Showing posts with label jawa tengah. Show all posts

Seorang pemuda dengan perawakan agak berisi mempersilakan saya duduk di ruang kerjanya. Di belakangnya tampak pigura-pigura memenuhi dinding...

Seorang pemuda dengan perawakan agak berisi mempersilakan saya duduk di ruang kerjanya. Di belakangnya tampak pigura-pigura memenuhi dinding. Mata saya menyipit, berusaha menangkap gambar apa saja yang dipajang. Pandangan saya pun tertuju pada satu pigura yang saya kenali dari logonya. Itulah piagam SIA (SATU Indonesia Award) dari Astra. Benar, siang itu saya tengah bertandang ke salah satu penerima SIA provinsi tahun ini. Seorang pengusaha asal Boyolali yang meraup cuan dari kerajinan gamelan. Dialah Lilik Fajar Riyanto.
 

Lilik Fajar Riyanto
Lilik Fajar Riyanto

"Maaf ya mas kalau agak berisik" Katanya sembari mempersilakan saya duduk tepat di seberang meja kerjanya.

 

Saya pun tersenyum sambil menjawab sekenanya. Rasanya kurang sopan bila saya mengeluhkan suara bising dari aktivitas yang bahkan menjadi alasan saya datang ke rumahnya. Suara dari alat musik gamelan itu memang terdengar tidak beraturan. Maklum saja, tempat itu memang tempat pembuatan gamelan, bukan sanggar karawitan.

Jam masih menunjukkan sekitar pukul 09.00 pagi saat saya sampai di sebuah halaman salah satu rumah di daerah Dukuh Karangjati, Desa Karangge...

Jam masih menunjukkan sekitar pukul 09.00 pagi saat saya sampai di sebuah halaman salah satu rumah di daerah Dukuh Karangjati, Desa Karanggeneng, Boyolali. Tepat di sampingnya berdiri sebuah toko yang masih tampak sepi. Hanya terdengar suara bising dari truk dan bus antar kota yang suara klaksonnya sesekali memekakkan telinga. Maklum, toko ini berada tepat di pinggir jalan raya lingkar utara. Di depan toko, sebuah plang besar berdiri kokoh menyambut kedatangan saya dengan tulisan “Keju Indrakila”.

 

 

Keju Indrakila
Keju Indrakila (dok. pribadi)

Pagi itu, saya membuat janji bertemu dengan Romy, adik kandung dari Noviyanto si penggagas pabrik keju ini. Saya memang kurang berjodoh untuk bertemu langsung dengan Noviyanto. Dua kali menghubungi, jawabannya selalu sama, yakni sedang berada di luar kota. Belakangan saya ketahui, Noviyanto sedang sibuk menggarap usaha serupa di Kota Lumajang, Jawa Timur. Tidak mengapa, toh saya tetap bisa mendapat banyak cerita inspiratif Noviyanto dari tutur adik kandungnya.

Joko Sulistyo; Penerima SATU Indonesia   Kering dan gersang, barangkali kata itu yang akan Anda pikirkan saat mendengar nama Kota Won...

Joko Sulistyo
Joko Sulistyo; Penerima SATU Indonesia
 
Kering dan gersang, barangkali kata itu yang akan Anda pikirkan saat mendengar nama Kota Wonogiri. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah ini memang dikenal sebagai salah satu daerah yang mengalami kekurangan air. Kondisi alam yang berupa perbukitan kapur menjadi salah satu faktor penyebab mengapa sumber air bersih sulit ditemukan di kota ini.

Hampir setiap tahun, terutama saat terjadi kemarau panjang, Wonogiri selalu memberikan kabar perihal kekeringan. Bahkan tak jarang pula pemerintah setempat menetapkan kondisi ini sebagai darurat bencana kekeringan.

"Yak, kita sudah hampir sampai tujuan. Museum Batik ada di depan sana bersebelahan dengan Masjid Agung" kata tour guide yang men...

"Yak, kita sudah hampir sampai tujuan. Museum Batik ada di depan sana bersebelahan dengan Masjid Agung" kata tour guide yang menemani kami melalui pengeras suara.

Saya yang berada di deretan kursi belakang kemudian menengok ke arah luar jendela. Di sisi kanan, tampak sebuah taman dengan tulisan besar yang terbaca "Kota Batik". Ya, setelah menempuh perjalanan sejauh puluhan km dari Kota Semarang, akhirnya kami sampai juga di Kota Pekalongan.

Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke kota ini. Biasanya sekadar numpang lewat saja, melaju di tengah keramaian jalur pantura. Kota Pekalongan memiliki sebutan atau julukan sebagai Kota Batik karena memiliki sejarah panjang sekaligus dikenal sebagai salah satu kota penghasil batik sejak abad ke 14. Bahkan pada Desember 2014 lalu Pekalongan resmi mendapat julukan sebagai World City of Batik oleh UNESCO dalam kategori craft & folk.

Lalu sebagai kota yang termasyhur dengan batiknya, hal menarik apa saja yang bisa dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Pekalongan? Setidaknya jika kamu memiliki satu hari berada di kota ini, 3 tempat yang baru saja kami kunjungi berikut ini bisa menjadi referensi.


Belajar Membatik di Museum Batik


Membatik di Museum Batik Pekalongan
Membatik di Museum Batik Pekalongan

Bagi yang pernah melewati Jalan Adi Sucipto Solo, pasti sudah tak asing dengan sebuah bangunan bercat putih bergaya Eropa yang berdiri cant...

Bagi yang pernah melewati Jalan Adi Sucipto Solo, pasti sudah tak asing dengan sebuah bangunan bercat putih bergaya Eropa yang berdiri cantik di sisi utara jalan raya itu. Barangkali dulu banyak orang dibuat penasaran dengan fungsinya. Sebab selama bertahun-tahun bangunan yang merupakan kompleks ruko & perumahan itu terlihat "sepi-sepi" saja.

Namun satu tahun belakangan, sebuah neon box dan tulisan besar menunjukkan identitas barunya. Bangunan itu kini disulap menjadi hotel bintang 4 yang merupakan bagian dari Wyndham bernama Ramada Suites.

Ramada Suites by Wyndham
Ramada Suites by Wyndham

Pasar Gede Hardjonagoro Solo Pasar Gede Hardjonagoro Solo merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan tak jau...

Pasar Gede Hardjonagoro Solo
Pasar Gede Hardjonagoro Solo
Pasar Gede Hardjonagoro Solo merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan tak jauh dari balai kota Solo. Seperti pasar tradisional pada umumnya, pasar ini menawarkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga serta aneka ragam bahan makanan baik yang masih mentah hingga makanan siap santap. Atmosfer kegiatan berniaga pun sangat terasa di sini.

Tiga minggu dari  Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019 , saya kembali diundang untuk menyaksikan parade atau carnival serupa...

Tiga minggu dari Semarak Parade Jalanan Semarang Night Carnival 2019, saya kembali diundang untuk menyaksikan parade atau carnival serupa. Kali ini oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo yang memang juga memiliki agenda tahunan bertajuk Solo Batik Carnival (SBC).

Solo Batik Carnival 2019
Solo Batik Carnival 2019
SBC tahun ini merupakan agenda ke 12 sejak pertama digelar pada tahun 2008 lalu.  Saya masih ingat tahun-tahun awal agenda ini digelar, saya tak pernah rela melewatkannya. Tahun demi tahun, mulai dari tema kostum, rute dan waktu pelaksanaannya selalu berubah demi menampilkan sebuah sajian parade yang apik. Saya sendiri terakhir menyaksikan SBC secara langsung sekitar 2011 hingga baru tahun ini berkesempatan kembali. 

Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Selain memiliki buday...

Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Selain memiliki budaya yang masih sangat lekat, kota ini memang cukup kaya dengan sejarah dan aneka ragam kuliner khas. Belum lagi ditambah dengan kabupaten sekitar seperti Karanganyar, Klaten, dan Boyolali, yang memiliki wisata alam cantik sehingga menjadikan wisata Solo Raya semakin lengkap.


Namun, untuk menikmati wisata di Solo Raya tersebut kamu harus memiliki waktu ekstra, karena jarak antara obyek wisata dari satu kota ke kota lainnya cukup menguras waktu. Sehingga, jika hanya memiliki waktu yang terbatas, saya sarankan untuk mengunjungi wisata yang berada di dalam kota saja. Dengan obyek wisata yang jaraknya tak terlalu jauh akan membuatmu menghemat waktu. 


Nah berikut ini daftar obyek wisata di tengah Kota Solo yang menarik untuk city tour versi Lagilibur.com :


1. Keraton Kasunanan


Keraton Kasunanan Surakarta
Keraton Kasunanan Surakarta
Obyek wisata pertama yang wajib dikunjungi karena sudah menjadi “icon” serta identitas Kota Solo adalah Keraton Kasunanan. Keraton ini berdiri sejak tahun 1744 sebagai ganti Keraton Kartasura yang porak poranda akibat geger pecinan yang terjadi pada 1743. Saat ini Keraton Kasunanan masih menjadi tempat tinggal keluarga Sri Sunan dan menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kota Solo. Sayangnya, karena adanya konflik yang terjadi di dalam keraton, saat ini wisatawan hanya bisa masuk kawasan museum saja.

Saya termasuk penikmat sebuah gelaran parade atau carnival. Melihat berbagai seni dan kreatifitas yang dipertunjukkan, rasanya begitu menye...

Saya termasuk penikmat sebuah gelaran parade atau carnival. Melihat berbagai seni dan kreatifitas yang dipertunjukkan, rasanya begitu menyenangkan. Termasuk saat beberapa waktu lalu saya diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk menyaksikan Semarang Night Carnival yang tentu saja langsung saya iyakan. 

Semarang Night Carnival 2019
Semarang Night Carnival 2019

Sejak beberapa dekade terakhir, negara kita memang semakin ramai dengan parade atau carnival serupa di berbagai kota dan daerah. Sebut saja Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, Singkawang Carnival, Semarang Night Carnival, dan carnival lain yang tak kalah semarak. 

Sejenak saya terdiam. Berdiri mematung tanpa sepatah kata. Hanya mata yang mampu menangkap visual anyar dari sebuah gedung tua yang terongg...

Sejenak saya terdiam. Berdiri mematung tanpa sepatah kata. Hanya mata yang mampu menangkap visual anyar dari sebuah gedung tua yang teronggok berpuluh tahun lamanya. Kini ia berwajah baru bak gadis berparas ayu. Barangkali beberapa tahun lalu tak banyak orang yang sudi menjamahnya. Tua, dekil, bobrok, dan teronggok. Tapi lihatlah sekarang, Ia telah menjadi primadona di tengah geliat wisata Solo Raya. Ada saja khalayak yang datang sekadar mengambil gambar lalu memamerkannya di media sosial. Si pabrik gula yang uzur itu kini memiliki nama baru; De Tjolomadoe.


Senja De Tjolomadoe
De Tjolomadoe
Sejak awal tahun lalu, namanya sering terdengar di kalangan wisatawan. Pamornya seketika melejit, dan potretnya selalu bermunculan di lini masa media sosial khususnya instagram. Sejujurnya, saya tak serta merta terpincut, meski jarak tak begitu menjadi alasan. Namun beberapa bulan setelahnya, seorang kawan akhirnya memaksa saya untuk berkenalan. Dan inilah kali pertama saya berjumpa serta melihat langsung betapa cantik rupanya. Tepat di saat datangnya senja.

Bus yang kami tumpangi akhirnya sampai di Jl. Kedu – Jumo Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung setelah sebelumnya menem...


Bus yang kami tumpangi akhirnya sampai di Jl. Kedu – Jumo Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari Kota Wonosobo. Turun dari bus, kami kemudian berganti mobil pribadi yang ukurannya lebih kecil karena bus besar tak bisa mencapai destinasi akhir kami. Lalu lalang kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tampak ramai di jalanan kampung yang tak begitu lebar tersebut. Bahkan sesekali kendaraan kami harus berhenti menepi sejenak untuk memberikan jalan kepada kendaraan lain dari arah berlawanan. Kami mulai was-was saat hari semakin siang. Maklum saja, destinasi yang kami datangi ini hanya ada saat pagi hingga siang hari, yakni jam 6 hingga jam 12 saja. 

Pasar Papringan Ngadiprono


Begitu sampai di tempat parkir, kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. “Gila!” batin saya saat melihat banyaknya kendaraan yang terparkir. Ternyata, tidak hanya saya dan teman-teman saja yang antusias datang ke destinasi wisata ini. Banyak wisatawan lain yang juga tak kalah antusias. Bahkan melihat plat nomornya, banyak dari mereka yang berasal dari luar kota. Mulai dari Magelang, Jogja, Semarang, Solo, dan kota-kota lainnya. Setelah berjalan melewati gang perkampungan, sebuah keramaian di bawah rindangnya pepohonan hutan bambu pun mulai terlihat. Ya, kami telah sampai di destinasi kami, Pasar Papringan Ngadiprono, Temanggung.


Pasar Papringan Temanggung Jawa Tengah
Pasar Papringan Temanggung Jawa Tengah

Kota Kudus merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menawarkan wisata kuliner yang tak boleh dilewatkan bagi tukang makan sepert...



Kota Kudus merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menawarkan wisata kuliner yang tak boleh dilewatkan bagi tukang makan seperti saya. Kota yang memiliki sebutan kota kretek ini memang menyimpan beragam kuliner unik yang siap menggoyang lidah. Sebut saja lentog tanjung, soto kudus, sate kerbau, dan yang tak boleh ketinggalan, garang asem.

Garang Asem RM Sari Rasa Kudus
Garang Asem RM Sari Rasa Kudus
Jika kamu ingin menikmati garang asem yang paling nikmat di kota ini, cobalah mampir ke RM Sari Rasa yang berada di Jl. Raya Agil Kusumadya No 20 Jati Kulon. Dijamin, saking lezatnya kamu bisa jatuh cinta di suapan pertama. Bahkan garang asem punya rumah makan ini menjadi favorite Pak SBY, mantan presiden RI ke enam lho!

Waktu belum menunjukkan pukul lima pagi saat saya mencoba menghangatkan badan yang mulai menggigil diterpa angin. Kedua tangan saya masuk...

Waktu belum menunjukkan pukul lima pagi saat saya mencoba menghangatkan badan yang mulai menggigil diterpa angin. Kedua tangan saya masukkan ke dalam saku sembari loncat-loncat kecil, berharap sedikit mendapat keringat. Sementara di sekeliling saya, teman-teman  tengah sibuk dengan kamera dan gawainya. Semua memiliki tujuan yang sama, menantikan baskara beranjak dari peraduannya. Pagi itu, saya sedang berada di Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah.  Ini merupakan salah satu rangkaian acara blogger camp yang diselengarakan oleh D’Emmerick Hotel Salatiga.

Sunrise Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah
Sunrise Puncak Gunung Telomoyo Jawa Tengah

Kota Semarang selain memiliki destinasi wisata yang menarik, juga menyimpan banyak kuliner yang patut untuk dicoba lho. Ibu kota Provinsi ...

Kota Semarang selain memiliki destinasi wisata yang menarik, juga menyimpan banyak kuliner yang patut untuk dicoba lho. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang juga dikenal dengan sebutan kota lunpia ini nyatanya tak hanya memiliki lunpia sebagai ikon kulinernya. Salah satu kuliner yang wajib kamu coba saat mengunjungi Kota Semarang adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang

Lokasi Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Lokasi Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok ini sangat strategis sehingga sangat mudah untuk menemukannya, yakni berada di Jl Pemuda kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di samping jembatan Mberok. Bahkan kamu bisa mencapainya dari Stasiun Tawang hanya dengan berjalan kaki sambil menikmati uniknya bangunan tua di sekitaran Kota Lama.

Dikenal Legendaris

Sedikit cerita mengenai sejarah nasi goreng babat ini, konon Pak Karmin sudah memulai usahanya sejak tahun 1971, sehingga cukup dikenal legendaris oleh para penikmat kuliner nusantara. Apalagi jika dirunut lagi, Pak Karmin mewarisi usaha tersebut dari sang ayah yang sebelumnya sudah berdiri sejak tahun 1958. 

Sederhana & Tak Pernah Sepi

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Tak ada yang istimewa jika dilihat dari tempatnya. Sebuah warung tenda yang bahkan terkesan sangat sederhana. Selain lokasinya yang berada di tepian sungai, beberapa meja juga terlihat berada di luar tenda tanpa atap yang melindungi dari panas atau hujan. Itu pun, belum tentu  semua pengunjung bisa mendapatkan bangku kosong saat jam makan, saking ramenya. Yaps, selain dikenal legendaris, warung sederhana ini memang tak pernah sepi oleh pengunjung.

Cita Rasa yang Masih Terjaga

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Rahasia kenikmatan nasi goreng babat ini tentu berasal dari resep bumbu yang tak pernah dirubah sejak dulu. Meski sekarang Pak Karmin lebih banyak berada di meja kasir dan sudah tak secara langsung menjadi juru masaknya, namun proses memasak masih dipegang langsung oleh keluarga. Sementara pegawainya hanya membantu untuk proses mengaduknya saja. Jadi, cita rasanya masih terjaga hingga kini.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang


Pilihan Isian

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Selain itu, meski warungnya dengan jelas menuliskan “Nasi Goreng Babat” namun warung ini tak hanya menyajikan babat sebagai campuran nasi goreng lho. Buat kamu yang tidak suka babat, bisa menggantinya dengan daging ayam, ampela ati, telur, atau lainnya. Saya sendiri pernah memesan nasi goreng dengan daging ayam. Rasanya tak kalah nikmat dengan nasi goreng babat yang menjadi andalannya. Bahkan, jika kamu kurang menyukai nasi goreng, kamu bisa memesan nasi putih dengan lauk babat gongso. Yang ini juga tak kalah lezat. Atau bisa juga memesan nasi goreng babat dengan ekstra babat gongso. Pokoknya, pesan suka-suka sesuai selera!


Tekstur Babat yang Empuk & Tidak Amis

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Cita rasa nasi goreng babat ini terasa mantap. Asin, gurih, pedas, dan manisnya sangat pas. Kalau kata teman saya, juru masaknya tak pelit bumbu. Nah, satu porsi nasi goreng babat ini disajikan bersama telur dadar yang membuat lidahmu semakin goyang saking mantapnya. Istimewanya lagi, tekstur babat yang menjadi bahan campuran sangat empuk, jauh dari kesan alot dan amis. Hal ini karena Pak Karmin telah merebusnya terlebih dahulu hingga 8 jam lamanya.


Salah Satu Wisata Kuliner yang Patut Dicoba di Semarang

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok Semarang
Nah, jika kamu penasaran dengan rasa Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok ini, kamu bisa langsung datang mulai dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Satu porsi nasi goreng babat, kamu hanya perlu menyiapkan uang 20 ribu rupiah saja. Murah kan? Jadi, jika berkunjung ke Kota Semarang jangan hanya mencicipi lunpia sama tahu gimbal saja ya. Kamu bisa menambahkan Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok ini ke dalam daftar wisata kulinermu di sana.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok
Jl. Pemuda, Kauman, 
Semarang Tengah
Buka : 08.00 – 22.00 WIB



Baca Juga :

Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa Pagi sangat cerah saat saya dengan semangat menyiapkan peralatan snorkeling bersama Mas S...

Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Sunrise Pantai Batu Putih Kemujan Karimunjawa
Pagi sangat cerah saat saya dengan semangat menyiapkan peralatan snorkeling bersama Mas Sitam. Snorkel, life jacket, dan fin. Semua alat snorkeling ini bukan hasil menyewa, melainkan mengobrak abrik gudang rumah Mas Sitam. Kakaknya yang pernah bekerja di dinas pariwisata setempat masih menyimpannya dengan baik di gudang rumahnya.

Seperti jalan kampung pada umumnya, tak terlalu lebar dan mulus, memaksa pengendara bermotor mau tak mau melambatkan lajunya. Pun dengan sa...

Seperti jalan kampung pada umumnya, tak terlalu lebar dan mulus, memaksa pengendara bermotor mau tak mau melambatkan lajunya. Pun dengan saya. Tak apa, toh saya juga sedang tidak diburu oleh waktu. Kampung ini cukup padat, terlihat dari deretan rumah yang cukup rapat. Bahkan gang yang saya lalui semakin menyempit. Sementara, sejauh mata memandang, payung warna-warni terlihat memenuhi pelataran beberapa rumah hingga ke bahu jalan. Saya sedang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Desa sentra payung lukis yang tersohor sejak dulu kala.

Payung Lukis Ngudi Rahayu Juwiring Klaten
Payung Lukis Ngudi Rahayu Juwiring Klaten

Semarang merupakan ibukota provinsi dimana saya berdomisili. Tapi nyatanya saya jarang mengunjunginya dan lebih sering berada di provinsi t...

Semarang merupakan ibukota provinsi dimana saya berdomisili. Tapi nyatanya saya jarang mengunjunginya dan lebih sering berada di provinsi tetangga, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Maklum saja jika saya lebih hafal tempat tongkrongan yang asik di Jogja, dibandingkan yang ada di Semarang. Tapi, beberapa waktu lalu saya baru saja menemukan salah satu tempat yang asik di kota lumpia ini, yakni Verve Bistro & Coffee Bar.

Verve Bistro Coffee Bar Semarang
Verve Bistro Coffee Bar Semarang

Cari tempat makan bareng teman-teman itu susah-susah gampang. Iya kalau semua teman omnivora macam saya, yang bisa makan apa saja. Tapi yan...

Cari tempat makan bareng teman-teman itu susah-susah gampang. Iya kalau semua teman omnivora macam saya, yang bisa makan apa saja. Tapi yang namanya beda orang beda selera. Ada yang tak suka ini lah, tak suka itu lah, harus begini harus begitu. Jadi susah bukan? Maunya sih, bisa makan sambil nongkrong di satu tempat, tapi bisa makan sesuai selera masing-masing. Eh tapi, kalau di Solo saya punya rekomendasinya lho. Tidak hanya nyaman untuk nongkrong seharian, di sini kita akan disodorkan beragam menu yang cocok bagi semua selera. Tepatnya ada di La Taverna, Jalan Siwalan No 66, Kerten, Laweyan, Surakarta.

Saya sudah beberapa kali makan bareng teman di tempat ini. Selain menunya beragam, tempatnya cozy banget. Menu andalan saya sih biasanya aneka steak. Tapi baru-baru ini La Taverna sedang rajin mengenalkan menu serba jamur. Jamur tersebut diolah menjadi aneka masakan pengganti daging. Mulai dari sate jamur, tongseng jamur, pepes jamur, rendang jamur, dan masih banyak lagi. Rasanya? Saya jamin jika tidak dikasih tahu sebelumnya, kamu tidak akan sadar kalau yang sedang kamu kunyah bukanlah daging melainkan jamur. Lalu, ada apa saja dan bagaimana rasanya? Berikut ini beberapa menu jamur yang sudah sempat saya cicipi.

1. Sate Jamur

Sate Jamur La Taverna
Sate Jamur La Taverna

Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada...

Pekan lalu, saya mendapat undangan dari Kementrian Pariwisata untuk menghadiri sebuah acara di Kota Semarang. Acaranya sendiri dimulai pada siang hari dan diakhiri dengan buka bersama, sehingga selesai pada malam hari. Beruntung, saya tak perlu pulang malam itu juga. Sebuah hotel baru bintang empat di Semarang memberikan salah satu kamar terbaiknya untuk saya tempati. Hotel itu berada di Jl. MT Haryono No 312 - 316, Jagalan, Semarang, yakni Gets Hotel.

Gets Hotel Semarang
Gets Hotel Semarang

Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bol...

Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bola dan cat warna warni. Tak hanya itu, deretan tembok rumah yang berada di sepanjang tepi sungai pun tak luput dari warna yang mencolok tersebut. Mulai dari merah, hijau, kuning, biru, dan warna lain yang berpadu dengan cantik dan menawan. 

Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Siang itu, saya bersama beberapa teman dari Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah (Genpi Jateng) dan Ikatan Mas Mba Jawa Tengah (IMMJ) berada di Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa. Kali werno berasal dari kata kali yang berarti sungai, sementara werno berarti warna. Berada di Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, kampung ini tengah naik daun di media sosial berkat spot selfie yang instagramable tersebut. Hanya dalam hitungan minggu saja sejak kampung ini mempercantik diri, ratusan wisatawan datang membanjiri setiap hari.