Monas - Icon Of Jakarta!

Minggu, Desember 01, 2013
Setiap daerah selalu ada tempat wisata yang menjadi icon daerah tersebut ya. Nah, kalau kalian dengar nama ibukota negara kita, yaitu Jakarta, apa yang terlintas dipikiran kalian? Sudah pasti, sebuah monumen yang  menjulang tinggi ditengah pusat kota dengan ujung berbentuk kobaran api dan bersepuh emas! Yes, itu dia MONAS! aka Monumen Nasional.

MONAS google.com

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Sebagai pusat dan jiwa dari Monumen Nasional, maka Tugu Nasional menyinarkan pengaruh dan daya penariknya baik siang dan malam hari, bagi segala yang ada di sekitarnya. Senantiasa ia akan menyambut "Selamat Datang" kepada setiap orang yang memasuki ibukota RI. Monumen Nasional terbagi atas beberapa bagian, yakni: Pintu Gerbang Utama, Ruang Museum Sejarah, Ruang Kemerdekaan, Pelataran Cawan, Puncak Tugu, Api Kemerdekaan, Badan Tugu. Seluruh ukuran yang terdapat dalam Tugu Nasional sudah disesuaikan dengan angka keramat 17-08-1945 hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Sudah cukup sering saya mengunjungi monas. Pertama kali kesan, waktu itu bareng saudara sepupu saya dari balaraja. Nah, dari sana kami naik bus jurusan kalideres. Dilanjut naik busway jurusan cempakaputih. Kami turun dihalte dekat hotel grand cempaka dan menginap semalam disana, karna tujuan kami saat itu memang bertemu sama om dari balikpapan yang kebetulan lagi dinas di Jakarta dan menginap dihotel ini. Paginya, setelah mandi dan sarapan, kita langsung cuuus ke monas via busway. Harusnya sih bisa turun digambir ya, tapi karena keasikan di busway jadi kelewat dan terpaksa turun dijuanda. Itung-itung olahraga jalan pagi :D Untuk kembali ke balaraja, bisa naik busway lagi jurusan kalideres, dilanjut dengan bus jurusan balaraja. Cukup mudah kan... ;)
With Tika @ Monas
Saya juga sempat ke monas bareng sodara & keponakan saya yang kebetulan lagi main ke Bogor. Mumpung hari minggu, kami jalan dari stasiun bojonggede ke stasiun gondangdia. Karena kereta penuh sesak, dan semakin tidak nyaman, kami turun dan ganti kereta distasiun depok baru. Sampai stasiun gondangdia, dari sini sebenarnya kalian bisa naik bajaj, metromini, taxi, atau ojek, tapi biar nuansa jalan-jalannya terasa, kita pilih lanjut jalan kaki ke monas. xixixi (padahal mah emang ngirit ;P)


Oiya, di monas kalian juga bisa beli tiket untuk naik keatas untuk menikmati ibukota jakarta dari atas dengan harga tiket masuk monas (kalau belum naik ya) dewasa Rp5000,- untuk tiket masuk ke cawan, untuk ke puncak Monas harganya Rp10.000,- . Mahasiswa bayar Rp3000,- untuk ke cawan, Rp5000,- untuk menuju puncak Monas. Sedangkan untuk anak-anak membayar Rp2000,- untuk ke cawan maupun ke puncak Monas. Murah kan? Tapi syaratnya cuma 1, kalian harus bersabar untuk membuat antrian ular terlebih dahulu. kekekek Antreannya panjaaaangggg cuuuy terutama dihari libur.


Oke, sekian dulu cerita saya ke monas, sampai jumpa lagi ditempat seru lainnya... See ya! :)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »