![]() |
| Gancik Hill Top Selo Boyolali |
Kota Boyolali selain dikenal sebagai Kota Susu juga dikenal sebagai kota yang memiliki panorama alam yang sangat indah. Hal tersebut tidakl...
Bukit Gancik; Menikmati Panorama Gunung Merapi Lebih Dekat
Moment hari kemerdekaan Indonesia yakni pada tanggal 17 Agustus biasanya dijadikan para pendaki untuk melakukan pendakian dan mengikuti upa...
Dirgahayu Indonesia Dari Gunung Merbabu
Sore itu kami sudah berada di bascamp pendakian Selo. Meski sebenarnya molor cukup lama dari rencana. Yang awalnya kami jadwalkan untuk memulai pendakian sekitar jam 1 siang, menjadi jam 5 sore. Ini karena beberapa teman yang terlambat datang dengan berbagai alasan. Sebelum memulai pendakian, kami mengecek kembali barang bawaan kami sambil kembali repacking carrier agar lebih nyaman dibawa. Tak lupa sedikit briefing & doa bersama agar pendakian berjalan dengan lancar. Dan pendakian sore itu pun kami mulai.
![]() |
| Pintu masuk jalur Selo |
![]() |
| Briefing & Doa bersama sebelum pendakian |
Di post 1 kami sempat istirahat sejenak, sambil saling sapa dengan rombongan pendaki lainnya. Hal yang menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan teman baru. Oh iya, sejak awal pendakian, rombongan kami bertambah 2 orang, mereka adalah mahasiswa asal kota Jogjakarta dan ikut bergabung dengan rombongan kami. Udara semakin terasa dingin. Kami pun kembali melanjutkan pendakian. Kata beberapa teman pendaki, salah satu cara untuk mengatasi dingin di atas gunung saat pendakian adalah terus berjalan. Karena semakin lama kita berhenti maka dingin semakin terasa.
Perjalanan menuju pos 2 jalur yang kami lewati semakin menantang. Terdapat banyak tanjakan yang cukup curam dengan kemiringan yang lumayan. Tantangan lainnya adalah tekstur tanah yang berpasir dan berdebu. Saya harus sangat berhati-hati saat mencari pijakan. Jika salah, bisa saja terperosok. Belum lagi kami harus sabar antre satu per satu untuk berjalan dan menghindari debu yang terbawa oleh pendaki di depan kami. Untungnya, saya sudah mengenakan masker dan kacamata. Pun demikian dengan pendaki lain yang sudah mempersiapkannya. Jalan yang licin membuat pendaki saling mambatu untuk menanjak. Meski tak saling kenal sebelumnya, pendaki tak sungkan mengulurkan tangannya pada pendaki lainnya.
Sampai di post 2, kami langsung menurunkan carrier dan duduk untuk beristirahat. Ada rasa ingin menyerah dan mengakhiri pendakian yang sebenarnya belum seberapa ini. Apalagi saat melihat ke arah puncak yang masih cukup jauh. Hanya terlihat kerlap kerlip headlamp pendaki lain di jalur pendakian. Beberapa teman memberikan semangat pada saya dan beberapa teman pendaki pemula lainnya, dan mengatakan puncak tinggal 2 tanjakan saja. Ah, lagi-lagi dusta pendaki saya dengar lagi. Hufh!
Setelah melewati track yang cukup sulit, saat hampir tengah malam sampailah kami di pos 3. Di pos ini terlihat banyak tenda warna-warni telah berdiri. Badai angin terlihat kencang menerpa tenda-tenda tersebut. Mba Desi, salah seorang dari rombongan kami tengah menggigil kedinginan. Karena kawatir jika ia hipotermi, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 3 ini, dan melanjutkan pendakian esok pagi. Apalagi track yang harus kami lalui terlihat semakin curam. Tiga tenda kami dirikan. Kami pun segera masuk dan memasak air untuk membuat kopi. Di luar tenda, badai semakin kencang, doa selalu saya lafalkan meski masih ada sedikit kekawatiran. Sayapun berusaha memejamkan mata meski sleepingbag tak dapat menahan dinginnya malam. Pagi menjelang, kami pun naik ke atas bukit untuk menikmati sunrise.
![]() |
| Siluet pagi |
![]() |
| Sunrise |
![]() |
| Jalur dari Pos 3 ke Sabana 1 |
![]() |
![]() |
| Bersama teman-teman Backpacker Joglosemar |
Golden Sunrise Sikunir Ada dua tempat yang menjadi spot terbaik di Dataran Tinggi Dieng untuk menikmati Golden Sunrise . Yakni Puncak P...
Puncak Sikunir; Indahnya Golden Sunrise Negeri di Atas Awan
![]() |
| Golden Sunrise Sikunir |
"Budaaaal!!!" begitulah kata Mas Ade siang itu di bbm dalam Bahasa Jawa yang kurang lebih artinya "Berangkat!!!". Waktu...
Serunya Touring Keliling Negeri di Atas Awan; Dieng!
Saat mencoba KA Railbus Batara Kresna , saya memiliki waktu 4 jam di Wonogiri. Hal ini saya manfaatkan untuk mengunjungi Gunung Gandul yang...
Menelanjangi Kota Wonogiri dari Puncak Gunung Gandul
![]() |
| Pemandangan kota Wonogiri dari puncak gunung gandul |
Siang itu, saya bersama Mba Ika dan teman-teman lain sedang berkumpul di rumah Mas Sen untuk mengadakan rapat paripurna yang penting, genti...
Gunung Api Purba Nglanggeran, Trekking di Tebing Batu ala Film 127 Hours
Rute ke Gunung Api Purba Nganggeran : Ada beberapa rute untuk menuju Gunung Nglanggeran. Namun karena kami berangkat dari Solo pada malam hari, jadi kami memilih rute paling mudah dan aman, yakni melalui rute Prambanan - Piyungan - Bukit Bintang - Radio GCD FM. Kemudian belok kiri kira-kira menuju arah Desa Ngoro-oro dan menuju arah ke Nglanggeran.
Mt Andong 1726 Mdpl Pergilah keluar. Nikmati alam ini. dan... Gunung bisa jadi guru yang terbaik! Demikian quote yang pernah saya...
Belajar Mendaki 1726 Mdpl. Gunung Andong Magelang, Cocok Bagi Pendaki Pemula!
Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Commun...
Cianjur Punya Situs Yang Konon Lebih Tua Dari Piramida Mesir! Situs Megalith Gunung Padang!
![]() |
| Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur |
Pernah melakukan suatu hal yang kalau dipikir-pikir lagi, kalian merasa kurang kerjaan melakukan hal tersebut traveler? hahaha mungkin itu ...
Damainya Telaga Warna yang Tenang di Puncak Bogor!
| Nikmatnya semangkuk sekoteng dikala basah kuyup hujan-hujan di puncak :D |
Jika saya ditanya kota mana saja di Indonesia yang ingin saya singgahi, entah untuk sekedar berlibur, atau memang untuk tinggal dalam jangk...



















Follow Us
Temukan saya di :