Klenteng Sam Poo Kong, Mengenang Kisah Laksamana Cheng Ho

Sabtu, Oktober 24, 2015
Puas mengelilingi Lawang Sewu, kami bergerak ke Jl. Simongan Raya, tepatnya di Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu landmark yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke kota Semarang. Tempat ini merupakan sebuah petilasan, yakni bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok yang tersohor bernama Laksamana Zheng He/Cheng Ho. 


Laksamana Cheng Ho sendiri merupakan seorang pelaut muslim yang membuat perjalanan ke penjuru dunia dengan membawa misi damai. Di klenteng ini, kita dapat menemukan bentuk akulturasi budaya masyarakat tionghoa dengan masyarakat setempat yang menarik. Sedangkan ciri keislaman di petilasan ini bisa kita temukan dengan adanya tulisan yang berbunyi "Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an". Dihalaman tengah, kita dapat menemukan patung Laksamana Cheng Ho yang berdiri dengan kokoh.




Menurut cerita, Laksamana Zheng He/Cheng Ho sedang berlayar melewati laut jawa, namun saat melintasi laut jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, kemudian ia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapat ke pantai utara semarang untuk berlindung di sebuah Goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng. Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang di akibatkan adanya proses sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.



Berada di Klenteng Sam Poo Kong, kita serasa berada di daratan China. Dengan luas sekitar 1.020 meter persegi, dan didominasi warna merah, membuat klenteng ini terlihat megah. Ditambah dengan banyaknya masyarakat tionghoa ataupun masyarakat penganut Budha, Konghucu, ataupun Tao yang sedang berdoa di klenteng ini, membuat suasana China semakin terasa. Terlebih lagi, tercium aroma hio dan kepulan asap dupa.




Klenteng Sam Poo Kong juga disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Di dalamnya terdapat sebuah altar yang digunakan oleh Cheng Ho yang Muslim sebagai tempat shalat dan pengikutnya yang beragama lain. Saat Cheng Ho melanjutkan perjalanannya, gua tersebut tertimbun tanah longsor pada 1704 dan sebagai penghormatan terhadap Cheng Ho, masyarakat setempat menggali kembali serta membangun altar yang dilengkapi dengan patung Cheng Ho beserta pengawalnya. Gua ini biasa digunakan sebagai tempat meramal nasib yaitu dengan menggunakan tongkat-tongkat kecil yang bertuliskan angka. Namun, untuk yang tidak berkepentingan untuk sembahyang, tidak diperkenankan masuk ke gua ini.



Bangunan Klenteng Sam Poo Kong yang menarik, membuat klenteng ini tidak hanya menjadi tempat sembahyang, melainkan juga dijadikan tujuan bagi wisatawan saat berkunjung ke kota Semarang. Untuk masuk ke area klenteng, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp3000,- saja, sedangkan untuk masuk ke bangunan klenteng, harus kembali membayar tiket sebesar Rp20.000,-




Yang lebih menarik lagi, pengunjung dapat berfoto dengan pakaian ala prajurit ataupun kostum bernuansa China di tempat ini. Siang itu, saya dan teman-teman cukup puas menikmati keindahan arsitektur bangunan Klenteng Sam Poo Kong dan mengabadikannya dengan foto berbagai gaya.

Untuk menuju Klenteng Sam Poo Kong ini sangatlah mudah. Hanya sekitar 15 menit waktu yang perlu anda tempuh dari bandara Ahmad Yani. Dari Semarang kota, dapat menggunakan kendaraan umum seperti bis jurusan Mangkang - terminal Terboyo. Begitupun dari arah Magelang, Solo, Jogja, dapat menggunakan transportasi bis jurusan Mangkang, atau angkot jurusan pasar Karang Ayu, atau Manyaran. Sedangkan jika anda menggunakan transportasi kereta api dan turun stasiun Poncol, anda bisa menggunakan taksi, bis, maupun angkot.




Di dalam kawasan klenteng disediakan juga sebuah mushola yang terletak di bangunan depan dekat pintu masuk, dan dapat digunakan oleh pengunjung muslim. Toleransi yang indah bukan? So, jika anda berkunjung ke klenteng Sam Poo Kong ini, jangan lupa untuk menjaga toleransi umat beragama dengan mematuhi peraturan dan tidak mengganggu umat yang sedang bersembahyang. Selamat menjelajah ya! :)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 comments

Write comments
Sabtu, 24 Oktober, 2015 delete

Eh, ada fotoku nampang di sini. :D

Reply
avatar
Senin, 26 Oktober, 2015 delete

Yang diem berdiri di depan klenteng itu yak? :p

Reply
avatar
Rabu, 02 Desember, 2015 delete

Terimakasih sdh mampir kak :)

Reply
avatar
Jumat, 08 Januari, 2016 delete

Mantap nih.. Ane blum pernah ksini...

Reply
avatar
Jumat, 08 Januari, 2016 delete

Cusss packing terus berangkattt... xixixi

Reply
avatar