Showing posts with label jogjakarta. Show all posts

Pinus Pengger   Saya berada di bangku paling belakang, saat mobil travel yang kami tumpangi bergerak dari pesisir selatan Bantul menuju perb...

Pinus Pengger
Pinus Pengger
 

Saya berada di bangku paling belakang, saat mobil travel yang kami tumpangi bergerak dari pesisir selatan Bantul menuju perbukitan Imogiri. Hari kian sore, sementara langit tampak mendung menggelayut. Seirama dengannya, mata pun rasanya sama redupnya. Maklum, malam sebelumnya saya hanya sempat tidur selama tiga jam saja. Seakan kena hipnotis, tak lama kemudian saya pun akhirnya memejamkan mata.


Jogja semakin hari semakin banyak tempat makan dan kongko asik semacam cafe atau coffee shop. Bahkan saking banyaknya, rasanya hampir set...

Jogja semakin hari semakin banyak tempat makan dan kongko asik semacam cafe atau coffee shop. Bahkan saking banyaknya, rasanya hampir setiap 5 meter jalan, kita akan selalu menemukan tempat-tempat baru. Saya dan beberapa teman di Jogja bahkan memiliki kebiasaan memposting tagar #NgopiTiapPekan di media sosial setiap kali mampir di sebuah coffee shop. Meskipun sudah sesering mungkin untuk singgah di coffee shop baru, hingga saat ini rasa-rasanya masih jauh dari kata khatam.

Oldtown White Coffee Cafe Simanjuntak
Oldtown White Coffee Cafe Simanjuntak

Selain kota pelajar, Jogjakarta juga memiliki sebutan lain sebagai kota gudeg. Ini karena kuliner yang memiliki cita rasa manis tersebut ...

Selain kota pelajar, Jogjakarta juga memiliki sebutan lain sebagai kota gudeg. Ini karena kuliner yang memiliki cita rasa manis tersebut merupakan makanan khas yang sudah menjadi bagian dari identitas Jogjakarta. Padahal jika mau menelisik lebih dalam, kuliner Jogja tidak hanya gudeg saja. Banyak khasanah kuliner yang wajib dicicipi di kota ini. Bahkan kini tidak hanya kuliner khas setempat, tetapi juga kuliner dari berbagai daerah dan negara yang telah diadopsi.

Sebagai kota pelajar, Jogjakarta memang dipenuhi pendatang dari berbagai suku dan etnis, sehingga jangan heran jika kuliner dari daerah lain pun ikut diboyong ke kota ini. Hampir semua makanan dari sabang sampai merauke, bahkan makanan Asia hingga Eropa semuanya ada. Saya pernah diajak teman untuk makan papeda dan ikan kuah kuning di sebuah warung sederhana di daerah Jetis, Jogja. Saya sangat antusias, mengingat seumur-umur saya belum pernah menyantap makanan khas Indonesia timur ini. Dengan adanya warung yang menyajikan papeda di Jogja, saya tak perlu jauh-jauh terbang ke Indonesia timur untuk sekedar mencicipinya. Pun dengan makanan dari daerah lain yang kini sudah ada di Jogja.


Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi destinasi wisata favorit para wisatawan baik, domestik m...

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi destinasi wisata favorit para wisatawan baik, domestik maupun mancanegara. Bisa dibilang, provinsi istimewa ini memiliki paket wisata komplet. Berbagai atraksi wisata mulai dari alam, budaya, sejarah, dan lainnya bisa kita temukan di sini, termasuk wisata kuliner.  

Saat ini, kuliner sudah menjadi salah satu bagian dari sebuah aktivitas wisata seseorang saat mengunjungi suatu daerah. Rasanya ada yang kurang saat lidah tidak mencicipi secara langsung cita rasa lokal daerah tersebut. Maka tak heran jika sebagian orang sengaja menambahkan wisata kuliner ini ke dalam itinerarinya. 

Kuliner paling khas dan identik dengan Yogyakarta adalah gudeg. Saking akrabnya dengan makanan ini, Yogyakarta memiliki sebutan “kota gudeg”. Kita bisa menemukan banyak warung makan yang menyajikan menu khas ini, mulai warung kecil biasa sampai warung legendaris yang sudah punya nama. Bahkan, sampai ada sebuah ucapan yang mengatakan jika belum makan gudeg artinya belum sah berkunjung ke Yogyakarta.
 
Meski demikian, Yogyakarta tidak hanya memiliki gudeg saja, lho. Banyak khazanah kuliner lokal yang patut diperhitungkan untuk masuk ke dalam daftar kuliner yang wajib dicicipi. Beberapa di antaranya tampak unik dan berbeda dari sajian lain yang serupa. Setidaknya saya memiliki daftar 10 kuliner berbeda di Yogyakarta yang saya rekomendasikan untuk kamu cicipi. 

1.    Pecel Wader Pak Bejo


Pecel Wader Pak Bejo Banguntapan Bantul
Pecel Wader Pak Bejo

Desa wisata; sebuah istilah yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi saya, meski pengertian desa wisata itu sendiri baru saya pahami sat...

Desa wisata; sebuah istilah yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi saya, meski pengertian desa wisata itu sendiri baru saya pahami satu tahun terakhir ini. Dulu, saya sering melihat papan petunjuk atau gapura yang menuliskan kata desa wisata. Dalam hati saya sering bertanya. Sebenarnya apa itu desa wisata? Apa bedanya dengan desa-desa lainnya? Kenapa sampai bisa menyandang embel-embel “wisata” di belakangnya.
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Desa Wisata Kebonagung Bantul

Suatu siang, saya bersama seorang kawan bertandang ke sebuah rumah di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Desa wi...


Suatu siang, saya bersama seorang kawan bertandang ke sebuah rumah di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Desa wisata yang dikenal dengan wisata cave tubing Goa Pindul ini memang tak henti-hentinya menarik wisatawan untuk datang. Berbeda dengan atraksi wisata yang baru saja saya sebutkan, kali ini saya ingin mengulik sebuah kearifan lokal yang mungkin tak akan saya temukan di tempat lain. Di rumah tersebut, saya berkenalan dengan Marsono, sang dalang Wayang Sada.

Marsono sang Dalang Wayang Sada
Marsono sang Dalang Wayang Sada

Pagi itu begitu syahdu. Udara sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam. Sebuah desa idaman masa depan y...

Pagi itu begitu syahdu. Udara sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam. Sebuah desa idaman masa depan yang sangat cocok untuk “membesarkan anak-anak”. Adalah Desa Wisata Pancoh yang terletak di kelurahan Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Desa wisata yang akan membuat jatuh hati bagi mereka yang mengidamkan suasana asri.

Desa Wisata Pancoh Sleman DIY
Desa Wisata Pancoh Sleman DIY

Jika kalian berkunjung ke Kota Jogja, kuliner apa yang langsung ada di pikiran kalian? Gudeg? Pasti. Tapi pernah juga gak sih, saat berada ...

Jika kalian berkunjung ke Kota Jogja, kuliner apa yang langsung ada di pikiran kalian? Gudeg? Pasti. Tapi pernah juga gak sih, saat berada di kota ini ingin mencicipi kuliner khas desa yang sekarang ini sudah jarang kita temukan? Makanan desa yang saya maksud, adalah sajian makanan yang biasa kita jumpai di kampung atau desa. Jika kita susun daftarnya mungkin satu buku tak cukup lho saking banyaknya. Barangkali kita masih bisa menemukan beberapa di antaranya setiap hari sekalipun tinggal di kota. Namun apa semua itu akan tersaji secara bersamaan dan dengan cita rasa yang benar-benar ndeso?

Pak Kades Jambuluwuk Malioboro Hotel Jogja
Pak Kades Jambuluwuk Malioboro Hotel Jogja

Bagi saya, pantai merupakan salah satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan hilang dengan sendirinya saat...

Bagi saya, pantai merupakan salah satu tempat pelarian terbaik. Rasanya, setiap penat dan beban akan perlahan hilang dengan sendirinya saat melihat birunya laut, mendengarkan deburan ombak, menginjak pasir pantai, dan merasakan hembusan angin sepoi. Ada kerinduan saat beberapa waktu tak menjumpainya.

Pantai Torohudan Gunungkidul DIY
Pantai Torohudan Gunungkidul DIY

Malam minggu di Jogja itu bagi saya candu. Walaupun sudah jadi rahasia umum lagi, bagaimana kemacetan Jogja saat weekend , tapi nyatanya ta...

Malam minggu di Jogja itu bagi saya candu. Walaupun sudah jadi rahasia umum lagi, bagaimana kemacetan Jogja saat weekend, tapi nyatanya tak ada yang kapok untuk kembali. Termasuk juga saya. Tempat tongkrongan yang asik dan variatif menjadi salah satu alasannya. Coba saja kunjungi satu per satu tempat makan atau tongkrongan di Jogja. Saya berani taruhan setahun belum juga khatam. Bakalan ada lagi, nambah lagi, muncul lagi. Gitu aja terus.

Barbeque Bar Rooftop Kitchen & Lounge Satoria Hotel
Barbeque Bar Rooftop Kitchen & Lounge Satoria Hotel

Salah satu alasan saya suka Jogja adalah kulinernya yang beragam. Mau makan apa, kayaknya mudah saja di kota ini. Mulai dari yang kaki lima...

Salah satu alasan saya suka Jogja adalah kulinernya yang beragam. Mau makan apa, kayaknya mudah saja di kota ini. Mulai dari yang kaki lima hingga bintang lima, ada. Mulai dari yang tradisional hingga western, ada juga. Beberapa kedai atau tempat makan bahkan dikenal karena identik pada satu menu makanan tertentu. Salah satunya adalah Bale Ayu yang sangat lekat dengan menu gurame.

Lokasi Bale Ayu

Bale Ayu awal berdiri pada tahun 2009 berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 6, kemudian buka di Jalan Magelang Km 6,3 A4, Jombor sejak 11 November 2016 lalu. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Jogja khususnya yang berada di bagian utara. Lokasinya yang berada tepat di selatan ring road dan fly over Jombor, membuat Bale Ayu makin mudah dijangkau.

Menu di Bale Ayu

Meski identik dengan ikan gurame, namun sebenarnya Bale Ayu memiliki beragam menu lain. Minggu lalu saya berkesempatan mencicipi beberapa menu andalan dari Bale Ayu ini, baik menu gurame atau menu lain yang juga tak boleh dilewatkan.

1. Gurame Terbang Bale Ayu

Gurame Terbang Bale Ayu
Gurame Terbang Bale Ayu

1.   Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinas...

1. Gunung Api Purba Nglanggeran.

Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul
Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul
Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinasi utama di desa wisata ini. Gunung dengan ketinggian sekitar 700 Mdpl ini terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu dan tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit. Butuh waktu satu hingga dua jam trekking untuk menuju puncaknya.

Jalur pendakian gunung api purba Nglanggeran merupakan jalan setapak yang berupa anak tangga dan bebatuan. Bahkan kita juga harus melewati sebuah celah tebing batu besar yang sempit dan hanya dapat dilewati oleh satu orang saja. Di sini kita juga dapat menemukan sebuah batu yang berada di antara celah tebing dan mengingatkan kita pada satu film 127 hours, sebuah film garapan Danny Boyle yang menceritakan tentang seorang pendaki yang terjebak selama 127 jam dengan tangan yang terhimpit oleh sebuah batu besar di antara dua tebing di Utah. 

Desa Wisata Kebonagung Bantul Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang...

Desa Wisata Kebonagung Bantul
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang sebagai pembatas setiap petaknya. Khas pedesaan. Sementara di dalam kendaraan, Mas Sitam tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya yang pernah mengunjungi desa wisata yang akan kami tuju ini. Benar, ini kali kedua baginya mengunjungi desa wisata Kebonagung Imogiri Bantul.

Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kami sampai di sekretariat desa wisata setempat. Sejumlah warga yang tengah menunggu kedatangan kami menyambut dengan ramah, pun dengan ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menyalami kami satu per satu. Pak Dalbya namanya. Siang itu ia bercerita banyak soal potensi wisata di desanya. Semangatnya membangun desa sangat terlihat jelas dari tuturnya yang begitu antusias. Desa ini sendiri mulai merintis sebagai desa wisata sejak tahun 1998, dan sempat porak poranda akibat gempa Jogja di tahun 2006. Untunglah semangat Pak Dalbiya dan masyarakatnya tak pernah surut untuk kembali membangunnya.

Bisnis kuliner berupa oleh-oleh suatu kota, agaknya semakin diminati oleh kalangan artis Indonesia. Satu per satu nama artis Indonesia yang...

Bisnis kuliner berupa oleh-oleh suatu kota, agaknya semakin diminati oleh kalangan artis Indonesia. Satu per satu nama artis Indonesia yang biasa menghiasi layar kaca, kini mencoba merambah ke dunia pergoyangan lidah. Sebut saja Teuku Wisnu dengan Malang Strudel, Dude Herlino dengan Jogja Scrummy, Irfan Hakim dengan Makassar Baklave, Zaskia Sungkar dengan Snow Cake Surabaya, dan Ricky Harun dengan Bosang Makassar.

MAMAHKÉ JOGJA
MAMAHKÉ JOGJA
Dan kali ini giliran salah satu sutradara terbaik Indonesia Hanung Bramantyo bersama sang istri Zaskia Adya Mecca yang mencoba peruntungan di dunia yang sama. Masih dengan menawarkan sajian oleh-oleh yang berupa "cake" pasangan ini memilih Kota Jogja sebagai pasarnya. Hal ini tidaklah mengherankan sebab Kota Jogja merupakan kampung halaman Hanung.

Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY Kami sudah berada di mobil jemputan menuju Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul setelah sebelumnya...

Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY
Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY
Kami sudah berada di mobil jemputan menuju Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul setelah sebelumnya tiga desa wisata di Gunungkidul selesai kami eksplor. Pak Nur Ahmadi yang menemani perjalanan kami mengatakan waktu tempuhnya cukup untuk dipakai istirahat, namun kami lebih memilih menikmati perjalanan dengan mengobrol meski sebenarnya lumayan mengantuk setelah sebelumnya kami harus bangun pagi buta untuk mengejar sunrise di Kampung Pitu. Kamipun memasuki daerah Imogiri. Beberapa obyek wisata favorite seperti Puncak Becici, Hutan Pinus Mangunan, Kebun Buah Mangunan, dll kami lewati. Tak lama, sampailah kami di tujuan, Kampung Batik Giriloyo.

Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY
Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY

Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul Saya masih ingat pagi itu sebagian dari kami masih mengenakan pakaian yang penuh dengan berc...

Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul
Saya masih ingat pagi itu sebagian dari kami masih mengenakan pakaian yang penuh dengan bercak lumpur hasil off road di Bejiharjo. Entah memang malas atau jorok, yang jelas mereka dengan sadar dan sengaja tidak membersihkan diri dulu karena tujuan kami selanjutnya adalah Desa Wisata Bleberan, dimana salah satu objek wisatanya adalah Air Terjun Sri Gethuk. Mungkin bayangan mereka saat itu adalah bisa segera berada di bawah air terjun dengan pakaian kotor sambil teriak "Tuhaaan, aku kotorrrr! aku ternodaaaaa!". -_-

Desa Wisata Bleberan Gunungkidul
Desa Wisata Bleberan Gunungkidul

Rasanya mata sudah tak jenak untuk memejam kembali. Padahal jam masih menunjukkan pukul setengah 4 pagi, dan alarm yang sudah saya set di s...

Rasanya mata sudah tak jenak untuk memejam kembali. Padahal jam masih menunjukkan pukul setengah 4 pagi, dan alarm yang sudah saya set di smartphone pun belum sempat untuk berbunyi.

"Jam berapa?" tanya Mas Sitam yang ternyata juga sudah terbangun dari tidurnya. 
"Masih setengah jam lagi" jawabku sambil beranjak dari tempat tidur dan segera menunaikan hajat pagiku.

Masih dalam rangka #EksplorDeswitaJogja (Eksplor Desa Wisata Jogjakarta) saya bersama 8 travel blogger lain pagi itu sedang berada di homestay Desa Wisata Nglanggeran. Sore sebelumnya kami sudah sempat menikmati sunset di Embung Nglanggeran, dan pagi itu kami berencana menikmati sunrise di puncak Gunung Bantal yang berada di Kampung Pitu Nglanggeran.

Sunset Embung Nglanggeran
Sunset Embung Nglanggeran

Awal bulan lalu saya berkesempatan menginap 2 hari 2 malam di The Alana Jogja. Hotel Bintang 4 ini berada di Jl. Palagan tentara Pelajar Km...

Awal bulan lalu saya berkesempatan menginap 2 hari 2 malam di The Alana Jogja. Hotel Bintang 4 ini berada di Jl. Palagan tentara Pelajar Km. 7, Kabupaten Sleman, tepatnya di dalam Kota Mataram City. Meski tidak terletak di pusat kota Jogja, namun untuk menuju hotel ini cukup mudah, hanya sekitar 10 menit dari Monumen Yogya Kembali dan tak sampai 15 menit dari Jogja City Mall. 

The Alana Hotel & Convention Center Jogja
The Alana Hotel & Convention Center Jogja

Berkunjung ke desa wisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menikmati liburan yang berkwalitas. Apalagi bagi seseorang yang rut...

Berkunjung ke desa wisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menikmati liburan yang berkwalitas. Apalagi bagi seseorang yang rutinitas kesehariannya berada di perkotaan. Suasana pedesaan yang masih asri, udara tanpa polusi, masyarakat yang ramah, budaya yang kental, hingga kearifan lokal merupakan sederetan alasan kenapa desa wisata menjadi tempat yang tepat menghabiskan masa liburan. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan ratusan desa wisata. Tercatat sekitar 135 desa wisata berada di provinsi yang istimewa ini, sementara Kabupaten Sleman menyumbang angka sekitar 38 desa wisata yang dapat dikunjungi. Setiap desa wisata memiliki dan menawarkan berbagai potensi dan aktivitas yang berbeda. Salah satu desa wisata di Sleman yang memiliki potensi menarik adalah Desa Wisata Malangan.

Desa wisata Malangan berada di Sumber Agung, Moyudan, Sleman. Desa wisata ini dikenal dengan beragam potensi kerajinan. Untuk menuju desa wisata ini sangatlah mudah karena terletak di tepi jalan raya utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dengan Kabupaten Kulon Progo. Dari Ibukota Kabupaten Sleman berjarak sekitar 15 km atau 30 menit perjalanan, dan kurang lebih 16 km dari pusat kota Yogyakarta. Jika ditempuh dengan angkutan umum bisa naik bus pemuda dan minibus jurusan Kulon Progo. Lalu apa saja yang bisa kita lihat dan kita lakukan di desa wisata ini? berikut beberapa diantaranya :

1. Bersepeda Keliling Desa

Bersepeda Keliling Desa Wisata Malangan
Bersepeda Keliling Desa Wisata Malangan

Off Road Dewa Bejo Bejiharjo Kabut pagi masih nampak menutupi sebagian tambak dan persawahan di sekitar. Para penghuni homestay sudah m...

Off Road Dewa Bejo Bejiharjo Gunungkidul
Off Road Dewa Bejo Bejiharjo
Kabut pagi masih nampak menutupi sebagian tambak dan persawahan di sekitar. Para penghuni homestay sudah memulai aktifitas. Beberapa orang memilih berjalan menyusuri pematang sawah demi mendapatkan gambar, sebagian lainnya menikmati kopi sambil saling lempar obrolan, sisanya masih sibuk dengan bantal, make up, atau barangkali urusan hajatnya. Sedangkan saya? memilih untuk live IG dan menyapa khalayak ramai yang ada di dalamnya. Tak ada yang mengikuti? tak apa, toh koneksi kala itu hasil tumpangan. Yang penting live. Titik. *prinsip* Di sana, saya bercerita sedang berada di salah satu homestay Dewa Bejo di Desa Wisata Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul bersama 8 travel blogger lain untuk mencoba salah satu wisata baru di tempat ini. Tengah asik bercerita, tiba-tiba deru mesin jeep terdengar meraung dan semakin dekat. Mereka lah yang kami tunggu, Mas Arif dan kedua temannya. Mereka yang akan membawa kami bersembilan untuk menerabas jalanan berbatu dan berlumur dengan off road. Yeay!