Desa wisata; sebuah istilah yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi saya, meski pengertian desa wisata itu sendiri baru saya pahami satu tahun terakhir ini. Dulu, saya sering melihat papan petunjuk atau gapura yang menuliskan kata desa wisata. Dalam hati saya sering bertanya. Sebenarnya apa itu desa wisata? Apa bedanya dengan desa-desa lainnya? Kenapa sampai bisa menyandang embel-embel “wisata” di belakangnya.
Desa Wisata Kebonagung Bantul
Mobil yang kami tumpangi akhirnya sampai tujuan. Lega, begitu kira-kira yang saya rasakan saat kembali menikmati udara segar setelah terjeb...
Mobil yang kami tumpangi akhirnya sampai tujuan. Lega, begitu kira-kira yang saya rasakan saat kembali menikmati udara segar setelah terjebak dalam kemacetan Kota Batu. Dari Desa Wisata Sanankerto, saat ini kami sudah berada di Pujon Kidul, desa wisata terakhir yang kami kunjungi selama #EksplorDeswitaMalang.
Kafe Sawah Pujon Kidul Malang
Pagi itu begitu syahdu. Udara sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam. Sebuah desa idaman masa depan y...
Pagi itu begitu syahdu. Udara
sejuk khas pegunungan, dengan kabut tipis dan tanah basah sisa hujan semalam.
Sebuah desa idaman masa depan yang sangat cocok untuk “membesarkan anak-anak”.
Adalah Desa Wisata Pancoh yang terletak di kelurahan Girikerto, Kecamatan Turi,
Kabupaten Sleman. Desa wisata yang akan membuat jatuh hati bagi mereka yang
mengidamkan suasana asri.
Desa Wisata Pancoh Sleman DIY
1. Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak Gunung Api Nglanggeran Gunungkidul Gunung Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinas...
Gunung
Api Purba Nglanggeran memang menjadi destinasi utama di desa wisata ini. Gunung dengan ketinggian sekitar 700 Mdpl ini
terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang
lalu dan tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Butuh waktu satu hingga dua jam trekking untuk menuju puncaknya.
Jalur pendakian gunung api purba Nglanggeran merupakan jalan
setapak yang berupa anak tangga dan bebatuan. Bahkan kita juga harus melewati
sebuah celah tebing batu besar yang sempit dan hanya dapat dilewati oleh satu
orang saja. Di sini kita juga dapat menemukan sebuah batu yang berada di antara
celah tebing dan mengingatkan kita pada satu film 127 hours, sebuah film garapan Danny Boyle yang menceritakan
tentang seorang pendaki yang terjebak selama 127 jam dengan tangan yang
terhimpit oleh sebuah batu besar di antara dua tebing di Utah.
Kecintaan saya pada desa wisata terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi. Rasanya di setiap desa wis...
Kecintaan saya pada desa wisata
terasa semakin menumpuk seiring semakin banyak desa wisata yang saya kunjungi.
Rasanya di setiap desa wisata, saya selalu menemukan berbagai potensi yang baru
dan berbeda. Saat saya dan teman-teman #EksplorDeswitaMalang berada di desa
wisata Sanankerto misalnya.
Desa Wisata Sanankerto
Mobil yang kami tumpangi berhenti
di sebuah kantor desa. Kami pun segera beranjak turun dan mengambil tempat
untuk ngaso di pendapa kantor ini. Niat untuk rebahan di sebuah kursi panjang pun
saya urungkan saat melihat keunikan bangunan pendapa. Semua dekorasi mulai dari
atap hingga tiangnya terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian hingga
terlihat sangat epik. Saat sedang mengamati, teman lain menyadari hal yang sama & terlihat sibuk mengambil
gambar dari berbagai sisi. Maka tanpa perlu dijelaskan, saya meyakini potensi
andalan dari desa wisata ini pastilah kerajinan bambu.
Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bol...
Sebuah sungai dengan aliran air tenang kecoklatan membelah kampung. Di kanan kirinya tampak terpasang pagar pembatas yang dihias dengan bola dan cat warna warni. Tak hanya itu, deretan tembok rumah yang berada di sepanjang tepi sungai pun tak luput dari warna yang mencolok tersebut. Mulai dari merah, hijau, kuning, biru, dan warna lain yang berpadu dengan cantik dan menawan.
Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa
Siang itu, saya bersama beberapa teman dari Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah (Genpi Jateng) dan Ikatan Mas Mba Jawa Tengah (IMMJ) berada di Kampung Kali Werno Bejalen Ambarawa. Kali werno berasal dari kata kali yang berarti sungai, sementara werno berarti warna. Berada di Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, kampung ini tengah naik daun di media sosial berkat spot selfie yang instagramable tersebut. Hanya dalam hitungan minggu saja sejak kampung ini mempercantik diri, ratusan wisatawan datang membanjiri setiap hari.
Desa Wisata Kebonagung Bantul Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang...
Kendaraan yang kami tumpangi melaju perlahan. Di luar, terlihat hamparan sawah yang hijau dengan pematang sebagai pembatas setiap petaknya. Khas pedesaan. Sementara di dalam kendaraan, Mas Sitam tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya yang pernah mengunjungi desa wisata yang akan kami tuju ini. Benar, ini kali kedua baginya mengunjungi desa wisata Kebonagung Imogiri Bantul.
Sekretariat Desa Wisata Kebonagung Bantul
Kami sampai di sekretariat desa wisata setempat. Sejumlah warga yang tengah menunggu kedatangan kami menyambut dengan ramah, pun dengan ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang menyalami kami satu per satu. Pak Dalbya namanya. Siang itu ia bercerita banyak soal potensi wisata di desanya. Semangatnya membangun desa sangat terlihat jelas dari tuturnya yang begitu antusias. Desa ini sendiri mulai merintis sebagai desa wisata sejak tahun 1998, dan sempat porak poranda akibat gempa Jogja di tahun 2006. Untunglah semangat Pak Dalbiya dan masyarakatnya tak pernah surut untuk kembali membangunnya.
Poncokusumo merupakan nama satu desa sekaligus nama kecamatan di Kabupaten Malang. Sejak 27 Mei 2001 Poncokusumo yang memiliki luas sekitar...
Poncokusumo merupakan nama satu desa sekaligus nama kecamatan di Kabupaten Malang. Sejak 27 Mei 2001 Poncokusumo yang memiliki luas sekitar 686,23 hektar diresmikan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Semeru atau tepatnya di sebelah selatan perbatasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Wisata Poncokusumo memiliki banyak potensi yang patut untuk digali. Setidaknya, ada 5 potensi yang pernah saya gali bersama teman-teman #EksplorDeswitaMalang yang harus kamu ketahui.
1. Wisata Petik Apel
Wisata Petik Apel Poncokusumo Malang
Coban Pelangi Desa Wisata Gubugklakah Malang "Loh sudah sampai yah?" kata salah satu orang yang berada dalam satu kendaraan D...
"Loh sudah sampai yah?" kata salah satu orang yang berada dalam satu kendaraan Disporapar yang mengantarkan kami malam itu. Saya yang sempat tidur di sepanjang jalan mulai membuka mata dan melihat keadaan sekitar. Satu per satu turun dari kendaraan, saya yang berada di jok paling belakang segera menyusul. Udara dingin cukup menusuk kulit sesaat setelah kaki menapak di luar kendaraan. Sedikit lebih dingin jika dibandingkan dengan kota domisili saya.
Beberapa orang menyambut kami di luar kendaraan, diantaranya Pak Purnomo Anshori ketua Forkom Desa Wisata Kabupaten Malang sekaligus pengurus pokdarwis desa wisata Gubugklakah. Sadar jika diantara kami ada yang merasa kedinginan, beliau segera mengajak kami masuk ke lantai dua rumahnya yang juga merupakan homestay tempat kami bermalam di desa ini. Dan dari sinilah awal perjalanan kami untuk #EksplorDeswitaMalang, Desa Wisata Gubugklakah.
Desa Wisata Gubugklakah atau yang lebih dikenal dengan sebutan DWG berada di Kecamatan Pocokusumo Kabupaten Malang. Letaknya berada di kaki Gunung Bromo dan menjadi salah satu jalur pendakian. Tak heran jika desa ini memiliki panorama dan kesejukan khas pegunungan. Nama Gubugklakah berasal dari kata gubug yang berarti rumah/tempat tinggal sederhana dan klakah yang berarti bambu yang terbelah dua, sehingga Gubugklakah dapat diartikan sebagai rumah sederhana yang terbuat dari bambu yang dibelah, identik dengan rumah zaman dulu.
Desa Wisata Gubugklakah dikenal sebagai salah satu desa wisata yang kaya akan potensi wisata, tak heran jika tahun 2014 DWG pernah meraih penghargaan sebagai juara III Desa Wisata Nasional dan juara I lomba Pokdarwis di tahun yang sama. Beruntung, kami berkesempatan menggali potensi wisata apa saja yang berada di desa wisata ini dalam sehari.
Nusa Pelangi, Agrowisata Sapi Perah
Nusa Pelangi, Agrowisata Sapi Perah
Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY Kami sudah berada di mobil jemputan menuju Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul setelah sebelumnya...
Kami sudah berada di mobil jemputan menuju Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul setelah sebelumnya tiga desa wisata di Gunungkidul selesai kami eksplor. Pak Nur Ahmadi yang menemani perjalanan kami mengatakan waktu tempuhnya cukup untuk dipakai istirahat, namun kami lebih memilih menikmati perjalanan dengan mengobrol meski sebenarnya lumayan mengantuk setelah sebelumnya kami harus bangun pagi buta untuk mengejar sunrise di Kampung Pitu. Kamipun memasuki daerah Imogiri. Beberapa obyek wisata favorite seperti Puncak Becici, Hutan Pinus Mangunan, Kebun Buah Mangunan, dll kami lewati. Tak lama, sampailah kami di tujuan, Kampung Batik Giriloyo.
Kampung Batik Giriloyo Bantul DIY
Air Terjun Sri Gethuk Bleberan Gunungkidul Saya masih ingat pagi itu sebagian dari kami masih mengenakan pakaian yang penuh dengan berc...
Saya masih ingat pagi itu sebagian dari kami masih mengenakan pakaian yang penuh dengan bercak lumpur hasil off road di Bejiharjo. Entah memang malas atau jorok, yang jelas mereka dengan sadar dan sengaja tidak membersihkan diri dulu karena tujuan kami selanjutnya adalah Desa Wisata Bleberan, dimana salah satu objek wisatanya adalah Air Terjun Sri Gethuk. Mungkin bayangan mereka saat itu adalah bisa segera berada di bawah air terjun dengan pakaian kotor sambil teriak "Tuhaaan, aku kotorrrr! aku ternodaaaaa!". -_-
Desa Wisata Bleberan Gunungkidul
Rasanya mata sudah tak jenak untuk memejam kembali. Padahal jam masih menunjukkan pukul setengah 4 pagi, dan alarm yang sudah saya set di s...
Rasanya mata sudah tak jenak untuk memejam kembali. Padahal jam masih menunjukkan pukul setengah 4 pagi, dan alarm yang sudah saya set di smartphone pun belum sempat untuk berbunyi.
"Jam berapa?" tanya Mas Sitam yang ternyata juga sudah terbangun dari tidurnya.
"Masih setengah jam lagi" jawabku sambil beranjak dari tempat tidur dan segera menunaikan hajat pagiku.
Masih dalam rangka #EksplorDeswitaJogja (Eksplor Desa Wisata Jogjakarta) saya bersama 8 travel blogger lain pagi itu sedang berada di homestay Desa Wisata Nglanggeran. Sore sebelumnya kami sudah sempat menikmati sunset di Embung Nglanggeran, dan pagi itu kami berencana menikmati sunrise di puncak Gunung Bantal yang berada di Kampung Pitu Nglanggeran.
Sunset Embung Nglanggeran
Berkunjung ke desa wisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menikmati liburan yang berkwalitas. Apalagi bagi seseorang yang rut...
Berkunjung ke desa wisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menikmati liburan yang berkwalitas. Apalagi bagi seseorang yang rutinitas kesehariannya berada di perkotaan. Suasana pedesaan yang masih asri, udara tanpa polusi, masyarakat yang ramah, budaya yang kental, hingga kearifan lokal merupakan sederetan alasan kenapa desa wisata menjadi tempat yang tepat menghabiskan masa liburan. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan ratusan desa wisata. Tercatat sekitar 135 desa wisata berada di provinsi yang istimewa ini, sementara Kabupaten Sleman menyumbang angka sekitar 38 desa wisata yang dapat dikunjungi. Setiap desa wisata memiliki dan menawarkan berbagai potensi dan aktivitas yang berbeda. Salah satu desa wisata di Sleman yang memiliki potensi menarik adalah Desa Wisata Malangan.
Desa wisata Malangan berada di Sumber Agung, Moyudan, Sleman. Desa wisata ini dikenal dengan beragam potensi kerajinan. Untuk menuju desa wisata ini sangatlah mudah karena terletak di tepi jalan raya utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dengan Kabupaten Kulon Progo. Dari Ibukota Kabupaten Sleman berjarak sekitar 15 km atau 30 menit perjalanan, dan kurang lebih 16 km dari pusat kota Yogyakarta. Jika ditempuh dengan angkutan umum bisa naik bus pemuda dan minibus jurusan Kulon Progo. Lalu apa saja yang bisa kita lihat dan kita lakukan di desa wisata ini? berikut beberapa diantaranya :
1. Bersepeda Keliling Desa
Bersepeda Keliling Desa Wisata Malangan
Off Road Dewa Bejo Bejiharjo Kabut pagi masih nampak menutupi sebagian tambak dan persawahan di sekitar. Para penghuni homestay sudah m...
Kabut pagi masih nampak menutupi sebagian tambak dan persawahan di sekitar. Para penghuni homestay sudah memulai aktifitas. Beberapa orang memilih berjalan menyusuri pematang sawah demi mendapatkan gambar, sebagian lainnya menikmati kopi sambil saling lempar obrolan, sisanya masih sibuk dengan bantal, make up, atau barangkali urusan hajatnya. Sedangkan saya? memilih untuk live IG dan menyapa khalayak ramai yang ada di dalamnya. Tak ada yang mengikuti? tak apa, toh koneksi kala itu hasil tumpangan. Yang penting live. Titik. *prinsip* Di sana, saya bercerita sedang berada di salah satu homestay Dewa Bejo di Desa Wisata Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul bersama 8 travel blogger lain untuk mencoba salah satu wisata baru di tempat ini. Tengah asik bercerita, tiba-tiba deru mesin jeep terdengar meraung dan semakin dekat. Mereka lah yang kami tunggu, Mas Arif dan kedua temannya. Mereka yang akan membawa kami bersembilan untuk menerabas jalanan berbatu dan berlumur dengan off road. Yeay!
Mobil L300 yang kami tumpangi melaju di jalan perkampungan yang semakin lama semakin sepi. Sesekali hanya terlihat pepohonan di samping kir...
Mobil L300 yang kami tumpangi melaju di jalan perkampungan yang semakin lama semakin sepi. Sesekali hanya terlihat pepohonan di samping kiri dan kanan tanpa ada penerangan. Malam itu kami memang harus berganti mobil tersebut setelah sebelumnya bus kami hanya mampu mengantar kami hingga kantor Kecamatan Bener Purworejo saja karena jalanan berikutnya yang sempit, berliku, dan naik turun. Saya belum bisa membayangkan seperti apa tempat yang kami tuju, yang saya tau saat itu mata semakin lengket menahan kantuk. Sesekali saya periksa suasana sekitar saat tiba-tiba mobil kami terdengar meraung pertanda sebuah tanjakan tengah kami lalui. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, dan kami pun sampai di desa yang kami tuju, Desa Wisata Benowo.
Gunung Kunir Benowo Purworejo
Gunungkidul tidak hanya memiliki destinasi wisata berupa pantai, namun juga memiliki destinasi lain seperti embung, air terjun, hingga desa...
Gunungkidul tidak hanya memiliki destinasi wisata berupa pantai, namun juga memiliki destinasi lain seperti embung, air terjun, hingga desa wisata. Terletak di Padukuhan Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY, kita akan menemukan Wisata Kampung Emas Plumbungan. Di desa ini kita dapat menikmati suasana khas pedesaan Gunungkidul sekaligus mempelajari beragam potensi dan tradisi budaya masyarakat setempat. Hal ini yang membedakan Kampung Emas dengan objek wisata lain di Gunungkidul ataupun di luar daerah lainnya.
Desa Wisata Kampung Emas Gunungkidul sangat strategis dan mudah dijangkau. Dari Kota Jogja, kita dapat mengikuti rute : Jogja - Jalan Wonosari - Piyungan - Bukit Bintang - Patuk - Pertigaan Sambipitu (ambil kiri) - Nglanggeran - SMAN 1 Patuk - Plumbungan.
Sesampainya di lokasi, kita akan memasuki pekarangan warga yang menghadap ke sebuah area persawahan. Persawahan yang berbentuk teras sering tersebut membuat pengunjung seakan sedang berada di Ubud Bali. Apalagi saat musim padi, kita akan disajikan pemandangan hijau nan elok.
Tak hanya itu, di daerah ini juga di kenal sebagai sentra perkebunan kakao, kerajinan ukir kayu, dan batik kayu. Kita bisa secara langsung menyaksikan bagaimana pengrajin desa ini mengukir kayu dengan beragam bentuk seperti bentuk bebek, kura-kura atau juga membatik di ukiran topeng kayu. Souvenir ini bisa juga kita jadikan sebagai buah tangan sepulang dari sana. Untuk souvenir patung bebek atau kura-kura biasa di jual dengan harga Rp 8.000,- dan topeng batik yang cantik bisa kita tebus dengan Rp 15.000,-
Tak hanya menyaksikan lho, kita juga diperbolehkan untuk mencoba membatik di topeng mini tersebut. Seru kan, kita bisa membawa souvenir hasil karya kita sendiri. :)
Follow Us
Temukan saya di :