumbu & kecap.

bubur samier bandungan semarang

Bagaimana dengan rasanya? Hmm... perpaduan gurih dari bubur dipadukan dengan rasa manis dan sedikit pedas dari pecel dan capjay, dan ditambah dengan renyahnya opak membuat citarasa bubur samier ini semakin menggugah selera. Nah, selain penyajian bubur yang unik, tempat untuk menyantapnyapun tidak kalah istimewa. Di trotoar tepi jalan. Hahaha Iya, bubur ini dijual oleh seorang ibu yang berada di tepian jalan pasar Bandungan hanya dengan memanfaatkan sebuah meja saja tanpa tenda atau semacamnya, Biasanya, pembeli adalah pedagang disekitar pasar atau pembeli lain yang biasanya dibawa pulang.

bubur samier bandungan semarang

bubur samier bandungan semarang

Tidak hanya sampai disitu, satu lagi keistimewaan bubur samier ini. Saat saya membayar, saya sedikit terkejut dan mengira si Ibu salah hitung. Satu porsi bubur samier ini dihargai dengan Rp3000,- saja. Iya, anda tidak salah baca, hanya Tiga Ribu Rupiah saja. Sangat murah bukan? Selain unik dan enak ternyata juga murah. Nah, jika anda berkesempatan mengunjungi pasar Bandungan Semarang, jangan lupa mampir mencicipi bubur samier yang unik ini ya!


Baca juga :
1. Mencicipi Pecel Semanggi; Kuliner Khas Surabaya yang Mulai Langka
2. Lontong Balap Pak Gendut; Kuliner Khas Surabaya yang Legendaris
3. Nikmatnya Menyesap Secangkir Teh di Rumah Teh Ndoro Donker Karanganyar

Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Ten...

Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Tengkleng. Tengkleng merupakan makanan khas Solo yang berupa potongan tulang kambing yang masih menempel dagingnya dan dimasak dengan bumbu dan berbagai macam rempah sehingga menciptakan sebuah sajian yang memiliki cita rasa nikmat. Di sebuah gapura di Pasar Klewer saat jam makan siang kita akan menemukan sebuah kedai makan sederhana yang ramai & dikerumuni oleh para pengunjung. Ya, kedai yang menyajikan menu Tengkleng tersebut merupakan Warung Tengkleng Bu Edi yang cukup populer di dunia kuliner Nusantara.

tengkleng bu edi klewer solo
Gapura Pasar Klewer
tengkleng bu edi klewer solo
Lokasi Warung Tengkleng Bu Edi
tengkleng bu edi klewer solo
Warung Tengkleng Bu Edi

Warung tengkleng Bu Edi ini baru dibuka mulai pukul 12.30 WIB dan segera habis dalam hitungan jam saja. Saking populernya, banyak pengunjung yang sudah mengantri dan menunggu meski warung belum buka. Selain harus mengantri, pengunjung juga harus rela berbagi tempat dan berdesakan dengan pengunjung lain jika ingin menyantapnya di tempat, karena warung ini memang cukup sempit dengan bangunan semi permanen berukuran sekitar 4x4 meter saja. Tidak sedikit pengunjung yang rela makan sambil berdiri karena tidak mendapat tempat duduk.