Berkali-kali saya melihat jam
digital di ponsel, sekadar menghitung sudah berapa jam kereta Sri Tanjung ini
membawa saya jauh ke ujung timur Pulau Jawa. Sudah berjam-jam. Hingga saya pun
bosan dan tak tahu lagi harus bagaimana mengisi waktu di dalam kereta ekonomi
ini. Kaki pegal karena terlalu lama ditekuk, punggung apalagi. Sandaran kursi
yang tegak lurus membuat
punggung cepat pegal. Ya, namanya juga kereta ekonomi, tentu
fasilitasnya juga ekonomis.
Saat matahari
masih sepenggalah pagi tadi, kereta ini memulai perjalanannya dari
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta ke ujung
timur Pulau Jawa. Kereta terus melaju ke timur, sesekali meliuk mengikuti rel
yang mengular di sepanjang jalur selatan. Namun
hingga matahari telah jatuh di kaki langit barat, kereta masih belum memasuki
telatah Blambangan yang menjadi tujuan akhir perjalanan.
Butuh belasan jam untuk mencapai
ujung timur Pulau Jawa dari Yogyakarta. Sudah pukul sembilan malam ketika saya
turun di Stasiun Karangasem, Banyuwangi, dengan tubuh letih dan ingin segera
merebahkan diri. Sehari penuh duduk di dalam kereta sambil melawan rasa bosan
rasanya seolah-olah menempuh perjalanan empat puluh tahun cahaya. Sangat lama.
Akan tetapi, Banyuwangi membalas
kelelahan dan perjalanan panjang itu dengan sangat manis. Disajikannya bentang
alam yang membuat setiap pandangan saya disertai decak kagum dan semangat untuk
mengeksplorasi setiap sudut Banyuwangi. Setidaknya, sepuluh destinasi inilah
yang sangat berkesan bagi saya, dan wajib dikunjungi ketika berwisata ke ujung
timur Pulau Jawa ini.



Follow Us
Temukan saya di :