Showing posts with label khas. Show all posts

Terhitung, saya sudah dua kali mengunjungi Kota Banyuwangi. Kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini memang memiliki banyak potensi w...

Terhitung, saya sudah dua kali mengunjungi Kota Banyuwangi. Kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini memang memiliki banyak potensi wisata yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Pun dengan wisata kulinernya. Pertama kali mengunjunginya, saya tak sempat mencicipi satu pun kuliner khasnya. Maka kunjungan kedua menjadi agenda wajib bagi saya.  

Rujak Soto Bu Sum Banyuwangi
Rujak Soto Bu Sum Banyuwangi

Saat trip #EmejingJombang beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger lain diajak sang tuan rumah @alidabdul untuk mencicipi beberap...

Saat trip #EmejingJombang beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger lain diajak sang tuan rumah @alidabdul untuk mencicipi beberapa kuliner khasnya yang termasyhur. Ini salah satu permintaan saya sejak awal, mengingat Jombang tidak memiliki banyak destinasi wisata, sehingga kuliner menjadi daftar yang wajib ada di itinerary.

Nasi Kikil Bu Tandur Jombang
Nasi Kikil Bu Tandur Jombang

Mengunjungi sebuah daerah kurang lengkap bukan jika tidak berburu dan mencicipi makanan khas daerah tersebut? Nah jika berkunjung ke Bangka...

Mengunjungi sebuah daerah kurang lengkap bukan jika tidak berburu dan mencicipi makanan khas daerah tersebut? Nah jika berkunjung ke Bangka Selatan, beberapa makanan berikut ini wajib masuk daftar kuliner yang harus kamu cicipi.  

1. Lempah Kuning

Lempah Kuning Bangka
Lempah Kuning Bangka

Makanan Jawa Timur mayoritas memang dikenal dengan rasa yang dominan asin, seperti Balap Lontong yang sudah saya posting sebelumnya. Namun...

Makanan Jawa Timur mayoritas memang dikenal dengan rasa yang dominan asin, seperti Balap Lontong yang sudah saya posting sebelumnya. Namun nyatanya tidak semua demikian. Ada satu kuliner khas Kota Surabaya yang rasanya dominan manis, bahkan terlampau manis bagi saya yang berlidah Jawa Tengah. Kuliner khas tradisional ini konon sudah mulai langka dan sulit ditemukan. Mereka biasa menyebutnya dengan semanggi atau dikenal juga dengan pecel semanggi.

Pecel Semanggi Surabaya
Pecel Semanggi Surabaya

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Surabaya. Meski belum dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di sana, namun saya sudah sempat...

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Surabaya. Meski belum dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di sana, namun saya sudah sempat mencicipi beberapa kuliner khas nya. Salah satu yang cukup legendaris adalah Lontong Balap Pak Gendut yang ada di Jl. Kranggan No 60. Kedua teman saya Gabby & Alysa lah yang menemani & merekomendasikannya untuk saya cicipi saat berburu kuliner di Kota Pahlawan ini.

Lontong Balap Pak Gendut Surabaya
Lontong Balap Pak Gendut

Siapa yang tak kenal dengan Pulau Lombok. Mendengar namanya, sudah tak ada lagi yang meragukan keindahan pulau yang memiliki sebutan pulau ...

Siapa yang tak kenal dengan Pulau Lombok. Mendengar namanya, sudah tak ada lagi yang meragukan keindahan pulau yang memiliki sebutan pulau seribu masjid ini. Seperti halnya Pulau Bali, pulau ini menjadi salah satu destinasi favorite bagi para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Tak hanya wisata alam & budaya, Pulau Lombok juga memiliki warisan kekayaan wisata kuliner khas yang wajib dicoba bagi siapapun yang berkunjung, khususnya bagi para pecinta kuliner. Lalu, apa saja kuliner khas Lombok tersebut? Berikut diantaranya :

1. Ayam Taliwang
Kuliner yang satu ini sudah pasti tak asing bagi pecinta kuliner Nusantara. Makanan khas yang identik dengan Pulau Lombok ini merupakan sajian ayam kampung lokal yang dibakar atau digoreng. Ayam yang disajikan pun merupakan ayam muda pilihan sehingga ukurannya tak terlalu besar dengan tekstur daging yang lebih empuk. Selain dari cara membakar/menggorengnya yang berbeda dengan ayam pada umumnya, ayam taliwang juga istimewa di bumbu yang digunakan. 

Sumber Foto : https://www.goodindonesianfood.com
Biasanya ayam taliwang disajikan bersama lalapan yang terdiri dari terung, mentimun, bawang merah yang di rajang dan dicampur dengan bumbu sambal tomat. Semakin nikmat lagi jika disajikan bersama plecing kangkung. Kita bisa menemukannya di beberapa tempat makan, namun yang cukup populer adalah Rumah Makan Ayam Bakar Taliwang Irama yang berada di kawasan Cakranegara

Berada di Kota Wonosobo, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kuliner khasnya. Kuliner yang cukup identik dengan kota ini ...

Berada di Kota Wonosobo, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kuliner khasnya. Kuliner yang cukup identik dengan kota ini ialah "Mie Ongklok". Mie Ongklok merupakan makanan khas kebanggaan masyarakat Kota Wonosobo, yang terdiri dari bakmi/mie kuning yang diracik dengan potongan kol/kubis, daun kucai, dan kuah kental. Nama Mie Ongklok sendiri menjelaskan tentang proses pemasakan mie yang di ongklok-ongklok atau bisa berarti direbus sambil digoyangkan naik turun dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman bambu. 

Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Mie Ongklok Longkrang Wonosobo
Semua bahan seperti mie kuning, kol/kubis, dan kucai dimasukkan dalam wadah anyaman bambu, kemudian dimasukkan dalam air mendidih sambil di ongklok-ongklok sebentar. Setelah dimasukkan dalam mangkok, selanjutnya disiram dengan kuah kaldu yang kental, bumbu kacang, dan ditaburi dengan bawang goreng. Penyajian Mie Ongklok ini semakin unik karena biasanya disajikan dengan sate sapi yang membuat rasanya semakin lezat. Mie Ongklok sendiri rasanya didominasi oleh rasa ebi, manis, dan pedas. Sangat cocok dimakan saat panas, apalagi kondisi geofrafis Kota Wonosobo yang terletak di dataran tinggi dan bertemperatur cukup dingin.

Sesaat setelah sampai di alun-alun Kota Wonosobo malam itu, saya bersama kedua teman saya segera bergegas mencari Mie Ongklok yang masih buka. Saya sudah tak sabar mencicipinya. Apalagi malam itu kami memang belum mengisi perut sejak berangkat dari Solo sore hari. Pertama kami melaju ke Jalan Pasukan Ronggolawe. Namun sayang malam itu Mie Ongklok Longkrang yang kami maksud sudah tutup. Belakangan kami tahu, Mie Ongklok Longkrang ini hanya buka sampai jam 5 sore. Dari sana kami memutar kembali ke arah alun-alun dan menuju Jalan Ahmad Yani. Jadilah kami malam itu mencicipi Mie Ongklok Pak Muhadi.


Enak, nikmat, dan sehat. Begitulah kira-kira gambaran makanan yang menjadi salah satu kuliner khas Solo ini.  Namanya adalah Selat Solo. ...

Enak, nikmat, dan sehat. Begitulah kira-kira gambaran makanan yang menjadi salah satu kuliner khas Solo ini. Namanya adalah Selat Solo. Makanan yang juga dikenal dengan nama bistik Jawa ini  dimodifikasi agar khas dengan lidah orang Solo yang diadaptasi oleh warga Kraton Solo. Selat Solo berisikan wortel, buncis, ketimun, kentang goreng, selada telur kecap, dan daging, yang disiram dengan kuah semur plus ditambahkan mayones homemade yang rasanya kecut segar. Kata Selat mengingatkan pada salad dan steak atau biefstuk. Selat, konon asal katanya dari salad yang kemudian diucap selat. Demikian juga biefstuk yang dilafalkan menjadi bistik. 


Selat Solo
Selat Mba Lies

Jika sedang berkunjung ke Kota Solo, adalah menjadi agenda wajib untuk mencicipi kuliner satu ini. Ada beberapa tempat makan yang sudah dikenal menyediakan Selat Solo yang lezat. Salah satunya adalah Warung Selat Mba Lies. 

Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Ten...

Jika sedang berada di Kota Solo, rasanya sangat rugi jika tidak mencicipi berbagai makanan khasnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Tengkleng. Tengkleng merupakan makanan khas Solo yang berupa potongan tulang kambing yang masih menempel dagingnya dan dimasak dengan bumbu dan berbagai macam rempah sehingga menciptakan sebuah sajian yang memiliki cita rasa nikmat. Di sebuah gapura di Pasar Klewer saat jam makan siang kita akan menemukan sebuah kedai makan sederhana yang ramai & dikerumuni oleh para pengunjung. Ya, kedai yang menyajikan menu Tengkleng tersebut merupakan Warung Tengkleng Bu Edi yang cukup populer di dunia kuliner Nusantara.

tengkleng bu edi klewer solo
Gapura Pasar Klewer
tengkleng bu edi klewer solo
Lokasi Warung Tengkleng Bu Edi
tengkleng bu edi klewer solo
Warung Tengkleng Bu Edi

Warung tengkleng Bu Edi ini baru dibuka mulai pukul 12.30 WIB dan segera habis dalam hitungan jam saja. Saking populernya, banyak pengunjung yang sudah mengantri dan menunggu meski warung belum buka. Selain harus mengantri, pengunjung juga harus rela berbagi tempat dan berdesakan dengan pengunjung lain jika ingin menyantapnya di tempat, karena warung ini memang cukup sempit dengan bangunan semi permanen berukuran sekitar 4x4 meter saja. Tidak sedikit pengunjung yang rela makan sambil berdiri karena tidak mendapat tempat duduk.