Saat sedang berwisata, apa sih yang lebih banyak kamu lakukan? bersantai menikmati suasana dan pemandangan, atau lebih banyak melakukan aktifitas fotografi? Nah, buat yang lebih suka berfoto, bagaimana jika kali ini saya mengajak kamu untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di Jogjakarta yang memang diperuntukkan bagi mereka yang suka berpose di depan kamera. Tak hanya pose biasa, karena kita akan menikmati sensasi berada di dunia terbalik. Yes, mari kunjungi Upside Down World Jogja.
Upside Down World Jogja
Menghabiskan waktu akhir pekan atau saat lagi libur tidak harus jalan-jalan ke luar kota, atau pergi ke tempat wisata. Terkadang staycation...
Menghabiskan waktu akhir pekan atau saat lagi libur tidak harus jalan-jalan ke luar kota, atau pergi ke tempat wisata. Terkadang staycation menjadi pilihan lain yang sangat tepat. Leyeh-leyeh di sebuah hotel atau resort sambil menikmati berbagai macam fasilitas di dalamnya menjadi cara yang ampuh menghilangkan stres bagi sebagian orang. Tempatnya pun tak perlu jauh-jauh, bisa cari hotel/resort dalam kota. Kita bisa menikmati fasilitas hotel/resort yang tidak bisa kita dapatkan di rumah. Nah, saya pribadi lebih senang staycation dengan memilih tipe boutique hotel atau resort. Alasannya, sudah pasti karena memiliki konsep yang berbeda dan khas dibandingkan standart hotel-hotel berbintang. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah The Westlake Resort Jogja.
The Westlake Resort Jogja
Pagi itu saya sudah berada di sumber baru motor Kalasan Jogjakarta bersama sekitar 25 teman blogger & vlogger lainnya. Rencananya, kam...
Pagi itu saya sudah berada di sumber baru motor Kalasan Jogjakarta bersama sekitar 25 teman blogger & vlogger lainnya. Rencananya, kami akan diajak touring ke Pantai Sepanjang Gunungkidul sekaligus test drive beberapa tipe motor dari Yamaha. Acara yang bertajuk "Wisata Asik Yamaha" ini memang tak hanya mengajak blogger/vlogger dengan niche otomotif saja, namun juga travel blogger seperti saya. Jadi selain bisa mencoba beberapa tipe motor Yamaha untuk touring pendek ini, juga bertujuan untuk mengekspos wisata yang ada di Gunungkidul.
Wisata Asik Yamaha
Nglathak Bagi pecinta kuliner Nusantara, khususnya di Kota Jogja pasti sudah tidak asing dengan Sate Klathak. Sate ini memang sedikit b...
Bagi pecinta kuliner Nusantara, khususnya di Kota Jogja pasti sudah tidak asing dengan Sate Klathak. Sate ini memang sedikit berbeda dengan sate pada umumnya. Karena proses pembakarannya yang menggunakan jeruji besi sepeda sebagai media tusukannya. Ada beberapa warung klathak yang sangat populer di Kota Jogjakarta. Sebut saja sate Pak Pong atau warung sate Pak Bari yang semakin populer karena film AADC 2. Keduanya memiliki penggemar yang luar biasa banyak baik dari dalam maupun luar kota. Sayangnya kedua warung ini cukup jauh jika di tempuh dari tengah kota. Kabar bagusnya, untuk pecinta sate klathak yang berada di tengah kota, kini tak perlu jauh-jauh lagi untuk menikmati sate klathak, karena di daerah utara Fak. Peternakan UGM sudah ada Warung Nglathak. Tak hanya menyajikan sate klathak yang biasa, namun warung ini memberikan inovasi sehingga tercipta sate klathak kekinian.
Gunungkidul tidak hanya memiliki destinasi wisata berupa pantai, namun juga memiliki destinasi lain seperti embung, air terjun, hingga desa...
Gunungkidul tidak hanya memiliki destinasi wisata berupa pantai, namun juga memiliki destinasi lain seperti embung, air terjun, hingga desa wisata. Terletak di Padukuhan Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY, kita akan menemukan Wisata Kampung Emas Plumbungan. Di desa ini kita dapat menikmati suasana khas pedesaan Gunungkidul sekaligus mempelajari beragam potensi dan tradisi budaya masyarakat setempat. Hal ini yang membedakan Kampung Emas dengan objek wisata lain di Gunungkidul ataupun di luar daerah lainnya.
Desa Wisata Kampung Emas Gunungkidul sangat strategis dan mudah dijangkau. Dari Kota Jogja, kita dapat mengikuti rute : Jogja - Jalan Wonosari - Piyungan - Bukit Bintang - Patuk - Pertigaan Sambipitu (ambil kiri) - Nglanggeran - SMAN 1 Patuk - Plumbungan.
Sesampainya di lokasi, kita akan memasuki pekarangan warga yang menghadap ke sebuah area persawahan. Persawahan yang berbentuk teras sering tersebut membuat pengunjung seakan sedang berada di Ubud Bali. Apalagi saat musim padi, kita akan disajikan pemandangan hijau nan elok.
Tak hanya itu, di daerah ini juga di kenal sebagai sentra perkebunan kakao, kerajinan ukir kayu, dan batik kayu. Kita bisa secara langsung menyaksikan bagaimana pengrajin desa ini mengukir kayu dengan beragam bentuk seperti bentuk bebek, kura-kura atau juga membatik di ukiran topeng kayu. Souvenir ini bisa juga kita jadikan sebagai buah tangan sepulang dari sana. Untuk souvenir patung bebek atau kura-kura biasa di jual dengan harga Rp 8.000,- dan topeng batik yang cantik bisa kita tebus dengan Rp 15.000,-
Tak hanya menyaksikan lho, kita juga diperbolehkan untuk mencoba membatik di topeng mini tersebut. Seru kan, kita bisa membawa souvenir hasil karya kita sendiri. :)
Sleman merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lumbung wisata di Provinsi DIY. Puluhan destinasi wisata di kabupaten ini meliputi wisat...
Sleman merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lumbung wisata di Provinsi DIY. Puluhan destinasi wisata di kabupaten ini meliputi wisata alam, candi, desa wisata, museum, dll. Nah, beberapa waktu lalu, saya bersama teman-teman blogger Jogjakarta di undang oleh Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sleman untuk kopi darat sekaligus mengenal salah satu koleksi museumnya, yakni Museum Gunung Merapi (MGM)
Museum Gunung Merapi
Dalam rangka menyambut kepulangan @ayunqee dari Tanah Hindustan, sekaligus mengobati rindu bermalam di tepi pantai, akhir bulan lalu saya ...
Dalam rangka menyambut kepulangan @ayunqee dari Tanah Hindustan, sekaligus mengobati rindu bermalam di tepi pantai, akhir bulan lalu saya dan beberapa teman camping di Pantai Sanglen Gunungkidul, Jogjakarta.
Pantai Sanglen
Cuaca yang belakangan kurang menentu dan sering berubah, membuat kami sepakat untuk berangkat pagi untuk menghindari hujan yang biasa turun saat siang/sore hari. Meski akhirnya tak sesuai rencana, siang itu kami sudah berkumpul di alun-alun Wonosari Gunungkidul. Karena sudah jam makan siang, kamipun menepi di tempat makan di Jl. Baron untuk mengisi perut. Siang yang awalnya sangat terik menyengat, tiba-tiba turun hujan deras saat kami tengah menikmati menu makan siang kami. Jadilah kami menunggu hujan reda sambil bermain kartu poker. Berjam-jam kami terjebak hujan di tempat makan tersebut. Saat hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, hujan pun mulai reda, meski masih menyisakan rintik gerimis. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sekitar 30 menit perjalanan, kamipun sampai di Pantai Sanglen. Pantai Sanglen ini masih masuk satu kawasan dan satu TPR dengan Pantai Baron, Krakal, Kukup. Untuk memasukinya, kita harus membayar uang retribusi sebesar Rp10.000,-/orang.
Salah satu destinasi wisata favorite wisatawan di Jogjakarta adalah city tour di sekitaran Jl. Malioboro. Sebut saja Pasar Beringharjo, Ker...
Salah satu destinasi wisata favorite wisatawan di Jogjakarta adalah city tour di sekitaran Jl. Malioboro. Sebut saja Pasar Beringharjo, Keraton, Taman Sari, Museum Benteng Vredeburg, dll yang merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut dan dapat di tempuh hanya dengan berjalan kaki. Berkeliling bersama teman-teman atau keluarga adalah salah satu cara untuk menikmati city tour tersebut.
Lelah berkeliling, tak ada salahnya jika istirahat sejenak untuk mencari makan saat jam makan siang. Lalu, makan siang apa yang cocok di kawasan Malioboro? untuk urusan perut, jangan sampai salah pilih. Apalagi sampai makan siang di tempat sembarangan yang terkadang tak sesuai dengan ekspektasi. Tak jarang bukan, kita salah pilih tempat makan. Rasanya enak, tapi harga terlalu mahal. Atau harganya murah, tapi rasanya tak enak. Lebih sial lagi, jika rasanya tak enak, harganya mahal pula. Duh!
Nah, saya punya satu referensi tempat makan yang enak dan cocok untuk makan siang bersama teman atau keluarga. Tepatnya di Noodles Now Restaurant lantai 2 Hotel Neo Malioboro. Hotel yang berada hanya selemparan batu dari Stasiun Tugu Jogja ini memiliki promo Food & Beverages yakni "MAKSIBAR" atau Makan Siang Bareng. Dengan promo ini, kita hanya perlu membayar IDR 55k saja/pax dan kita dapat menikmati semua makanan yang ada di dalamnya. All you can eat!
Bagi yang sudah menonton AADC 2, pasti sudah tak asing lagi dengan salah satu hotel di daerah Prawirotaman, Jogjakarta ini. Belakangan, hot...
Bagi yang sudah menonton AADC 2, pasti sudah tak asing lagi dengan salah satu hotel di daerah Prawirotaman, Jogjakarta ini. Belakangan, hotel ini memang tengah menjadi pembicaraan hangat dan makin hits setelah dijadikan setting dari film sekuel Ada Apa Dengan Cinta. Dari film itulah kemudian membuat sebagian para traveler dari berbagai daerah melakukan trip yang disebutnya "trip AADC" yakni mengunjungi beberapa tempat yang menjadi setting dari film yang dibintangi Dian Sastro tersebut, termasuk Greenhost Boutique Hotel.
Greenhost Boutique Hotel
Pantai Nguyahan Sore itu, sesaat setelah berpisah dengan Kak Tyas di hutan pinus Imogiri, Saya dan Mas Bani segera melanjutkan perjal...
Sore itu, sesaat
setelah berpisah dengan Kak Tyas di hutan pinus Imogiri, Saya dan
Mas Bani segera melanjutkan perjalanan kami menuju pantai di pesisir selatan
Gunungkidul, Jogjakarta. Kami bertiga memang berencana menghabiskan waktu
bersama ke beberapa tempat seperti Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Imogiri,
dan berakhir dengan menikmati malam bersama dengan camping di salah satu pantai
yang berada di Gunungkidul. Sayangnya dengan beberapa pertimbangan, Kak Tyas
mengurungkan niat untuk bergabung camping di pantai dan terpaksa berpisah di
hutan pinus Imogiri.
Entah bagaimana awal mula kami merencakan untuk camp bareng, tapi siang itu kami sudah sepakat untuk bertemu di Semanu, Gunungkidul untuk a...
Entah bagaimana awal mula kami merencakan untuk camp bareng, tapi siang itu kami sudah sepakat untuk bertemu di Semanu, Gunungkidul untuk ahirnya pergi bersama menghabiskan waktu ahir pekan di salah satu pantai Gunungkidul, yakni Pantai Watulawang. Pantai Watulawang terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Indrayanti, dan sebelah barat Pantai Pok Tunggal. Di apit oleh kedua pantai yang lebih populer, membuat pantai ini sebenarnya cukup mudah di temukan, namun masih jarang yang mengetahuinya. Hal itu membuat suasana pantai ini berbanding terbalik dengan suasana kedua pantai pengapitnya yang selalu ramai dan dibanjiri oleh pengunjung. Di Pantai Watulawang suasana relatif lebih sepi.
Pantai Watulawang
Untuk menuju Pantai Watulawang sangatlah mudah. Cukup mengikuti jalan menuju Pantai Indrayanti. Kami sendiri melalui jalur/jalan dari Semanu. Sesampainya di Pantai Indrayanti, di sebelah timur ada plang petunjuk jalan menuju Pantai Watulawang. Plang ini berada tepat di depan jalan sebelah timur Pantai Indrayanti. Dari sana, tinggal ikuti saja jalan tersebut. Kondisi jalan masih berupa tanah bebatuan dan butuh ke hati-hatian untuk mengendarai kendaraan. Bagi pengguna kendaraan roda 4 dapat melewatinya meski butuh kesabaran extra karena akses jalan yang sempit, hanya dapat dilalui 1 mobil saja dan bergantian jika ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Jika ragu untuk melewati jalan ini, kendaraan dapat di parkir di Pantai Indrayanti kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Petunjuk ke Pantai Watulawang
Kami sampai di Pantai Watulawang tepat saat matahari mulai tenggelam. Sayangnya sore itu langit diselimuti sedikit awan mendung sehingga senja nampak kurang berwarna. Tak seperti bayangan saya memang, awalnya saya kira pantai ini belum ada pembangunan. Ternyata fasilitas di pantai ini sudah cukup lengkap. Area parkir sudah tersedia cukup luas, beberapa warung juga sudah berdiri lengkap dengan kamar mandi/toilet. Bahkan sudah dibangun juga saung-saung/gazebo dan aula yang dapat di sewa oleh pengunjung. Untuk listrik, saat itu baru tersedia di warung sebelah barat saja, sedangkan sebelah timur belum tersedia. Kami memilih untuk membangun tenda di sebelah timur, sedangkan ada beberapa rombongan lain juga yang mendirikan tenda di sebelah tengah.
Posisi tenda kami
Pantai Watulawang
Seorang bapak paruh baya menghampiri kami yang tengah membangun tenda. Beliau mengingatkan kami untuk tidak membangun tenda terlalu dekat dengan bibir pantai mengingat gelombang pantai bisa saja tiba-tiba naik saat pasang. Kami juga diingatkan dengan peraturan lainnya seperti membayar uang kebersihan sebesar Rp10.000,-. Kami pun tak keberatan, mengingat pantai ini memang perlu orang-orang seperti bapak tersebut untuk menjaga kebersihan pantai yang terkadang kurang dijaga oleh pengunjung. Dari bapak tersebut juga saya dapat banyak informasi tentang pantai ini. Beliau juga mempersilahkan kami menggunakan gazebo yang ia kelola dengan gratis. Padahal menggunakan gazebo tersebut tentu seharusnya membayar. Beliau juga mempersilahkan kami untuk mampir ke warungnya jika butuh sesuatu, menawarkan kayu untuk api unggun, dll. Untuk jasa penggunaan kamar mandi/toilet, kami dikenakan biaya Rp2.000,- saja sedangkan untuk mengambil wudhu, beliau mempersilahkan tanpa dipungut biaya.
Malam itu kami larut dengan suasana pantai dengan obrolan hangat ngalor-ngidul. Bintang malam, debur ombak, angin laut, dan teman perjalanan. Begitu syahdu, hingga kami larut dalam obrolan hingga tengah malam. Sesi curhat pun tak dapat dihindarkan. *haelah*
Pagi hari, selesai sholat subuh saya dan Mba Ayun hunting spot foto sambil menyusuri jalan setapak yang dibangun oleh warga di sisi tebing yang terhubung ke Pantai Pok Tunggal. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja berjalan kaki dari Pantai Watulawang ke Pantai Pok Tunggal. Di tepian tebing juga telah dibangun beberapa saung/gazebo oleh warga yang dapat disewa pengunjung. Kami kembali ke tenda untuk masak memasak. Menu andalan kami adalah capcai sayur. Selasai makan dan sudah kenyang, kami mulai menyusuri Pantai Watulawang.
Jalan menuju Pantai Pok Tunggal
Makaaan
Pantai Watulawang terbagi atas 2 sisi, sisi barat dan sisi timur. Nama watulawang sendiri konon diambil dari nama watu yang berarti batu dan lawang yang berarti pintu. Di pantai ini terdapat semacam goa dengan batu besar yang berbentuk seperti pintu. Goa ini biasanya dipakai untuk upacara adat sadranan/nyadran.
Batu Watulawang
Pantai di sisi barat tidak terlalu luas, sedangkan pantai di sisi timur lebih luas. Di pantai sisi timur inilah tempat tenda kami berada. Kami juga bermain pasir, seakan kembali ke masa kecil kami. Membangun istana pasir, mengubur diri, sampai perang pasir (saling lempar pasir pantai) pagi itu kami lakukan dengan sangat riang. Seakan semua beban dan persoalan rasanya hilang bersamaan dengan teriakan & keseruan kami.
Main pasir di pantai sebelah timur
Pantai Watulawang
Semakin siang, celana saya semakin dipenuhi dengan pasir, dan kami pun segera bergantian untuk mandi. Selesai mandi, membereskan tenda dan barang, kami pun segera kembali pulang. So, Pantai Watulawang ini sangat recomended jika ingin camping dengan suasana yang tak terlalu ramai, namun full fasilitas seperti toilet, warung, dll. Selamat camping & menjelajah! :)
Bagi sebagian orang, penampilan merupakan salah satu hal yang paling penting dalam hal bersosialisasi. Dengan penampilan yang oke, otomatis kepercayaan diri seseorang juga akan semakin bertambah. Bagaimana dengan para traveler? apakah penampilan itu penting? bagi saya, penampilan tetap saja harus diperhatikan, termasuk saat traveling. Hmm, bayangkan saja saat kita traveling, berapa banyak orang yang kita temui, baik masyarakat setempat maupun sesama traveler. Juga saat berpose di depan kamera dengan latar tempat wisata yang indah. Jika penampilan kita oke, maka hasil foto pasti juga akan lebih instagram-able bukan?
Dari sekian banyak candi yang ada di Jogjakarta, ada 1 candi yang cukup cantik dan unik menurut saya, sehingga wajib untuk dikunjungi. Cand...
Dari sekian banyak candi yang ada di Jogjakarta, ada 1 candi yang cukup cantik dan unik menurut saya, sehingga wajib untuk dikunjungi. Candi ini terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jika dari Candi Prambanan, ambil jalan Prambanan - Piyungan sampai ketemu plang Candi Ijo (plang ini berada setelah plang ke Candi Boko), kemudian belok kiri dan ikuti jalan. Melewati perkampungan dan beberapa tanjakan, karena candi ini memang terletak diatas bukit. Sampailah di Candi Ijo!
Candi Ijo
27 Desember 2015 saya diajak beberapa teman di Jogja untuk berkunjung ke Kampung Edukasi Watulumbung. Awalnya, saya mengira Watulumbung yan...
27 Desember 2015 saya diajak beberapa teman di Jogja untuk berkunjung ke Kampung Edukasi Watulumbung. Awalnya, saya mengira Watulumbung yang di maksud ialah pantai di Gunungkidul. Namun ternyata berbeda. Kampung Edukasi Watulumbung yang dimaksud berada di Bukit Parangtritis Kretek, Bantul, Jogjakarta.
Gardu Pandang Alas Kuliner Kampung Edukasi Watu Lumbung
Untuk menuju Kampung Edukasi Watulumbung ini sangat mudah. Dari Jl. Parangtritis, setelah melewati jembatan kretek belok kiri. Sekitar 50 m, ada pertigaan belok kanan. Sebaiknya pelankan laju kendaraan, karena plang/petunjuk nya sangat kecil dan kurang terlihat. Kami sempat terlewat karena tidak melihatnya. Setelah belok kanan, tinggal ikuti jalan menanjak, dan sampailah kita di Kampung Edukasi Watulumbung.
Pantai greweng Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberap...
Saya masih teringat tahun lalu, saat masih di Bogor dan mulai masuk musim penghujan bulan November, saya bersama beberapa teman melakukan sesuatu yang saya nilai sendiri "kurang kerjaan" hahaha ya, kurang lebih demikian ungkapan saya saat malam minggu kami pergi ke puncak yang saat itu sedang turun hujan rintik-rintik dari sore. Dan ahir tahun ini, saya kembali melakukan hal "kurang kerjaan". Saya bersama 6 teman lain yakni Mba Ayun, Mba Ika, Mba Desi, Mas Ade, Mas Karys, dan Mas Aris pergi nenda (baca: camping) ke Pantai Greweng, Gunungkidul. Musim hujan camp di pantai? kurang kerjaan bukan? haha demi camp penutup ahir tahun, kami rela melakukannya meski harus basah-basahan. Beberapa kali ganti opsi tempat, akhirnya kami memutuskan ke Pantai Greweng.
Rute menuju Pantai Greweng : Ikuti jalan menuju arah Pantai Wediombo. Dari Arah Solo via Cawas - Karangmojo - Semanu, perempatan lurus (jika dari arah Jogja - Wonosari - Semanu belok kanan) arah Tepus. Sampai di parkiran atas Wediombo (jalan turunan) ambil kiri (jalan kampung tidak beraspal) searah dengan Pantai Jungwok. Sampai di parkiran pantai Jungwok, jalan turun dikit belok kiri (jika lurus ke Pantai Jugwok) ikuti jalan melewati pematang ladang. Hanya sedikit plang/petunjuk jalan untuk menuju pantai greweng ini. Jadi, berusahalah untuk selalu mencari warga setempat untuk bertanya, dan biarkan hatimu yang memandu. :p
Jika anda mendengar kebun buah, apa yang anda fikirkan? sebuah kebun yang rindang oleh berbagai macam pohon buah yang menggoda untuk dipeti...
Jika anda mendengar kebun buah, apa yang anda fikirkan? sebuah kebun yang rindang oleh berbagai macam pohon buah yang menggoda untuk dipetik. Emm bisa jadi. Nah, di jogja ada kebun buah mangunan yang mungkin sedikit berbeda. Kenapa? karena kebun buah mangunan tidak hanya memiliki koleksi berbagai pohon buah namun juga terdapat puncak bukit dengan pemandangan gunung seribu dan sungai oyo yang sangat elok dilihat dari ketinggian.
Menyusuri jalan malioboro, mengunjungi keraton, candi, atau bersantai di pantai adalah sebagian aktivitas yang anda lakukan jika berkunjung...
Menyusuri jalan malioboro,
mengunjungi keraton, candi, atau bersantai di pantai adalah sebagian aktivitas
yang anda lakukan jika berkunjung ke kota Jogjakarta bukan? Bagaimana kalau
kali ini saya mengajak anda duduk santai di bawah rindangnya pepohonan pinus
sambil bercengkrama bersama keluarga ataupun teman-teman? Hmm suasana ala-ala
film twilight akan bisa kita dapatkan disana. Ya, kali ini saya mengajak anda
ke hutan pinus Imogiri.
Hutan Pinus Imogiri
Hutan Pinus Imogiri letaknya
tidak jauh dari kota Yogyakarta. Hanya butuh waktu sekitar 1 jam dari kota Jogja untuk
sampai kesana. Hutan pinus berada di Desa Muntuk Dlingo Bantul Yogyakarta,
tepatnya di jalan yang menghubungkan antara Imogiri dengan Dlingo Bantul. Jika
dari Jogja kota ambil jalan kearah ringroad selatan kemudian ambil jalan kearah
Imogiri Timur.
Embung Nglanggeran Dari Gunung Api Purba Nglanggeran sayang sekali jika tidak sekalian mampir ke Embung Nglanggeran yang hanya berjara...
Dari Gunung Api Purba Nglanggeran sayang sekali jika tidak sekalian mampir ke Embung Nglanggeran yang hanya berjarak sekitar 2 km dan dapat ditempuh kurang dari 10 menit. Embung Nglanggeran terletak di Dusun Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Belum ada kendaraan umum yang melalui rute ini, jadi hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi.
Rute menuju Embung Nglanggeran; Dari Jogja - Jl Wonosari - Bukit Bintang - Radio GCD Fm belok kiri - Desa Ngoro-oro - Pertigaan setelah UPT Puskesmas Patuk II ambil kanan – Pendopo Kalisong lurus – Pertigaan setelah SDN Nglanggeran belok kiri – ikuti papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran.
Siang itu, saya bersama Mba Ika dan teman-teman lain sedang berkumpul di rumah Mas Sen untuk mengadakan rapat paripurna yang penting, genti...
Siang itu, saya bersama Mba Ika dan teman-teman lain sedang berkumpul di rumah Mas Sen untuk mengadakan rapat paripurna yang penting, genting, tapi tidak sampai bunting. #iiisssh Perdebatan terjadi hingga sore hari dengan cukup alot, mengingat isu yang sedang kami bahas cukup sensitif. Ya, kami sedang merencanakan untuk camping, namun masih belum memutuskan tempatnya. Haelah! #penting banget! Sebelumnya kami berencana ingin ke puthuk setumbu Magelang, kemudian berubah ingin ke Dieng Wonosobo, juga sempat ingin jalan-jalan ke Madiun/Kediri, dan terahir saya berfikir untuk camp di pantai Gunungkidul. Setelah rapat selama berjam-jam ahirnya kami memutuskan untuk camp di Gunung Api Purba Nglanggeran! Hmm.. Mau ke Gunungkidul saja harus mikir dulu ke Magelang, Wonosobo, Madiun, dan Kediri. Fyuh!
Pukul 8 malam kami masih wedangan di pertigaan dekat rumah Mba Ika sambil menunggu Mas Mamat dan Bude Retno. Sedangkan teman lain dari jogja ada Mas Karys yang siap meluncur ke kost Mba Ayun. Kami sepakat untuk bertemu di mini market daerah Piyungan. Jam 9 malam kami berangkat. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Solo ke Nglanggeran. Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang berada pada deretan Pegunungan Sewu. Gunung ini adalah satu-satunya gunung api purba di Yogyakarta yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu. Gunung Nglanggeran tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Rute ke Gunung Api Purba Nganggeran :Ada beberapa rute untuk menuju Gunung Nglanggeran. Namun karena kami berangkat dari Solo pada malam hari, jadi kami memilih rute paling mudah dan aman, yakni melalui rute Prambanan - Piyungan - Bukit Bintang - Radio GCD FM. Kemudian belok kiri kira-kira menuju arah Desa Ngoro-oro dan menuju arah ke Nglanggeran.
Gunung Api Purba Nglanggeran
Pantai Pok Tunggal Gunungkidul DIY Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini b...
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Samudra Hindia di selatan, sehingga terdapat banyak pantai cantik di kabupaten ini. Tidak salah jika saya memberikan sebutan kota seribu pantai untuk Gunungkidul. Kali ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu pantai cantiknya yang masih relatif sepi, yakni Pantai Pok Tunggal. Saya berangkat dari solo bersama ke 5 orang teman saya, dan kami tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Rute kali ini, kami pilih dari Solo - Sukoharjo - Klaten - Gunungkidul (wonosari - tepus - pok tunggal). Sejujurnya, trip kali ini saya masi mengandalkan GPS dan bertanya pada orang yang kami temui di jalan. Perjalanan kali ini cukup lancar, hanya terkendala macet saat berada di daerah tepus karena kondisi jalan yang agak sempit dan berkelok.
Follow Us
Temukan saya di :