Cianjur Punya Situs Yang Konon Lebih Tua Dari Piramida Mesir! Situs Megalith Gunung Padang!

Jumat, Mei 01, 2015
Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur
Trip saya kali ini berawal dari broadcast seorang teman dari BBC (Bogor Backpacker Community) yakni Teh Siti, yang mengajak trip share cost menuju Situs Megalitikum Gunung Padang yang berada di Cianjur. Kebetulan trip tersebut bertepatan dengan hari jumat saat libur nasional May Day, saya pun bersemangat untuk bergabung. Kamis malam kami sepakat untuk bertemu di St. Bogor sebagai tempat meeting point. Dan trip ini diikuti oleh 29 orang, dari berbagai daerah dan komunitas di Jabodetabek. Dari 29 orang tersebut, saya hanya mengenal teh siti saja sebelumnya. Hahaha Bakalan dapat banyak teman baru, pikir saya.

Pukul 21.00 WIB saya sudah berada di stasiun bogor bersama Teh Siti sambil menunggu commuterline yang membawa teman-teman dari jakarta dan kota lainnya. Satu-persatu mereka berdatangan, dan kami saling berkenalan. Yap, trip ini memang banyak yang tidak saling kenal, hanya satu dua teman yang saling kenal kemudian membawa teman lain, teman lain membawa teman lain lagi, dan terkumpulah 29 orang untuk trip bareng ke Gunung Padang ini. Saat tengah malam, datang dua orang ibu dan seorang bapak paruh baya seumuran orang tua saya. Kami hanya diam saling pandang, sambil menebak apakah mereka adalah peserta trip yang belum datang. Dan benar saja, beliau adalah Bunda Dede, Bunda Lilis, dan suaminya. Wow, luar biasa semangat traveling mereka! salut! :)

Bus yang kami tumpangi melaju dari bogor menuju cianjur tepat pada pukul 01.00 WIB dini hari. Estimasi kami, perjalanan memakan waktu sekitar 3-4 jam, dan benar saja saya terbangun dari tidur saat bus telah sampai pada pukul 05.00 WIB lewat. Kamipun segera turun dari bus dan mencari musola untuk melakukan ibadah sholat subuh. Saat semua beres, kami bersiap naik untuk menikmati sun rise di puncak Gunung Padang.


Situs megalitikum Gunung Padang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekitar 50 KM dari Kota Cianjur. Untuk menuju situs sejarah ini, bisa melalui Jl Warungkondang atau jalur menuju Sukabumi. Di kiri jalan, Jl Cipadang Kota, terlihat papan penunjuk arah menuju Situs Megalitik Gunung Padang. Dari Jl Warungkondang masih harus menempuh jarak sekitar 20km dengan jalan yang berliku dan sempit yang dapat ditempuh sekitar 30-45 menit.

Di depan pintu loket masuk Gunung Padang, kami di sambut oleh Abah Dadi, beliau adalah pemandu sekaligus juru pelihara situs Gunung Padang ini. Walaupun loket masih tutup, dengan senang hati Abah Dadi melayani dan menemani kami. Sebelum naik, abah dadi memberikan opsi 2 alternatif jalan. Jalan pertama melalui 378 anak tangga dengan tingkat kemiringan sekitar 40 derajat, sedangkan jalan kedua ada 709 anak tangga dan lebih landai. Kamipun memilih jalan pertama untuk naik, dan jalan kedua untuk turun. Di pintu masuk, Abah Dadi juga sempat menjelaskan keberadaan mata air yang katanya dipercaya dapat membuat awet muka bagi yang membasuhkannya di muka. Emm percaya? Percaya atau tidak, yang pasti airnya cukup segar untuk cuci muka pagi itu. hehe

Loket masuk Situs
Naik jalur alternatif 1, Kanan jalur alternatif 2
Abah Dadi mengambil air dari sumber mata air
Mendaki gunung, lewati lembah... *nyanyi* hahaha
Dengan semangat, kami mulai mendaki ratusan anak tangga karena mentari pagi itu samar-samar mulai mengintip dari kejauhan. Sesampainya di puncak, kami melihat tumpukan batu-batu persegi panjang peninggalan kebudayaan megalitikum di Jawa Barat itu. Ditambah lagi dengan indahnya sunrise dan eloknya gunung gede pangrango. Konon situs ini jauh lebih tua dibandingkan piramida mesir yang berusia 2500 SM sedangkan situs ini diperkirakan 4700-10900 SM, meski hal tersebut masih dalam pengkajian.


Kata abah Dadi, nama Gunung Padang  berasal dari kata pandang, dimana dari puncak gunung ini kita dapat memandang Gunung Gede Pangrango yang terhalang oleh beberapa bukit. Situs ini juga merupakan punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, banyak cerita mistis juga muncul dari situs ini, seperti terdengarnya suara gamelan. Menurut Abah Dadi, batu persegi panjang yang berada di situs ini memang dapat mengasilkan bunyi dengan nada seperti gamelan sunda. Dengan banyaknya berita tentang situs ini, tidak salah jika kemudian semakin ramai di perbincangkan dan di kunjungi oleh peneliti maupun wisatawan.


 

Oh ya, belakangan kami tahu bahwa Bunda Lilis yang bersama kami dalam trip ini adalah seorang designer batik ternama di Bogor. Dan saat itu kami menjadi saksi dalam launching dua motif batik terbarunya yang terinspirasi oleh situs gunung padang ini. Sayangnya, saya lupa mencatat apa nama motif tersebut. 


Catatan :
  1. Trip saya kali ini share cost bersama 29 orang @ Rp150.000,- untuk sewa bus & tiket masuk.
  2. Tiket masuk Situs Gunung Padang sangat murah. Hanya sebesar Rp4.000,- 
  3. Open trip dari agen tour ke Situs Gunung Padang update bulan Mei sekitar 175 - 200 ribu untuk 10-15 orang dengan beberapa fasilitas.
  4. Untuk menuju Situs Gunung Padang ini kita juga dapat menempuhnya dengan kereta api. berikut rutenya : 
  • Naik kereta ekonomi dari stasiun paledang Bogor tujuan stasiun lampegan Cianjur. Untuk update harga tiket silahkan cek web KAI. Setahu saya sekitar 20-70 ribu.
  • Kereta tujuan tersebut sehari ada 2x pemberangkatan dari stasiun paledang. Yakni pukul 07.55 WIB dan sampai di tujuan pukul 10.53 WIB. Sedangkan yang satu berangkat pukul 13.25 sampai pukul 16.23 WIB.
  • Untuk tujuan stasiun lampegan, pertama kita naik dari stasiun paledang bogor dengan kereta pangrango sampai stasiun sukabumi. Dari sana kita harus transit, pindah kareta siliwangi menuju stasiun lampegan cianjur. Sampai di Stasiun lampegan, bisa menggunakan ojek yang ditempuh sekitar 30 menit menuju situs, dengan tarif 80-100 ribu PP.



Saat hari mulai siang, situs gunung padang mulai di ramaikan oleh pengunjung. Saat itu ada rombongan pramuka juga dari sekolah. Kami segera turun melewati jalan alternatif yang kedua sesuai rencana kami sebelumnya. Dari situs gunung padang, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Lampegan & Curug Cikondang.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
Selasa, 01 September, 2015 delete

Aku juga sempet cuci muka dari sumber mata air itu juga gegege

Reply
avatar
Selasa, 01 September, 2015 delete

Pantesan muka mas cumi awet muda membahana badai keceh menggelorah... :D

Reply
avatar
Jumat, 10 Juni, 2016 delete

subhanalloh, indahnya pemandangan dari atas, sungguh mengagumkan..

Reply
avatar