Showing posts with label jawa barat. Show all posts

Di Citumang, selain bisa staycation nyaman dan tenang di HAU Eco Lodges , di lokasi ini kita juga bisa menikmati satu atraksi wisata yang s...

Di Citumang, selain bisa staycation nyaman dan tenang di HAU Eco Lodges, di lokasi ini kita juga bisa menikmati satu atraksi wisata yang sangat menarik dan menguji adrenalin loh. Sungai Citumang memang  masih menjadi daya tarik utama untuk wisatawan yang berkunjung. Selain jernih, debet airnya pun cukup stabil sehingga aman jika digunakan sebagai lokasi atraksi wisata air, seperti body rafting.

Body Rafting Sungai Citumang
Body Rafting Sungai Citumang

Pepohonan hijau dan aliran air sungai nan jernih tersaji di depan mata begitu pintu saya buka. Sementara, gemericik air dan kicauan burun...

Pepohonan hijau dan aliran air sungai nan jernih tersaji di depan mata begitu pintu saya buka. Sementara, gemericik air dan kicauan burung juga terdengar begitu syahdu menyapa kedua telinga. Suasana inilah yang begitu diidamkan setiap orang yang jengah akan hiruk pikuk suatu kota. Pagi itu, saya berada di sebuah penginapan berkonsep kontainer/peti kemas di tepi Sungai Citumang, HAU Eco Lodges.

HAU Eco Lodges Citumang
HAU Eco Lodges Citumang

Dinas ke luar kota adalah satu kesenangan tersendiri bagi seorang eksekutif muda. Tentunya dengan catatan mendapatkan kesempatan untuk seka...

Dinas ke luar kota adalah satu kesenangan tersendiri bagi seorang eksekutif muda. Tentunya dengan catatan mendapatkan kesempatan untuk sekadar memanjakan diri sejenak setelah lelah mengurusi urusan bisnis. Apalagi jika kota tujuan dinas luar kotanya adalah kota wisata seperti Lembang.

Kota sejuk yang terletak di Kabupaten Bandung Barat ini memiliki banyak destinasi menarik yang bisa dijadikan lokasi pertemuan dan acara bisnis. Banyaknya fasilitas penginapan berkualitas juga adalah salah satu keunggulannya. Sebut saja Hotel Grand Paradise Lembang yang berada di Jalan Raya Tangkuban Perahu No. 50. Hotel yang satu ini pas sekali untuk dijadikan pilihan menginap para eksekutif muda.

Arsitektur ala Romawi dan Yunani yang Menawan

Grand Paradise Hotel Lembang
Grand Paradise Hotel Lembang

Dari Situs Megalitikum Gunung Padang , kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lampegan. Stasiun Lampegan adalah stasiun kereta api yang ter...

Dari Situs Megalitikum Gunung Padang, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lampegan. Stasiun Lampegan adalah stasiun kereta api yang terletak di jalur KA Manggarai - Padalarang, terletak di Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Cianjur. Yang unik dari stasiun ini adalah adanya terowongan lampegan di dekatnya. Stasiun ini dibangun pada tahun 1882, dan pada tahun 2001 pernah ditutup karena tanah logsor, dan dibuka kembali pada tahun 2010. 

Stasiun Lampegan Cianjur
Stasiun ini pernah melayani perjalanan kereta api jalur Bandung-Sukabumi dengan Kereta api Ciroyom - Cianjur - Lampegan jurusan Stasiun Sukabumi dan Stasiun Ciroyom (sebelumnya dari Stasiun Bandung. Kini stasiun ini hanya melayani Kereta api Siliwangi yang melayani relasi Sukabumi - Cianjur. 

Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Commun...

Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur
Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Community) yakni Teh Siti, yang mengajak trip share cost menuju Situs Megalitikum Gunung Padang yang berada di Cianjur. Kebetulan trip tersebut bertepatan dengan hari jumat saat libur nasional May Day, saya pun bersemangat untuk bergabung. Kamis malam kami sepakat untuk bertemu di St. Bogor sebagai tempat meeting point. Dan trip ini diikuti oleh 29 orang, dari berbagai daerah dan komunitas di Jabodetabek. Dari 29 orang tersebut, saya hanya mengenal teh siti saja sebelumnya. Hahaha Bakalan dapat banyak teman baru, pikir saya.

Dari Danau , kami melanjutkan perjalanan ke curug sawer. Masih di area Taman Nasional Situ Gunung, kalau tadi kita ambil jalan belok kiri, ...

Dari Danau, kami melanjutkan perjalanan ke curug sawer. Masih di area Taman Nasional Situ Gunung, kalau tadi kita ambil jalan belok kiri, kali ini kami jalan lurus. Berbekal beberapa camilan dan beberapa botol air mineral, kamipun bersiap trekking. Jalan menuju curug sawer ini menurut saya cukup mudah karena jalan yang tidak begitu menanjak dan lebih banyak jalan yang datar. Walaupun pada ahirnya melebihi ekspektasi saya. hahaha yupz, jalan menuju curug sawer ini cukup panjang, saya lupa berapa lama kami tempuh, tapi sepertinya ada sejam atau lebih. Atau mungkin ini karena kami yang sering berhenti sekedar istirahat sambil menunggu putri Bu Yayat yang ketinggalan karena saltum. hahaha mba dwi, dialah orangnya. Anak mall yang saya seret untuk menikmati alam, namun masih kekeuh dengan style nya. hihihi bengkak deh tu kaki trekking pakai sepatu mall :p

Ada hal yang unik saat diperjalanan menuju curug sawer ini. Seekor lebah terbang di sekitaran kami mengikuti jalan kami. Sedikit was-was takut di sengat, namun usaha kami untuk mengusirnya sia-sia saja, dan ahirnya kami anggap teman perjalanan. Benar saja, saat kami sudah sampai curug sawer, lebah tersebut dengan sendirinya menghilang. Hmm, lebah yang ramah ya? mau mengawal sampai tempat. hihihi
Curug Sawer Sukabumi

Situ Gunung Sukabumi Trip gratis? siapa yang nolak? hihihi trip gratis saya kali ini berawal dari rencana saya dengan beberapa teman ...

Situ Gunung Sukabumi
Trip gratis? siapa yang nolak? hihihi trip gratis saya kali ini berawal dari rencana saya dengan beberapa teman kerja untuk berlibur sekaligus silaturahmi ke rumah salah satu teman kami yakni lisma di Sukabumi. Rencana itupun terdengar oleh atasan saya. Alih-alih sebagai bonus saya karena bulan sebelumnya mencapai target, saya di berikan fasilitas mobil gratis + supir dari rental mobil "Berkah Trans". Yeay!!! Berkah Trans merupakan jasa rental mobil di Bogor milik atasan saya yang belum lama launching. Selain mobil yang disediakan masih baru semuanya, tentu fasilitas dan harganyapun cukup bersaing. Berkah Trans, menyediakan banyak paket degan atau tanpa supir mulai dari sewa 12 jam, 24 jam, antar jemput sekolah, kantor, bandara, atau sewa mingguan dan bulanan untuk privat maupun instansi. Yang paling penting lagi, supir berkah trans sangat berpengalaman, dan tidak perlu kawatir nyasar. hihihi kuq saya jadi iklan gini? ya memang ini salah satu syarat trip gratis saya. hahaha Yes, sudah jadi rahasia umum lagi untuk atasan dan teman sekantor saya jika saya adalah tukang cuti untuk sekedar kelayapan. hehe hal tersebut jugalah yang mungkin mendasari atasan untuk memberikan fasilitas mobil rental sekaligus sebagai ajang uji coba rental mobilnya. hihihi Oh iya, saya juga diminta atasan saya untuk update perjalanan ke sosial media, mendokumentasikannya, dan tentunya menuliskannya  di blog saya. Emm itung-itung sebagai ucapan terimakasih, apa susahnya? (padahal biar disponsorin lagi lain waktu) :D

Dari Telaga Warna , kami melanjutkan perjalanan melipir ke kota sebelah, Cianjur! tujuan kami, adalah Curug Cibeureum, terletak di Taman Na...

Dari Telaga Warna, kami melanjutkan perjalanan melipir ke kota sebelah, Cianjur! tujuan kami, adalah Curug Cibeureum, terletak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Rute nya sama seperti saat ke Kebun Raya Cibodas yang memang masih satu area. Bedanya, setelah masuk gerbang kawasan dan membayar biaya retribusi, untuk ke Curug Cibeureum, dari parkir kebun raya Cibodas kita ambil jalan lurus, sehingga parkir berada di atas, dan dilanjutkan berjalan kaki menuju pintu masuk, dimana pintu masuk ini juga merupakan jalan masuk menuju pendakian ke Gunung Gede-Pangrango. 

Pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Dari pintu masuk, kita harus trekking sekitar 2,6 km atau sekitar 1 jam perjalanan. Yah, itung-itung latihan trekking, lumayankan ikutan gaya ala-ala pendaki yang menuju Gunung Gede. Hehe 

Pernah melakukan suatu hal yang kalau dipikir-pikir lagi, kalian merasa kurang kerjaan melakukan hal tersebut traveler? hahaha mungkin itu ...

Pernah melakukan suatu hal yang kalau dipikir-pikir lagi, kalian merasa kurang kerjaan melakukan hal tersebut traveler? hahaha mungkin itu juga yang saya fikirkan saat menghabiskan ahir pekan ini bersama teman-teman saya di puncak. Walaupun sedikit merasa kurang kerjaan, tapi saya sangat menikmati keseruan ahir pekan saya bersama teman-teman saya. Ceritanya, saya bersama Juhdi, Yunus, Reza & Mas Joko menghabiskan waktu ahir pekan dengan menginap di villa puncak, dan paginya berencana jalan ke beberapa tempat. Tapi cuaca Bogor saat malam minggu ternyata kurang bersahabat. Banyangkan, kami berlima berangkat ke Masjid Atta'awun hujan-hujanan. Malem minggu, ke puncak, hujan-hujanan pula! Beku deh si dedek! *eh :p

Tujuan pertama kami sebelum ke villa adalah Masjid Atta'awun. Saya yang berboncengan dengan Juhdi menggigil di belakang. Bahkan Juhdi sampai memberikan sarung tangannya agar saya tidak semakin kedinginan. Sedikit aneh juga rasanya, saya yang berbadan lebih gendut besar dari Juhdi justru kewalahan menahan dingin malam itu, sedangkan Juhdi yang mengendarai motor di depan tetap tenang saja, bahkan saat sampai di Masjid Atta'awun dia lepas jaket yang basah kuyup dan hanya pakai kaos tanpa lengan. Ow em jih! Sampai disana ternyata cukup sepi, padahal saat itu malam minggu. Owh, oke saya sadar jika saat itu memang sedang turun hujan dan hanya kami yang kurang kerjaan hujan-hujan nongkrong di puncak. -_-

Tapi percayalah, saat seperti inilah yang paling nikmat untuk menikmati semangkuk sekoteng & ind*mie rebus di puncak! ciyus! bikin menggelinjang :D

Nikmatnya semangkuk sekoteng dikala basah kuyup hujan-hujan di puncak :D

Dari ( tangkuban perahu ) , karena saya masih sangat penasaran dengan objek wisata baru di Bandung yang lagi hits di media sosial beberapa...

Dari ( tangkuban perahu ) , karena saya masih sangat penasaran dengan objek wisata baru di Bandung yang lagi hits di media sosial beberapa bulan belakangan ini, saya masih ditemani Suger menuju Tebing Keraton kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Untuk menuju tebing keraton ini, sebelumnya saya browsing sana-sini dan ahirnya menemukan panduan rute jalan kesana walaupun sempat sesekali berhenti untuk bertanya arah pada warga setempat (untuk memastikan kalau tidak salah ambil jalan). Untuk menuju Tebing Keraton ini ternyata butuh sedikit perjuangan, karena jalanan yang lumayan sangat hancur! hehehe Jalanan rusak, bebatuan, dan menanjak, akan kalian temui saat menuju Tebing Keraton. Dan saya sesekali terpaksa harus turun dari motor karena motor matic suger tidak kuat membawa beban saat ditanjakan. Sebegitu gendut beratkah saya? :(

Jika saya ditanya kota mana saja di Indonesia yang ingin saya singgahi, entah untuk sekedar berlibur, atau memang untuk tinggal dalam jangk...

Jika saya ditanya kota mana saja di Indonesia yang ingin saya singgahi, entah untuk sekedar berlibur, atau memang untuk tinggal dalam jangka waktu tertentu, saya akan jawab salah satunya adalah kota kembang, Bandung! Yup, ibu kota jawa barat ini masuk daftar kota yang ingin saya tinggali dari dulu selain Denpasar, Jogja, Solo, Malang, Makassar, dan Balikpapan. Dan uniknya, hampir semua kota yang ingin saya tinggali masuk daftar 7 kota ternyaman ditinggali versi Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) tahun 2014. Hanya 1 kota saja yang tidak masuk, yakni Denpasar yang menurut IAP lebih nyaman kota Palembang. FYI, kota ternyaman untuk ditinggali versi IAP tersebut adalah Balikpapan, Solo, Malang, Jogja, Makassar, Palembang, dan Bandung. Khusus untuk kota Solo dan Jogja, sudah pasti saya sangat setuju jika masuk daftar tersebut. Tak percaya? cobalah singgah beberapa hari di kota tercinta saya ini, saya yakin kalian ingin tinggal lebih lama atau setidaknya ingin kembali lagi kemudian hari. :)

Saya sudah beberapa kali mengunjungi Kota Bandung, sayangnya untuk urusan pekerjaan dan belum sempat menikmati atmosfer wisatanya. Mumpung ada libur 2 hari, saya bela-belain cancel tiket kereta mudik saya (walaupun ahirnya gagal di refund) untuk mengunjungi kota periangan ini. Saya pun harus menyusun rencana dadakan, walaupun ahirnya tidak sesuai dengan harapan karena pagi itu saya awali pergi ke Jakarta dulu untuk cancel tiket kereta yang pada ahirnya hanya membuang waktu, dan membuat saya tiba di Bandung pada sore harinya. Well, saya telah membuang waktu 1 dari 2 hari saya untuk menjelajahi Bandung. :(

Saya naik bus MGI dari Terminal Depok 2, sampai di Terminal Leuwipanjang pukul 5 sore dan disambut hujan. Tujuan pertama saya adalah area Dago. Dari Leuwipanjang saya naik bus damri jurusan Dago dan turun di perempatan lampu merah Dago. Perjalanan saya lanjutkan berjalan kaki menuju taman jomblo pasupati. Suasana sore Kota Bandung dengan jalan yang masih basah karena hujan! Oh, saya semakin jatuh cinta pada kota ini. Saya duduk di salah satu bangku "single" di taman jomblo sambil mengamati mojang Bandung. hihihi menunggu jemputan teman saya, Suger. Eh iya, saya lupa bilang kalau saya sudah janjian dengan teman lama saya yang akan menemani saya jalan selama di Bandung. Suger adalah teman saya saat di bangku SMA yang sudah berdomisili di Bandung selepas lulus SMA. Tak lama menunggu, ahirnya dia datang dengan motor matic. Saya pun segera diajak berkeliling kota bandung, BIP, IP, cihampelas, dan berahir dengan nongkrong menikmati malam minggu di gasibu & gedung sate. Kalau kata orang, belum ke Bandung kalau belum mampir ke landmark kota bandung ini. hehe 

Landmark kota bandung! Gedung sate

Traveler, banyak yang tidak tahu kalau kebun raya Bogor itu punya cabang (kayak minimarket saja ya!) :D Kalau di Bogor ada Kebun Raya Bogor...

Traveler, banyak yang tidak tahu kalau kebun raya Bogor itu punya cabang (kayak minimarket saja ya!) :D Kalau di Bogor ada Kebun Raya Bogor, nah kalau kita jalan ke kota Cianjur, disana ada kebun raya Cibodas! Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede.

Landscape di salah satu sudut kebun raya
Weekend ini saya berkesempatan mengunjungi Kebun Raya Cibodas ini bersama kedua teman saya Juhdi & Mas Joko. Awalnya rencana kami hanya ingin malam mingguan nongkrong di puncak  sambil menikmati jagung bakar, bajigur hangat, dan ngeliatin ABG mojok! ((((ngeliatiiiiiin)))) -_-

Sabtu sore kita berangkat, dan seperti biasa, macetnya luar biasa! huff! Sesampainya di puncak kita segera parkir di Mesjid Atta'awun. Oiya, yang tidak disangka temen SMA saya, Agus, mengirim pesan bbm sedang berada disana juga bersama indah dan satu teman lainnya. Jadi reuni dadakan deh! hehe Saat asik nongkrong, kabut mulai terlihat, dan gerimis tipispun mulai turun. Kita yang tadinya masih ingin menikmati jagung bakar jadi terpaksa turun untuk cari penginapan. Rencana awal kita berniat cari hotel sekamar untuk bertiga. Tapi ahirnya kita dapat vila kamar dengan harga 125k dengan fasilitas kamar mandi dalam, kamar luas & tempat tidur yang lumayan besar. Sudah sangat cukup untuk ditiduri kita bertiga. Oya, untuk harga itu sebenarnya bagaimana pintar-pintarnya kita menawar saja. Seharusnya kita bisa dapat harga yang lebih murah lagi, tapi karena kita lagi malas tawar-menawar & sudah ingin buru-buru tiduran, baru bertanya di satu tempat sewa vila kamar langsung deal di harga itu. Harga awal yang ditawarkan sebelumnya adalah 150k, dengan alasan harga saat weekend. Nah, buat kalian yang berencana menginap di vila kamar, banyak tukang vila yang sudah menunggu di sepanjang jalan puncak. Tips nya, jangan malas untuk bertanya untuk membandingkan harga, jangan lupa menawar, dan pastikan vila kamar yang ditawarkan tak jauh dari jalan raya tempat dia menawarkan vila kamar (menghindari penipuan/tindak kriminal).

Sudah sampai di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta daerah Ciapus, kayaknya rugi banget kalau langsung pulang. Tidak jauh dari pura ini terda...

Sudah sampai di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta daerah Ciapus, kayaknya rugi banget kalau langsung pulang. Tidak jauh dari pura ini terdapat beberapa curug, diantaranya Curug Nangka! Yeay! Dari pura, kami kembali turun dan mengambil jalan kekiri saat dipertigaan. Ikuti jalan, liat plang penunjuk dan bertanya pada warga sekitar. Kurang lebih sekitar 10 menit, sampailah kami di Curug Nangka!

Curug Nangka

Curug Nangka adalah sebuah kawasan wisata air terjun yang terletak di Ciapus, Bogor, Jawa Barat yang masuk dalam, naungan RPH Gunung Bunder, BKPH Bogor KPH Kabupaten Bogor. Daya tarik utama wana wisata Curug Nangka adalah air terjun yang mempunyai 3 tahap, dengan masing-masing memiliki ketinggian antara 10-20 m.  Selain Curug Nangka di kawasan ini juga dapat ditemui dua buah curug lagi, yaitu Curug Daun dan Curug Kawung. Lokasi ketiga curug ini satu dengan yang lainnya berjarak sekitar 100 m dengan urutannya dari bawah adalah Curug Nangka, lalu Curug Daun dan terakhir adalah Curug Kawung. Ketiga curug ini berada di kaki Gunung Salak pada ketinggian sekitar 750 m dpl dengan curah hujan 4000mm/tahun dengan suhu udara 20-22 C.

Wow, baru juga libur hari kamis kemarin saat May Day , tidak terasa sekarang sudah weekend lagi. hehee Nah, untuk mengisi waktu luang saya...

Wow, baru juga libur hari kamis kemarin saat May Day, tidak terasa sekarang sudah weekend lagi. hehee Nah, untuk mengisi waktu luang saya punya referensi nih ngelayap di Bogor dengan nuansa ala-ala Bali! hehe Penasaran? Yuk, disimak!

Kaki saya masih terasa pegal pasca trekking di Curug Cilember kemarin. Tapi, yang namanya diajak ngelayap, mau kaki sedang gempor pun, hajar saja kalau saya mah! hahaaa Tanpa ada rencana matang sebelumnya, pagi jam setengah 10 saya di bbm Mas Sandy untuk jalan ke Pura Parahyangan Agung Jagatkarta yang berada di daerah Ciapus Bogor! Tahun lalu saya sempat ke sana bersama teman-teman kantor sepulangnya dari Curug Luhur. Tapi sayang sekali saat itu tidak diperbolehkan masuk area karena sedang ada prosesi sembahyang. Dan ahirnya hari ini saya kembali lagi.

Pura Parahyangan Agung Jagatkarta

Wolaaa... Happy May Day Traveler! Selamat datang di bulan paling asik tahun ini... hahaaa You know what i mean lah yaaa... :p Iyes! Bulan M...

Wolaaa... Happy May Day Traveler! Selamat datang di bulan paling asik tahun ini... hahaaa You know what i mean lah yaaa... :p Iyes! Bulan Mei ini bakal jadi surganya buruh yang hobby kelayapan macam saya! soalnya banyak warna merah... huehe Baru awal bulan, kita sudah disambut sama warna merah pertama dengan tanda bintang "mayday"! Inilah hari untuk pekerja sedikit manja bangun siang dari biasanya. Tapi, saya mah teteup... bangun pagi bersiap kelayapan! :p

Hari libur di awal bulan? Sayang banget kan kalau cuma diem manyun di rumah doang. Berawal dari obrolan kecil saya dengan Mas Sandy untuk mengisi hari libur, Yunus yang dengar obrolan kami ahirnya ikut gabung, disusul Faris & Mas Joko! Well, setelah babibu menentukan tujuan liburan kami kali ini, kami sepakat untuk pergi ke Curug 7 Cilember!

Jam 7.45 WIB ahirnya kami berangkat, menuju Curug Cilember. Wohooo... Perjalanan yang kurang lebih 1 jam dari bogor lewat jalur tajur - puncak ini kami sempat melihat 2X mobil yang terjebak kemacetan tiba-tiba berasap dan bau terbakar. Hmm ngeri juga yah, kalau bawa mobil di jalan tanjakan kena macet. Untunglah bawa motor, bisa selip kanan kiri. Hueheee Sampai di Jl. Cilember sebelum pasar Cisarua, kami belok kiri. Kita bisa tanya-tanya ke warga sekitar jika masih kurang jelas. Jalan gang masuk ke curug ini tidak terlalu lebar, meski bisa namun mungkin sedikit susah jika membawa kendaraan roda 4. Jalannya pun sedikit berliku di tengah perkampungan warga yang cukup padat.

Yunus, mas sandy, mas joko, gw. (Faris ambil foto)