Candi Sukuh, Chichen Itza Suku Maya Versi Indonesia

Jumat, Januari 02, 2015
Hai Traveler, Happy New Year 2015! Wih, tidak terasa ya tahun 2014 sudah lewat dan tahun 2015 menyambut di depan mata. Sudah siap untuk mewujudkan list resolusi tahun ini? Mudah-mudahan dapat segera terwujud ya. Btw, tahun baru ini kebetulan ada long weekend! Yeay! Dan long weekend kali ini saya manfaatkan untuk pulang kampung. Selain berkumpul bersama keluarga, saya juga berkesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman dan melakukan perjalanan. So, ikuti salah satu perjalanan saya kali ini ke Candi Sukuh Karanganyar, Jawa Tengah.

Meskipun cukup kelelahan setelah menghabiskan waktu malam tahun baru di alun-alun kota dan bangun kesiangan hihihi saya tetap bersemangat saat dua orang teman dari komunitas Backpacker Joglosemar yaitu Mas Yosh & Mas Sen berencana ke Ndoro Donker, yaitu rumah teh yang berada di kawasan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Saya pun ikut bergabung bersama mereka dan berangkat siang hari setelah jam makan siang. Ini adalah kali pertama saya berjumpa langsung dengan mereka karena sebelumnya saya mengenal mereka hanya melalui sosmed group BP Joglosemar. Frendly, hangat, dan ramah adalah kesan pertama saya saat berjumpa. Apalagi saat mereka dengan senang hati mengantar saya yang belum pernah ke Candi Sukuh, yang pada ahirnya kami justru keasikan hingga sore hari dan kami pun terpaksa batal menikmati teh poci di Ndoro Donker karena waktu last order sudah lewat. Hehe maaf Mas Yosh & Mas Sen. :)

Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Untuk pergi kesana kita bisa ikuti rute Solo - Tawangmangu menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Nah untuk kendaraan umum, bisa ikuti langkahnya sebagai berikut :
  1. Naik bus jurusan Solo - Tawangmangu kemudian turun di terminal karangpandan.
  2. Dari terminal karangpandan, lanjut naik minibus jurusan nglorok. kita bisa bilang ke kenek minibus jika hendak ke Candi Sukuh, dan kita akan di turunkan di sebuah pertigaan.
  3. Dari sini, kita bisa berjalan kaki (menanjak) sekitar 1 km ke Candi Sukuh atau naik ojek (lebih recomended)
Untuk masuk di kawasan Candi Sukuh ini, kita diwajibkan untuk membeli tiket Rp3000,- di loket yang terpisah dengan candi dan berada di seberang jalan pintu masuk. Bentuk bangunan Candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Jadi, tidak salah jika saya menyebutnya Chichen Itza suku maya versi Indonesia. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.

Kami sampai di candi sukuh sekitar pukul 2 siang, dengan cuaca yang cerah dan latar langit warna biru yang  semakin membuat kami betah melihat pemandangan ke semua sudut. 

Halaman pintu masuk Candi Sukuh
Mas yosh yang sudah biasa datang ke candi sukuh mengantarkan teman dari dalam maupun luar negeri, kali ini dengan senang hati menjadi guide dadakan untuk saya, dan menjelaskan beberapa hal yang ia ketahui. Diantaranya tentang bagian candi yang terdiri atas beberapa teras, menjelaskan maksud dari gapura atau bangunan setiap teras, dan tentang mitos yang dipercaya oleh masyarakat secara turun temurun.

Di teras pertama, kita dapat melihat gapura dengan relief sengkala. Yakni, sengkala memet yang ditafsirkan sebagai gapura buta aban wong (raksasa gapura memakan manusia), dan sengkala memet yang ditafsirkan sebagai gapura buta anahut buntut (raksasa gapura menggigit ekor). Oya, di dalam gapura ini juga ada  semacam relief terpahat dilantai berbentuk kelamin wanita dan pria yang saling berhubungan. Mitos yang berkembang di masyarakat, katanya bisa digunakan untuk tes keperawanan. Yakni, dengan cara melompatinya. Jika kain yang digunakan wanita tersebut robek atau terlepas maka berarti sudah tidak perawan. Mitos lain mengatakan tes ini dilakukan bukan dengan melompati relief tersebut, melainkan dengan menaiki tangga candi yang paling tinggi. hmm percaya? namanya juga mitos.

Relief lingga (kelamin pria) dan yoni (kelamin wanita) yang berhadapan


Di teras kedua, terdapat gapura yang sudah rusak dan sudah tidak jelas bentuknya. Sedangkan di teras ke tiga terdapat serangkaian panel dengan relief yang menceritakan mitologi utama Candi Sukuh, Kidung Sudamala. Selain itu ada patung garuda, candi utama, patung kura-kura, dan relief-relief lainnya.
 
Candi Sukuh dari teras pertama
Teras ketiga




Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk naik ke atas candi utama dan menyaksikan betapa indah dan mempesona pemandangan di sekitar candi sukuh ini. Di sekitar candi masih banyak terdapat sesaji oleh umat hindu setempat untuk ritual bersembahyang, begitupun di atas candi. Sayangnya, candi ini tidak luput oleh tindak vandalisme.

View dari atas candi
Sesaji diatas candi
Tindak vandalisme
Benar-benar candi erotis yang eksotis! hehehe oiya, di candi sukuh terdapat juga patung tanpa kepala, dengan tangan yang memegangi anunya yang sedang anu. Duh! saya tidak enak nyebutnya. hihihi


So, kalau berkunjung ke Solo dan sekitarnya jangan lupa untuk menambahkan Candi Sukuh ini ke list wajib tempat yang akan dikunjungi ya! Selamat menjelajah :)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

5 comments

Write comments
Rabu, 10 Juni, 2015 delete

Dua kali dah ke candi sukuh~ dan kesannya candi ini agak mistis dan sedikit vulgar :v

Reply
avatar
Kamis, 11 Juni, 2015 delete

hahaha uda sampai karangayar rupanya mas fahmi :D iyap, candi yg mistis erotis mas.. :v

Reply
avatar
Selasa, 03 Januari, 2017 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Selasa, 03 Januari, 2017 delete

Keterangan Lingga dan Yoni kebalik mas.
Lingga = perwujudan alat kelamin pria
Yoni = perwujudan alat kelamin perempuan

Reply
avatar