Dari sekian banyak candi yang ada di Jogjakarta, ada 1 candi yang cukup cantik dan unik menurut saya, sehingga wajib untuk dikunjungi. Candi ini terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jika dari Candi Prambanan, ambil jalan Prambanan - Piyungan sampai ketemu plang Candi Ijo (plang ini berada setelah plang ke Candi Boko), kemudian belok kiri dan ikuti jalan. Melewati perkampungan dan beberapa tanjakan, karena candi ini memang terletak diatas bukit. Sampailah di Candi Ijo!
Showing posts with label candi. Show all posts
Dari sekian banyak candi yang ada di Jogjakarta, ada 1 candi yang cukup cantik dan unik menurut saya, sehingga wajib untuk dikunjungi. Cand...
Puas menikmati pemandangan Dieng dari Batu Pandang, kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri candi. Selain pemandangan alam yang asri, ...
Susur Candi; Salah Satu Cara Menikmati Dataran Tinggi Dieng
Puas menikmati pemandangan Dieng dari Batu Pandang, kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri candi. Selain pemandangan alam yang asri, di Dataran Tinggi Dieng ini memang memiliki banyak warisan situs budaya seperti candi. Oleh karena itu kami sengaja untuk mengunjungi candi-candi yang ada di Dieng ini. Dari Dieng Plateau Theater kami menuju ke arah Kawah Sikidang. Di pertigaan sebelum gerbang masuk Kawah Sikidang, berdiri sebuah candi yakni Candi Bima.
Candi ini terlihat cantik dengan jalan yang berupa anak tangga dan taman bunga di sisi kanan kiri nya. Saat hari cerah, candi ini semakin cantik dengan latar langin biru dan awan putih. Dibandingkan dengan candi-candi lain di Dieng dan Indonesia pada umumnya, candi ini memiliki keunikan dikarenakan memiliki arsitektur yang mirip dengan beberapa candi di India. Sayangnya candi ini kondisinya kurang baik karena memiliki beberapa bagian candi dan arca yang hilang dicuri, dan rusak akibat solfatara dari Kawah Sikidang. Untuk masuk ke candi ini, tidak dipungut biaya.
Gerimis tipis menemani perjalanan kami dari vila di Bandungan menuju Candi Gedong Songo siang itu. Jalanan yang basah dan macet oleh anak s...
Gerimis Tipis di Candi Gedong Songo
Gerimis tipis menemani perjalanan kami dari vila di Bandungan menuju Candi Gedong Songo siang itu. Jalanan yang basah dan macet oleh anak sekolah membuat Mas Joko mengendarai dengan penuh hati-hati. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di Candi Gedong Songo ini, hanya sekitar 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Sesampainya di area parkir, gerimis tipis masih menyambut langkah kaki kami menuju loket. Beberapa ibu-ibu ojek payung segera bergegas mendekati kami untuk menawarkan jasa sewa payungnya sesaat setelah melihat kedatangan kami.
Kami sempat diam di depan loket karena ragu untuk masuk mengingat siang itu gerimis masih turun. Ahirnya memutuskan masuk saat gerimis sedikit reda. Untuk masuk ke Candi Gedong Songo ini, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp6000.- saat weekday dan Rp7500,- saat weekend. Sedangkan untuk wisatawan asing sebesar Rp50.000,-
![]() |
| Candi Tiga Gedong Songo |
Hai Traveler, Happy New Year 2015! Wih, tidak terasa ya tahun 2014 sudah lewat dan tahun 2015 menyambut di depan mata. Sudah siap untuk mew...
Candi Sukuh, Chichen Itza Suku Maya Versi Indonesia
Hai Traveler, Happy New Year 2015! Wih, tidak terasa ya tahun 2014 sudah lewat dan tahun 2015 menyambut di depan mata. Sudah siap untuk mewujudkan list resolusi tahun ini? Mudah-mudahan dapat segera terwujud ya. Btw, tahun baru ini kebetulan ada long weekend! Yeay! Dan long weekend kali ini saya manfaatkan untuk pulang kampung. Selain berkumpul bersama keluarga, saya juga berkesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman dan melakukan perjalanan. So, ikuti salah satu perjalanan saya kali ini ke Candi Sukuh Karanganyar, Jawa Tengah.
Meskipun cukup kelelahan setelah menghabiskan waktu malam tahun baru di alun-alun kota dan bangun kesiangan hihihi saya tetap bersemangat saat dua orang teman dari komunitas Backpacker Joglosemar yaitu Mas Yosh & Mas Sen berencana ke Ndoro Donker, yaitu rumah teh yang berada di kawasan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Saya pun ikut bergabung bersama mereka dan berangkat siang hari setelah jam makan siang. Ini adalah kali pertama saya berjumpa langsung dengan mereka karena sebelumnya saya mengenal mereka hanya melalui sosmed group BP Joglosemar. Frendly, hangat, dan ramah adalah kesan pertama saya saat berjumpa. Apalagi saat mereka dengan senang hati mengantar saya yang belum pernah ke Candi Sukuh, yang pada ahirnya kami justru keasikan hingga sore hari dan kami pun terpaksa batal menikmati teh poci di Ndoro Donker karena waktu last order sudah lewat. Hehe maaf Mas Yosh & Mas Sen. :)
Wow, baru juga libur hari kamis kemarin saat May Day , tidak terasa sekarang sudah weekend lagi. hehee Nah, untuk mengisi waktu luang saya...
Pura Parahyangan Agung Jagatkarta! Pura Terbesar ke 2 di Indonesia Ada di Bogor Jawa Barat!
Wow, baru juga libur hari kamis kemarin saat May Day, tidak terasa sekarang sudah weekend lagi. hehee Nah, untuk mengisi waktu luang saya punya referensi nih ngelayap di Bogor dengan nuansa ala-ala Bali! hehe Penasaran? Yuk, disimak!
Kaki saya masih terasa pegal pasca trekking di Curug Cilember kemarin. Tapi, yang namanya diajak ngelayap, mau kaki sedang gempor pun, hajar saja kalau saya mah! hahaaa Tanpa ada rencana matang sebelumnya, pagi jam setengah 10 saya di bbm Mas Sandy untuk jalan ke Pura Parahyangan Agung Jagatkarta yang berada di daerah Ciapus Bogor! Tahun lalu saya sempat ke sana bersama teman-teman kantor sepulangnya dari Curug Luhur. Tapi sayang sekali saat itu tidak diperbolehkan masuk area karena sedang ada prosesi sembahyang. Dan ahirnya hari ini saya kembali lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)






Follow Us
Temukan saya di :